Hari 198

Jawaban Allah yang Mengubah Permainan

Kebijaksanaan Mazmur 85:9–14
Perjanjian Baru Roma 3:9–31
Perjanjian Lama Amos 3:1–4:13

pengantar

‘Kita terkadang jatuh dalam jerat di mana kita berpikir kita adalah orang terburuk di muka bumi dan tak ada yang berbuat salah sebanyak kita. Tetapi Roma 3:23 berkata bahwa semua telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah. Tiap lelaki, wanita, atau anak yang lahir, atau yang akan lahir, bermasalah dengan dosa. Tapi kabar baiknya adalah Allah telah menyediakan jawaban atas dilema kita,’ tulis Joyce Meyer.

Ketika Santo Augustine menemukan jawabannya di tahun 386, ‘cahaya membanjiri hatinya’. Luther menemukan jawabannya dan beberapa tahun kemudian, Reformasi dimulai, di tahun 1517. Ketika Wesley mengerti jawabannya di tahun 1738, hatinya menjadi ‘hangat’ dan benih pemulihan dimulai.

Dalam tiap kesempatan, hidup mereka secara radikal diubahkan melalui pemahaman akan ‘kebenaran Allah’. Sang Pengubah permainan. Ketika orang mengerti ungkapan ini, hidup mereka diubahkan. Dan itu telah mengubah hidup saya juga.

Kebijaksanaan

Mazmur 85:9–14

9 Aku mau mendengar apa yang hendak difirmankan Allah, Tuhan.
  Bukankah Ia hendak berbicara tentang damai
kepada umat-Nya dan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya,
  supaya jangan mereka kembali kepada kebodohan?

10 Sesungguhnya keselamatan dari pada-Nya dekat pada orang-orang yang takut akan Dia,
  sehingga kemuliaan diam di negeri kita.
11 Kasih dan kesetiaan akan bertemu,
  keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman.
12 Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,
  dan keadilan akan menjenguk dari langit.
13 Bahkan Tuhan akan memberikan kebaikan,
  dan negeri kita akan memberi hasilnya.
14 Keadilan akan berjalan di hadapan-Nya,
  dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.

Komentar

Jawaban Allah memberi kita damai sejahtera-Nya

‘Saya tumbuh dengan perjuangan,’ tulis Joyce Meyer, ‘dan itu saja yang saya ketahui. Saya harus belajar cara hidup yang sepenuhnya baru. Kini saya kecanduan dengan damai sejahtera. Saat kedamaian saya menghilang, saya bertanya pada diri saya sendiri bagaimana saya kehilangannya dan mulai mencari cara untuk memperolehnya kembali.’

Allah telah menjanjikan ‘damai’ (Ay.9) kepada umat-Nya. Ini tak berarti damai dari luar. Tekanan, kesulitan, pencobaan, perjuangan dan kesibukan mungkin tidak akan sirna. Tetapi dalam semua ini, Allah telah berjanji memberi Anda kedamaian. Damai ini timbul dari mendengarkan apa yang ‘Allah TUHAN’ katakan (Ay.9).

Damai sangat dekat kaitannya dengan keadilan. Pemazmur berkata, ‘keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman’ (Ay.11b). Dalam cara yang sama kasih dan kesetiaan bertemu (Ay.10a), begitu juga keadilan dan damai. Damai timbul dari tinggal dalam hubungan yang benar dengan Allah (Roma 5:1).

Doa

Allah, terimakasih Engkau menjadikannya mungkin bagiku untuk berjalan dalam hubungan yang benar bersama Engkau dan untuk menikmati kedamaian yang mengikutiku.

Perjanjian Baru

Roma 3:9–31

Semua manusia adalah orang berdosa

9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa, 10 seperti ada tertulis:
“Tidak ada yang benar, seorang pun tidak.
  11 Tidak ada seorang pun yang berakal budi,
 tidak ada seorang pun yang mencari Allah.
12 Semua orang telah menyeleweng,
  mereka semua tidak berguna,
  tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak.
13 Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga,
  lidah mereka merayu-rayu,
  bibir mereka mengandung bisa.
14 Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah,
15 kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah.
16 Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka,
17 dan jalan damai tidak mereka kenal;
18 rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu.”

19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah. 20 Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.

Manusia dibenarkan karena iman

21 Tetapi sekarang, tanpa hukum Taurat kebenaran Allah telah dinyatakan, seperti yang disaksikan dalam Kitab Taurat dan Kitab-kitab para nabi, 22 yaitu kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya. Sebab tidak ada perbedaan. 23 Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, 24 dan oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus Yesus. 25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. 26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.

27 Jika demikian, apakah dasarnya untuk bermegah? Tidak ada! Berdasarkan apa? Berdasarkan perbuatan? Tidak, melainkan berdasarkan iman! 28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat. 29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain! 30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.

31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.

Komentar

Jawaban Allah adalah anugerah yang kita terima

Kita merindukan damai sejahtera. Kita merindukan hubungan yang benar dengan Allah dan dengan sesama. Tapi bagaimana kita bisa menerima ‘keadilan dari Allah’?

Paulus melanjutkan argumennya bahwa tak ada orang yang benar. ‘Tidak ada yang benar, seorang pun tidak’ (Ay.10b). ‘Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak’ (Ay.12). Keadilan adalah jalan menuju damai, tapi kenyataannya adalah ‘jalan damai tidak mereka kenal’ (Ay.17).

Paulus menyimpulkan argumennya di bagian ini: ‘Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa’ (Ay.20). Dua kata kecil setelahnya memiliki makna yang besar: ‘Tetapi sekarang...’ (Ay.21).

Setelah memecahkan masalahnya, Paulus beralih mendeskripsikan jawaban Allah yang mengubah permainan, yaitu ‘kebenaran Allah’ (Ay.21). Kebenaran Allah tidak bisa diraih melalui hukum Taurat karena tak seorang pun (terlepas dari Yesus) yang bisa mematuhi hukum Taurat sepenuhnya. Perjanjian Lama (Kitab Taurat dan kitab para Nabi) bersaksi tentang ini dan mengemukakan jawaban Allah (Ay.21).

‘... kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya’ (Ay.22). Kebenaran dari Allah tak bisa diperoleh. Itu murni anugerah yang kita terima ‘melalui iman dalam Yesus Kristus’. Anugerah ‘bagi semua orang yang percaya’ (Ay.22).

Paulus lalu menggunakan tiga gambaran untuk mendeskripsikan pencapaian apa yang dicapai dari kematian Yesus di kayu salib. Masing-masing seperti permukaan berlian yang berkilau. Tiap gambaran bertalian dengan yang lain:

  1. Hukuman dosa telah dibayar
    Pembenaran adalah ungkapan dari pengadilan hukum. Kita ‘oleh kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma’ (Ay.24). Allah adalah hakim yang adil. Dia tidak bisa mengabaikan kesalahan kita.

    Dia datang dalam wujud manusia putra-Nya yaitu Yesus Kristus untuk mati untuk Anda dan saya: ‘karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya. Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus’ (Ay.25-26). Dia sendiri yang telah membayar hukuman yang ditujukan kepada manusia.

    Anda dibenarkan oleh kasih karunia dengan cuma-cuma (Ay.24). Kasih karunia berarti kasih yang tak perlu diusahakan. Cuma-cuma. Tak ada kebaikan dalam bagian kita. Anda tak bisa mengusahakannya. Itu anugerah. Karena itu, kita tidak boleh bermegah/ menyombong (Ay.27-31).

    Melalui kematian-Nya di kayu salib, Yesus membayar hukuman untuk setiap tindakan, perkatan, dan pikiran yang salah. Saat Anda beriman dalam Yesus, Anda dibenarkan. Tak ada yang perlu ditakutkan. Hukuman telah dibayar. Anda telah menerima anugerah kebenaran dari Allah.

  2. Kuasa dosa telah dipatahkan
    Gambaran kedua yang Paulus gunakan datang dari pasar/dunia kerja: ‘karena penebusan dalam Kristus Yesus’ (Ay.24).

    Hutang juga adalah masalah serius di dunia zaman dulu. Jika seseorang memiliki hutang yang sangat banyak, mereka mungkin dipaksa untuk menjual diri menjadi budak untuk melunasi hutang.

    Anggaplah ada seseorang berdiri di pasar, menawarkan diri sebagai budak. Ketika ada seseorang yang mungkin merasa kasihan dan membayarkan jumlah hutangnya, lalu membiarkan orang yang hutangnya telah terbayar itu untuk pergi dengan bebas. Dengan begitu, mereka ‘menebus’ dan membayar harga ‘tebusan’.

    Dengan cara yang mirip bagi kita, ‘penebusan datangnya oleh Yesus Kristus’ (Ay.24). Dosa-dosa Anda seperti hutang yang melawan Anda. Yesus, oleh kematian-Nya di kayu salib, membayar harga tebusan (Markus 10:45). Dengan cara ini, Anda dibebaskan untuk memiliki hubungan dengan Allah. Hubungan Anda dipulihkan. Anda menerima kebenaran dari Allah.

  3. Kecemaran karena dosa telah dilepaskan Gambaran ketiga Paulus dalam renungan ini datang dari bait. ‘Allah menggambarkan diri-Nya sebagai korban penebusan, melalui iman dalam darah-Nya’ (Roma 3:25).

Di Perjanjian Lama, hukum-hukum yang sangat detail ditetapkan dengan memperhatikan bagaimana dosa harus ditangani. Ada sistem penebusan yang mendemonstrasikan seriusnya dosa itu dan perlunya pembersihan, seperti dosa disalurkan dari pendosa ke binatang, yang lalu dibunuh.

Tapi ‘tidak mungkin darah lembu jantan atau darah domba jantan menghapuskan dosa’ (Ibrani 10:4). Sistem pengorbanan zaman dulu hanyalah ‘bayangan’ (Ay.1) akan apa yang akan datang. Kenyataanya datang melalui pengorbanan Yesus. Hanya darah Kristus, ‘satu kali untuk selama-lamanya’ (Ay.10) korban penebusan, dapat menghapus dosa Anda dan melepaskan cemarnya. Ini karena Yesus adalah korban yang sempurna. Dia memiliki hidup yang sempurna. Melalui darah-Nya, Anda menerima jawaban Allah yang mengubah permainan, yaitu kebenaran dari Allah.

Doa

TUHAN, bagaimana aku bisa berterimakasih atas anugerah ‘kebenaran Allah’ oleh iman dalam Yesus? Terimakasih karena hasil kebenaran-Mu aku bisa menerima kedamaian, pengampunan, kebebasan dan pembersihan melalui darah Yesus.

Perjanjian Lama

Amos 3:1–4:13

Nabi sebagai penyambung lidah Allah

3Dengarlah firman ini, yang diucapkan Tuhan tentang kamu, hai orang Israel, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir, bunyinya:

2 “Hanya kamu yang Kukenal
  dari segala kaum di muka bumi,
sebab itu Aku akan menghukum kamu
  karena segala kesalahanmu.
3 Berjalankah dua orang bersama-sama,
  jika mereka belum berjanji?
4 Mengaumkah seekor singa di hutan,
  apabila tidak mendapat mangsa?
Bersuarakah singa muda dari sarangnya,
  jika belum menangkap apa-apa?
5 Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah,
  apabila tidak ada jerat terhadapnya?
Membingkaskah perangkap dari tanah,
  jika tidak ditangkapnya sesuatu?
6 Adakah sangkakala ditiup di suatu kota,
  dan orang-orang tidak gemetar?
Adakah terjadi malapetaka di suatu kota,
  dan Tuhan tidak melakukannya?
7 Sungguh, Tuhan Allah tidak berbuat sesuatu
  tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.
8 Singa telah mengaum,
  siapakah yang tidak takut?
Tuhan Allah telah berfirman,
  siapakah yang tidak bernubuat?”

Pemberitaan tentang keruntuhan Israel

9 Siarkanlah di dalam puri di Asyur
  dan di dalam puri di tanah Mesir
serta katakan: “Berkumpullah di gunung-gunung dekat Samaria
  dan pandanglah kekacauan besar yang ada di tengah-tengahnya
dan pemerasan yang ada di kota itu.”
10 “Mereka tidak tahu berbuat jujur,” demikianlah firman Tuhan,
  “mereka itu yang menimbun kekerasan dan aniaya di dalam purinya.”
11 Sebab itu beginilah firman Tuhan Allah:
  “Musuh akan ada di sekeliling negeri,
kekuatanmu akan ditanggalkannya dari padamu,
  dan purimu akan dijarahi!”
12 Beginilah firman Tuhan:

  “Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa
dua tulang betis atau potongan telinga,
  demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan
seperti sebagian dari katil
  dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai.”
13 “Dengarlah, dan peringatkanlah kaum keturunan Yakub,”
  demikianlah firman Tuhan Allah, Allah semesta alam,
14 “bahwa pada waktu Aku menghukum Israel karena perbuatan-perbuatannya yang jahat,
  Aku akan melakukan hukuman kepada mezbah-mezbah Betel,
sehingga tanduk-tanduk mezbah itu dipatahkan
  dan jatuh ke tanah.
15 Aku akan merobohkan balai musim dingin beserta balai musim panas;
  hancurlah rumah-rumah gading,
dan habislah rumah-rumah gedang,”
  demikianlah firman Tuhan.

Terhadap perempuan-perempuan Samaria yang mabuk kemewahan

4“Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan,
  yang ada di gunung Samaria,
yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin,
  yang mengatakan kepada tuan-tuanmu:
bawalah ke mari, supaya kita minum-minum!
2 Tuhan Allah telah bersumpah demi kekudusan-Nya:
  sesungguhnya, akan datang masanya bagimu,
bahwa kamu diangkat dengan kait
  dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan.
3 Kamu akan keluar melalui belahan tembok,
  masing-masing lurus ke depan,
dan kamu akan diseret ke arah Hermon,”
  demikianlah firman Tuhan.

Ibadah orang Israel adalah ibadah jahat

4 “Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat,
  ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat!
Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi,
  dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga!
5 Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi
  dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu!
Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel?”
  demikianlah firman Tuhan Allah.

Orang Israel tidak mau berbalik kepada Tuhan

6 “Sekalipun Aku ini telah memberi kepadamu
  gigi yang tidak disentuh makanan di segala kotamu
  dan kekurangan roti di segala tempat kediamanmu,
namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,”
  demikianlah firman Tuhan.
7 “Aku pun telah menahan hujan dari padamu,
  ketika tiga bulan lagi sebelum panen;
Aku menurunkan hujan ke atas kota yang satu
  dan tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain;
ladang yang satu kehujanan,
  dan ladang, yang tidak kena hujan, menjadi kering;
8 penduduk dua tiga kota pergi terhuyung-huyung ke satu kota
  untuk minum air, tetapi mereka tidak menjadi puas;
namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,”
  demikianlah firman Tuhan.
9 “Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum,
  telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu,
  pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang,
namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,”
  demikianlah firman Tuhan.
10 “Aku telah melepas penyakit sampar ke antaramu
  seperti kepada orang Mesir;
Aku telah membunuh terunamu dengan pedang
  pada waktu kudamu dijarah;
Aku telah membuat bau busuk perkemahanmu
  tercium oleh hidungmu;
namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,”
  demikianlah firman Tuhan.
11 “Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu,
  seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora,
  sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran,
namun kamu tidak berbalik kepada-Ku,”
  demikianlah firman Tuhan.
12 “Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. –
  Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu,
  maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!”
13 Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin,
  yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya,
yang membuat fajar dan kegelapan
  dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi –
Tuhan, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

Komentar

Jawaban Allah menantang kita untuk hidup benar

Paulus berkata pada kita bahwa jawaban Allah yang mengubah permainan, yaitu ‘kebenaran dari Allah’ adalah sesuatu tentang apa yang ‘hukum Taurat dan para Nabi firmankan’ (Roma 3:21). Amos adalah salah satu nabi itu.

Ketika Amos mengatakan firman TUHAN melawan Israel, kita dapat melihat keinginan Allah untuk kebenaran agar semua dosa mereka dihukum. TUHAN berkata, ‘Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu’ (Amos 3:2).

Umat dihukum dalam apa yang hampir seperti pengadilan hukum: ‘”Dengarlah, dan peringatkanlah kaum keturunan Yakub," demikianlah firman Tuhan ALLAH, Allah semesta alam’ (Ay.13).

Seolah Allah memanggil para saksi untuk bersaksi melawan umat-Nya sendiri: ‘Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: bawalah ke mari, supaya kita minum-minum!’ (4:1). Mereka dihukum atas kesalahan mereka, keegoisan mereka, dan perlakuan mereka terhadap orang miskin dan yang membutuhkan.

Lagi dan lagi, Allah berbicara kepada umat-Nya berusaha untuk menarik mereka kembali pada-Nya: ‘Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi’ (3:7). ‘Namun,’ Dia berkata, ‘kamu tidak berbalik kepada-Ku’ (4:6,8-11).

Ketika kita mengerti latar belakang Perjanjian Lama ini, itu membuat semua jadi lebih mengejutkan karena rasul Paulus menulis, ‘kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya’ (Roma 3:22). Pengubah permainannya adalah Yesus yang telah membayar hukumannya untuk Anda. Anda menjadi benar di mata Allah, Anda dapat mendekat pada-Nya dengan yakin saat ini. Berbicaralah kepada-Nya sebagai Bapa Anda dan ketahuilah damai-Nya di dalam lubuk hati Anda.

Doa

TUHAN, terimakasih karena hasrat-Mu ingin kami kembali kepada Engkau dan berjalan dalam hubungan yang benar dengan Engkau. Terimakasih Engkau telah menjadikannya mungkin melalui Yesus.

Pippa menambahkan

Amos 4:9

‘“Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku," demikianlah firman TUHAN.’

Di kebun rumah kami, mawar ada hamanya, para tupai menggali mencari umbi dan tumbuhan menjalar dan merusak seluruh kebun. Saya harus bertobat dan bekerja keras di kebun.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Joyce Meyer, The Everyday Life Bible, (Faithwords, 2014) pp.1804,1805.

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.