Hari 286

Berani Beda

Kebijaksanaan Mazmur 119:17–24
Perjanjian Baru 1 Tesalonika 5:1–28
Perjanjian Lama Yeremia 25:15–26:24

pengantar

Dulu saya memiliki kesempatan besar bertemu dan mewawancarai Pastor Nadarkhani. Youcef Nadarkhani mengalami perjumpaan dengan Yesus Kristus pada usia 19 tahun. Dia lalu ditahbiskan menjadi pastor dan memimpin jemaat di Iran.

Tahun 2010, di usia 32, beliau menikah dan dikarunia dua anak. Dia lalu ditangkap dan dijatuhi hukuman mati karena murtad (pindah dari Islam ke Kristen). Puji TUHAN, dua tahun kemudian, setelah desakan internasional, vonisnya dicabut.

Selama persidangan, Pastor Nadarkhani menolak untuk menyangkal keyakinannya walau ia harus dijatuhi hukuman mati. Dia berkata kepada sang hakim, ‘Iman Kristen saya telah bulat dan saya tidak akan menyangkalnya.’ Sekretaris Luar Negeri Inggris, William Hague, memuji keberaniannya. Koran The Guardian menggambarkannya sebagai ‘orang Kristen pemberani dan penginspirasi.’ Pastor Nadarkhani, seperti banyak orang Kristen di seluruh dunia saat ini, masih menghadapi aniaya atas imannya.

Yesus memberikan kita gambaran kemanusiaan sejati. Berani beda, dengan menjadi seperti-Nya. Jangan ikuti kehendak dunia, tetapi ikuti Allah dengan menjadi lebih seperti Kristus.

Kebijaksanaan

Mazmur 119:17–24

17 Lakukanlah kebajikan kepada hamba-Mu ini, supaya aku hidup,
  dan aku hendak berpegang pada firman-Mu.
18 Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang
  keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu.
19 Aku ini orang asing di dunia,
  janganlah sembunyikan perintah-perintah-Mu terhadap aku.
20 Hancur jiwaku karena rindu
  kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu.
21 Engkau menghardik orang-orang yang kurang ajar, terkutuklah
  orang yang menyimpang dari perintah-perintah-Mu.
22 Gulingkanlah dari atasku cela dan penghinaan,
  sebab aku memegang peringatan-peringatan-Mu.
23 Sekalipun pemuka-pemuka duduk bersepakat melawan aku,
  hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.
24 Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku,
  menjadi penasihat-penasihatku.

Komentar

Menjadi ‘orang asing’ di dunia

Pernahkah Anda merasa tidak cocok dengan sekitar Anda , di pekerjaan atau di lingkungan Anda ? Apakah nilai-nilai dan gaya hidup Anda tampaknya sedikit berbeda? Apakah Anda terkadang dicela dan dihina (Ay.22)?

Pemazmur berkata, ‘Aku ini orang asing di dunia’ (Ay.19). Semua tokoh besar di Perjanjian Lama adalah ‘orang asing di dunia’ (Ibrani 11:13). Rasul Paulus menulis, ‘hendaklah kamu hidup dalam ketakutan [terhadap Allah] selama kamu menumpang di dunia ini’ (1 Petrus 1:17). Seperti pemazmur, sebagai hamba Allah, kita dipanggil untuk menjadi beda dari sekitar kita.

Tak seperti orang-orang di sekitarnya , si pemazmur menulis, ‘Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu’ (Mazmur 119:20). Ketika dia membaca Kitab Suci, dia berdoa, ‘Singkapkanlah mataku, supaya aku memandang keajaiban-keajaiban dari Taurat-Mu’ (Ay.18). Ini merupakan doa yang hebat ketika Anda belajar Alkitab. Kita hanya bisa paham apa yang disingkapkan oleh Roh.

Beberapa orang yang ada di sekitarnya adalah ‘tetangga yang buruk’ yang ‘bersepakat melawan’nya (Ay.23a). Di sisi lain, firman Allah baginya seperti ‘penasihat-penasihat’ (Ay.24). Tulisnya, ‘hamba-Mu ini merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu. Ya, peringatan-peringatan-Mu menjadi kegemaranku, menjadi penasihat-penasihatku’ (Ay.23b-24).

Doa

TUHAN, berikanlah aku keberanian untuk hidup sebagai orang asing di dunia ini. Tolong aku untuk rindu akan firman-Mu, merenungkan perkataan-Mu. Bukalah mataku agar aku melihat indahnya segala sesuatu dalam firman-Mu.

Perjanjian Baru

1 Tesalonika 5:1–28

Berjaga-jaga

5Tetapi tentang zaman dan masa, saudara-saudara, tidak perlu dituliskan kepadamu, 2 karena kamu sendiri tahu benar-benar, bahwa hari Tuhan datang seperti pencuri pada malam. 3 Apabila mereka mengatakan: Semuanya damai dan aman – maka tiba-tiba mereka ditimpa oleh kebinasaan, seperti seorang perempuan yang hamil ditimpa oleh sakit bersalin – mereka pasti tidak akan luput. 4 Tetapi kamu, saudara-saudara, kamu tidak hidup di dalam kegelapan, sehingga hari itu tiba-tiba mendatangi kamu seperti pencuri, 5 karena kamu semua adalah anak-anak terang dan anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam atau orang-orang kegelapan. 6 Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain, tetapi berjaga-jaga dan sadar. 7 Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam dan mereka yang mabuk, mabuk waktu malam. 8 Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan. 9 Karena Allah tidak menetapkan kita untuk ditimpa murka, tetapi untuk beroleh keselamatan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, 10 yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia. 11 Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.

Nasihat-nasihat

12 Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; 13 dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka. Hiduplah selalu dalam damai seorang dengan yang lain.

14 Kami juga menasihati kamu, saudara-saudara, tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. 15 Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.

16 Bersukacitalah senantiasa. 17 Tetaplah berdoa. 18 Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

19 Janganlah padamkan Roh, 20 dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. 21 Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.

22 Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan.

Salam

23 Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya dan semoga roh, jiwa dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak bercacat pada kedatangan Yesus Kristus, Tuhan kita. 24 Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya.

25 Saudara-saudara, doakanlah kami.

26 Sampaikanlah salam kami kepada semua saudara dengan cium yang kudus.

27 Demi nama Tuhan aku minta dengan sangat kepadamu, supaya surat ini dibacakan kepada semua saudara.

28 Kasih karunia Yesus Kristus, Tuhan kita, menyertai kamu!

Komentar

Hidup beda

Ketika dipanggil untuk menjadi beda dari dunia sekitar, kita diberi arahan bagaimana cara melakukannya. Paulus menulis, ‘Sebab itu baiklah jangan kita seperti orang-orang lain’ (Ay.6). Berani beda. Paulus memakai 4 kiasan untuk menggambarkan perbedaannya:

1. Terang bukan kegelapan
Dunia di sekitar kita tinggal dalam kegelapan (Ay.4). Jangan lari dari gelap, melainkan, bersinarlah dalam gelap itu. ‘Karena kamu semua adalah anak-anak terang’ (Ay.5a). Kegelapan menyiratkan kebodohan dan dosa. Anda dulu ada dalam kegelapan. Yesus menyinari hidup Anda. Anda adalah anak terang. Menjadi anak dari seseorang berarti mewarisi sifat dari seseorang itu. Ketika orang Kristen dikatakan ‘anak terang’, maksudnya ‘terang’ adalah sifat pembeda Anda .

2. Siang bukan malam
Paulus menulis bahw kita adalah ‘... anak-anak siang. Kita bukanlah orang-orang malam...’ (Ay.5). Seperti poin sebelumnya tentang terang dan gelap, ini juga merujuk kembali pada ‘hari TUHAN’ (Ay.2). Kita adalah anak-anak hari TUHAN, dalam penantian dan keikutsertaan dalam kejayaan di hari besar ketika Yesus kembali.

3. Berjaga-jaga bukan tidur
Paulus menulis, ‘Sebab itu baiklah jangan kita tidur seperti orang-orang lain... Sebab mereka yang tidur, tidur waktu malam’ (Ay.6-7). Lanjutnya, ‘supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia’ (Ay.10). Yesus bersama Anda sekarang. Yesus sendiri menggunakan bahasa yang sama, berjaga-jaga dan bangun (Matius 24:42; 25:13). Jangan tidur secara rohani. Bersiaplah akan kedatangan TUHAN, bangun dan berjaga-jagalah.

4. Sadar bukan mabuk
Paulus menulis, ‘baiklah kita sadar...’ (1 Tesalonika 5:8). Kata ini secara harafiah berarti ‘tidak keracunan oleh anggur’. Seperti kiasan yang lain, ini berbicara tentang baik kondisi jasmani dan rohani. Kemabukan timbul dari kurangnya pengendalian diri dan keinginan untuk lari dari kenyataan. Kendalikan diri Anda di setiap aspek hidup Anda. Kenakanlah pakaian iman, kasih dan pengharapan (Ay.8).

Gaya hidup Anda haruslah sangat berbeda dari sekitar Anda . Anda harus menghormati pemimpin Anda : ‘Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu; dan supaya kamu sungguh-sungguh menjunjung mereka dalam kasih karena pekerjaan mereka’ (Ay.12-13a).

Anda dipanggil untuk hidup menghormati (Ay.12). Perlakukan orang dengan hormat. Hiduplah selalu di dalam damai sejahtera (Ay.13): ‘tegorlah mereka yang hidup dengan tidak tertib, hiburlah mereka yang tawar hati, belalah mereka yang lemah, sabarlah terhadap semua orang. Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik...’ (Ay.14-15). Jika Anda ingin berbuat yang terbaik kepada orang, Anda harus melihat yang terbaik dalam diri mereka.

Berbaik-hatilah kepada semua orang. Kebaikan harus menjadi sifat pembeda hidup Anda : ‘usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang’ (Ay.15). Bahkan tindakan kebaikan sekecil apa pun begitu berkuasa sehingga bisa mengubah dunia di sekitar Anda .

Anda adalah warga dari dunia lain. Anda harus belajar bahasa baru. Yang Paulus dekripsikan di sini adalah tata bahasa dari bahasa yang baru: ‘Bersukacitalah senantiasa. Tetaplah berdoa. Mengucap syukurlah dalam segala hal’ (Ay.16-18a). Doa harus seperti bernapas, sesuatu yang kita terus lakukan, tetapi seringkali kita tidak sadar. Daripada selalu mengeluh, ‘mengucap syukurlah dalam segala hal’, ungkapkan syukur pada Allah dan sesama, baik dalam perkara kecil maupun perkara besar.

‘Janganlah padamkan Roh, dan janganlah anggap rendah nubuat-nubuat. Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik. Jauhkanlah dirimu dari segala jenis kejahatan’ (Ay.19-22).

Ini semua tampak sebagai prospek yang menakutkan. Tetapi Anda tidak sendiri. Paulus berdoa, ‘Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya...’ (Ay.23), dan diakhirinya dengan catatan harapan dan pertolongan, ‘Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya’ (Ay.24).

Doa

TUHAN, tolong aku untuk berani beda. Terimakasih karena kematian-Mu untukku agar aku bisa hidup bersama-Mu (Ay.10). Bantu aku menjauhi segala dosa (Ay.22) dan tinggal dalam hidup penuh kasih, kebaikan, sukacita dan damai sejahtera.

Perjanjian Lama

Yeremia 25:15–26:24

Piala amarah Tuhan atas bangsa-bangsa

15 Beginilah firman Tuhan, Allah Israel, kepadaku: “Ambillah dari tangan-Ku piala berisi anggur kehangatan amarah ini dan minumkanlah isinya kepada segala bangsa yang kepadanya Aku mengutus engkau, 16 supaya mereka minum, menjadi terhuyung-huyung dan bingung karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antaranya. 17 Maka aku mengambil piala itu dari tangan Tuhan, lalu meminumkan isinya kepada segala bangsa yang kepadanya Tuhan mengutus aku, 18 yakni kepada Yerusalem dan kota-kota Yehuda, beserta raja-rajanya dan pemuka-pemukanya, untuk membuat semuanya itu menjadi reruntuhan, ketandusan dan sasaran suitan dan kutuk seperti halnya pada hari ini; 19 kepada Firaun, raja Mesir, beserta pegawai-pegawainya, dan pemuka-pemukanya, dan segenap rakyatnya, 20 juga kepada semua orang campuran dari berbagai-bagai bangsa; kepada semua raja negeri Us; kepada semua raja negeri Filistin, yakni Askelon, Gaza, Ekron dan orang-orang yang masih tinggal hidup di Asdod; 21 kepada Edom, Moab dan bani Amon; 22 kepada semua raja Tirus, semua raja Sidon dan kepada raja-raja tanah pesisir di seberang laut; 23 kepada Dedan, Tema, Bus dan kepada orang-orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling; 24 kepada semua raja Arab yang tinggal di padang gurun; 25 kepada semua raja Zimri, kepada semua raja Elam dan kepada semua raja Madai; 26 kepada semua raja dari utara, yang dekat dan yang jauh, satu demi satu, dan kepada semua kerajaan dunia yang ada di atas muka bumi; juga raja Sesakh akan meminumnya sesudah mereka.

27 Kemudian haruslah kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel: Minumlah sampai mabuk dan muntah-muntah! Rebahlah dan jangan bangun lagi, oleh karena pedang yang hendak Kukirimkan ke antara kamu! 28 Tetapi apabila mereka enggan menerima piala itu dari tanganmu untuk meminum isinya, maka haruslah kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan semesta alam: Kamu wajib meminumnya! 29 Sebab sesungguhnya di kota yang nama-Ku telah diserukan di atasnya Aku akan mulai mendatangkan malapetaka; masakan kamu ini akan bebas dari hukuman? kamu tidak akan bebas dari hukuman, sebab Aku ini mengerahkan pedang ke atas segenap penduduk bumi, demikianlah firman Tuhan semesta alam. 30 Dan engkau ini, nubuatkanlah segala firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka:

Tuhan akan menengking dari tempat tinggi
  dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya
   yang kudus;
Ia akan mengaum hebat terhadap tempat penggembalaan-Nya,
  suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah
   anggur, terhadap segenap penduduk bumi.
31 Deru perang akan sampai ke ujung bumi,
  sebab Tuhan mempunyai pengaduan terhadap bangsa-bangsa;
a akan beperkara dengan segala makhluk:
  Orang-orang fasik akan diserahkan-Nya kepada pedang,
  demikianlah firman Tuhan.
32 Beginilah firman Tuhan semesta alam:
Sesungguhnya, malapetaka akan menjalar
  dari bangsa ke bangsa,
suatu badai besar akan berkecamuk
  dari ujung-ujung bumi.

33 Maka pada hari itu akan bergelimpangan orang-orang yang mati terbunuh oleh Tuhan dari ujung bumi sampai ke ujung bumi. Mereka tidak akan diratapi, tidak akan dikumpulkan dan tidak akan dikuburkan; mereka akan menjadi pupuk di ladang.

34 Mengeluh dan berteriaklah, hai para gembala!
  Berguling-gulinglah dalam debu, hai pemimpin-pemimpin kawanan kambing domba!
Sebab sudah genap waktunya kamu akan disembelih,
  dan kamu akan rebah seperti domba jantan pilihan.
35 Maka bagi para gembala tidak akan ada lagi kelepasan,
  dan bagi para pemimpin kawanan kambing domba tidak akan ada lagi keluputan.
36 Dengar! para gembala berteriak,
  para pemimpin kawanan kambing domba mengeluh!
  Sebab Tuhan telah merusakkan padang gembalaan mereka,
37 dan sunyi sepilah padang rumput yang sentosa,
  oleh karena murka Tuhan yang menyala-nyala itu.
38 Seperti singa Ia meninggalkan semak belukar persembunyian-Nya,
  sebab negeri mereka sudah menjadi ketandusan,
oleh karena pedang yang dahsyat,
  oleh karena murka-Nya yang menyala-nyala.”

Yeremia mau dibunuh, karena menubuatkan kemusnahan Bait Suci

Nabi Uria dihukum mati

26Pada permulaan pemerintahan Yoyakim, anak Yosia raja Yehuda, datanglah firman ini dari Tuhan, bunyinya: 2 Beginilah firman Tuhan: “Berdirilah di pelataran rumah Tuhan dan katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda, yang datang untuk sujud di rumah Tuhan, segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun! 3 Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat, sehingga Aku menyesal akan malapetaka yang Kurancangkan itu terhadap mereka oleh karena perbuatan-perbuatan mereka yang jahat. 4 Jadi katakanlah kepada mereka: Beginilah firman Tuhan: Jika kamu tidak mau mendengarkan Aku, tidak mau mengikuti Taurat-Ku yang telah Kubentangkan di hadapanmu, 5 dan tidak mau mendengarkan perkataan hamba-hamba-Ku, para nabi, yang terus-menerus Kuutus kepadamu, – tetapi kamu tidak mau mendengarkan – 6 maka Aku akan membuat rumah ini sama seperti Silo, dan kota ini menjadi kutuk bagi segala bangsa di bumi.”

7 Para imam, para nabi dan seluruh rakyat mendengar Yeremia mengucapkan perkataan-perkataan itu dalam rumah Tuhan. 8 Lalu sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan Tuhan untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: “Engkau harus mati! 9 Mengapa engkau bernubuat demi nama Tuhan dengan berkata: Rumah ini akan sama seperti Silo, dan kota ini akan menjadi reruntuhan, sehingga tidak ada lagi penduduknya?” Dan seluruh rakyat berkumpul mengerumuni Yeremia di rumah Tuhan. 10 Ketika para pemuka Yehuda mendengar tentang hal ini, pergilah mereka dari istana raja ke rumah Tuhan, lalu duduk di pintu gerbang baru di rumah Tuhan. 11 Kemudian berkatalah para imam dan para nabi itu kepada para pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “Orang ini patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah bernubuat tentang kota ini, seperti yang kamu dengar dengan telingamu sendiri.”

12 Tetapi Yeremia berkata kepada segala pemuka dan kepada seluruh rakyat itu, katanya: “Tuhanlah yang telah mengutus aku supaya bernubuat tentang rumah dan kota ini untuk menyampaikan segala perkataan yang telah kamu dengar itu. 13 Oleh sebab itu, perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara Tuhan, Allahmu, sehingga Tuhan menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu. 14 Tetapi aku ini, sesungguhnya, aku ada di tanganmu, perbuatlah kepadaku apa yang baik dan benar di matamu. 15 Hanya ketahuilah sungguh-sungguh, bahwa jika kamu membunuh aku, maka kamu mendatangkan darah orang yang tak bersalah atas kamu dan atas kota ini dan penduduknya, sebab Tuhan benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu.”

16 Lalu berkatalah para pemuka dan seluruh rakyat itu kepada imam-imam dan nabi-nabi itu: “Orang ini tidak patut mendapat hukuman mati, sebab ia telah berbicara kepada kita demi nama Tuhan, Allah kita.” 17 Memang beberapa orang dari para tua-tua negeri itu tampil juga ke depan dan berkata kepada kumpulan rakyat itu, katanya: 18 “Mikha, orang Moresyet itu, telah bernubuat di zaman Hizkia, raja Yehuda. Dia telah berkata kepada segenap bangsa Yehuda: Beginilah firman Tuhan semesta alam:

Sion akan dibajak seperti ladang
  dan Yerusalem akan menjadi timbunan puing
  dan gunung Bait Suci akan menjadi bukit yang berhutan.

19 Apakah Hizkia, raja Yehuda, beserta segenap Yehuda membunuh dia? Tidakkah ia takut akan Tuhan, sehingga ia memohon belas kasihan Tuhan, agar Tuhan menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas mereka? Dan kita, maukah kita mendatangkan malapetaka yang begitu besar atas diri kita sendiri?”

20 Ada juga seorang lain yang bernubuat demi nama Tuhan, yaitu Uria bin Semaya, dari Kiryat-Yearim. Dia bernubuat tentang kota dan negeri ini tepat seperti yang dikatakan Yeremia. 21 Ketika raja Yoyakim, bersama-sama dengan segenap perwiranya dan semua pemuka, mendengar perkataan orang itu, maka raja pun mencari ikhtiar untuk membunuhnya. Mendengar hal itu maka takutlah Uria, lalu melarikan diri dan tiba di Mesir. 22 Kemudian raja Yoyakim menyuruh orang ke Mesir, yaitu Elnatan bin Akhbor beserta beberapa orang. 23 Mereka mengambil Uria dari Mesir dan membawanya kepada raja Yoyakim. Raja menyuruh membunuh dia dengan pedang dan melemparkan mayatnya ke kuburan rakyat biasa. 24 Tetapi Yeremia dilindungi oleh Ahikam bin Safan, sehingga ia tidak diserahkan ke dalam tangan rakyat untuk dibunuh.

Komentar

Berbicara beda

Umat tidak selalu ingin mendengar pandangan Allah. Butuh keberanian untuk memberitakan firman Allah kepada masyarakat yang memiliki pandangan yang berbeda dari pandangan Allah.

Pelayanan Yeremia membutuhkan keberanian yang hebat. Dia harus berani beda dari para nabi sekelilingnya. Mereka semua menubuatkan kedamaian, tetapi Yeremia tahu bahwa pembuangan akan datang. Dia memperingatkan umat akan datangnya bencana.

Allah berkata padanya, ‘katakanlah kepada penduduk segala kota Yehuda... segala firman yang Kuperintahkan untuk kaukatakan kepada mereka. Janganlah kaukurangi sepatah kata pun! Mungkin mereka mau mendengarkan dan masing-masing mau berbalik dari tingkah langkahnya yang jahat...’ (26:2-3).

Namun, ‘sesudah Yeremia selesai mengatakan segala apa yang diperintahkan TUHAN untuk dikatakan kepada seluruh rakyat itu, maka para imam, para nabi dan seluruh rakyat itu menangkap dia serta berkata: ‘”Engkau harus mati!”’ (Ay.8).

Respon Yeremia sangat berani. Katanya, ‘perbaikilah tingkah langkahmu dan perbuatanmu, dan dengarkanlah suara TUHAN, Allahmu, sehingga TUHAN menyesal akan malapetaka yang diancamkan-Nya atas kamu... jika kamu membunuh aku... orang yang tak bersalah... TUHAN benar-benar mengutus aku kepadamu untuk menyampaikan segala perkataan ini kepadamu’ (Ay.13-15).

Kenyataannya, seperti Youcef Nadarkhani, Yeremia luput dari hukuman mati, orang yang mau membayar harga untuk tetap percaya pada Allah. Kita mungkin tidak mengalami tekanan yang sama, tetapi dunia seringkali membenci kita karena kita berbeda. Jangan kaget atau gundah gulana dengan penentangan semacam itu. Seperti yang Yesus katakan kepada para murid, ‘Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia’ (Yoh 16:33).

Doa

TUHAN, terimakasih atas teladan Pastor Nadarkhani, Yeremia, Paulus, dan Yesus sendiri, yang berani menjadi beda dari sekeliling mereka, bahkan sampai hukuman mati. Berikan aku keberanian untuk berani beda dan memberitakan firman-Mu.

Pippa menambahkan

1 Tesalonika 5:10

‘[Yesus Kristus] yang sudah mati untuk kita, supaya entah kita berjaga-jaga, entah kita tidur, kita hidup bersama-sama dengan Dia.’

Firman yang menghibur bahwa kita tak pernah berhenti hidup dengan Yesus. Ada keberlanjutan antara hidup ini dan hidup setelahnya. Hidup di dunia akan berakhir, tetapi hidup bersama Kristus akan tetap untuk selamanya.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

The Guardian, ‘Iran: live free – and die’, 29 September 2011, [last accessed August 2016].

Tim Marshall, Sky News foreign affairs editor, news.sky.com, 13:57pm, Thursday 29 September 2011, [last accessed August 2016]

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.