Hari 233

Cara Mendengarkan Roh Kudus

Kebijaksanaan Amsal 20:15–24
Perjanjian Baru 1 Korintus 14:1–19
Perjanjian Lama 2 Tawarikh 10:1–12:16

pengantar

Will Wisbey dulu adalah makelar tanah dan bangunan muda yang sukses. Dia sangat meragukan Kekristenan. Pada suatu hari Minggu, seorang teman mengajaknya ke Gereja HTB. Selama ibadah, seseorang menyampaikan ‘perkataan pengetahuan’ yang seperti ini: ‘Ada seorang pria di sini yang ingin sebuah mobil sport top dan dikirimkan dalam dua hari kedepan. Dia telah bekerja keras dalam hidupnya untuk meraih kesuksesan. Kerja telah menjadi bagian dari hidupnya. Dia memiliki mobil, rumah, gaya hidup, namun tidak bahagia. Allah ingin dia tahu bahwa ada fokus yang lebih penting.’

Setelahnya, Will menulis, ‘Saya tidak dapat mempercayainya . Mobil baru saya adalah pembelian yang terbagus. Mobil tersebut akan tiba dalam dua hari dan saya belum mengatakannya kepada siapa-siapa. Penghasilan saya adalah 100 ribu poundsterling setahun. Pekerjaan saya adalah hidup saya. Malam itu, untuk kali pertama dalam hidup, saya benar-benar berdoa.’

Will mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus dan dipenuhi dengan Roh Kudus. Katanya, ‘Kini aku tahu Yesus benar ada. Dia mengasihi dan menyertaiku.’

Banyak dari kita hidup di dunia yang sibuk dan berisik. Di tengah semua kebisingan, omongan, dan gangguan ini, bagaimana Anda dapat mendengar suara Roh Kudus?

Kebijaksanaan

Amsal 20:15–24

15 Sekalipun ada emas dan permata banyak,
  tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan.
16 Ambillah pakaian orang yang menanggung orang lain,
  dan tahanlah dia sebagai sandera ganti orang asing.
17 Roti hasil tipuan sedap rasanya,
  tetapi kemudian mulutnya penuh dengan kerikil.
18 Rancangan terlaksana oleh pertimbangan,
  sebab itu berperanglah dengan siasat.
19 Siapa mengumpat, membuka rahasia,
  sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut.
20 Siapa mengutuki ayah atau ibunya,
  pelitanya akan padam pada waktu gelap.
21 Milik yang diperoleh dengan cepat pada mulanya,
  akhirnya tidak diberkati.
22 Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,”
  nantikanlah Tuhan, Ia akan menyelamatkan engkau.
23 Dua macam batu timbangan adalah kekejian bagi Tuhan,
  dan neraca serong itu tidak baik.
24 Langkah orang ditentukan oleh Tuhan,
  tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?

Komentar

Dengarkan hikmat dan pengetahuan

Salah satu cara mendengar suara Roh Kudus adalah melalui nasihat yang bijak. Orang-orang yang bijak dan berpengetahuan tak ternilai. ‘Sekalipun ada emas dan permata banyak, tetapi yang paling berharga ialah bibir yang berpengetahuan’ (Ay.15).

Carilah pertolongan ketika sedang membuat keputusan penting: ‘Rancangan terlaksana oleh pertimbangan...’ (Ay.18a). Anda tetap bertanggungjawab atas tindakan Anda: ‘Rancangan terlaksana oleh pertimbangan, sebab itu berperanglah dengan siasat’ (Ay.18).

Kitab Amsal penuh dengan nasihat bijak. Anda diberitahu untuk berhati-hati dengan gosip yang mengkhianati kepercayaan, dan untuk menjauhi orang-orang yang banyak omong. ‘Siapa mengumpat, membuka rahasia, sebab itu janganlah engkau bergaul dengan orang yang bocor mulut’ (Ay.19).

Nasihat bijak lainnya adalah peringatan akan belas dendam, ‘Janganlah engkau berkata: "Aku akan membalas kejahatan," nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau’ (Ay.22).

Mendengarkan Roh Kudus berarti mendengarkan Firman TUHAN. ‘Langkah orang ditentukan oleh TUHAN, tetapi bagaimanakah manusia dapat mengerti jalan hidupnya?’ (Ay.24). Dengarkan Roh Kudus ketika Dia berbicara pada Anda melalui Kitab Suci.

Doa

TUHAN, terimakasih karena Roh Kudus-Mu berbicara padaku melalui Kitab Suci. Bantu aku untuk mendengar dan mematuhi suara-Mu.

Perjanjian Baru

1 Korintus 14:1–19

Sekali lagi tentang karunia Roh

14Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat. 2 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, tidak berkata-kata kepada manusia, tetapi kepada Allah. Sebab tidak ada seorang pun yang mengerti bahasanya; oleh Roh ia mengucapkan hal-hal yang rahasia. 3 Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur. 4 Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri, tetapi siapa yang bernubuat, ia membangun Jemaat. 5 Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat. Sebab orang yang bernubuat lebih berharga dari pada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh, kecuali kalau orang itu juga menafsirkannya, sehingga Jemaat dapat dibangun.

6 Jadi, saudara-saudara, jika aku datang kepadamu dan berkata-kata dengan bahasa roh, apakah gunanya itu bagimu, jika aku tidak menyampaikan kepadamu penyataan Allah atau pengetahuan atau nubuat atau pengajaran? 7 Sama halnya dengan alat-alat yang tidak berjiwa, tetapi yang berbunyi, seperti seruling dan kecapi – bagaimanakah orang dapat mengetahui lagu apakah yang dimainkan seruling atau kecapi, kalau keduanya tidak mengeluarkan bunyi yang berbeda? 8 Atau, jika nafiri tidak mengeluarkan bunyi yang terang, siapakah yang menyiapkan diri untuk berperang? 9 Demikianlah juga kamu yang berkata-kata dengan bahasa roh: jika kamu tidak mempergunakan kata-kata yang jelas, bagaimanakah orang dapat mengerti apa yang kamu katakan? Kata-katamu sia-sia saja kamu ucapkan di udara!

10 Ada banyak – entah berapa banyak – macam bahasa di dunia; sekalipun demikian tidak ada satu pun di antaranya yang mempunyai bunyi yang tidak berarti. 11 Tetapi jika aku tidak mengetahui arti bahasa itu, aku menjadi orang asing bagi dia yang mempergunakannya dan dia orang asing bagiku. 12 Demikian pula dengan kamu: Kamu memang berusaha untuk memperoleh karunia-karunia Roh, tetapi lebih dari pada itu hendaklah kamu berusaha mempergunakannya untuk membangun Jemaat.

13 Karena itu siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia harus berdoa, supaya kepadanya diberikan juga karunia untuk menafsirkannya. 14 Sebab jika aku berdoa dengan bahasa roh, maka rohkulah yang berdoa, tetapi akal budiku tidak turut berdoa. 15 Jadi, apakah yang harus kubuat? Aku akan berdoa dengan rohku, tetapi aku akan berdoa juga dengan akal budiku; aku akan menyanyi dan memuji dengan rohku, tetapi aku akan menyanyi dan memuji juga dengan akal budiku. 16 Sebab, jika engkau mengucap syukur dengan rohmu saja, bagaimanakah orang biasa yang hadir sebagai pendengar dapat mengatakan “amin” atas pengucapan syukurmu? Bukankah ia tidak tahu apa yang engkau katakan? 17 Sebab sekalipun pengucapan syukurmu itu sangat baik, tetapi orang lain tidak dibangun olehnya.

18 Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. 19 Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh.

Komentar

Dengarkan melalui kasih karunia Roh Kudus

Agungkanlah kasih, tetapi jangan remehkan pentingnya karunia Roh Kudus. Paulus menegaskan, ‘Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh, terutama karunia untuk bernubuat’ (Ay.1). Beberapa orang berkata bahwa kita harus ‘mendambakan Sang Pemberi dan bukan pemberian-Nya’, tetapi Sang Pemberi menyuruh kita untuk mendambakan pemberian itu juga.

Nubuat adalah salah satu karunia Roh Kudus di mana Roh berbicara kepada jemaat. Paulus menegaskan pentingnya karunia ini bagi jemaat. Bahkan lebih penting daripada berbahasa roh: ‘Aku suka, supaya kamu semua berkata-kata dengan bahasa roh, tetapi lebih dari pada itu, supaya kamu bernubuat’ (Ay.5a).

Meski Paulus berbicara di dalam situasi di mana karunia berbahasa roh terancam disalahgunakan, dia masih berpikir positif soal karunia tersebut. Paulus berkata bahwa mereka yang berdoa dengan berbahasa roh membangun jemaat (Ay.4). Karunia yang baik bagi semua orang (Ay.5). Berbahasa roh adalah cara berdoa dalam Roh (Ay.14) dan merupakan syukur dan pujian (Ay.16-17). Paulus bersaksi tentang pengunaan karunia ini, ‘Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua’ (Ay.18).

Paulus membuat perbedaan antara penggunaan karunia secara pribadi dan penggunaan karunia di depan umum di jemaat. Jika seorang berbahasa roh dalam jemaat, perlu ada penafsiran (Ay.5,18-19). Ketika dipakai bersama dengan karunia penafsiran, dan hal tersebut menjadi sama seperti bernubuat (Ay.5b).

Karunia penafsiran memampukan pembangunan jemat setelah karunia bahasa roh digunakan di depan umum (Ay.5). Semua orang dengan karunia berbahasa roh harus mendoakan karunia ini juga, sehingga jemaat dapat dibangun.

Bernubuat adalah kemampuan mendengar perkataan Allah dan menyampaikannya kepada orang lain. Karunia rohani yang sangat penting dalam jemaat dan harus diinginkan (Ay.1). Itu bukan soal meramal masa depan, melainkan itu adalah pendahuluan (di masa depan) akan apa yang dikatakan Allah dalam situasi sekarang.

Orang-orang Kristen mula-mula memandang Perjanjian Lama sebagai nubuatan (lihat, misal, 2 Petrus 1:20). Perjanjian Lama adalah saksi nubuatan terhadap Yesus. Perjanjian Baru adalah saksi kerasulan mengenai Yesus. Di masa ini, tidak ada yang sebanding dengan kedua hal tersebut dalam hal otoritas.

Otoritas firman para nabi saat ini tidak sama dengan para nabi dan rasul yang firmannya membentuk Kitab Suci. Kitab Suci itu adalah bagi semua orang Kristen, di semua tempat, di segala masa. Firman nubuatan adalah firman khusus, yang diwahyukan dari Allah, yang diberikan kepada orang atau kelompok tertentu, di waktu tertentu, demi tujuan tertentu. Manusia menjadi perantara, meski terkadang ada sedikit kekurangan dalam penyampaian tentang sesuatu yang Roh Kudus telah masukkan ke dalam pikirannya.

Meski demikian, Paulus sangat menghargai karunia nubuatan (1 Korintus 14:1) karena karunia tersebut adalah karunia yang membangun jemaat (Ay.4) dan juga berdampak bagi orang yang tak beriman: ‘Tetapi kalau semua bernubuat, lalu masuk orang yang tidak beriman atau orang baru, ia akan diyakinkan oleh semua dan diselidiki oleh semua; segala rahasia yang terkandung di dalam hatinya akan menjadi nyata, sehingga ia akan sujud menyembah Allah dan mengaku: "Sungguh, Allah ada di tengah-tengah kamu."’ (Ay.24-25). Inilah tepatnya yang terjadi pada Will Wisbey.

Nubuat perlu diuji: ‘Tentang nabi-nabi -- baiklah dua atau tiga orang di antaranya berkata-kata dan yang lain menanggapi apa yang mereka katakan’ (Ay.29).

1. Apakah sesuai dengan Alkitab?
Allah tidak akan menentang diri sendiri.

2. Bagaimana karakter si nabi?
Apakah mereka penuh kasih? (Ay.1).

3. Apa dampak nubuatannya?
Paulus menulis, ‘Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia, ia membangun, menasihati dan menghibur’ (Ay.3). Perkataan nubuatan sejati akan selalu positif dalam pengertian membangun, menasihati, dan menghibur orang.

Secara keseluruhan, perkataan nubuatan menegaskan apa yang Roh Kudus telah tempatkan di hati Anda. Bila Anda ragu akan perkataan profetik, jangan terburu-buru bertindak, tetapi lakukan apa yang Maria, ibu Yesus, lakukan, yaitu menanti dan merenungkannya dalam hati (Lukas 2:19).

Doa

TUHAN, bantu kami sebagai jemaat untuk menciptakan atmosfer harapan untuk mendengar Roh Kudus berbicara pada kami ketika kami mendengarkan, yaitu mengikuti cara kasih dan mendambakan karuna-karunia rohani.

Perjanjian Lama

2 Tawarikh 10:1–12:16

Pecahnya kerajaan itu

(1 Raj. 12:1-24)
10Kemudian Rehabeam pergi ke Sikhem, sebab seluruh Israel telah datang ke Sikhem untuk menobatkan dia menjadi raja. 2 Segera sesudah hal itu kedengaran kepada Yerobeam bin Nebat – ia ada di Mesir, sebab ia melarikan diri ke sana dari hadapan raja Salomo – maka kembalilah ia dari Mesir. 3 Orang menyuruh memanggil dia, lalu datanglah Yerobeam dengan seluruh orang Israel dan berkata kepada Rehabeam: 4 “Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu.” 5 Tetapi ia menjawab mereka: “Datanglah kembali kepadaku lusa.” Lalu pergilah rakyat itu.

6 Sesudah itu Rehabeam meminta nasihat dari para tua-tua yang selama hidup Salomo mendampingi Salomo, ayahnya, katanya: “Apakah nasihatmu untuk menjawab rakyat itu?” 7 Mereka berkata kepadanya: “Jika engkau mau berlaku ramah terhadap rakyat itu, mau menyenangkan mereka dan mengatakan kata-kata yang baik kepada mereka, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu.” 8 Tetapi ia mengabaikan nasihat yang diberikan para tua-tua itu, lalu ia meminta nasihat kepada orang-orang muda yang sebaya dengan dia dan yang mendampinginya, 9 katanya kepada mereka: “Apakah nasihatmu, supaya kita dapat menjawab rakyat yang mengatakan kepadaku: Ringankanlah tanggungan yang dipikulkan kepada kami oleh ayahmu?” 10 Lalu orang-orang muda yang sebaya dengan dia itu berkata: “Beginilah harus kaukatakan kepada rakyat yang telah berkata kepadamu: Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, tetapi engkau ini, berilah keringanan kepada kami – beginilah harus kaukatakan kepada mereka: Kelingkingku lebih besar dari pada pinggang ayahku! 11 Maka sekarang, ayahku telah membebankan kepada kamu tanggungan yang berat, tetapi aku akan menambah tanggungan kamu; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.”

12 Lusanya datanglah Yerobeam dengan segenap rakyat kepada Rehabeam, seperti yang dikatakan raja: “Kembalilah kepadaku lusa.” 13 Raja Rehabeam menjawab mereka dengan keras; ia telah mengabaikan nasihat para tua-tua; 14 ia mengatakan kepada mereka menurut nasihat orang-orang muda: “Ayahku telah memberatkan tanggungan kamu, tetapi aku akan menambahnya; ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi.” 15 Jadi raja tidak mendengarkan permintaan rakyat, sebab hal itu merupakan perubahan yang disebabkan Allah, supaya Tuhan menepati firman yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Ahia, orang Silo, kepada Yerobeam bin Nebat.

16 Setelah seluruh Israel melihat, bahwa raja tidak mendengarkan permintaan mereka, maka rakyat menjawab raja:

“Bagian apakah kita dapat dari pada Daud?
  Kita tidak memperoleh warisan dari anak Isai itu!
Masing-masing ke kemahmu, hai orang Israel!
  Uruslah sekarang rumahmu sendiri, hai Daud!”

Maka pergilah seluruh orang Israel ke kemahnya, 17 sehingga Rehabeam menjadi raja hanya atas orang Israel yang diam di kota-kota Yehuda. 18 Kemudian raja Rehabeam mengutus Hadoram yang menjadi kepala rodi, tetapi orang-orang Israel melontari dia dengan batu, sehingga mati, bahkan raja Rehabeam hampir-hampir tidak dapat menaiki keretanya untuk melarikan diri ke Yerusalem. 19 Demikianlah mulanya orang Israel memberontak terhadap keluarga Daud sampai hari ini.

11Ketika Rehabeam datang ke Yerusalem, ia mengumpulkan kaum Yehuda dan Benyamin, seratus delapan puluh ribu teruna yang sanggup berperang untuk memerangi orang Israel dengan maksud mengembalikan kerajaan itu kepadanya. 2 Tetapi datanglah firman Tuhan kepada Semaya, abdi Allah, demikian: 3 “Katakanlah kepada Rehabeam, anak Salomo, raja Yehuda, dan kepada segenap orang Israel di Yehuda dan di Benyamin, demikian: 4 Beginilah firman Tuhan: Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu. Pulanglah masing-masing ke rumahnya, sebab Akulah yang menyebabkan hal ini terjadi.” Maka mereka mendengarkan firman Tuhan dan pulang dengan tidak pergi menyerang Yerobeam.

Raja Rehabeam – Pengokohan kerajaan; keluarga raja

5 Rehabeam diam di Yerusalem dan memperkuat kota-kota kubu di Yehuda. 6 Ia memperkuat Betlehem, Etam, Tekoa, 7 Bet-Zur, Sokho, Adulam, 8 Gat, Mares, Zif, 9 Adoraim, Lakhis, Azeka, 10 Zora, Ayalon dan Hebron, yang terletak di Yehuda dan di Benyamin, sebagai kota-kota berkubu. 11 Ia memperkokoh kota-kota kubu itu dan menempatkan di situ kepala-kepala pasukan dengan persediaan makanan, minyak dan anggur; 12 perisai dan tombak pun disediakan di tiap-tiap kota. Ia membuat kota-kota itu amat kokoh. Demikianlah Yehuda dan Benyamin menjadi daerah kekuasaannya.

13 Para imam dan orang Lewi di seluruh Israel datang menggabungkan diri dengan dia dari daerah-daerah kediaman mereka. 14 Sebab orang Lewi meninggalkan tanah penggembalaan dan milik mereka, lalu pergi ke Yehuda dan Yerusalem, oleh karena Yerobeam dan anak-anaknya melarang mereka memegang jabatan imam Tuhan, 15 dan mengangkat bagi dirinya imam-imam untuk bukit-bukit pengorbanan untuk jin-jin dan untuk anak-anak lembu jantan yang dibuatnya. 16 Dari segenap suku Israel orang datang ke Yerusalem mengikuti orang-orang Lewi itu, yakni orang yang telah membulatkan hatinya untuk mencari Tuhan Allah Israel; dan mereka datang untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, Allah nenek moyang mereka. 17 Demikianlah mereka memperkokoh kerajaan Yehuda dan memperkuat pemerintahan Rehabeam bin Salomo selama tiga tahun, karena selama tiga tahun mereka hidup mengikuti jejak Daud dan Salomo.

18 Rehabeam mengambil Mahalat, anak Yerimot bin Daud dan Abihail binti Elhiab bin Isai, menjadi isterinya, 19 yang melahirkan baginya anak-anak lelaki ini: Yeush, Semarya dan Zaham. 20 Sesudah Mahalat ia mengambil Maakha, anak Absalom, menjadi isterinya, yang melahirkan baginya Abia, Atai, Ziza dan Selomit. 21 Rehabeam mencintai Maakha, anak Absalom itu, lebih dari pada semua isteri dan gundiknya – ia mengambil delapan belas isteri dan enam puluh gundik dan memperanakkan dua puluh delapan anak laki-laki dan enam puluh anak perempuan. 22 Rehabeam mengangkat Abia, anak Maakha, sebagai pemuka, yakni sebagai pemimpin di antara saudara-saudaranya, karena ia bermaksud menjadikan dia raja. 23 Oleh sebab itu ia mengambil kebijaksanaan untuk menyebarkan semua anaknya yang lain ke seluruh daerah Yehuda dan Benyamin, ke segala kota kubu. Ia memberikan mereka makanan dengan limpahnya dan menyediakan bagi mereka banyak isteri.

Sisak menyerang Yerusalem

(1 Raj. 14:21-31)
12Rehabeam beserta seluruh Israel meninggalkan hukum Tuhan, ketika kerajaannya menjadi kokoh dan kekuasaannya menjadi teguh. 2 Tetapi pada tahun kelima zaman raja Rehabeam, majulah Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem – karena mereka berubah setia terhadap Tuhan – 3 dengan seribu dua ratus kereta dan enam puluh ribu orang berkuda, sedang rakyat yang mengikutinya dari Mesir, yakni orang Libia, orang Suki dan orang Etiopia, tidak terhitung banyaknya. 4 Ia merebut kota-kota benteng yang di Yehuda, bahkan mendekati Yerusalem.

5 Nabi Semaya datang kepada Rehabeam dan pemimpin-pemimpin Yehuda yang berkumpul di Yerusalem berhubung dengan ancaman Sisak, dan berkata kepada mereka: “Beginilah firman Tuhan: Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Aku pun meninggalkan kamu juga dalam kuasa Sisak.” 6 Maka pemimpin-pemimpin Israel dan raja merendahkan diri dan berkata: “Tuhanlah yang benar!” 7 Ketika Tuhan melihat bahwa mereka merendahkan diri, datanglah firman Tuhan kepada Semaya, bunyinya: “Mereka telah merendahkan diri, oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka. Aku segera akan meluputkan mereka dan kehangatan murka-Ku tidak akan dicurahkan atas Yerusalem dengan perantaraan Sisak. 8 Tetapi mereka akan menjadi hamba-hambanya, supaya mereka tahu membedakan antara mengabdi kepada-Ku dan mengabdi kepada kerajaan-kerajaan duniawi.”

9 Maka majulah Sisak, raja Mesir itu, menyerang Yerusalem. Ia merampas barang-barang perbendaharaan rumah Tuhan dan barang-barang perbendaharaan rumah raja; semuanya dirampasnya. Ia merampas juga perisai-perisai emas yang dibuat Salomo. 10 Sebagai gantinya raja Rehabeam membuat perisai-perisai tembaga, yang dipercayakannya kepada pemimpin-pemimpin bentara yang menjaga pintu istana raja. 11 Setiap kali raja masuk ke rumah Tuhan, bentara-bentara datang membawa masuk perisai-perisai itu, dan mereka pula yang mengembalikannya ke kamar jaga para bentara. 12 Oleh sebab raja merendahkan diri, surutlah murka Tuhan dari padanya, sehingga ia tidak dimusnahkan-Nya sama sekali. Lagipula masih terdapat hal-hal yang baik di Yehuda.

13 Raja Rehabeam menunjukkan dirinya kuat dalam pemerintahannya di Yerusalem. Rehabeam berumur empat puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja, dan tujuh belas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem, kota yang dipilih Tuhan dari antara segala suku Israel untuk membuat nama-Nya tinggal di sana. Nama ibunya ialah Naama, seorang perempuan Amon. 14 Ia berbuat yang jahat, karena ia tidak tekun mencari Tuhan. 15 Bukankah riwayat Rehabeam dari awal sampai akhir semuanya tertulis dalam riwayat Semaya, nabi itu, dan Ido, pelihat itu, – yang juga memuat daftar silsilah. Antara Rehabeam dan Yerobeam terus-menerus ada perang. 16 Kemudian Rehabeam mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangnya, dan ia dikuburkan di kota Daud. Maka Abia, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Komentar

Dengarkan nasihat baik dan perkataan profetik

Rehabeam berbuat kesalahan besar. Roh Kudus berbicara padanya melalui para tua-tua. Kata mereka, ‘Jika engkau mau berlaku ramah terhadap rakyat tersebut, mau menyenangkan mereka dan mengatakan kata-kata yang baik kepada mereka, maka mereka menjadi hamba-hambamu sepanjang waktu’ (10:7).

Rehabeam berbuat kesalahan karena menolak nasihat para tua-tua (Ay.8). Malah dia mendengarkan nasihat buruk dari para pemuda yang sebaya dengannya (Ay.10-11). Dia berkata kepada rakyat, ‘ayahku telah menghajar kamu dengan cambuk, tetapi aku akan menghajar kamu dengan cambuk yang berduri besi’ (Ay.11b).

Dia ‘tidak mendengarkan permintaan rakyat’ (Ay.15). Ketika seluruh Israel melihat bahwa raja ‘tidak mendengarkan permintaan mereka’ (Ay.16), mereka memberontak.

Tetapi Allah tidak berhenti berbicara pada Rehabeam. ‘Datanglah firman TUHAN kepada Semaya, abdi Allah, demikian: 'Katakanlah kepada Rehabeam... demikian: Beginilah firman TUHAN...’ (11:2-4a).

Kali ini raja dan rakyat bersatu mendengarkan TUHAN, ‘Maka mereka mendengarkan firman TUHAN dan pulang dengan tidak pergi menyerang Yerobeam’ (Ay.4b).

Kemudian, Allah berbicara lagi melalui nabiah Semaya: ‘Kamu telah meninggalkan Aku, oleh sebab itu Aku pun meninggalkan kamu juga...’ (12:5). Mereka mendengarkan. Mereka ‘merendahkan diri dan berkata: "TUHANlah yang benar!"’ (Ay.6). Hasilnya, ‘Mereka telah merendahkan diri, oleh sebab itu Aku tidak akan memusnahkan mereka. Aku segera akan meluputkan mereka...’ (Ay.7).

Doa

TUHAN, berikanlah aku hikmat dalam mendengar suara-Mu. Bantu aku untuk belajar bagaimana mendengarkan Roh Kudus.

Pippa menambahkan

1 Korintus 14:4

‘Siapa yang berkata-kata dengan bahasa roh, ia membangun dirinya sendiri...’

Ketika seorang teman ditanyai beberapa tahun lalu apakah dia mau karunia berbahasa roh, dia menjawab, ‘Jika itu membantu.’ Saya membutuhkan segala bantuan yang bisa saya dapatkan. Saya bersyukur pada Allah atas karunia ini. Seperti saat saya tidak bisa mengutarakan apa yang saya rasakan, saya menggunakan karunia ini untuk mencurahkan isi hati saya.

Ayat Hari Ini\tAyat Hari Ini

‘Kejarlah kasih itu dan usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh’ (1 Korintus 14:1).

Notes:

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.