Hari 159

Cobaan dan Godaan

Kebijaksanaan Mazmur 71:1–8
Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 4:1–22
Perjanjian Lama 2 Samuel 11:1–12:31

pengantar

John Wimber, pendeta AS dan perintis gerakan kebun anggur, memiliki pengaruh besar pada gereja di seluruh dunia. Dia meninggal pada usia enam puluh tiga tahun. Hidupnya sering kali mengalami masa-masa sulit.

Dia telah dikenai banyak kritik pedas. Saya ingat dia pernah berkata kepada saya, 'Kemasyhuran itu menyenangkan untuk waktu yang singkat, tetapi setelah itu hanya merepotkan.' Tetapi mungkin apa yang menghancurkan hatinya lebih dari apa pun adalah fakta bahwa tiga orang yang paling dekat dengannya, yang dia dicintai dan diperlakukan sebagai anak-anaknya, semua jatuh ke dalam godaan dan kegagalan moral.

Tuhan menggunakan John Wimber dengan cara yang luar biasa, tetapi dia dan timnya menghadapi banyak cobaan dan godaan. Beginilah hidup, dan Alkitab sama sekali tidak naif tentang hal tersebut. Biasanya, ketika kita beranjak dari satu pertempuran, akan ada lagi halangan berikutnya. Inilah tantangan hidup.

Kebijaksanaan

Mazmur 71:1–8

Doa minta perlindungan di masa tua

71Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung,
  janganlah sekali-kali aku mendapat malu.
2 Lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu,
  sendengkanlah telinga-Mu kepadaku dan selamatkanlah aku!
3 Jadilah bagiku gunung batu, tempat berteduh,
   kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku;
  sebab Engkaulah bukit batuku dan pertahananku.
4 Ya Allahku, luputkanlah aku dari tangan orang fasik,
  dari cengkeraman orang-orang lalim dan kejam.
5 Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,
  kepercayaanku sejak masa muda, ya Allah.
6 Kepada-Mulah aku bertopang mulai dari kandungan,
   Engkau telah mengeluarkan aku dari perut ibuku;
  Engkau yang selalu kupuji-puji.
7 Bagi banyak orang aku seperti tanda ajaib,
  karena Engkaulah tempat perlindunganku yang kuat.
8 Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu,
  dengan penghormatan kepada-Mu sepanjang hari.

Komentar

Percaya pada Tuhan

Mazmur ini penuh dengan indikasi kesulitan dan pertentangan. Namun melalui itu semua, penulis berkata, 'Dari kelahiranku, aku memuji-Mu' (Ay.6). Dalam mazmur, kita melihat tiga aspek kunci kepercayaan pada Tuhan itu melibatkan:

1. Doa
Inilah doa yang dapat kamu doakan: ‘Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung... lepaskanlah aku dan luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu’ (Ay.1-2).

2. Kesabaran
Begitu kamu berteriak minta tolong dan membuang bebanmu kepada Tuhan, langkah berikutnya adalah berharap kepada-Nya dengan keyakinan (Ay.5): 'Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan... Kepada-Mulah aku bertopang’ (Ay.5-6).

3. Memuji
Kamu dapat memuji Tuhan sebelum, selama, dan setelah pertempuran yang kamu hadapi: ‘Mulutku penuh dengan puji-pujian kepada-Mu’ (Ay.8).

Doa

Tuhan, terima kasih bahwa aku dapat mengandalkan-Mu saat aku melihat ke masa depan dan pertempuran di depan.

Perjanjian Baru

Kisah Para Rasul 4:1–22

Petrus dan Yohanes di hadapan Mahkamah Agama

4Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. 2 Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. 3 Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai keesokan harinya, karena hari telah malam. 4 Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu orang laki-laki.

5 Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem 6 dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar. 7 Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: “Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?” 8 Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: “Hai pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua, 9 jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah orang itu disembuhkan, 10 maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati – bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. 11 Yesus adalah

batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan – yaitu kamu
  sendiri –,
 namun ia telah menjadi batu penjuru.

12 Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan.”

13 Ketika sidang itu melihat keberanian Petrus dan Yohanes dan mengetahui, bahwa keduanya orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus. 14 Tetapi karena mereka melihat orang yang disembuhkan itu berdiri di samping kedua rasul itu, mereka tidak dapat mengatakan apa-apa untuk membantahnya. 15 Dan setelah mereka menyuruh rasul-rasul itu meninggalkan ruang sidang, berundinglah mereka, 16 dan berkata: “Tindakan apakah yang harus kita ambil terhadap orang-orang ini? Sebab telah nyata kepada semua penduduk Yerusalem, bahwa mereka telah mengadakan suatu mujizat yang menyolok dan kita tidak dapat menyangkalnya. 17 Tetapi supaya hal itu jangan makin luas tersiar di antara orang banyak, baiklah kita mengancam dan melarang mereka, supaya mereka jangan berbicara lagi dengan siapa pun dalam nama itu.” 18 Dan setelah keduanya disuruh masuk, mereka diperintahkan, supaya sama sekali jangan berbicara atau mengajar lagi dalam nama Yesus. 19 Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab mereka: “Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. 20 Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar.” 21 Mereka semakin keras mengancam rasul-rasul itu, tetapi akhirnya melepaskan mereka juga, sebab sidang tidak melihat jalan untuk menghukum mereka karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi. 22 Sebab orang yang disembuhkan oleh mujizat itu sudah lebih dari empat puluh tahun umurnya.

Komentar

Beranilah karena bersama Yesus

Kekristenan yang autentik pasti akan mengarah pada pertentangan dan cobaan dari satu hal ke hal lainnya. Di sini, para murid telah dimasukkan ke penjara dan secara harfiah diadili. Secara efektif, mereka dituduh melakukan kejahatan sebagai orang Kristen (meskipun mereka tidak menggunakan nama itu pada saat itu). Belum ada satu periode pun dalam sejarah gereja ketika orang Kristen belum dicoba atas pelanggaran ini di suatu tempat di dunia.

Tidak diperdebatkan bahwa lelaki itu telah disembuhkan. Di dalam Injil, Yesuslah yang melakukan mukjizat; dalam kisah orang-orang biasa melakukan mukjizat dalam nama-Nya. Ketika ditanya, 'Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?’ (Ay.7), yang dipenuhi dengan Roh Kudus, Petrus menjawab, 'bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Tuhan dari antara orang mati’ (Ay.10). Hari ini, Anda dapat berdoa dengan cara yang sangat kuat ini.

Petrus memiliki keberanian untuk memberi tahu para hakimnya bahwa mereka bersalah karena menyalibkan juru selamat dunia. Mereka telah menolak dan menyalibkan Yesus. Petrus ketakutan untuk mengaku kepada gadis pelayan bahwa dia bahkan mengenal Yesus. Sekarang, dia adalah orang yang berubah. Dia menyerukan tentang Yesus dan kebangkitan-Nya, di pengadilan di mana Yesus diadili dan 500 meter dari tempat Dia disalibkan.

Kuncinya adalah bahwa Petrus telah bertemu Yesus yang bangkit dan 'dipenuhi dengan Roh Kudus' (Ay.8). Dia sekarang tahu apa yang Yesus lakukan dan, melalui Roh Kudus, Yesus ada bersamanya dan membantunya.

Petrus melanjutkan, 'Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan’ (Ay.12).

Tidak mengherankan bahwa 'Mereka tidak dapat mengalihkan pandangan mereka dari keduanya - Petrus dan Yohanes berdiri di sana begitu percaya diri, begitu yakin akan diri mereka sendiri! Ketertarikan mereka semakin dalam ketika mereka menyadari bahwa keduanya adalah orang biasa yang tidak terpelajar, heranlah mereka; dan mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus (Ay.13).

Petrus dan Yohanes mungkin tidak memiliki banyak pendidikan formal, tetapi mereka harus 'belajar dengan Yesus'. Sebab mereka adalah murid-Nya. Mereka telah pergi ke ‘Universitas Firman Tuhan’. Dan sekarang mereka belajar di 'Universitas Roh Kudus'. Banyak orang yang sangat dipakai oleh Tuhan padahal mereka hanya memiliki sedikit pendidikan formal.

Petrus dan Yohanes diancam dan dilarang untuk tidak berbicara tentang Yesus. Tetapi mereka menjawab, 'Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar’ (Ay.20).

Ketika mereka menghadapi hakim-hakim mereka, mereka sangat terbantu oleh fakta bahwa setiap orang dapat melihat keajaiban yang luar biasa yang telah terjadi. Orang yang disembuhkan selama empat puluh tahun itu berdiri di sana sebagai saksi hidup akan kuasa Yesus (Ay.14–21).

Doa

Tuhan, penuhilah aku dengan Roh-Mu dan berilah aku keberanian yang sama seperti yang dimiliki Petrus dan Yohanes sehingga aku dapat terus mewartakan Yesus, berapa pun biayanya dan apa pun pertentangannya. Semoga kami melihat keajaiban luar biasa seperti yang Engkau lakukan melalui pengikut pertama-Mu.

Perjanjian Lama

2 Samuel 11:1–12:31

Daud dan Batsyeba

11Pada pergantian tahun, pada waktu raja-raja biasanya maju berperang, maka Daud menyuruh Yoab maju beserta orang-orangnya dan seluruh orang Israel. Mereka memusnahkan bani Amon dan mengepung kota Raba, sedang Daud sendiri tinggal di Yerusalem.

2 Sekali peristiwa pada waktu petang, ketika Daud bangun dari tempat pembaringannya, lalu berjalan-jalan di atas sotoh istana, tampak kepadanya dari atas sotoh itu seorang perempuan sedang mandi; perempuan itu sangat elok rupanya. 3 Lalu Daud menyuruh orang bertanya tentang perempuan itu dan orang berkata: “Itu adalah Batsyeba binti Eliam, isteri Uria orang Het itu.” 4 Sesudah itu Daud menyuruh orang mengambil dia. Perempuan itu datang kepadanya, lalu Daud tidur dengan dia. Perempuan itu baru selesai membersihkan diri dari kenajisannya. Kemudian pulanglah perempuan itu ke rumahnya. 5 Lalu mengandunglah perempuan itu dan disuruhnya orang memberitahukan kepada Daud, demikian: “Aku mengandung.”

6 Lalu Daud menyuruh orang kepada Yoab mengatakan: “Suruhlah Uria, orang Het itu, datang kepadaku.” Maka Yoab menyuruh Uria menghadap Daud. 7 Ketika Uria masuk menghadap dia, bertanyalah Daud tentang keadaan Yoab dan tentara dan keadaan perang. 8 Kemudian berkatalah Daud kepada Uria: “Pergilah ke rumahmu dan basuhlah kakimu.” Ketika Uria keluar dari istana, maka orang menyusul dia dengan membawa hadiah raja. 9 Tetapi Uria membaringkan diri di depan pintu istana bersama-sama hamba tuannya dan tidak pergi ke rumahnya. 10 Diberitahukan kepada Daud, demikian: “Uria tidak pergi ke rumahnya.” Lalu berkatalah Daud kepada Uria: “Bukankah engkau baru pulang dari perjalanan? Mengapa engkau tidak pergi ke rumahmu?” 11 Tetapi Uria berkata kepada Daud: “Tabut serta orang Israel dan orang Yehuda diam dalam pondok, juga tuanku Yoab dan hamba-hamba tuanku sendiri berkemah di padang; masakan aku pulang ke rumahku untuk makan minum dan tidur dengan isteriku? Demi hidupmu dan demi nyawamu, aku takkan melakukan hal itu!” 12 Kata Daud kepada Uria: “Tinggallah hari ini di sini. Besok aku akan melepas engkau pergi.” Jadi Uria tinggal di Yerusalem pada hari itu. Keesokan harinya 13 Daud memanggil dia untuk makan dan minum dengan dia, dan Daud membuatnya mabuk. Pada waktu malam keluarlah Uria untuk berbaring tidur di tempat tidurnya, bersama-sama hamba-hamba tuannya. Ia tidak pergi ke rumahnya.

14 Paginya Daud menulis surat kepada Yoab dan mengirimkannya dengan perantaraan Uria. 15 Ditulisnya dalam surat itu, demikian: “Tempatkanlah Uria di barisan depan dalam pertempuran yang paling hebat, kemudian kamu mengundurkan diri dari padanya, supaya ia terbunuh mati.”

16 Pada waktu Yoab mengepung kota Raba, ia menyuruh Uria pergi ke tempat yang diketahuinya ada lawan yang gagah perkasa. 17 Ketika orang-orang kota itu keluar menyerang dan berperang melawan Yoab, maka gugurlah beberapa orang dari tentara, dari anak buah Daud; juga Uria, orang Het itu, mati. 18 Kemudian Yoab menyuruh orang memberitahukan kepada Daud jalannya pertempuran itu. 19 Ia memerintahkan kepada suruhan itu, demikian: “Jika engkau sudah selesai mengabarkan jalannya pertempuran itu kepada raja, 20 dan jikalau raja menjadi geram dan berkata kepadamu: Mengapa kamu demikian dekat ke kota itu untuk berperang? Tidakkah kamu tahu, bahwa orang akan memanah dari atas tembok? 21 Siapakah yang menewaskan Abimelekh bin Yerubeset? Bukankah seorang perempuan menimpakan batu kilangan kepadanya dari atas tembok, sehingga ia mati di Tebes? Mengapa kamu demikian dekat ke tembok itu? – maka haruslah engkau berkata: Juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati.”

22 Lalu pergilah suruhan itu dan sesampainya ia memberitahukan kepada Daud segala yang diperintahkan Yoab kepadanya. 23 Suruhan itu berkata kepada Daud: “Orang-orang itu lebih kuat dari pada kami dan keluar menyerang kami di padang. Tetapi kami mendesak mereka kembali sampai ke lobang pintu gerbang. 24 Pada waktu itu pemanah-pemanah menembak kepada hamba-hambamu dari atas tembok, sehingga beberapa dari hamba raja mati; juga hambamu Uria, orang Het itu, sudah mati.” 25 Kemudian berkatalah Daud kepada suruhan itu: “Beginilah kaukatakan kepada Yoab: Janganlah sebal hatimu karena perkara ini, sebab sudah biasa pedang makan orang ini atau orang itu. Sebab itu perhebatlah seranganmu terhadap kota itu dan runtuhkanlah itu. Demikianlah kau harus kuatkan hatinya!”

26 Ketika didengar isteri Uria, bahwa Uria, suaminya, sudah mati, maka merataplah ia karena kematian suaminya itu. 27 Setelah lewat waktu berkabung, maka Daud menyuruh membawa perempuan itu ke rumahnya. Perempuan itu menjadi isterinya dan melahirkan seorang anak laki-laki baginya. Tetapi hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata Tuhan.

Natan memperingatkan Daud sehingga Daud menyesal

12uhan mengutus Natan kepada Daud. Ia datang kepada Daud dan berkata kepadanya: “Ada dua orang dalam suatu kota: yang seorang kaya, yang lain miskin. 2 Si kaya mempunyai sangat banyak kambing domba dan lembu sapi; 3 si miskin tidak mempunyai apa-apa, selain dari seekor anak domba betina yang kecil, yang dibeli dan dipeliharanya. Anak domba itu menjadi besar padanya bersama-sama dengan anak-anaknya, makan dari suapnya dan minum dari pialanya dan tidur di pangkuannya, seperti seorang anak perempuan baginya. 4 Pada suatu waktu orang kaya itu mendapat tamu; dan ia merasa sayang mengambil seekor dari kambing dombanya atau lembunya untuk memasaknya bagi pengembara yang datang kepadanya itu. Jadi ia mengambil anak domba betina kepunyaan si miskin itu, dan memasaknya bagi orang yang datang kepadanya itu.”

5 Lalu Daud menjadi sangat marah karena orang itu dan ia berkata kepada Natan: “Demi Tuhan yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati. 6 Dan anak domba betina itu harus dibayar gantinya empat kali lipat, karena ia telah melakukan hal itu dan oleh karena ia tidak kenal belas kasihan.” 7 Kemudian berkatalah Natan kepada Daud: “Engkaulah orang itu! Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul. 8 Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu, dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu. Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda; dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu. 9 Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya? Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang; isterinya kauambil menjadi isterimu, dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon. 10 Oleh sebab itu, pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya, karena engkau telah menghina Aku dan mengambil isteri Uria, orang Het itu, untuk menjadi isterimu. 11 Beginilah firman Tuhan: Bahwasanya malapetaka akan Kutimpakan ke atasmu yang datang dari kaum keluargamu sendiri. Aku akan mengambil isteri-isterimu di depan matamu dan memberikannya kepada orang lain; orang itu akan tidur dengan isteri-isterimu di siang hari. 12 Sebab engkau telah melakukannya secara tersembunyi, tetapi Aku akan melakukan hal itu di depan seluruh Israel secara terang-terangan.” 13 Lalu berkatalah Daud kepada Natan: “Aku sudah berdosa kepada Tuhan.” Dan Natan berkata kepada Daud: “Tuhan telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati. 14 Walaupun demikian, karena engkau dengan perbuatan ini telah sangat menista Tuhan, pastilah anak yang lahir bagimu itu akan mati.”

15 Kemudian pergilah Natan ke rumahnya. Dan Tuhan menulahi anak yang dilahirkan bekas isteri Uria bagi Daud, sehingga sakit. 16 Lalu Daud memohon kepada Allah oleh karena anak itu, ia berpuasa dengan tekun dan apabila ia masuk ke dalam, semalam-malaman itu ia berbaring di tanah. 17 Maka datanglah kepadanya para tua-tua yang di rumahnya untuk meminta ia bangun dari lantai, tetapi ia tidak mau; juga ia tidak makan bersama-sama dengan mereka.

18 Pada hari yang ketujuh matilah anak itu. Dan pegawai-pegawai Daud takut memberitahukan kepadanya, bahwa anak itu sudah mati. Sebab mereka berkata: “Ketika anak itu masih hidup, kita telah berbicara kepadanya, tetapi ia tidak menghiraukan perkataan kita. Bagaimana kita dapat mengatakan kepadanya: anak itu sudah mati? Jangan-jangan ia mencelakakan diri!” 19 Ketika Daud melihat, bahwa pegawai-pegawainya berbisik-bisik, mengertilah ia, bahwa anak itu sudah mati. Lalu Daud bertanya kepada pegawai-pegawainya: “Sudah matikah anak itu?” Jawab mereka: “Sudah.” 20 Lalu Daud bangun dari lantai, ia mandi dan berurap dan bertukar pakaian; ia masuk ke dalam rumah Tuhan dan sujud menyembah. Sesudah itu pulanglah ia ke rumahnya, dan atas permintaannya dihidangkan kepadanya roti, lalu ia makan. 21 Berkatalah pegawai-pegawainya kepadanya: “Apakah artinya hal yang kauperbuat ini? Oleh karena anak yang masih hidup itu, engkau berpuasa dan menangis, tetapi sesudah anak itu mati, engkau bangun dan makan!” 22 Jawabnya: “Selagi anak itu hidup, aku berpuasa dan menangis, karena pikirku: siapa tahu Tuhan mengasihani aku, sehingga anak itu tetap hidup. 23 Tetapi sekarang ia sudah mati, mengapa aku harus berpuasa? Dapatkah aku mengembalikannya lagi? Aku yang akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku.”

24 Kemudian Daud menghibur hati Batsyeba, isterinya; ia menghampiri perempuan itu dan tidur dengan dia, dan perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, lalu Daud memberi nama Salomo kepada anak itu. Tuhan mengasihi anak ini 25 dan dengan perantaraan nabi Natan Ia menyuruh menamakan anak itu Yedija, oleh karena Tuhan.

Perang melawan bani Amon berakhir

(1 Taw. 20:1-3)
26 Yoab berperang melawan Raba, kota bani Amon dan ia merebut kota kerajaan. 27 Lalu Yoab menyuruh orang kepada Daud dengan pesan: “Aku berperang melawan kota Raba, dan telah merebut pula kota air. 28 Oleh sebab itu, kumpulkanlah sisa tentara, kepunglah kota itu dan rebutlah, supaya jangan aku yang merebut kota itu dan jangan namaku menjadi juga nama kota itu.”

29 Sesudah itu Daud mengumpulkan seluruh tentara, ia berangkat ke kota Raba dan berperang melawannya, lalu merebutnya. 30 Ia mengambil mahkota dari kepala raja mereka, beratnya setalenta emas, bertatahkan sebuah batu permata yang mahal dan itu dikenakan pada kepala Daud. Juga diangkutnya banyak sekali jarahan dari kota itu. 31 Penduduk kota itu diangkutnya dan dipaksanya bekerja dengan gergaji, penggerek besi dan kapak; juga dipekerjakannya mereka di tempat pembuatan batu bata. Demikianlah juga diperlakukan Daud segala kota bani Amon. Sesudah itu pulanglah Daud dengan seluruh tentara ke Yerusalem.

Komentar

Berhati-hatilah untuk menyenangkan Tuhan

Dalam budaya modern, kata-kata 'Engkaulah orang itu!' (12:7) mungkin kata-kata kekaguman! Tetapi ini adalah salah satu kata yang paling menghebohkan di seluruh Alkitab. Daud telah mendapati bahwa dia telah dicobai dan jatuh ke dalam dosa. Dia melakukannya secara diam-diam dan berpikir dia berhasil lolos. Tetapi Tuhan melihat segalanya. Dalam salah satu pernyataan yang paling jelas dari Alkitab, kita diberi tahu bahwa 'hal yang telah dilakukan Daud itu adalah jahat di mata Tuhan’ (11:27).

Dimanakah terletak semua kesalahannya?

Intinya bahwa kesalahan pertama yang dibuat Daud adalah dengan menetap di Yerusalem (Ay.1). Jika dia berada di luar sana untuk bertempur dengan orang-orangnya, dia pasti cenderung tidak melakukan suatu godaan dari pada duduk di rumah dengan tidak ada sesuatu hal yang dilakukan. John Wimber sering berkata, ’Sangat sulit untuk duduk diam dan menjadi baik.’ Kita hanya memiliki sedikit kemungkinan untuk jatuh ke dalam godaan ketika kita benar-benar sibuk dan berada di tempat yang tepat.

Daud perlahan-lahan tergelincir dalam dosa. Dia melihat seseorang sedang mandi yaitu 'seorang perempuan yang elok rupanya' (Ay.2). Belum ada dosa, melainkan hanya godaan. Namun, timbul pikiran jahat olehnya karena dia pasti telah menyerah pada hawa nafsunya dan akhirnya dia membuat rencana, dengan membuat perempuan itu untuk tidur dengan dia. Sehingga hal inilah yang membuat dia sangat berdosa.

Meskipun menurut standar zamannya tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan apa yang dilakukan raja-raja lain, dia kemudian merencanakan dengan menutupi kesalahannya, tetapi tidak berhasil. Akhirnya, Daud terlibat pada pembunuhan Uria. Seperti yang sering terjadi, dosa menyebabkan lebih banyak dosa - dan menutup-nutupi itu lebih buruk daripada dosa aslinya.

Daud pasti merasa benar-benar hancur mendengar perkataan Natan: 'Engkaulah orang itu! Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: “Akulah yang mengurapi engkau... Akulah yang melepaskan engkau... Aku telah memberikan kepadamu... dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu. Mengapa engkau menghina Tuhan dengan melakukan apa yang jahat dimata-Nya?”' (12:7-9). Daud tidak hanya telah mengacaukan segalanya, tetapi dia juga adalah seseorang yang seharusnya sudah tahu betul akan dosa itu.

Hebatnya, Tuhan mengampuni Daud bahkan untuk dosa yang besar sekalipun (Ay.13). Tidak ada dosa atau kegagalan yang terlalu besar bagi Allah untuk diampuni, dan tidak ada situasi yang tidak dapat dijangkau oleh rahmat Allah. Tidak peduli apa yang telah kamu lakukan, Tuhan dapat mengampuni kamu.

Kunci untuk menerima pengampunan adalah mengakui kesalahan kita dan bertobat dari apa yang telah kita lakukan. Ini adalah perbedaan besar antara Daud (yang Tuhan ampuni ketika dia berdosa) dan Saul (yang Tuhan tidak ampuni). Sedangkan Saul mencoba untuk membenarkan dirinya (lihat 1 Samuel 15), Daud hanya mengakui segalanya. Dia berkata, 'Aku sudah berdosa kepada Tuhan' (2 Samuel 12:13). Sebenarnya dia hanya berkata, 'Maafkan aku!'

Pengampunan tidak menghilangkan konsekuensi dari tindakan kita. Bagi Daud, konsekuensinya sangat besar. Sehingga mengakibatkan putra bayinya meninggal (Ay.13–14), dan Tuhan memperingatkannya bahwa, karena tindakannya yang kejam, 'pedang tidak akan menyingkir dari keturunanmu sampai selamanya’ (Ay.10). Konsekuensi dari dosa Daud berlangsung lama.

Namun demikian, ini bukanlah akhir bagi Daud. Tuhan tidak meninggalkannya. Meskipun putranya meninggal, namun masih ada harapan. Suatu hari mereka akan dipersatukan kembali: 'Aku akan pergi kepadanya, tetapi ia tidak akan kembali kepadaku’ (Ay.23). Tidak hanya itu, tetapi Allah memberikan kepada putra Daud yang lain, Salomo, dan ‘Tuhan mengasihinya’ (Ay.24).

Cerita ini adalah suatu peringatan dan dorongan, yaitu peringatan bagi kita untuk mengambil tanggung jawab atas hidup kita, supaya dimasukkan ke dalam batas kita, namun untuk mendapatkan pertolongan lebih awal serta untuk mengawasi dan berdoa agar kita tidak jatuh ke dalam pencobaan.

Jika Anda telah jatuh, jadilah seperti Daud dengan mengakui dosa Anda, bertobat, dan berduka jika perlu dan kemudian lanjutkan hidup Anda dengan menantikan apa yang Tuhan sediakan bagi Anda. Kita semua sering gagal dari waktu ke waktu, akan tetapi Tuhan tetap mengampuni, Dia memulihkan, dan Dia akan selalu memberkati kita lagi.

Doa

Tuhan, jaga hatiku dan hati semua anak-anak-Mu, supaya kami tetap setia kepada-Mu.

Pippa menambahkan

2 Samuel 11–12

Kita berusaha untuk menutupi kegagalan kita, tetapi Tuhan melihat semuanya.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.

“The One Year® is a registered trademark of Tyndale House Publishers used by permission