Hari 174

Di Kala Hidup Sulit

Kebijaksanaan Mazmur 77:1–10
Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 15:1–29
Perjanjian Lama 1 Raja-raja 9:10–11:13

pengantar

Dia ditahan karena memberitakan injil. Istrinya mati meninggalkan empat anak, salah satunya buta. Namun, dia pantang menyerah memberitakan kabar baik tentang Yesus.

Dia menulis karya terhebat di sel penjara. Itu sumber inspirasi rohani dan pertolongan bagi pembaca yang tak terhitung banyaknya. Telah diterjemahkan ke dalam lebih dari 200 bahasa, bukunya tidak pernah berhenti dicetak sejak pertama kali diterbitkan di tahun 1678.

Progres Ziarah adalah sebuah alegori yang ditulis oleh John Bunyan. Bercerita tentang seorang bernama ‘Kristen’ di sebuah perjalanan dari kampung halamannya menuju Kota Celestial. Di perjalanan, dia menghadapi banyak kesulitan, tantangan dan halangan, namun dia bertahan dengan setia sampai akhir.

Kehidupan orang Kristen tidak mudah. Anda akan menghadapi banyak kesulitan sepanjang jalan. Tapi ini tidak harus membuat Anda tergelincir. Kenyataannya, selama Anda melalui saat-saat sulit dengan mendekat pada Yesus, Anda akan menjadi semakin kuat, bijak dan seperti Kristus.

Kebijaksanaan

Mazmur 77:1–10

Perbuatan Allah di masa lampau

77Untuk pemimpin biduan. Menurut: Yedutun. Mazmur Asaf.

2 Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah,
  dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku.
3 Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan;
  malam-malam tanganku terulur dan tidak menjadi lesu,
  jiwaku enggan dihiburkan.
4 Apabila aku mengingat Allah, maka aku mengerang,
  apabila aku merenung, makin lemah lesulah semangatku.
                              Sela
5 Engkau membuat mataku tetap terbuka;
  aku gelisah, sehingga tidak dapat berkata-kata.
6 Aku memikir-mikir hari-hari zaman purbakala,
  tahun-tahun zaman dahulu aku ingat.
7 Aku sebut-sebut pada waktu malam dalam hatiku,
  aku merenung, dan rohku mencari-cari:
8 “Untuk selamanyakah Tuhan menolak
  dan tidak kembali bermurah hati lagi?
9 Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya,
  telah berakhirkah janji itu berlaku turun-temurun?
10 Sudah lupakah Allah menaruh kasihan,
  atau ditutup-Nyakah rahmat-Nya karena murka-Nya?”
                              Sela

Komentar

Kesulitan: Bagaimana respon Anda?

Teman saya, Luigi, adalah biarawan Benedictine. Dia berkata kepada saya bahwa dia sering mulai berdoa dengan ‘keluhan’. Mazmur ini diawali dengan pemazmur mencurahkan keluh-kesahnya pada Allah.

Memiliki hubungan dengan Allah tidak melindungi kita dari ‘kesusahan’ (Ay.3). Pemazmur ini terjaga sepanjang malam, dan tidak dapat tidur (Ay.5a). Dia merasa seolah Allah telah menolaknya dan bahwa dia tidak akan pernah mengalami kebaikan Allah lagi (Ay.8-10).

Di sini, setengah bagian Mazmur 77, kita mulai melihat bagaimana cara untuk merespon dikala mengalami kesulitan. Anda harus yakin bahwa:

  1. Allah mendengar seruan Anda
    Katakan pada Allah apa yang Anda rasakan: ‘Aku mau berseru-seru dengan nyaring kepada Allah, dengan nyaring kepada Allah, supaya Ia mendengarkan aku. Pada hari kesusahanku aku mencari Tuhan’ (Ay.2-3a).

  2. Allah suka kejujuran Anda
    Ada efek pengobatan dalam mengajukan pertanyaan yang jujur. Umat Allah membawa keraguan, kesulitan dan kesusahan pada Allah dan mempertanyakan-Nya. Bahkan Yesus, di kayu salib, bertanya, dengan mengutip mazmur 22:1: ‘Eli, Eli, lama sabakhtani?" Artinya: Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Aku?’ (Matius 27:46).

Allah ingin Anda apa adanya dengan-Nya. Dia tidak ingin Anda berpura-pura semuanya baik-baik saja. Dia ingin mendengar seruan hati Anda. Ini menarik Anda semakin dekat pada-Nya, bahkan di saat-saat sulit.

Doa

Terimakasih, TUHAN, Engkau mendengar seruan hatiku. Terimakasih Engkau tidak menolakku. Janji-Mu tak pernah gagal.

Perjanjian Baru

Kisah Para Rasul 15:1–29

Sidang di Yerusalem

15Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: “Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan.” 2 Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu.

3 Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. 4 Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. 5 Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: “Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa.”

6 Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu. 7 Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: “Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. 8 Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, 9 dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. 10 Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? 11 Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.”

12 Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. 13 Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: “Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: 14 Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. 15 Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis:

16 Kemudian Aku akan kembali
  dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh,
  dan reruntuhannya akan Kubangun kembali
  dan akan Kuteguhkan,
17 supaya semua orang lain mencari Tuhan
  dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku
  demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini,
18 yang telah diketahui dari sejak semula.

19 Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, 20 tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. 21 Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”

Komentar

Kesulitan: Bagaimana solusi Anda?

Tak ada yang mengejutkan tentang ‘argumen’, ‘perselisihan’ dan ‘perdebatan’ dalam jemaat. Kita baca di sini ‘perselisihan dan perdebatan’ (Ay.2) tentang apa yang dibutuhkan untuk secara penuh diterima sebagai seorang Kristen, yaitu anggota jemaat, dan untuk ‘diselamatkan’ (Ay.1). Apakah sunat diperlukan?

Kita melihat di sini sebuah proses yang terdiri dari empat langkah dalam membuat keputusan. Ini contoh yang bagus untuk menghadapi kesulitan di jemaat setempat, nasional dan global saat ini.

  1. Membuat pertemuan
    Beberapa bersikeras bahwa setiap orang harus disunat. Paulus dan Barnabas memprotes. Mereka membuat rapat untuk mempertemukan dua pihak yang berdebat.

    Jangan takut dengan konflik. Ketika orang-orang cerdas berkumpul untuk membicarakan perkara yang penting, wajar jika ada ketidaksetujuan. Inilah yang membuat suatu rapat menjadi menarik.

2.\tMempertimbangkan dan berdiskusi
‘Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu’ (Ay.7). Pada akhirnya, dua pihak saling melayangkan pendapat.

Pertama, penalaran mereka berdasarkan *pengalaman Roh*. Argumen pertama Petrus berdasarkan apa yang dia lihat perbuatan Roh Kudus di rumah Kornelius: ‘Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka [non-Yahudi], sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka’ (Ay.8-9). Membuat perbedaan bisa menentang Allah. Ini mendatangkan kesimpulan: ‘Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga’ (Ay.11).

Kedua, penalaran mereka berdasarkan bukti Kitab Suci. Yakobus mengemukakan bahwa firman Allah dan Roh Allah selaras: ‘Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi’ (Ay.15). Dia menunjukkan bahwa Kitab Suci meramalkan termasuknya ‘semua non-Yahudi’ (Ay.17) dan menganjurkan cara berkembanng secara konsisten dengan mengikuti pengalaman Roh Kudus dan bukti Kitab Suci (Ay.19-21). Kita bisa yakin bahwa firman Allah dan Roh Allah selalu sepakat. Apa yang kita tidak bisa yakini adalah pemahaman kita akan kedua hal itu benar atau tidak. Mereka yang berargumen bahwa semua orang harus disunat berbuat begitu atas dasar Kitab Suci. Petrus dan Yakobus tidak mengesampingkan Kitab Suci, tapi mereka berargumen bahwa Kitab Suci telah disalahpahami.

3.\tMemutuskan
Pada akhirnya, mereka memutuskan (Ay.22). Ini saat yang luar biasa dalam hidup jemaat mula-mula. ‘Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain’ (Ay.12). Saat yang menegangkan, yang mana membuat mereka diam.

Di akhir hari, keputusan membutuhkan penilaian. Rasul Yakobus berkata, ‘Sebab itu aku *berpendapat*...’ (Ay.19). Faktor penentu adalah bahwa mereka tidak ingin ‘*menimbulkan kesulitan* bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah’ (Ay.19). Semua orang diundang ke dalam jemaat, tidak peduli apa latar belakang mereka, meskipun tidak semua perbuatan diizinkan (Ay.20).

Pelajarannya di sini adalah kita perlu hati-hati tentang menempatkan halangan yang tidak perlu di depan orang yang sedang mendalami iman dalam Yesus dan kita perlu hati-hati mengenai pendefinisian tentang gereja yang terlalu sempit.

  1. Mengomunikasikan keputusan
    Mereka menuliskannya (Ay.20). Menit-menit rapat bukan hanya formalitas. Penting untuk merekam keputusan. Lalu, seperti yang kita lihat besok, itu perlu dikomunikasikan (Ay.23-29).

Doa

TUHAN, beri kami hikmat saat kami menghadapi perselisihan dalam jemaat. Terimakasih Engkau mencurahkan Roh Kudus-Mu lagi untuk seluruh bagian jemaat saat ini. Bantu kami untuk berperilaku yang sama seperti-Mu, yang ‘tidak mengadakan perbedaan [antara kita dengan mereka]’ (Ay.9).

Perjanjian Lama

1 Raja-raja 9:10–11:13

Beberapa usaha raja Salomo

(2 Taw. 8:1-18)
10 Setelah lewat dua puluh tahun selesailah Salomo mendirikan kedua rumah itu, yakni rumah Tuhan dan istana raja. 11 Oleh karena Hiram, raja Tirus, telah membantu Salomo dengan kayu aras, kayu sanobar, dan emas, sebanyak yang dikehendakinya, maka pada waktu itu raja Salomo memberikan kepada Hiram dua puluh kota di negeri Galilea. 12 Tetapi ketika Hiram datang dari Tirus untuk melihat-lihat kota-kota yang diberikan Salomo kepadanya itu, maka semuanya kurang menyenangkan hatinya. 13 Sebab itu ia berkata: “Macam apakah kota-kota yang telah kauberikan kepadaku ini, hai saudaraku?” Maka orang menyebutkannya tanah Kabul sampai hari ini. 14 Adapun Hiram telah mengirim kepada raja seratus dua puluh talenta emas.

15 Beginilah hal orang-orang rodi yang telah dikerahkan oleh raja Salomo. Mereka dikerahkan untuk mendirikan rumah Tuhan, dan istana raja, dan Milo, dan tembok Yerusalem, dan juga untuk memperkuat Hazor, Megido dan Gezer. 16 – Sebab Firaun, raja Mesir, telah maju berperang dan merebut Gezer, lalu membakarnya dan membunuh orang-orang Kanaan yang diam di kota itu. Kemudian diberikannya kota itu sebagai hadiah kawin kepada anaknya, isteri Salomo, 17 maka Salomo memperkuat Gezer –. Lagipula ada orang rodi yang dikerahkan di Bet-Horon Hilir, 18 di Baalat, di Tamar di padang gurun, yang ada di negeri Yehuda, 19 dan di segala kota perbekalan kepunyaan Salomo, di kota-kota tempat kereta, di kota-kota tempat orang berkuda dan di mana saja Salomo menginginkan mendirikan sesuatu di Yerusalem atau di gunung Libanon, atau di segenap negeri kekuasaannya. 20 Semua orang yang masih tinggal dari orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, yang tidak termasuk orang Israel, 21 yakni mereka yang masih tinggal di negeri itu dari keturunan bangsa-bangsa itu dan yang tidak dapat ditumpas oleh orang Israel, merekalah yang dikerahkan Salomo untuk menjadi budak rodi; demikianlah mereka sampai hari ini. 22 Tetapi orang Israel tidak ada yang dijadikan budak oleh Salomo, melainkan mereka menjadi prajurit, pegawai, pembesar, perwira, atau panglima atas pasukan kereta dan pasukan berkuda.

23 Inilah pemimpin-pemimpin umum yang mengepalai pekerjaan Salomo: lima ratus lima puluh orang memerintah rakyat yang melakukan pekerjaan itu.

24 Segera sesudah anak Firaun pindah dari kota Daud ke rumah yang telah didirikan Salomo baginya, Salomo pun mendirikan Milo.

25 Tiga kali setahun Salomo mempersembahkan korban-korban bakaran dan korban-korban keselamatan di atas mezbah yang didirikannya bagi Tuhan, dan ia membakar korban api-apiannya di hadapan Tuhan. Demikianlah ia menyelesaikan rumah itu.

26 Raja Salomo membuat juga kapal-kapal di Ezion-Geber yang ada di dekat Elot, di tepi Laut Teberau, di tanah Edom. 27 Dengan kapal-kapal itu Hiram mengirim anak buahnya, yaitu anak-anak kapal yang tahu tentang laut, menyertai anak buah Salomo. 28 Mereka sampai ke Ofir dan dari sana mereka mengambil empat ratus dua puluh talenta emas, yang mereka bawa kepada raja Salomo.

Kunjungan ratu negeri Syeba

(2 Taw. 9:1-12)
10Ketika ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama Tuhan, maka datanglah ia hendak mengujinya dengan teka-teki. 2 Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala yang ada dalam hatinya kepadanya. 3 Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. 4 Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, 5 makanan di mejanya, cara duduk pegawai-pegawainya, cara pelayan-pelayannya melayani dan berpakaian, minumannya dan korban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah Tuhan, maka tercenganglah ratu itu. 6 Dan ia berkata kepada raja: “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu, 7 tetapi aku tidak percaya perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku; dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. 8 Berbahagialah para isterimu, berbahagialah para pegawaimu ini yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! 9 Terpujilah Tuhan, Allahmu, yang telah berkenan kepadamu sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena Tuhan mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.” 10 Lalu diberikannyalah kepada raja seratus dua puluh talenta emas, dan sangat banyak rempah-rempah dan batu permata yang mahal-mahal; tidak pernah datang lagi begitu banyak rempah-rempah seperti yang diberikan ratu negeri Syeba kepada raja Salomo itu.

11 Lagipula kapal-kapal Hiram, yang mengangkut emas dari Ofir, membawa dari Ofir sangat banyak kayu cendana dan batu permata yang mahal-mahal. 12 Raja mengerjakan kayu cendana itu menjadi langkan untuk rumah Tuhan dan untuk istana raja, dan juga menjadi kecapi dan gambus untuk para penyanyi; kayu cendana seperti itu tidak datang dan tidak kelihatan lagi sampai hari ini.

13 Raja Salomo memberikan kepada ratu negeri Syeba segala yang dikehendakinya dan yang dimintanya, selain apa yang telah diberikannya kepadanya sebagaimana layak bagi raja Salomo. Lalu ratu itu berangkat pulang ke negerinya bersama-sama dengan pegawai-pegawainya.

Penghasilan Salomo dan kekayaannya

(2 Taw. 9:13-28)
14 Adapun emas, yang dibawa kepada Salomo dalam satu tahun ialah seberat enam ratus enam puluh enam talenta, 15 belum terhitung yang didapat dari saudagar-saudagar dan dari pedagang-pedagang dan dari semua raja Arab dan bupati-bupati di negeri itu.

16 Raja Salomo membuat dua ratus perisai besar dari emas tempaan, enam ratus syikal emas dipakainya untuk setiap perisai besar; 17 ia membuat juga tiga ratus perisai kecil dari emas tempaan, tiga mina emas dipakainya untuk setiap perisai kecil; lalu raja menaruh semuanya itu di dalam gedung “Hutan Libanon”.

18 Juga raja membuat takhta besar dari gading, yang disalutnya dengan emas tua. 19 Takhta itu enam tingkatnya; pada takhta itu ada di sebelah belakang sebuah kepala bundar, dan pada kedua sisi tempat duduk ada kelek-kelek. Di samping kelek-kelek itu berdiri dua singa, 20 sedang dua belas singa berdiri di atas keenam tingkat itu sebelah-menyebelah; belum pernah diperbuat yang demikian bagi sesuatu kerajaan.

21 Segala perkakas minuman raja Salomo dari emas dan segala barang di gedung “Hutan Libanon” itu dari emas murni; tidak ada barang perak, sebab orang menganggap perak tidak berharga pada zaman Salomo. 22 Sebab di laut raja mempunyai kapal-kapal Tarsis bergabung dengan kapal-kapal Hiram; dan sekali tiga tahun kapal-kapal Tarsis itu datang membawa emas dan perak serta gading; juga kera dan burung merak. 23 Raja Salomo melebihi semua raja di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat. 24 Seluruh bumi berikhtiar menghadap Salomo untuk menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya. 25 Mereka datang masing-masing membawa persembahannya, yakni barang-barang perak dan barang-barang emas, pakaian, senjata, rempah-rempah, kuda dan bagal, dan begitulah tahun demi tahun.

26 Salomo mengumpulkan juga kereta dan orang berkuda, sehingga ia mempunyai seribu empat ratus kereta dan dua belas ribu orang berkuda, yang semuanya ditempatkan dalam kota-kota kereta dan dekat raja di Yerusalem.

27 Raja membuat banyaknya perak di Yerusalem sama seperti batu, dan banyaknya pohon kayu aras sama seperti pohon ara yang tumbuh di Daerah Bukit.

28 Kuda untuk Salomo didatangkan dari Misraim dan dari Kewe; saudagar-saudagar raja membelinya dari Kewe dengan harga pasar. 29 Sebuah kereta yang didatangkan dari Misraim berharga sampai enam ratus syikal perak, dan seekor kuda sampai seratus lima puluh syikal; dan begitu juga melalui mereka dikeluarkan semuanya itu kepada semua raja orang Het dan kepada raja-raja Aram.

Salomo jatuh ke dalam penyembahan berhala

11Adapun raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Di samping anak Firaun ia mencintai perempuan-perempuan Moab, Amon, Edom, Sidon dan Het, 2 * padahal tentang bangsa-bangsa itu Tuhan telah berfirman kepada orang Israel: “Janganlah kamu bergaul dengan mereka dan mereka pun janganlah bergaul dengan kamu, sebab sesungguhnya mereka akan mencondongkan hatimu kepada allah-allah mereka.” Hati Salomo telah terpaut kepada mereka dengan cinta. 3 Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik; isteri-isterinya itu menarik hatinya dari pada Tuhan. 4 Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada Tuhan, Allahnya, seperti Daud, ayahnya. 5 Demikianlah Salomo mengikuti Asytoret, dewi orang Sidon, dan mengikuti Milkom, dewa kejijikan sembahan orang Amon, 6 dan Salomo melakukan apa yang jahat di mata Tuhan, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti Tuhan, seperti Daud, ayahnya. 7 Pada waktu itu Salomo mendirikan bukit pengorbanan bagi Kamos, dewa kejijikan sembahan orang Moab, di gunung di sebelah timur Yerusalem dan bagi Molokh, dewa kejijikan sembahan bani Amon. 8 Demikian juga dilakukannya bagi semua isterinya, orang-orang asing itu, yang mempersembahkan korban ukupan dan korban sembelihan kepada allah-allah mereka.

9 Sebab itu Tuhan menunjukkan murka-Nya kepada Salomo, sebab hatinya telah menyimpang dari pada Tuhan, Allah Israel, yang telah dua kali menampakkan diri kepadanya, 10 dan yang telah memerintahkan kepadanya dalam hal ini supaya jangan mengikuti allah-allah lain, akan tetapi ia tidak berpegang pada yang diperintahkan Tuhan. 11 Lalu berfirmanlah Tuhan kepada Salomo: “Oleh karena begitu kelakuanmu, yakni engkau tidak berpegang pada perjanjian dan segala ketetapan-Ku yang telah Kuperintahkan kepadamu, maka sesungguhnya Aku akan mengoyakkan kerajaan itu dari padamu dan akan memberikannya kepada hambamu. 12 Hanya, pada waktu hidupmu ini Aku belum mau melakukannya oleh karena Daud, ayahmu; dari tangan anakmulah Aku akan mengoyakkannya. 13 Namun demikian, kerajaan itu tidak seluruhnya akan Kukoyakkan dari padanya, satu suku akan Kuberikan kepada anakmu oleh karena hamba-Ku Daud dan oleh karena Yerusalem yang telah Kupilih.”

Komentar

Umpan: Bagaimana harusnya Anda melawannya?

Hidup Salomo menunjukkan pada kita tentang tantangan dan peringatan: kesuksesan dapat lebih membahayakan dibandingkan kegagalan.

Salomo telah banyak berbuat benar. Dia sangat sukses, yaitu menjadi raja terkaya dan terbijak di zaman itu (10:23). Semua orang ingin bertemu dengannya dan ‘menyaksikan hikmat yang telah ditaruh Allah di dalam hatinya’ (Ay.24).

Salomo punya segalanya. Dalam 20 tahun, dia telah membangun dua bangunan besar: bait dan istananya (9:10). Ratu Syeba terheran oleh apa yang dilihatnya (Ay.7). Sang ratu mengakui hanya Allahlah yang ‘mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena TUHAN mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran’ (Ay.9).

Namun, tragisnya Salomo tidak menyelesaikan dengan benar. Dia tersesat. ‘Hatinya condong kepada allah-allah lain, sehingga ia tidak dengan sepenuh hati berpaut kepada TUHAN, Allahnya, seperti Daud, ayahnya... hatinya telah menyimpang dari pada TUHAN’ (11:4,9).

Apa yang salah? Dimulai dengan berkawan dengan banyak wanita. Raja Salomo terobsesi dengan seks: ‘Ia mempunyai tujuh ratus isteri dari kaum bangsawan dan tiga ratus gundik, yaitu seribu wanita sekaligus!’ (Ay.3).

Berakhir dengan dewa-dewa kejijikan: ‘Sebab pada waktu Salomo sudah tua, isteri-isterinya itu mencondongkan hatinya kepada allah-allah lain’ (Ay.4a). ‘Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, dan ia tidak dengan sepenuh hati mengikuti TUHAN, seperti Daud, ayahnya’ (Ay.6). Dia melanggar perintah TUHAN bahwa raja tidak boleh memiliki banyak istri, karena hatinya akan tersesat. Raja juga tidak boleh menumpuk kekayaan (Ulangan 17:17). Ini yang membuat Salomo tersesat.

Daud pernah berbuat salah dari waktu ke waktu. Ketika Daud begitu, dia bertobat dan berbalik pada TUHAN dan mengikut-Nya sepenuh hati. Salomo benar-benar berbeda. Tujuh ratus istri dan tiga ratus gundik tidak langsung ada dalam sekejap. Pasti ada kompromi dalam hati Salomo. Meskipun diberkati Allah, Salomo membiarkan dosa berkembang biak dan pada akhirnya menghancurkan dirinya sendiri.

Agar tidak berakhir seperti Salomo, Anda harus tetap dekat pada Yesus dan mendengarkan Dia. Seperti yang Yesus katakan, ‘ratu dari Selatan itu akan bangkit bersama angkatan ini dan ia akan menghukumnya juga. Sebab ratu ini datang dari ujung bumi untuk mendengar hikmat Salomo, dan sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Salomo!’ (Matius 12:42).

Doa

TUHAN, terimakasih atas peringatan-Mu. Jagai hatiku. Bantu aku untuk sepenuhnya taat pada-Mu, mengikut-Mu hingga akhir hidupku.

Pippa menambahkan

1 Raja-raja 11:1–13

Bagaimana bisa pria sebijak itu bisa berlaku bodoh mengenai wanita? Dia juga tidak taat. Allah telah berkata jangan menikahi wanita dari tempat-tempat itu. Tapi Salomo nekad. Allah berkata para wanita itu akan menyesatkan Salomo. Dan terjadilah.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.