Hari 290

Keputusan Terbesar dalam Hidupku

Kebijaksanaan Mazmur 119:41–48
Perjanjian Baru 1 Timotius 1:1–20
Perjanjian Lama Yeremia 32:26–34:22

pengantar

Di awal Februari 1974, saya menghadapi keputusan terbesar dalam hidup saya. Saya diyakinkan dengan membaca Perjanjian Baru bahwa Yesus benar-benar Anak Allah. Tetapi saya tidak ingin menjadi Kristen karena saya takut saya akan kehilangan kebebasan saya. Hal-hal terakhir yang saya kaitkan dengan iman adalah kasih dan kebebasan. Saya dulu mengaitkan iman dengan kehilangan kebebasan saya. Saya berpikir bahwa Allah tidak ingin saya berhenti melakukan hal-hal yang saya senangi.

Faktanya, saya telah menemukan dalam 40 tahun terakhir bahwa iman sejati menuntun pada kebebasan dan kasih. Kasih, iman, dan kebebasan terjalin.

Kebijaksanaan

Mazmur 119:41–48

41 Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya Tuhan,
  keselamatan dari pada-Mu itu sesuai dengan janji-Mu,
42 supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku,
  sebab aku percaya kepada firman-Mu.
43 Janganlah sekali-kali mencabut firman kebenaran dari mulutku,
  sebab aku berharap kepada hukum-hukum-Mu.
44 Aku hendak berpegang pada Taurat-Mu senantiasa,
  untuk seterusnya dan selamanya.
45 Aku hendak hidup dalam kelegaan,
  sebab aku mencari titah-titah-Mu.
46 Aku hendak berbicara tentang peringatan-peringatan-Mu di hadapan raja-raja,
  dan aku tidak akan mendapat malu.
47 Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu
  yang kucintai itu.
48 Aku menaikkan tanganku kepada perintah-perintah-Mu yang kucintai,
  dan aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu.

Komentar

Percaya pada Firman Allah

‘Kiranya kasih setia-Mu mendatangi aku, ya TUHAN’ (Ay.41a), pemazmur berseru ketika mengawali bagian Mazmur pasal 119. Diakhiri dengan respon kasih: ‘Aku hendak bergemar dalam perintah-perintah-Mu yang kucintai itu... aku hendak merenungkan ketetapan-ketetapan-Mu’ (Ay.47-48).

Di antaranya, dia membicarakan imannya dalam firman Allah yang menyatakan, ‘supaya aku dapat memberi jawab kepada orang yang mencela aku, sebab aku percaya kepada firman-Mu’ (Ay.42). Percaya dan iman hampir sama.

Orang beriman dicela saat ini seperti yang sudah-sudah. Tetapi, apapun yang terjadi, tetaplah percaya pada firman Allah. Kepercayaan ini memampukan Anda untuk merespon celaan tersebut dengan keyakinan.

Mintalah pada Allah untuk mengungkapkan lebih banyak kasih setia-Nya (Ay.41). Meresponlah dalam kasih (Ay.47-48), keyakinan, harapan dan ketaatan (Ay.42-44). Carilah jalan Allah melalui Alkitab, dan Anda akan menemukan kebebasan sejati dan dapat berkata, ‘Aku hendak hidup dalam kelegaan, sebab aku mencari titah-titah-Mu’ (Ay.45).

Doa

TUHAN, saat ini biarlah aku mengalami kasih-Mu dan merespon dengan kasih kepada mereka yang kutemui. Dengan keyakinanku pada-Mu dan firman-Mu, biarlah aku berjalan dalam kebebasan.

Perjanjian Baru

1 Timotius 1:1–20

Salam 1Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita, 2 kepada Timotius, anakku yang sah di dalam iman: kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau.

Mengenai ajaran sesat

3 Ketika aku hendak meneruskan perjalananku ke wilayah Makedonia, aku telah mendesak engkau supaya engkau tinggal di Efesus dan menasihatkan orang-orang tertentu, agar mereka jangan mengajarkan ajaran lain 4 ataupun sibuk dengan dongeng dan silsilah yang tiada putus-putusnya, yang hanya menghasilkan persoalan belaka, dan bukan tertib hidup keselamatan yang diberikan Allah dalam iman. 5 Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas. 6 Tetapi ada orang yang tidak sampai pada tujuan itu dan yang sesat dalam omongan yang sia-sia. 7 Mereka itu hendak menjadi pengajar hukum Taurat tanpa mengerti perkataan mereka sendiri dan pokok-pokok yang secara mutlak mereka kemukakan. 8 Kita tahu bahwa hukum Taurat itu baik kalau tepat digunakan, 9 yakni dengan keinsafan bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka dan orang lalim, bagi orang fasik dan orang berdosa, bagi orang duniawi dan yang tak beragama, bagi pembunuh bapa dan pembunuh ibu, bagi pembunuh pada umumnya, 10 bagi orang cabul dan pemburit, bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat 11 yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku.

Ucapan syukur atas kasih karunia Allah

12 Aku bersyukur kepada Dia, yang menguatkan aku, yaitu Kristus Yesus, Tuhan kita, karena Ia menganggap aku setia dan mempercayakan pelayanan ini kepadaku – 13 aku yang tadinya seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas, tetapi aku telah dikasihani-Nya, karena semuanya itu telah kulakukan tanpa pengetahuan yaitu di luar iman. 14 Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus. 15 Perkataan ini benar dan patut diterima sepenuhnya: “Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,” dan di antara mereka akulah yang paling berdosa. 16 Tetapi justru karena itu aku dikasihani, agar dalam diriku ini, sebagai orang yang paling berdosa, Yesus Kristus menunjukkan seluruh kesabaran-Nya. Dengan demikian aku menjadi contoh bagi mereka yang kemudian percaya kepada-Nya dan mendapat hidup yang kekal. 17 Hormat dan kemuliaan sampai selama-lamanya bagi Raja segala zaman, Allah yang kekal, yang tak nampak, yang esa! Amin.

Tugas Timotius

18 Tugas ini kuberikan kepadamu, Timotius anakku, sesuai dengan apa yang telah dinubuatkan tentang dirimu, supaya dikuatkan oleh nubuat itu engkau memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni. 19 Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka, 20 di antaranya Himeneus dan Aleksander, yang telah kuserahkan kepada Iblis, supaya jera mereka menghujat.

Komentar

Berpegang pada iman yang tulus ikhlas

Rasul Paulus bertanggung jawab karena membawa Timotius beriman dalam Yesus, dengan cara menjadi bapak rohani Timotius. Seperti ayah yang baik, Paulus peduli dengan Timotius dan ingin menjadi yang terbaik baginya. Dia menggambarkan Timotius, orang yang surat ini tujukan, sebagai ‘anak yang sah di dalam iman’ (Ay.2).

Timotius juga menjadi pemimpin, pendeta dan guru. Paulus memberinya instruksi kepemimpinan dan bagaimana menangani masalah dalam jemaat. Ini ada keterkaitannya dengan kita semua saat ini.

Karya Allah bekerja oleh iman (Ay.4): ‘Tujuan nasihat itu ialah kasih yang timbul dari hati yang suci, dari hati nurani yang murni dan dari iman yang tulus ikhlas’ (Ay.5). Kasih dan iman harus selalu beriringan.

Paulus menuliskan beragam dosa yang harus dijauhi bagaimanapun juga (Ay.8-11). Di antaranya ada perbudakan (Ay.10). Perbudakan adalah kebalikan dari kebebasan dan memperdagangkan orang adalah suatu kejijikan.

Paulus memberikan kesaksiannya sendiri di mana iman, kasih dan kekebasan terjalin. Dia dulunya adalah ‘seorang penghujat dan seorang penganiaya dan seorang ganas’ (Ay.13). Dia menggambarkan diri sebagai ‘orang yang paling berdosa’ (Ay.16).

Dan adalah hal yang menggembirakan ketika menyaksikan rangkaian perjalanan di mana rasul Paulus menggambarkan dirinya:

  • Pada awal mulanya, dia menggambarkan diri sebagai ‘yang paling hina dari semua rasul, bahkan tidak layak disebut rasul’ (1 Korintus 15:9).
  • Lalu, dia berkata, ‘Kepadaku, yang paling hina di antara segala orang kudus’ (Efesus 3:8).
  • Kini, dia menggambarkan diri sebagai ‘orang yang paling berdosa’ (1 Timotius 1:16).

Tampaknya, semakin dia bertumbuh dalam hubungannya dengan TUHAN dan makin dekat ia datang kepada terang Kristus, makin dia melihat ketidaklayakan dirinya. Saya rasa ini seringkali benar ketika kita menjalani hidup sebagai Kristen, pendirian akan dosa kita meningkat dan apresiasi atas pengampunan, kasih dan belas kasihan Allah bertumbuh.

Rasa bersalah yang sebenarnya adalah perasaan yang sehat, yang diikuti oleh pertobatan dan pengampunan. P.T. Forsyth pernah berkata, ‘Jemaat kita penuh dengan orang-orang terbaik, yang tidak pernah kenal rasa putus asa akan rasa bersalah atau keajaiban pengampunan.’

Yesus Kristus membebaskan kita: ‘Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa,’ dan di antara mereka akulah yang paling berdosa’ (1 Timotius 1:15). Keselamatan berarti kebebasan; sebagai hasil dari kasih karunia. Jangan berkutat di masa lalu Anda, melainkan rayakanlah kebebasan masa sekarang Anda dan kasih karunia yang mewujudkannya: ‘Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus’ (Ay.14).

Kasih Kristen mengalir dari kasih Allah untuk Anda, yang dicurahkan ke dalam hati Anda oleh Roh Kudus (Roma 5:5). Namun jauh lebih besar dibandingkan perasaan. Kasih Kristen bukanlah korban perasaan Anda tetapi hamba dari kehendak Anda.

Paulus menjadi teladan bagi mereka yang percaya dalam Yesus Kristus dan menerima hidup kekal (1 Timotius 1:16). Percaya pada-Nya adalah tindakan iman.

Tindakan awal iman perlu diikuti dengan hidup dalam iman. Jadi, Paulus mendesak Timotius untuk ‘memperjuangkan perjuangan yang baik dengan iman dan hati nurani yang murni’ (Ay.18). Dia memperingatkan mereka yang ‘kandas imannya’ (Ay.19). Nasihat ini adalah pengingat akan pentingnya supaya kita semua berjuang dan melatih iman.

Doa

TUHAN, terimakasih meski Paulus dulunya adalah ‘pendosa yang terburuk’, Engkau membebaskan dia untuk hidup dengan kasih. Terimakasih karena Engkau juga melakukannya untukku dan untuk semua orang yang beriman dalam Yesus.

Perjanjian Lama

Yeremia 32:26–34:22

26 Firman Tuhan datang kepada Yeremia, bunyinya: 27 “Sesungguhnya, Akulah Tuhan, Allah segala makhluk; adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku? 28 Sebab itu beginilah firman Tuhan: Sesungguhnya, Aku berikan kota ini ke dalam tangan orang-orang Kasdim dan ke dalam tangan Nebukadnezar, raja Babel, dan ia akan merebutnya. 29 Orang-orang Kasdim yang memerangi kota ini akan datang membakarnya dan menghanguskannya serta dengan rumah-rumah yang di atas sotohnya orang membakar korban kepada Baal dan mempersembahkan korban curahan kepada allah lain untuk menimbulkan sakit hati-Ku. 30 Sebab orang Israel dan orang Yehuda hanyalah melakukan yang jahat di mata-Ku sejak masa mudanya; sungguh, orang Israel hanya menimbulkan sakit hati-Ku dengan perbuatan tangan mereka, demikianlah firman Tuhan. 31 Ya, kota ini telah membangkitkan murka dan kehangatan amarah-Ku mulai dari hari didirikannya sampai hari ini, sehingga Aku harus menyingkirkannya dari hadapan-Ku, 32 karena segala kejahatan yang dilakukan oleh orang Israel dan orang Yehuda untuk menimbulkan sakit hati-Ku, oleh mereka sendiri, raja-raja mereka, pemuka-pemuka mereka, imam-imam mereka, nabi-nabi mereka, orang Yehuda dan penduduk Yerusalem. 33 Mereka membelakangi Aku dan tidak menghadap kepada-Ku, dan sekalipun Aku mengajar mereka, terus-menerus, tiada mereka mau mendengarkan atau menerima penghajaran. 34 Mereka menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang di atasnya nama-Ku diserukan, untuk menajiskannya. 35 Mereka mendirikan bukit-bukit pengorbanan untuk Baal di Lembah Ben-Hinom, untuk mempersembahkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan mereka kepada Molokh sebagai korban dalam api, sekalipun Aku tidak pernah memerintahkannya kepada mereka dan sekalipun hal itu tidak pernah timbul dalam hati-Ku, yakni hal melakukan kejijikan ini, sehingga Yehuda tergelincir ke dalam dosa.

36 Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan, Allah Israel, mengenai kota ini, yang engkau katakan telah diserahkan ke dalam tangan raja Babel karena pedang, kelaparan dan penyakit sampar: 37 Sesungguhnya, Aku mengumpulkan mereka dari segala negeri, ke mana Aku mencerai-beraikan mereka karena murka-Ku, kehangatan amarah-Ku dan gusar-Ku yang besar, dan Aku akan mengembalikan mereka ke tempat ini dan akan membuat mereka diam dengan tenteram. 38 Maka mereka akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allah mereka. 39 Aku akan memberi mereka satu hati dan satu tingkah langkah, sehingga mereka takut kepada-Ku sepanjang masa untuk kebaikan mereka dan anak-anak mereka yang datang kemudian. 40 Aku akan mengikat perjanjian kekal dengan mereka, bahwa Aku tidak akan membelakangi mereka, melainkan akan berbuat baik kepada mereka; Aku akan menaruh takut kepada-Ku ke dalam hati mereka, supaya mereka jangan menjauh dari pada-Ku. 41 Aku akan bergirang karena mereka untuk berbuat baik kepada mereka dan Aku akan membuat mereka tumbuh di negeri ini dengan kesetiaan, dengan segenap hati-Ku dan dengan segenap jiwa-Ku.

42 Sebab beginilah firman Tuhan: Seperti Aku mendatangkan kepada bangsa ini segenap malapetaka yang hebat ini, demikianlah Aku mendatangkan ke atas mereka keberuntungan yang Kujanjikan kepada mereka. 43 Orang akan membeli ladang lagi di negeri ini yang kamu katakan: Itu adalah tempat tandus tanpa manusia dan hewan; itu telah diserahkan ke dalam tangan orang-orang Kasdim! 44 Orang akan membeli ladang-ladang dengan perak, menulis surat pembelian, memeteraikannya dan memanggil saksi-saksi di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem, di kota-kota Yehuda, di kota-kota Pegunungan, di kota-kota Daerah Bukit dan di kota-kota Tanah Negeb. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka, demikianlah firman Tuhan.”

Janji pemulihan keadilan Yerusalem dan Yehuda

33Datanglah firman Tuhan untuk kedua kalinya kepada Yeremia, ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan itu, bunyinya: 2 “Beginilah firman Tuhan, yang telah menjadikan bumi dengan membentuknya dan menegakkannya – Tuhan ialah nama-Nya –: 3 Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui. 4 Sebab beginilah firman Tuhan, Allah Israel, mengenai rumah-rumah di kota ini dan mengenai gedung-gedung istana raja Yehuda yang dirobohkan untuk dipakai terhadap tembok-tembok pengepungan dan pedang: 5 Orang akan masuk pertempuran melawan orang-orang Kasdim dan kota ini akan penuh dengan bangkai-bangkai manusia yang telah Kupukul mati karena murka-Ku dan kehangatan amarah-Ku, sebab Aku telah menyembunyikan wajah-Ku dari kota ini oleh karena segala kejahatan mereka. 6 Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan kepada mereka kesehatan dan kesembuhan, dan Aku akan menyembuhkan mereka dan akan menyingkapkan kepada mereka kesejahteraan dan keamanan yang berlimpah-limpah. 7 Aku akan memulihkan keadaan Yehuda dan Israel dan akan membangun mereka seperti dahulu: 8 Aku akan mentahirkan mereka dari segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa terhadap Aku, dan Aku akan mengampuni segala kesalahan yang mereka lakukan dengan berdosa dan dengan memberontak terhadap Aku. 9 Dan kota ini akan menjadi pokok kegirangan: ternama, terpuji dan terhormat bagi-Ku di depan segala bangsa di bumi yang telah mendengar tentang segala kebajikan yang Kulakukan kepadanya; mereka akan terkejut dan gemetar karena segala kebajikan dan segala kesejahteraan yang Kulakukan kepadanya.

10 Beginilah firman Tuhan: Di tempat ini, yang kamu katakan telah menjadi reruntuhan tanpa manusia dan tanpa hewan, di kota-kota Yehuda dan di jalan-jalan Yerusalem yang sunyi sepi itu tanpa manusia, tanpa penduduk dan tanpa hewan, 11 akan terdengar lagi suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, suara orang-orang yang mengatakan:

Bersyukurlah kepada Tuhan semesta alam,
  sebab Tuhan itu baik,
  bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!,

sambil mempersembahkan korban syukur di rumah Tuhan. Sebab Aku akan memulihkan keadaan negeri ini seperti dahulu, firman Tuhan.

12 Beginilah firman Tuhan semesta alam: Di daerah ini, yang sudah menjadi reruntuhan, tanpa manusia dan tanpa hewan, dan di segala kotanya akan ada lagi padang rumput bagi gembala-gembala yang membaringkan kambing domba di situ. 13 Di kota-kota Pegunungan, di kota-kota Daerah Bukit, di kota-kota Tanah Negeb, di daerah Benyamin, di sekitar Yerusalem dan di kota-kota Yehuda, kambing domba akan lewat lagi dari bawah tangan orang yang menghitungnya, demikianlah firman Tuhan.”

Perjanjian dengan keturunan Daud dan keturunan Lewi

14 “Sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman Tuhan, bahwa Aku akan menepati janji yang telah Kukatakan kepada kaum Israel dan kaum Yehuda. 15 Pada waktu itu dan pada masa itu Aku akan menumbuhkan Tunas keadilan bagi Daud. Ia akan melaksanakan keadilan dan kebenaran di negeri. 16 Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: Tuhan keadilan kita!

17 Sebab beginilah firman Tuhan: Keturunan Daud tidak akan terputus duduk di atas takhta kerajaan kaum Israel! 18 Dan keturunan imam-imam orang Lewi tidak akan terputus mempersembahkan korban bakaran di hadapan-Ku dan membakar korban sajian dan mengorbankan korban sembelihan sepanjang masa.”

19 Firman Tuhan datang kepada Yeremia, bunyinya: 20 “Beginilah firman Tuhan: Jika kamu dapat mengingkari perjanjian-Ku dengan siang dan perjanjian-Ku dengan malam, sehingga siang dan malam tidak datang lagi pada waktunya, 21 maka juga perjanjian-Ku dengan hamba-Ku Daud dapat diingkari, sehingga ia tidak mempunyai anak lagi yang memerintah di atas takhtanya; begitu juga perjanjian-Ku dengan orang-orang Lewi, yakni imam-imam yang menjadi pelayan-Ku. 22 Seperti tentara langit tidak terbilang dan seperti pasir laut tidak tertakar, demikianlah Aku akan membuat banyak keturunan hamba-Ku Daud dan orang-orang Lewi yang melayani Aku.”

23 Firman Tuhan datang kepada Yeremia, bunyinya: 24 “Tidakkah kauperhatikan apa yang dikatakan orang-orang ini: Kedua kaum keluarga yang dipilih Tuhan itu telah ditolak-Nya? Dengan demikian mereka menghina umat-Ku, dianggapnya bukan suatu bangsa lagi. 25 Beginilah firman Tuhan: Jika Aku tidak menetapkan perjanjian-Ku dengan siang dan malam dan aturan langit dan bumi, 26 maka juga Aku pasti akan menolak keturunan Yakub dan hamba-Ku Daud, sehingga berhenti mengangkat dari keturunannya orang-orang yang memerintah atas keturunan Abraham, Ishak dan Yakub. Sebab Aku akan memulihkan keadaan mereka dan menyayangi mereka.”

Yeremia memberitahukan nasib terakhir raja Zedekia

34Firman yang datang dari Tuhan kepada Yeremia, ketika Nebukadnezar, raja Babel, dan segala tentaranya, segala kerajaan di bumi yang dibawah pemerintahannya, dan segala bangsa berperang melawan Yerusalem dan segala kotanya: 2 “Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Pergilah berbicara kepada Zedekia, raja Yehuda, katakan kepadanya: Beginilah firman Tuhan: Sesungguhnya, Aku menyerahkan kota ini ke dalam tangan raja Babel, supaya dihanguskannya dengan api. 3 Dan engkau sendiri tidak akan luput dari tangannya, melainkan akan pasti tertangkap dan diserahkan ke dalam tangannya; engkau akan melihat raja Babel mata berhadapan mata dan ia akan berbicara dengan engkau mulut berhadapan mulut. Kemudian engkau akan pergi ke Babel. 4 Namun demikian, dengarlah firman Tuhan, hai Zedekia, raja Yehuda, beginilah firman Tuhan mengenai engkau: engkau tidak akan mati oleh pedang! 5 Engkau akan mati dengan damai. Dan sebagaimana dinyalakan api untuk menghormati bapa-bapa leluhurmu, raja-raja dahulu, yang hidup sebelum engkau, demikianlah orang akan menyalakan api untuk menghormati engkau, dan akan meratapi engkau dengan berkata: Aduhai, tuan! Sungguh, Akulah yang mengucapkan firman ini, demikianlah firman Tuhan.”

6 Nabi Yeremia menyampaikan segala perkataan ini kepada Zedekia, raja Yehuda, di Yerusalem, 7 ketika tentara raja Babel berperang melawan Yerusalem dan segala kota Yehuda yang masih tinggal, yaitu Lakhis dan Aseka, sebab kota-kota itulah yang masih tinggal di antara kota-kota Yehuda sebagai kota-kota yang berkubu.

Janji kepada budak-budak Ibrani tidak ditepati

8 Firman yang datang dari Tuhan kepada Yeremia, sesudah raja Zedekia mengikat perjanjian dengan segenap rakyat yang ada di Yerusalem untuk memaklumkan pembebasan, 9 supaya setiap orang melepaskan budaknya bangsa Ibrani, baik laki-laki maupun perempuan, sebagai orang merdeka, sehingga tidak ada seorang pun lagi yang memperbudak seorang Yehuda, saudaranya. 10 Maka semua pemuka dan segenap rakyat yang ikut serta dalam perjanjian itu menyetujui, bahwa setiap orang akan melepaskan budaknya laki-laki dan budaknya perempuan sebagai orang merdeka, sehingga tidak ada lagi yang memperbudak mereka. Orang-orang itu menyetujuinya, lalu melepaskan mereka. 11 Tetapi sesudah itu mereka berbalik pikiran, lalu mengambil kembali budak-budak lelaki dan perempuan yang telah mereka lepaskan sebagai orang merdeka itu dan menundukkan mereka menjadi budak laki-laki dan budak perempuan lagi.

12 Lalu datanglah firman Tuhan kepada Yeremia, bunyinya: 13 “Beginilah firman Tuhan, Allah Israel: Aku sendiri telah mengikat perjanjian dengan nenek moyangmu pada waktu Aku membawa mereka keluar dari tanah Mesir, dari tempat perbudakan, isinya: 14 Pada akhir tujuh tahun haruslah kamu masing-masing melepaskan saudaranya bangsa Ibrani yang sudah menjual dirinya kepadamu; ia akan bekerja padamu enam tahun lamanya, kemudian haruslah engkau melepaskan dia sebagai orang merdeka. Tetapi nenek moyangmu tidak mendengarkan Aku dan tidak memperhatikan Aku. 15 Hari ini kamu telah bertobat dan melakukan apa yang benar di mata-Ku karena setiap orang memaklumkan pembebasan kepada saudaranya, dan kamu telah mengikat perjanjian di hadapan-Ku di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan. 16 Tetapi kamu telah berbalik pikiran dan telah menajiskan nama-Ku; kamu masing-masing telah mengambil kembali budaknya laki-laki dan budaknya perempuan, yang telah kamu lepaskan sebagai orang merdeka menurut keinginannya, dan telah menundukkan mereka, supaya mereka menjadi budakmu laki-laki dan budakmu perempuan lagi. 17 Sebab itu beginilah firman Tuhan: Kamu ini tidak mendengarkan Aku agar setiap orang memaklumkan pembebasan kepada sesamanya dan kepada saudaranya, maka sesungguhnya, Aku memaklumkan bagimu pembebasan, demikianlah firman Tuhan, untuk diserahkan kepada pedang, penyakit sampar dan kelaparan. Aku akan membuat kamu menjadi kengerian bagi segala kerajaan di bumi. 18 Dan Aku akan menyerahkan orang-orang, yang melanggar perjanjian-Ku dan yang tidak menepati isi perjanjian yang mereka ikat di hadapan-Ku, dengan memotong anak lembu jantan menjadi dua untuk berjalan di antara belahan-belahannya; 19 pemuka-pemuka Yehuda, pemuka-pemuka Yerusalem, pegawai-pegawai istana, imam-imam dan segenap rakyat negeri yang telah berjalan di antara belahan-belahan anak lembu jantan itu, 20 mereka akan Kuserahkan ke dalam tangan musuh mereka dan ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawa mereka, sehingga mayat mereka menjadi makanan burung-burung di udara dan binatang-binatang di bumi. 21 Juga Zedekia, raja Yehuda, beserta para pemukanya akan Kuserahkan ke dalam tangan musuh mereka dan ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawa mereka dan ke dalam tangan tentara raja Babel yang sekarang telah berangkat dari pada kamu. 22 Sesungguhnya, demikianlah firman Tuhan, Aku memberi perintah dan membawa mereka kembali ke kota ini untuk memeranginya, merebutnya dan menghanguskannya dengan api. Aku akan membuat kota-kota Yehuda menjadi ketandusan tanpa penduduk.”

Komentar

Beriman dalam Yesus

‘Apa pun yang paling Anda cintai, apakah itu olahraga, bisnis atau Allah, itulah tuhan Anda’ tulis Billy Graham. Godaan demi godaan dunia membelah hati kita. Tetapi Allah mencari mereka yang fokus. Allah sendiri bersuka dalam karya kebaikan-Nya pada kita dengan segenap hati dan jiwa-Nya (32:41). Tentunya apakah kita bisa membalas kasih-Nya dengan melayani-Nya dengan segenap hati dan jiwa, dengan fokus hati, dan tindakan?

Kasih Allah adalah kekal selamanya (33:11). Dia mengasihi Anda. Dia rindu Anda berjalan dalam hubungan karib dengan Dia. Dia sangat kecewa ketika umat-Nya ‘membelakangi Aku dan tidak menghadap kepada-Ku’ (32:33). Dia rindu akan saat ketika mereka berhubungan dengan-Nya dalam satu hati dan satu tingkah langkah (Ay.39).

Dalam kasih-Nya untuk Anda, Allah ingin berkomunikasi dengan Anda: ‘Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kauketahui’ (33:3). Dia ingin memberikan Anda kesehatan dan kesembuhan (Ay.6a). Dia ingin Anda menikmati kedamaian dan keamanan (Ay.6b). Dia ingin membersihkan Anda dari segala dosa yang telah Anda perbuat dan mengampuni Anda sepenuhnya (Ay.8).

Dia ingin Anda menikmati kebebasan dari ikatan belenggu (Ay.7). Dia ingin memberi Anda sukacita dan kegirangan (Ay.11). Ini semua akan memasyhurkan, menyukakan, memuji dan menghormati Allah (Ay.9). Dan ini akan menuntun pada ucapan syukur: ‘Bersyukurlah kepada TUHAN semesta alam, sebab TUHAN itu baik, bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!’ (Ay.11).

Allah ingin umat-Nya terbebas. Yeremia ditahan (Ay.1), yang berkebalikan terhadap tujuan Allah untuk umat-Nya. Allah ingin membebaskan umat-Nya dari belenggu pembuangan yang mereka akan tuju. Dalam istilah Perjanjian Baru, pemulihan dan penebusan dari pembuangan ini, tergenapi melalui iman dalam Yesus dan kebebasan yang Dia adakan dari belenggu dosa.

Allah peduli akan belenggu fisik. Itulah kenapa perbudakan sangat jahat. Dalam Perjanjian Baru, kita dapat lihat beberapa petunjuk kebencian Allah terhadap perbudakan. Dia menyuruh Yeremia ‘untuk memaklumkan pembebasan’ (34:8). Awalnya, umat merespon dengan membebaskan para budak, tetapi setelahnya, mereka berubah pikiran dan memperbudak kembali (Ay.10-11). Allah sangat benci akan perbuatan mereka.

TUHAN berkata, ‘Kamu ini tidak mendengarkan Aku agar setiap orang memaklumkan pembebasan kepada sesamanya dan kepada saudaranya, maka sesungguhnya, Aku memaklumkan bagimu pembebasan, demikianlah firman TUHAN, untuk diserahkan kepada pedang, penyakit sampar dan kelaparan’ (Ay.17). ‘Kebebasan’ ini adalah kebebasan palsu yang kita sering lihat di zaman sekarang. Kebebasan untuk berbuat dosa menuntun pada kebinasaan. Kebebasan yang Allah inginkan dalam hidup Anda menuntun Anda untuk hidup dalam iman dan kasih. Inilah kebebasan sejati.

Doa

TUHAN, terimakasih atas kebebasan yang Kau bawa dalam hidupku. Saat ini, aku menghadapkan wajah kepada-Mu. Aku ingin memanggil-Mu dan mendengar suara-Mu, untuk memahami hal-hal besar dan yang tersembunyi. Bantu aku untuk melayani-Mu dengan segenap hati dan tindakan, untuk bersyukur kepada-Mu atas semua kebaikan dan kasih-Mu, yang kekal selamanya.

Pippa menambahkan

Yeremia 32:27

Saat menghadapi persoalan besar dalam hidup, membaca kalimat ini terasa begitu menguatkan: ‘adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk-Ku?’

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

P. T. Forsyth, cited in David Pawson, A Commentary on Acts, (Anchor Recordings Lid, 2014) p.47.

Stephen Neill, The Supremacy of Jesus, (Word Publishing, 1984) pg. 47.

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.