Hari 229

Bagaimana Mengangkat Permainan Anda

Kebijaksanaan Amsal 20:5–14
Perjanjian Baru 1 Korintus 10:14–11:1
Perjanjian Lama 2 Tawarikh 5:2–7:10

pengantar

Beberapa pemain squash top dunia dulu biasa berlatih di klub di mana saya bermain. Saya ingat betul kali pertama saya menyaksikan permainan tingkat tinggi. Itulah putra salah satu pemain di kelompok reguler kami. Saat itu, dia peringkat 11 dunia. Dia berlatih di klub kami dengan seorang pemain nomor 2 dunia.

Kami semua menonton dengan takjub. Kami belum pernah melihat yang seperti itu. Bila permainan yang seperti itu disebut ‘squash’, lalu yang kami mainkan selama ini apa?

Menonton mereka selalu mengangkat permainan kami. Tiba-tiba kami menyadari bahwa tidaklah mustahil untuk mengembalikan pukulan musuh, betapa pun bagusnya pukulan itu. Kami melihat pentingnya kembali ke tengah lapangan setelah tiap pukulan dilangsungkan. Kami menyaksikan betapa profesionalnya mereka ketika memukul bola. Kami mengetahui pukulan-pukulan yang mereka tidak mainkan.

Ketika kami masuk lapangan setelah itu, kami takjub dengan betapa bagusnya kami bermain. Tentu, kami tidak bermain sebagus mereka. Tapi, karena terinspirasi oleh contoh mereka, kami bermain lebih baik dibandingkan biasanya.

Selama hidup sebagai Kristen, saya telah menemukan pola yang sama. Misalnya, saya memiliki hak bekerja untuk Sandy Miller selama 19 tahun. Dengan menyaksikan hidupnya dan mendengarkan khotbahnya, saya selalu terinspirasi oleh teladannya. Walau level seperti teladan kita itu mungkin tampak mustahil dicapai, kita jadi terinspirasi untuk menunjukkan permainan kita.

Orang Kristen adalah orang yang percaya dalam Yesus, setia pada-Nya, mengenal-Nya dan hidup dalam-Nya, juga seseorang yang mengikuti teladan-Nya.

Tak ada teladan yang lebih hebat dalam sejarah manusia dibandingkan dengan teladan Kristus. Paulus menulis, ‘Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus’ (1 Korintus 11:1).

Kebijaksanaan

Amsal 20:5–14

5 Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam,
  tetapi orang yang pandai tahu menimbanya.
6 Banyak orang menyebut diri baik hati,
  tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?
7 Orang benar yang bersih kelakuannya –
  berbahagialah keturunannya.
8 Raja yang bersemayam di atas kursi pengadilan
  dapat mengetahui segala yang jahat dengan matanya.
9 Siapakah dapat berkata: “Aku telah membersihkan hatiku,
  aku tahir dari pada dosaku?”
10 Dua macam batu timbangan, dua macam takaran,
  kedua-duanya adalah kekejian bagi Tuhan.
11 Anak-anak pun sudah dapat dikenal dari pada perbuatannya,
  apakah bersih dan jujur kelakuannya.
12 Telinga yang mendengar dan mata yang melihat,
  kedua-duanya dibuat oleh Tuhan.
13 Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin,
  bukalah matamu dan engkau akan makan sampai kenyang.
14 “Tidak baik! Tidak baik!”, kata si pembeli,
  tetapi begitu ia pergi, ia memuji dirinya.

Komentar

Teladan hidup Anda

Cara Anda hidup mempengaruhi sesama. Anda dan orang lain saling memandang sebagai teladan. Hal ini bisa terjadi entah Anda suka atau tidak.

Tak ada yang lebih besar dibandingkan dengan kasus yang terjadi antara orang tua dan anak-anak. Saya tahu berapa banyak sifat nyentrik yang saya miliki dari ayah saya. Tentu, orang tua memberi contoh dalam cara yang serius juga: ‘Orang benar yang bersih kelakuannya -- berbahagialah keturunannya’ (Ay.7).

Orang tua yang hidup berintegritas mendatangkan berkat besar bagi anak-anaknya. Billy Graham pernah berkata, ‘Integritas adalah lem yang merekatkan cara hidup kita. Kita harus terus berjuang menjaga keutuhan integritas. Ketika kekayaan sirna, tak ada yang sirna. Ketika kesehatan sirna, ada yang sirna. Ketika karakter sirna, sirna semuanya.’

Tak ada yang hidupnya sempurna kecuali Yesus: ‘Siapakah dapat berkata: "Aku telah membersihkan hatiku, aku tahir dari pada dosaku?"’ (Ay.9). Walau begitu, kita semua mencari teladan hidup yang baik.

Orang tua harus saling menunjukkan kasih dan kesetiaan, saling memperlakukan dengan sabar dan hormat, memecahkan pertikaian dengan anugerah, saling mendukung dalam kesesakan dan tidak terseret kepada hubungan dengan orang lain yang tidak patut. ‘Banyak orang menyebut diri baik hati, tetapi orang yang setia, siapakah menemukannya?’ (Ay.6).

Ranah lain di mana Anda bisa menjadi contoh adalah dengan membuat orang lain berpikir: ‘Rancangan di dalam hati manusia itu seperti air yang dalam, tetapi orang yang pandai tahu menimbanya’ (Ay.5).

Saya sering memikirkan ayat ini dalam konteks tuan rumah di saat persekutuan sekelompok kecil Alpha yang membuat orang-orang dalam kelompok mereka berpikir. Inilah yang dapat dikatakan seni fasilitator percakapan yang baik. Keterampilan pewawancara untuk ‘menimba air’ dari narasumber.

Itu adalah tugas penting orang tua dengan anak-anaknya, dan bagi teman dengan teman lainnya. Ada kedalaman yang besar di dalam manusia. Keterampilannya adalah menarik keluar kedalaman itu.

Doa

TUHAN, bantu kami untuk hidup yang menjadi teladan yang baik bagi sesama. Bantu kami untuk menunjukkan kemurnian, kesetiaan, dan dedikasi.

Perjanjian Baru

1 Korintus 10:14–11:1

14 Karena itu, saudara-saudaraku yang kekasih, jauhilah penyembahan berhala! 15 Aku berbicara kepadamu sebagai orang-orang yang bijaksana. Pertimbangkanlah sendiri apa yang aku katakan! 16 Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? 17 Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu. 18 Perhatikanlah bangsa Israel menurut daging: bukankah mereka yang makan apa yang dipersembahkan mendapat bagian dalam pelayanan mezbah? 19 Apakah yang kumaksudkan dengan perkataan itu? Bahwa persembahan berhala adalah sesuatu? Atau bahwa berhala adalah sesuatu? 20 Bukan! Apa yang kumaksudkan ialah, bahwa persembahan mereka adalah persembahan kepada roh-roh jahat, bukan kepada Allah. Dan aku tidak mau, bahwa kamu bersekutu dengan roh-roh jahat.

21 Kamu tidak dapat minum dari cawan Tuhan dan juga dari cawan roh-roh jahat. Kamu tidak dapat mendapat bagian dalam perjamuan Tuhan dan juga dalam perjamuan roh-roh jahat. 22 Atau maukah kita membangkitkan cemburu Tuhan? Apakah kita lebih kuat dari pada Dia?

23 “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu berguna. “Segala sesuatu diperbolehkan.” Benar, tetapi bukan segala sesuatu membangun. 24 Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain.

25 Kamu boleh makan segala sesuatu yang dijual di pasar daging, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. 26 Karena: “bumi serta segala isinya adalah milik Tuhan.”

27 Kalau kamu diundang makan oleh seorang yang tidak percaya, dan undangan itu kamu terima, makanlah apa saja yang dihidangkan kepadamu, tanpa mengadakan pemeriksaan karena keberatan-keberatan hati nurani. 28 Tetapi kalau seorang berkata kepadamu: “Itu persembahan berhala!” janganlah engkau memakannya, oleh karena dia yang mengatakan hal itu kepadamu dan karena keberatan-keberatan hati nurani. 29 Yang aku maksudkan dengan keberatan-keberatan bukanlah keberatan-keberatan hati nuranimu sendiri, tetapi keberatan-keberatan hati nurani orang lain itu. Mungkin ada orang yang berkata: “Mengapa kebebasanku harus ditentukan oleh keberatan-keberatan hati nurani orang lain? 30 Kalau aku mengucap syukur atas apa yang aku turut memakannya, mengapa orang berkata jahat tentang aku karena makanan, yang atasnya aku mengucap syukur?” 31 Aku menjawab: Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah. 32 Janganlah kamu menimbulkan syak dalam hati orang, baik orang Yahudi atau orang Yunani, maupun Jemaat Allah. 33 Sama seperti aku juga berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat.

11Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus.

Komentar

Teladan Paulus

‘Orang melakukan apa yang dilihatnya,’ tulis John Maxwell, pakar kepemimpinan. ‘Semakin para pengikut melihat dan mendengar pemimpin mereka konsisten dalam perbuatan dan ucapan, semakin besar konsistensi dan kesetiaan mereka. Yang mereka dengar, mereka pahami. Yang mereka lihat, mereka percayai!’

Paulus menulis, dengan keberanian, ‘Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus’ (11:1). Pertengahan awal kalimat ini bergantung pada pertengahan yang kedua. Teladan Paulus hanya pantas diikuti sampai sejauh mana dia mengikuti Kristus. Itu adalah teladan yang bagus untuk diikuti.

Ayat ini menyimpulkan bagian di mana dia mendorong jemaat Korintus untuk menjauhi penyembahan berhala (10:14). Mereka harus menjaga kekudusan diri saat mereka berpartisipasi (dalam pelayanan perjamuan) dalam tubuh dan darah Kristus (Ay.16). Ini adalah fokus persatuan kita: ‘kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu’ (Ay.17).

‘Bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu’ (Ay.16-17).

Walaupun Anda bebas, ‘Segala sesuatu diperbolehkan’ (Ay.23), berhati-hatilah atas cara Anda bertindak karena ‘bukan segala sesuatu membangun’ (Ay.23c). ‘Jangan seorang pun yang mencari keuntungannya sendiri, tetapi hendaklah tiap-tiap orang mencari keuntungan orang lain’ (Ay.24).

Anda memiliki kebebasan ajaib dalam Kristus, tetapi Anda harus memakai kebebasan Anda demi keuntungan orang banyak dan demi kemuliaan Allah: ‘Jika engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah’ (Ay.31).

Segala yang kita perbuat harus demi kemuliaan Allah. Tujuan hidup Anda haruslah menggunakan kebebasan Anda untuk mementingkan kemuliaan Allah dan kepentingan sesama.

Inilah bagaimana rasul Paulus menuntun hidupnya, bahkan ketika dia ‘berusaha menyenangkan hati semua orang dalam segala hal, bukan untuk kepentingan diriku, tetapi untuk kepentingan orang banyak, supaya mereka beroleh selamat’ (Ay.33). Inilah konteks yang dia tulis, ‘Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus’ (11:1).

Doa

TUHAN, terimakasih atas teladan Yesus. Bantu aku untuk mengikuti teladan-Mu seperti yang dilakukan Paulus. Bantu aku, ya TUHAN, dalam segala perbuatanku, bagi kemuliaan Allah.

Perjanjian Lama

2 Tawarikh 5:2–7:10

PENTAHBISAN BAIT SUCI

Tabut perjanjian dipindahkan dan kemuliaan Tuhan memenuhi Bait Suci

(1 Raj. 8:1-13)
2 Pada waktu itu Salomo menyuruh para tua-tua Israel dan semua kepala suku, para pemimpin puak orang Israel, berkumpul di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan dari kota Daud, yaitu Sion. 3 Maka pada hari raya di bulan ketujuh berkumpullah di hadapan raja semua orang Israel. 4 Setelah semua tua-tua orang Israel datang, maka orang-orang Lewi mengangkat tabut itu. 5 Mereka mengangkut tabut itu dan Kemah Pertemuan dan segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. 6 Tetapi raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. 7 Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian Tuhan itu ke tempatnya, di ruang belakang rumah itu, di tempat maha kudus, tepat di bawah sayap kerub-kerub; 8 jadi kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungnya dari atas. 9 Kayu-kayu pengusung itu demikian panjangnya, sehingga ujungnya kelihatan dari tempat kudus, yang di depan ruang belakang itu, tetapi tidak kelihatan dari luar; dan di situlah tempatnya sampai hari ini. 10 Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh yang ditaruh Musa ke dalamnya di gunung Horeb, ketika Tuhan mengikat perjanjian dengan orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari Mesir.

11 Lalu para imam keluar dari tempat kudus. Para imam yang ada pada waktu itu semuanya telah menguduskan diri, lepas dari giliran rombongan masing-masing. 12 Demikian pula para penyanyi orang Lewi semuanya hadir, yakni Asaf, Heman, Yedutun, beserta anak-anak dan saudara-saudaranya. Mereka berdiri di sebelah timur mezbah, berpakaian lenan halus dan dengan ceracap, gambus dan kecapinya, bersama-sama seratus dua puluh imam peniup nafiri. 13 Lalu para peniup nafiri dan para penyanyi itu serentak memperdengarkan paduan suaranya untuk menyanyikan puji-pujian dan syukur kepada Tuhan. Mereka menyaringkan suara dengan nafiri, ceracap dan alat-alat musik sambil memuji Tuhan dengan ucapan: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.” Pada ketika itu rumah itu, yakni rumah Tuhan, dipenuhi awan, 14 sehingga imam-imam itu tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian oleh karena awan itu, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Allah.

6Pada waktu itu berkatalah Salomo: “Tuhan telah memutuskan untuk diam dalam kekelaman. 2 Sekarang, aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.”

Tuhan menepati janji-Nya kepada Daud

(1 Raj. 8:14-21)
3 Kemudian berpalinglah raja lalu memberkati seluruh jemaah Israel, sedang segenap jemaah Israel berdiri. 4 Ia berkata: “Terpujilah Tuhan, Allah orang Israel, yang telah menyelesaikan dengan tangan-Nya apa yang difirmankan-Nya dengan mulut-Nya kepada Daud, ayahku, demikian: 5 Sejak Aku membawa umat-Ku keluar dari tanah Mesir, tidak ada kota yang Kupilih di antara segala suku Israel untuk mendirikan rumah di sana sebagai tempat kediaman nama-Ku, dan tidak ada orang yang Kupilih untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. 6 Tetapi kemudian Aku memilih Yerusalem sebagai tempat kediaman nama-Ku dan memilih Daud untuk berkuasa atas umat-Ku Israel. 7 Ketika Daud, ayahku, bermaksud mendirikan rumah untuk nama Tuhan, Allah Israel, 8 berfirmanlah Tuhan kepadanya: Engkau bermaksud mendirikan rumah untuk nama-Ku, dan maksudmu itu memanglah baik; 9 hanya, bukanlah engkau yang akan mendirikan rumah itu, melainkan anak kandungmu yang akan lahir kelak, dialah yang akan mendirikan rumah itu untuk nama-Ku. 10 Jadi Tuhan telah menepati janji yang telah diucapkan-Nya; aku telah bangkit menggantikan Daud, ayahku, dan telah duduk di atas takhta kerajaan Israel, seperti yang difirmankan Tuhan; aku telah mendirikan rumah ini untuk nama Tuhan, Allah Israel, 11 dan telah menempatkan di sana tabut, yang memuat perjanjian yang telah diikat Tuhan dengan orang Israel.”

Doa Salomo

(1 Raj. 8:22-53)
12 Kemudian berdirilah ia di depan mezbah Tuhan di hadapan segenap jemaah Israel, lalu menadahkan tangannya; 13 – karena Salomo telah membuat sebuah mimbar tembaga yang panjangnya lima hasta, lebarnya lima hasta dan tingginya tiga hasta, yang ditaruhnya di halaman –; ia berdiri di atasnya lalu berlutut di hadapan segenap jemaah Israel dan menadahkan tangannya ke langit, 14 sambil berkata: “Ya Tuhan, Allah Israel! Tidak ada Allah seperti Engkau di langit dan di bumi; Engkau yang memelihara perjanjian dan kasih setia kepada hamba-hamba-Mu yang dengan segenap hatinya hidup di hadapan-Mu; 15 Engkau yang tetap berpegang pada janji-Mu terhadap hamba-Mu Daud, ayahku, dan yang telah menggenapi dengan tangan-Mu apa yang Kaufirmankan dengan mulut-Mu, seperti yang terjadi pada hari ini. 16 Maka sekarang, ya Tuhan, Allah Israel, peliharalah apa yang Kaujanjikan kepada hamba-Mu Daud, ayahku, dengan berkata: Keturunanmu takkan terputus di hadapan-Ku dan tetap akan duduk di atas takhta kerajaan Israel, asal anak-anakmu tetap hidup menurut hukum-Ku sama seperti engkau hidup di hadapan-Ku. 17 Maka sekarang, ya Tuhan, Allah Israel, biarlah terbukti kebenaran firman-Mu yang telah Kauucapkan kepada hamba-Mu Daud. 18 Tetapi benarkah Allah hendak diam bersama dengan manusia di atas bumi? Sesungguhnya langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidaklah dapat memuat Engkau, terlebih lagi rumah yang kudirikan ini. 19 Maka berpalinglah kepada doa dan permohonan hamba-Mu ini, ya Tuhan Allahku, dengarkanlah seruan dan doa yang hamba-Mu panjatkan di hadapan-Mu ini! 20 Kiranya mata-Mu terbuka terhadap rumah ini, siang dan malam, terhadap tempat yang Kaukatakan akan menjadi kediaman nama-Mu – dengarkanlah doa yang hamba-Mu panjatkan di tempat ini. 21 Dan dengarkanlah permohonan hamba-Mu dan umat-Mu Israel yang mereka panjatkan di tempat ini; bahwa Engkau juga yang mendengarnya dari tempat kediaman-Mu, dari sorga; dan apabila Engkau mendengarnya, maka Engkau akan mengampuni.

22 Jika seseorang telah berdosa kepada temannya, lalu diwajibkan mengangkat sumpah dengan mengutuk dirinya, dan ia datang bersumpah ke depan mezbah-Mu di dalam rumah ini, 23 maka Engkau pun hendaklah mendengar dari sorga dan bertindak serta mengadili hamba-hamba-Mu, yakni membalas perbuatan orang bersalah dengan menanggungkannya kepada orang itu sendiri, tetapi membenarkan orang yang benar dengan membalaskan kepadanya sesuai dengan kebenarannya.

24 Apabila umat-Mu Israel terpukul kalah oleh musuhnya karena mereka berdosa kepada-Mu, kemudian mereka berbalik dan mengakui nama-Mu, dan mereka berdoa dan memohon di hadapan-Mu di rumah ini, 25 maka Engkau pun kiranya mendengar dari sorga dan mengampuni dosa umat-Mu Israel dan mengembalikan mereka ke tanah yang telah Kauberikan kepada mereka dan nenek moyang mereka.

26 Apabila langit tertutup, sehingga tidak ada hujan, sebab mereka berdosa kepada-Mu, lalu mereka berdoa di tempat ini dan mengakui nama-Mu dan mereka berbalik dari dosanya, sebab Engkau telah menindas mereka, 27 maka Engkau pun kiranya mendengarkannya di sorga dan mengampuni dosa hamba-hamba-Mu, umat-Mu Israel, – karena Engkaulah yang menunjukkan kepada mereka jalan yang baik yang harus mereka jalani – dan Engkau kiranya memberikan hujan kepada tanah-Mu yang telah Kauberikan kepada umat-Mu menjadi milik pusaka.

28 Apabila ada kelaparan di negeri ini, apabila ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang dan belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apa pun, 29 lalu seseorang atau segenap umat-Mu Israel memanjatkan doa dan permohonan di rumah ini dengan menadahkan tangannya – karena mereka masing-masing mengenal tulahnya dan penderitaannya sendiri – 30 maka Engkau pun kiranya mendengar dari sorga, tempat kediaman-Mu yang tetap, dan kiranya Engkau mengampuni, dan membalas kepada setiap orang sesuai dengan segala perbuatannya, karena Engkau mengenal hatinya – sebab Engkau sajalah yang mengenal hati anak-anak manusia, – 31 supaya mereka takut akan Engkau dan mengikuti segala jalan yang Engkau tunjukkan selama mereka hidup di atas tanah yang telah Kauberikan kepada nenek moyang kami.

32 Juga apabila seorang asing, yang tidak termasuk umat-Mu Israel, datang dari negeri jauh oleh karena nama-Mu yang besar, tangan-Mu yang kuat dan lengan-Mu yang teracung, dan ia datang berdoa di rumah ini, 33 maka Engkau pun kiranya mendengar dari sorga, dari tempat kediaman-Mu yang tetap, dan kiranya Engkau bertindak sesuai dengan segala yang diserukan kepada-Mu oleh orang asing itu, supaya segala bangsa di bumi mengenal nama-Mu, sehingga mereka takut akan Engkau sama seperti umat-Mu Israel, dan sehingga mereka tahu, bahwa nama-Mu telah diserukan atas rumah yang telah kudirikan ini.

34 Apabila umat-Mu keluar untuk berperang melawan musuh-musuhnya, ke arah mana pun Engkau menyuruh mereka, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke kota yang telah Kaupilih ini dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 35 maka Engkau kiranya mendengar dari sorga doa dan permohonan mereka dan Engkau kiranya memberikan keadilan kepada mereka. 36 Apabila mereka berdosa kepada-Mu – karena tidak ada manusia yang tidak berdosa – dan Engkau murka kepada mereka dan menyerahkan mereka kepada musuh, sehingga mereka diangkut tertawan ke negeri yang jauh atau yang dekat, 37 dan apabila mereka sadar kembali dalam hatinya di negeri tempat mereka tertawan, dan mereka berbalik, dan memohon kepada-Mu di negeri tempat mereka tertawan, dengan berkata: Kami telah berdosa, bersalah, dan berbuat fasik, 38 apabila mereka berbalik kepada-Mu dengan segenap hatinya dan dengan segenap jiwanya di negeri orang-orang yang mengangkut mereka tertawan, dan apabila mereka berdoa kepada-Mu dengan berkiblat ke negeri mereka yang telah Kauberikan kepada nenek moyang mereka, ke kota yang telah Kaupilih dan ke rumah yang telah kudirikan bagi nama-Mu, 39 maka Engkau kiranya mendengarkan dari sorga, dari tempat kediaman-Mu yang tetap, kepada doa dan segala permohonan mereka dan kiranya Engkau memberikan keadilan kepada mereka, dan Engkau kiranya mengampuni umat-Mu yang telah berdosa kepada-Mu. 40 Sebab itu, ya Allahku, kiranya mata-Mu terbuka dan telinga-Mu menaruh perhatian kepada doa yang dipanjatkan di tempat ini.

41 Dan sekarang, bangunlah ya Tuhan Allah, dan pergilah ke tempat perhentian-Mu,
  Engkau serta tabut kekuatan-Mu!
Kiranya, ya Tuhan Allah, imam-imam-Mu berpakaian keselamatan,
  dan orang-orang yang Kaukasihi bersukacita karena kebaikan-Mu.
42 Ya Tuhan Allah, janganlah Engkau menolak orang yang telah Kauurapi,
  ingatlah akan segala kasih setia-Mu kepada Daud, hamba-Mu itu.”  

Api turun dari langit; nyanyian syukur

7Setelah Salomo mengakhiri doanya, api pun turun dari langit memakan habis korban bakaran dan korban-korban sembelihan itu, dan kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. 2 Para imam tidak dapat memasuki rumah Tuhan itu, karena kemuliaan Tuhan memenuhi rumah Tuhan. 3 Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan Tuhan meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi Tuhan: “Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya.”

Korban pentahbisan dan perayaan

(1 Raj. 8:62-66)
4 Lalu raja bersama-sama seluruh bangsa mempersembahkan korban sembelihan di hadapan Tuhan. 5 Sebagai korban sembelihan raja Salomo mempersembahkan dua puluh dua ribu ekor lembu sapi dan seratus dua puluh ribu ekor kambing domba. Demikianlah raja dan seluruh bangsa mentahbiskan rumah Allah. 6 Para imam telah siap berdiri pada tempat mereka. Begitu pula orang-orang Lewi telah siap dengan alat-alat musik untuk memuliakan Tuhan, yakni alat-alat musik yang dibuat raja Daud untuk mengiringi nyanyian syukur bagi Tuhan: “Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” setiap kali mereka ditugaskan Daud menyanyikan puji-pujian. Dalam pada itu para imam berdiri berhadapan dengan mereka sambil meniup nafiri, sedang segenap orang Israel berdiri.

7 Lalu Salomo menguduskan pertengahan pelataran yang di depan rumah Tuhan, sebab di situlah diolahnya segala korban bakaran dan lemak korban keselamatan, sebab mezbah tembaga yang dibuat Salomo tidak dapat memuat korban bakaran dan korban sajian dan segala lemak korban. 8 Dan pada waktu itu juga Salomo mengadakan perayaan Pondok Daun selama tujuh hari, bersama-sama dengan seluruh Israel, suatu jemaah yang amat besar, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke sungai Mesir. 9 Pada hari yang kedelapan mereka mengadakan perkumpulan raya, karena mereka telah merayakan pentahbisan mezbah selama tujuh hari, dan perayaan Pondok Daun selama tujuh hari. 10 Pada hari yang kedua puluh tiga, bulan ketujuh, disuruhnya bangsa itu pulang ke kemah-kemah mereka sambil bersukacita dan bergembira atas kebaikan yang telah dilakukan Tuhan kepada Daud, kepada Salomo, dan kepada orang Israel, umat-Nya.

Komentar

Teladan para pemimpin

Kita semua dipanggil untuk menjadi teladan. Beberapa orang memiliki tanggung jawab yang istimewa. Umat Allah dipanggil untuk menjadi teladan bagi dunia. Mereka diberi berkat istimewa oleh Allah dan dipanggil untuk menjadi teladan bagi negara-negara lain yang akan tertarik oleh reputasi mereka. Alhasil, orang-orang dari seluruh dunia datang mengenal TUHAN (6:32-33).

Yerusalem, secara khusus, dipilih sebagai contoh bagi nama TUHAN (Ay.6). Allah juga memilih sebagai teladan-teladan khusus, Daud dan Salomo, untuk memerintah umat Israel (6:6 - 7:10).

Tapi para pemimpin lainnya juga bertanggung jawab memimpin dengan teladan. Orang-orang Lewi memiliki peran kepemimpinan khusus dalam penyembahan bait Allah (5:2 seterusnya). Para peniup sangkakala dan penyanyi juga memiliki peran kepemimpinan (5:13).

Salomo memimpin dengan teladan dalam penyembahan dan doa. ‘Ia berdiri di atasnya lalu berlutut di hadapan segenap jemaah Israel dan menadahkan tangannya ke langit’ (6:13).

Dia menceritakan kebesaran Allah dan menyembah-Nya dengan syukur. Doa dedikasi Salomo menunjukkan bahwa Israel sering gagal dalam perannya. Dia berdoa berulang kali agar Allah mau mengampuni mereka ketika mereka berbalik pada TUHAN (Ay.21,25,27,30,39).

Setelah Salomo berdoa, ‘Para imam tidak dapat memasuki rumah TUHAN itu, karena kemuliaan TUHAN memenuhi rumah TUHAN. Ketika segenap orang Israel melihat api itu turun dan kemuliaan TUHAN meliputi rumah itu, berlututlah mereka di atas lantai dengan muka mereka sampai ke tanah, lalu sujud menyembah dan menyanyikan syukur bagi TUHAN’ (7:2-3).

Saat ini, di bawah perjanjian baru, kita adalah bait Allah (1 Korintus 6:19). Seperti tulis Joyce Meyer, ‘Allah ingin menunjukkan kemuliaan-Nya di dalam dan melalui kita seperti yang diperbuat-Nya dalam bait jasmani di masa Salomo. Ketika kemuliaan Allah terwujud dalam hidup Anda, orang lain akan melihat Anda dan berkata, ‘Wow, Allah yang kaulayani sangat besar,” karena kuasa kebaikan-Nya untuk Anda adalah bukti yang jelas di mata mereka.’

Doa

TUHAN, terimakasih karena Engkau ingin menunjukkan kemuliaan-Mu dalam dan melaluiku. Penuhi aku saat ini dengan Roh Kudus-Mu dan mampukan aku untuk mengikuti teladan Yesus dan menjadi teladan bagi sesama.

Pippa menambahkan

Amsal 20:13

‘Janganlah menyukai tidur, supaya engkau tidak jatuh miskin.’ Ya ampun, saya suka tidur!

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Billy Graham, quoted from: John C Maxwell, Developing the Leader Within You, (Thomas Nelson Publishing, 2012) p.45.

John C Maxwell, Developing the Leader Within You, (Thomas Nelson Publishing, 2012) p 38

Joyce Meyer, Everyday Life Bible, (Faithwords, 2013), p.663

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.