Hari 128

Dua Belas Langkah Agar Berguna bagi Allah

Kebijaksanaan Mazmur 57:6–11
Perjanjian Baru Yohanes 5:16–30
Perjanjian Lama Hakim-hakim 6:1–7:8a

pengantar

Seorang pengangkut air di India memiliki dua buli besar, keduanya tergantung di ujung tiang, yang dia bawa di lehernya. Salah satu pot memiliki celah di dalamnya sementara buli lain sempurna dan selalu mengirimkan sebuli penuh air. Pada akhir perjalanan panjang dari sungai ke rumah, buli yang retak itu selalu sisa setengah penuh.

Buli yang sudah retak itu merasa malu karena ketidaksempurnaannya sendiri, dan sengsara karena ia hanya dapat menyelesaikan setengah dari apa yang dibawanya. Setelah dua tahun, yang dianggap sebagai kegagalan pahit, suatu hari buli retak itu berbicara kepada pembawa air:

’Aku malu pada diriku sendiri, dan aku ingin meminta maaf kepadamu. Aku hanya dapat Menyisakan setengah dari muatanku karena retakan di sisi ini menyebabkan air bocor keluar saat kembali ke rumahmu. Karena kekuranganku ini, kau harus melakukan semua pekerjaan ini, tapi kau tidak mendapatkan manfaat banyak dari pekerjaanmu.’

Si pengangkut air berkata kepada buli, 'Apakah kamu memperhatikan bahwa hanya ada bunga di sisi jalanmu, tetapi tidak di sisi buli yang lain? Itu karena aku selalu tahu tentang cacatmu, dan aku menanam biji bunga di sisi jalanmu, jadi, setiap hari saat kita berjalan pulang, kau telah menyiraminya. Selama dua tahun, aku bisa memetik bunga-bunga indah ini untuk menghias meja. Tanpa kau menjadi seperti dirimu ini, tidak akan ada keindahan seperti ini yang dapat menghiasi rumah.’

Syukurlah, Tuhan mampu menggunakan buli yang retak! Anda tidak perlu menjadi sempurna bagi Tuhan untuk memakai Anda. Kita ingin hidup kita diperhitungkan untuk sesuatu. Jika Anda ingin berguna bagi Allah, berikut ini ada dua belas kunci:

Kebijaksanaan

Mazmur 57:6–11

6 Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah!
  Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!
7 Mereka memasang jaring terhadap langkah-langkahku,
  ditundukkannya jiwaku,
mereka menggali lobang di depanku,
  tetapi mereka sendiri jatuh ke dalamnya.
                         Sela

8 Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap;
  aku mau menyanyi, aku mau bermazmur.
9 Bangunlah, hai jiwaku, bangunlah, hai gambus dan kecapi,
  aku mau membangunkan fajar!
10 Aku mau bersyukur kepada-Mu di antara bangsa-bangsa, ya Tuhan,
  aku mau bermazmur bagi-Mu di antara suku-suku bangsa;
11 sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit,
  dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan.

12 Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah!
  Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!

Komentar

1. Ketahuilah, Anda Dikasihi

Tuhan memakai Anda karena Dia mengasihi Anda. Daud berkata, 'sebab kasih setia-Mu besar sampai ke langit, dan kebenaran-Mu sampai ke awan-awan' (Ay.11). Di sinilah semuanya dimulai - mengetahui bahwa Anda dicintai oleh Tuhan.

2. Pujilah Tuhan Dalam Situasi Apapun

Tuhan mencari jemaat-Nya. Daud berkata, 'Hatiku siap, ya Allah, hatiku siap; aku mau menyanyi, aku mau bermazmur' (Ay.8). Berikan respon terhadap kasih yang sudah Ia berikan bagi kita dengan memuja-Nya atas setiap pemberian yang Anda miliki - bukan hanya secara pribadi tetapi juga untuk umum (Ay.10) - bukan hanya ketika Anda merasa menyukainya sebagai hal yang baru, tetapi 'dengan sabar’ - di saat-saat sulit juga.

3. Hormati Allah Dalam Hidup Anda

Tuhan menghormati mereka yang menghormati-Nya. Daud menulis, 'Tinggikanlah diri-Mu mengatasi langit, ya Allah! Biarlah kemuliaan-Mu mengatasi seluruh bumi!' (Ay.12). Ini adalah keinginan utama Daud. Ini adalah keinginan yang sama yang diungkapkan dalam doa yang Yesus ajarkan kepada kita untuk berdoa, 'Dikuduskanlah nama-Mu’ (Matius 6:9).

Doa

Tuhan, terima kasih atas cinta-Mu yang begitu besar bagiku yang menjangkauku menuju surga dan untuk kesetiaan-Mu yang mencapai ke langit. Aku berdoa hari ini agar nama-Mu dihormati melalui semua yang kulakukan dan katakan.

Perjanjian Baru

Yohanes 5:16–30

16 Dan karena itu orang-orang Yahudi berusaha menganiaya Yesus, karena Ia melakukan hal-hal itu pada hari Sabat. 17 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga.” 18 Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah.

Kesaksian Yesus tentang diri-Nya

19 Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. 20 Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. 21 Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. 22 Bapa tidak menghakimi siapa pun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, 23 supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia.

24 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. 25 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. 26 Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. 27 Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. 28 Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, 29 dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.

30 Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Komentar

4. Lakukan Apa yang Bapa Lakukan

Orang-orang Farisi, yang sangat religius, telah berubah menyeleweng, legalistik, dan kaku. Mereka mengkritik Yesus karena seorang pria lumpuh selama tiga puluh delapan tahun telah membawa tempat tidurnya pada hari Sabat.

Yesus bersekutu dengan Allah dan Dia adalah Anak Allah yang dikasihi yang melakukan segala yang diinginkan Bapa untuk dilakukan. Dia tidak dapat dipisahkan dari Bapa-Nya. Dia adalah satu dengan Bapa.

Yesus adalah Tuhan: 'Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah' (Ay.18). Namun Yesus juga Anak Allah yang taat. Dia berkata sebagai tanggapan terhadap mereka yang ingin membunuhnya: 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak' (Ay.19).

Daripada memulai rencana Anda sendiri dan meminta Tuhan untuk memberkatinya, cobalah untuk melihat apa rencana Tuhan dan masuklah dalam rencana-Nya.

5. Mendengar Suara Tuhan

Umat Allah mengalami kesulitan, seperti yang kita lihat dalam bagian Perjanjian Lama hari ini karena mereka tidak mendengarkan Allah (Hakim 6:10). Yesus mengatakan kunci untuk hidup adalah mendengarkan Dia dan percaya: 'Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup' (Yohanes 5:24).

Bahkan Yesus berkata, 'Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.' (Ay.30).

6. Lakukan yang Terbaik yang Bisa Kita Lakukan

Anda tidak dapat memperoleh keselamatan Anda dengan 'berbuat baik'. Namun, bukti kehidupan iman adalah kehidupan berbuat baik. Yesus sendiri mengatakan: ‘berjalan berkeliling sambil berbuat baik’ (Kis. 10:38). Yesus berkata, 'Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum.' (Yohanes 5: 28–29).

Seperti yang ditulis John Wesley, 'Lakukan segala kebaikan yang Anda bisa, dengan segala hal yang Anda bisa, dengan segala cara yang Anda bisa, di semua tempat yang Anda bisa, kapan pun Anda bisa, kepada semua orang yang Anda bisa, selama apa pun yang Anda bisa.'

7. Mencari Allah dan menyenangkan-Nya

Saya melihat bahwa salah satu hal yang paling sulit untuk mulai diterapkan adalah mencari Allah dan berusaha menyenangkan-Nya. Tampaknya sangat wajar untuk berusaha menyenangkan diri sendiri. Yesus berkata, ‘sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.’ (Ay.30). Untuk menjalani kehidupan yang mencari dan menyenangkan Tuhan, Anda harus berputar 180 derajat. Ini bukan hanya satu kali namun sesuatu yang harus Anda coba untuk dipraktekkan setiap harinya. Ini tidak mudah!

Doa

Bapa, bantu aku untuk mendengarkan suara-Mu, untuk memahami apa yang Engkau lakukan dan mengikutinya - tidak menyenangkan diri sendiri melainkan mencari Engkau dan menyenangkan Engkau.

Perjanjian Lama

Hakim-hakim 6:1–7:8a

Gideon diangkat menjadi hakim

6Tetapi orang Israel melakukan apa yang jahat di mata Tuhan; sebab itu Tuhan menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Midian, tujuh tahun lamanya, 2 dan selama itu orang Midian berkuasa atas orang Israel. Karena takutnya kepada orang Midian itu, maka orang Israel membuat tempat-tempat perlindungan di pegunungan, yakni gua-gua dan kubu-kubu. 3 Setiap kali orang Israel selesai menabur, datanglah orang Midian, orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur, lalu maju mendatangi mereka; 4 berkemahlah orang-orang itu di daerah mereka, dan memusnahkan hasil tanah itu sampai ke dekat Gaza, dan tidak meninggalkan bahan makanan apa pun di Israel, juga domba, atau lembu atau keledai pun tidak. 5 Sebab orang-orang itu datang maju dengan ternaknya dan kemahnya, dan datangnya itu berbanyak-banyak seperti belalang. Orang-orangnya dan unta-untanya tidak terhitung banyaknya, sekaliannya datang ke negeri itu untuk memusnahkannya, 6 sehingga orang Israel menjadi sangat melarat oleh perbuatan orang Midian itu. Lalu berserulah orang Israel kepada Tuhan.

7 Ketika orang Israel berseru kepada Tuhan karena orang Midian itu, 8 maka Tuhan mengutus seorang nabi kepada orang Israel, yang berkata kepada mereka: “Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Akulah yang menuntun kamu keluar dari Mesir dan yang membawa kamu keluar dari rumah perbudakan. 9 Aku melepaskan kamu dari tangan orang Mesir dan dari tangan semua orang yang menindas kamu, bahkan Aku menghalau mereka dari depanmu dan negeri mereka Kuberikan kepadamu. 10 Dan Aku telah berfirman kepadamu: Akulah Tuhan, Allahmu, maka janganlah kamu menyembah allah orang Amori, yang negerinya kamu diami ini. Tetapi kamu tidak mendengarkan firman-Ku itu.”

11 Kemudian datanglah Malaikat Tuhan dan duduk di bawah pohon tarbantin di Ofra, kepunyaan Yoas, orang Abiezer itu, sedang Gideon, anaknya, mengirik gandum dalam tempat pemerasan anggur agar tersembunyi bagi orang Midian. 12 Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya dan berfirman kepadanya, demikian: ”Tuhan menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani.” 13 Jawab Gideon kepada-Nya: ”Ah, tuanku, jika Tuhan menyertai kami, mengapa semuanya ini menimpa kami? Di manakah segala perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang diceritakan oleh nenek moyang kami kepada kami, ketika mereka berkata: Bukankah Tuhan telah menuntun kita keluar dari Mesir? Tetapi sekarang Tuhan membuang kami dan menyerahkan kami ke dalam cengkeraman orang Midian.” 14 Lalu berpalinglah Tuhan kepadanya dan berfirman: ”Pergilah dengan kekuatanmu ini dan selamatkanlah orang Israel dari cengkeraman orang Midian. Bukankah Aku mengutus engkau!” 15 Tetapi jawabnya kepada-Nya: ”Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku.” 16 Berfirmanlah Tuhan kepadanya: ”Tetapi Akulah yang menyertai engkau, sebab itu engkau akan memukul kalah orang Midian itu sampai habis.” 17 Maka jawabnya kepada-Nya: ”Jika sekiranya aku mendapat kasih karunia di mata-Mu, maka berikanlah kepadaku tanda, bahwa Engkau sendirilah yang berfirman kepadaku. 18Janganlah kiranya pergi dari sini, sampai aku datang kepada-Mu membawa persembahanku dan meletakkannya di hadapan-Mu.” Firman-Nya: ”Aku akan tinggal, sampai engkau kembali.” 19Masuklah Gideon ke dalam, lalu mengolah seekor anak kambing dan roti yang tidak beragi dari seefa tepung; ditaruhnya daging itu ke dalam bakul dan kuahnya ke dalam periuk, dibawanya itu kepada-Nya ke bawah pohon tarbantin, lalu disuguhkannya. 20 Berfirmanlah Malaikat Allah kepadanya: ”Ambillah daging dan roti yang tidak beragi itu, letakkanlah ke atas batu ini, dan curahkan kuahnya.” Maka diperbuatnya demikian. 21 Dan Malaikat Tuhan mengulurkan tongkat yang ada di tangan-Nya; dengan ujungnya disinggung-Nya daging dan roti itu; maka timbullah api dari batu itu dan memakan habis daging dan roti itu. Kemudian hilanglah Malaikat Tuhan dari pandangannya. 22 Maka tahulah Gideon, bahwa itulah Malaikat Tuhan, lalu katanya: ”Celakalah aku, Tuhanku Allah! sebab memang telah kulihat Malaikat Tuhan dengan berhadapan muka.” 23 Tetapi berfirmanlah Tuhan kepadanya: ”Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.” 24 Lalu Gideon mendirikan mezbah di sana bagi Tuhan dan menamainya: Tuhan itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer.

25 Pada malam itu juga Tuhan berfirman kepadanya: ”Ambillah seekor lembu jantan kepunyaan ayahmu, yakni lembu jantan yang kedua, berumur tujuh tahun, runtuhkanlah mezbah Baal kepunyaan ayahmu dan tebanglah tiang berhala yang di dekatnya. 26 Kemudian dirikanlah mezbah bagi Tuhan, Allahmu, di atas kubu pertahanan ini dengan disusun baik, lalu ambillah lembu jantan yang kedua dan persembahkanlah korban bakaran dengan kayu tiang berhala yang akan kautebang itu.” 27 Kemudian Gideon membawa sepuluh orang hambanya dan diperbuatnyalah seperti yang difirmankan Tuhan kepadanya. Tetapi karena ia takut kepada kaum keluarganya dan kepada orang-orang kota itu untuk melakukan hal itu pada waktu siang, maka dilakukannyalah pada waktu malam. 28 Ketika orang-orang kota itu bangun pagi-pagi, tampaklah telah dirobohkan mezbah Baal itu, telah ditebang tiang berhala yang di dekatnya dan telah dikorbankan lembu jantan yang kedua di atas mezbah yang didirikan itu. 29 Berkatalah mereka seorang kepada yang lain: ”Siapakah yang melakukan hal itu?” Setelah diperiksa dan ditanya-tanya, maka kata orang: ”Gideon bin Yoas, dialah yang melakukan hal itu.” 30 Sesudah itu berkatalah orang-orang kota itu kepada Yoas: ”Bawalah anakmu itu ke luar; dia harus mati, karena ia telah merobohkan mezbah Baal dan karena ia telah menebang tiang berhala yang di dekatnya.” 31 Tetapi jawab Yoas kepada semua orang yang mengerumuninya itu: ”Kamu mau berjuang membela Baal? Atau kamu mau menolong dia? Siapa yang berjuang membela Baal akan dihukum mati sebelum pagi. Jika Baal itu allah, biarlah ia berjuang membela dirinya sendiri, setelah mezbahnya dirobohkan orang.” 32 Dan pada hari itu diberikan oranglah nama Yerubaal kepada Gideon, karena kata orang: ”Biarlah Baal berjuang dengan dia, setelah dirobohkannya mezbahnya itu.”

33 Seluruh orang Midian dan orang Amalek dan orang-orang dari sebelah timur telah berkumpul bersama-sama; mereka telah menyeberang dan berkemah di lembah Yizreel. 34 Pada waktu itu Roh Tuhan menguasai Gideon; ditiupnyalah sangkakala dan orang-orang Abiezer dikerahkan untuk mengikuti dia. 35 Juga dikirimnya pesan kepada seluruh suku Manasye dan orang-orang ini pun dikerahkan untuk mengikuti dia. Dikirimnya pula pesan kepada suku Asyer, Zebulon dan Naftali, dan orang-orang ini pun maju untuk menggabungkan diri dengan mereka.

36 Kemudian berkatalah Gideon kepada Allah: ”Jika Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan itu, 37 maka aku membentangkan guntingan bulu domba di tempat pengirikan; apabila hanya di atas guntingan bulu itu ada embun, tetapi seluruh tanah di situ tinggal kering, maka tahulah aku, bahwa Engkau mau menyelamatkan orang Israel dengan perantaraanku, seperti yang Kaufirmankan.” 38 Dan demikianlah terjadi; sebab keesokan harinya pagi-pagi ia bangun, dipulasnya guntingan bulu itu dan diperasnya air embun dari guntingan bulu itu, secawan penuh air. 39 Lalu berkatalah Gideon kepada Allah: ”Janganlah kiranya murka-Mu bangkit terhadap aku, apabila aku berkata lagi, sekali ini saja; biarkanlah aku satu kali lagi saja mengambil percobaan dengan guntingan bulu itu: sekiranya yang kering hanya guntingan bulu itu, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.” 40 Dan demikianlah diperbuat Allah pada malam itu, sebab hanya guntingan bulu itu yang kering, dan di atas seluruh tanah itu ada embun.

Gideon mengusir musuh

7Adapun Yerubaal – itulah Gideon – bangun pagi-pagi dengan segala rakyat yang bersama-sama dengan dia, lalu mereka berkemah dekat mata air Harod; perkemahan orang Midian itu ada di sebelah utaranya, dekat bukit More, di lembah. 2 Berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: ”Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau itu dari pada yang Kuhendaki untuk menyerahkan orang Midian ke dalam tangan mereka, jangan-jangan orang Israel memegah-megahkan diri terhadap Aku, sambil berkata: Tanganku sendirilah yang menyelamatkan aku. 3 Maka sekarang, serukanlah kepada rakyat itu, demikian: Siapa yang takut dan gentar, biarlah ia pulang, enyah dari pegunungan Gilead.” Lalu pulanglah dua puluh dua ribu orang dari rakyat itu dan tinggallah sepuluh ribu orang.

4 Tetapi Tuhan berfirman kepada Gideon: ”Masih terlalu banyak rakyat; suruhlah mereka turun minum air, maka Aku akan menyaring mereka bagimu di sana. Siapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang akan pergi bersama-sama dengan engkau, tetapi barangsiapa yang Kufirmankan kepadamu: Inilah orang yang tidak akan pergi bersama-sama dengan engkau, dialah yang tidak akan pergi.” 5 Lalu Gideon menyuruh rakyat itu turun minum air, dan berfirmanlah Tuhan kepadanya: ”Barangsiapa yang menghirup air dengan lidahnya seperti anjing menjilat, haruslah kaukumpulkan tersendiri, demikian juga semua orang yang berlutut untuk minum.” 6 Jumlah orang yang menghirup dengan membawa tangannya ke mulutnya, ada tiga ratus orang, tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya berlutut minum air.

7 Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Gideon: ”Dengan ketiga ratus orang yang menghirup itu akan Kuselamatkan kamu: Aku akan menyerahkan orang Midian ke dalam tanganmu; tetapi yang lain dari rakyat itu semuanya boleh pergi, masing-masing ke tempat kediamannya.” 8 Dari rakyat itu mereka mengambil bekal dan sangkakala; demikianlah seluruh orang Israel disuruhnya pergi, masing-masing ke kemahnya, tetapi ketiga ratus orang itu ditahannya. Adapun perkemahan orang Midian ada di bawahnya, di lembah.

Komentar

8. Berseru Pada-Nya Minta Pertolongan

Umat Tuhan berada dalam masalah lagi. Mereka telah melakukan 'melakukan apa yang jahat di mata TUHAN' (6:1). Sebagai akibatnya mereka ditindas (Ay.2) dan 'menjadi sangat melarat' (Ay.6, MSG).

Titik balik datang bagi mereka, seperti yang sering terjadi bagi kita, ketika mereka dikatakan: 'berserulah orang Israel kepada TUHAN.' (Ay.6). Saya sangat bersyukur setiap kali dalam hidup saya ketika Tuhan menjawab seruan saya dalam meminta pertolongan. Apa pun kesulitan dan tantangan yang Anda hadapi saat ini, berserulah kepada Tuhan untuk meminta pertolongan.

9. Ketahui bahwa Allah Bersamamu

Allah membangkitkan Gideon dan berkata kepadanya, 'TUHAN menyertai engkau, ya pahlawan yang gagah berani' (Ay.12). Gideon berkata kepada Tuhan, 'Ah Tuhanku, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku’ (Ay.15). Tuhan menjawab, 'Akulah yang menyertai engkau' (Ay.16).

Yesus, telah berjanji bahwa Ia akan menyertai Anda senantiasa, sampai akhir zaman (Matius 28:20).

10. Mengenali kelemahanmu

Gideon adalah contoh lain dari Tuhan yang menggunakan pot retak! Gideon berkata, 'dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Ketahuilah, kaumku adalah yang paling kecil di antara suku Manasye dan aku pun seorang yang paling muda di antara kaum keluargaku’ (Hakim-Hakim 6:15). Kita sering merasa bahwa Tuhan tidak dapat memakai kita karena kelemahan kita. Tetapi kadang-kadang Tuhan bekerja melalui kelemahan kita lebih baik daripada melalui kekuatan kita.

Secara pribadi, saya menarik penghiburan besar dari kata-kata rasul Paulus: 'Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.' ( 2 Korintus 12:9–10).

11. Taat Pada-Nya

Gideon berbuat ‘seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya.' (Hakim-Hakim 6:27), meskipun dia mempertaruhkan nyawa (Ay.30). Saya melihat bahwa saya sering merasa takut menghadapi oposisi. Namun, pertentangan yang kita hadapi tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dihadapi Gideon dan, tentu saja, apa yang dihadapi Yesus. Seperti yang dikatakan Joyce Meyer, 'Saat Anda dilanda oleh rasa takut, biarkan iman menjawabnya!'

12. Miliki ‘Percaya Diri’ Allah

Rahasia kekuatan Gideon adalah bahwa ‘Roh TUHAN menguasai Gideon' (Ay.34). Jangan percaya diri sendiri; miliki ‘percaya diri’ akan Tuhan.

Tuhan tidak membutuhkan jumlah yang besar. Bahkan dia berkata kepada Gideon, ‘Terlalu banyak rakyat yang bersama-sama dengan engkau' (7:2). Dia tidak ingin orang-orang berpikir itu adalah kekuatan mereka sendiri yang menyelamatkan mereka. Dia mengurangi jumlah dari 32.000 menjadi 300 (Ay.1-7).

Kita tidak perlu memiliki banyak hal untuk melihat suatu bangsa berubah tetapi kita memang membutuhkan kekuatan Roh Kudus. Jika Anda percaya pada Tuhan, Ia dapat bekerja melalui Anda seperti yang dilakukan-Nya melalui Gideon.

Doa

Tuhan, aku membutuhkan Roh Kudus untuk memenuhi panggilan yang telah Engkau berikan kepadaku. Tolong kirimkan Roh Kudus-Mu kepadaku hari ini. Datanglah, Roh Kudus.

Pippa menambahkan

Hakim-hakim 6

Saya dapat memberikan penilaian terhadap Gideon. Dia ketakutan, tidak memadai dan tidak yakin akan dirinya sendiri. Namun dia menjadi pahlawan bagi saya. Di dalam kisahnya, Gideon diceritakan sebagai seseorang yang begitu berani dia melawan semua orang (Ay.27). Dia juga cermat dalam memeriksa apakah dia telah melakukannya dengan benar. Jika Anda akan melakukan sesuatu, Anda perlu tahu bahwa Anda telah mendengar Tuhan dengan benar. Begitu Gideon yakin itu kehendak Tuhan maka tidak ada yang menghentikannya.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.