Hari 292

Hidup Seorang Pemimpin

Kebijaksanaan Mazmur 119:57–64
Perjanjian Baru 1 Timotius 3:1–16
Perjanjian Lama Yeremia 38:1 – 40:6

pengantar

Mantan Perdana Menteri Inggris, David Cameron, pernah berkata, ‘Di masa-masa yang sulit ini, kepemimpinanlah yang dibutuhkan.’ Kepemimpinan yang baik penting di segala masa, tempat dan wilayah kehidupan. Tetapi, apakah kepemimpinan yang baik itu?

‘Kepemimpinan adalah gabungan dari strategi dan karakter. Jika ingin melepaskan salah satu, lepaskan strategi saja.’ Ini adalah perkataan Jenderal Norman Schwarzkopf, komandan pasukan koalisi saat Perang Teluk pada tahun 1991. Karakterlah yang penting. Satu-satunya yang bertahan pada akhirnya.

Kita membuat perbedaan dalam jemaat kita antara mereka yang memimpin dan mereka ‘yang berada dalam proses menuju kepemimpinan’. Kita menyambut semua orang tidak peduli gaya hidup mereka seperti apa. Semua orang disambut. Gereja bukan museum yang mempertunjukkan orang sempurna. Lebih kepada rumah sakit dalam pengertian ini, tempat keramah-tamahan dan pemulihan, tempat di mana orang yang terluka, tersakiti, yang hancur menemukan pemulihan, dan tempat di mana berkumpulnya orang-orang berdosa.

Di sisi yang lain, kita tidak menempatkan orang pada posisi pemimpin jika gaya hidup mereka berbeda dengan Perjanjian Baru. Kepemimpinan tidak hanya bersifat fungsional, tetapi juga termasuk tanggung jawab hidup sebagai teladan bagi sesamanya. Pemimpin adalah contoh bagi rakyat. Tentu tidak ada yang sempurna. Tak perlu menjadi sempurna untuk menjadi contoh. Namun, kita coba untuk memastikan gaya hidup dan karakter pemimpin kita selaras dengan Perjanjian Baru.

Kebijaksanaan

Mazmur 119:57–64

57 Bagianku ialah Tuhan, aku telah berjanji
  untuk berpegang pada firman-firman-Mu.
58 Aku memohon belas kasihan-Mu dengan segenap hati,
  kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.
59 Aku memikirkan jalan-jalan hidupku,
  dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu.
60 Aku bersegera dan tidak berlambat-lambat
  untuk berpegang pada perintah-perintah-Mu.
61 Tali-tali orang-orang fasik membelit aku,
  tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan.
62 Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu
  atas hukum-hukum-Mu yang adil.
63 Aku bersekutu dengan semua orang yang takut kepada-Mu,
  dan dengan orang-orang yang berpegang pada titah-titah-Mu.
64 Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan,
  ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Komentar

Pemimpin penyembahan

‘Ujian sesungguhnya saat ini’, seperti yang dikemukakan John Wimber put, ‘bukanlah menulis dan memproduksi musik penyembahan baru. Ujian sesungguhnya adalah kesalehan dan karakter.’

Pemazmur adalah pemimpin penyembahan yang hubungannya dekat dengan TUHAN: ‘Bagianku ialah TUHAN, aku telah berjanji untuk berpegang pada firman-firman-Mu’ (Ay.57).

Pemimpin penyembahan yang mencari wajah TUHAN dengan segenap hati ada dalam posisi untuk memimpin jemaah memuji Allah. Pemazmur sangat berhati-hati berpegang pada jalan Allah, ‘Aku memikirkan jalan-jalan hidupku, dan melangkahkan kakiku menuju peringatan-peringatan-Mu’ (Ay.59).

Bahkan dalam kesulitan, jangan lupakan hukum Allah: ‘Tali-tali orang-orang fasik membelit aku, tetapi Taurat-Mu tidak kulupakan’ (Ay.61).

Inspirasi terkadang datang di tengah malam: ‘Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu atas hukum-hukum-Mu yang adil’ (Ay.62). Penting sekali menjadi bagian dari jemaat yang giat menyembah Allah: ‘Aku bersekutu dengan semua orang yang takut kepada-Mu, dan dengan orang-orang yang berpegang pada titah-titah-Mu’ (Ay.63).

Di sinilah pemimpin penyembahan yang memiliki apresiasi akan kasih Allah: ‘Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya TUHAN’ (Ay.64). Kasih Allah bagi Anda berada tepat di jantung penyembahan.

Doa

TUHAN, aku mencari wajah-Mu saat ini dengan segenap hati. ‘Kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu’ (Ay.58).

Perjanjian Baru

1 Timotius 3:1–16

Syarat-syarat bagi penilik jemaat

3Benarlah perkataan ini: “Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah.” 2 Karena itu penilik jemaat haruslah seorang yang tak bercacat, suami dari satu isteri, dapat menahan diri, bijaksana, sopan, suka memberi tumpangan, cakap mengajar orang, 3 bukan peminum, bukan pemarah melainkan peramah, pendamai, bukan hamba uang, 4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah? 6 Janganlah ia seorang yang baru bertobat, agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis. 7 Hendaklah ia juga mempunyai nama baik di luar jemaat, agar jangan ia digugat orang dan jatuh ke dalam jerat Iblis.

Syarat-syarat bagi diaken

8 Demikian juga diaken-diaken haruslah orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, 9 melainkan orang yang memelihara rahasia iman dalam hati nurani yang suci. 10 Mereka juga harus diuji dahulu, baru ditetapkan dalam pelayanan itu setelah ternyata mereka tak bercacat. 11 Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal. 12 Diaken haruslah suami dari satu isteri dan mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik. 13 Karena mereka yang melayani dengan baik beroleh kedudukan yang baik sehingga dalam iman kepada Kristus Yesus mereka dapat bersaksi dengan leluasa.  

Jemaat Allah, dasar dan penopang kebenaran

14 Semuanya itu kutuliskan kepadamu, walaupun kuharap segera dapat mengunjungi engkau. 15 Jadi jika aku terlambat, sudahlah engkau tahu bagaimana orang harus hidup sebagai keluarga Allah, yakni jemaat dari Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. 16 Dan sesungguhnya agunglah rahasia ibadah kita:

“Dia, yang telah menyatakan diri-Nya dalam rupa manusia,
dibenarkan dalam Roh;
yang menampakkan diri-Nya kepada malaikat-malaikat,
diberitakan di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah;
yang dipercayai di dalam dunia,
diangkat dalam kemuliaan.”

Komentar

Pemimpin jemaat

Dalam satu pengertian, setiap orang Kristen adalah pemimpin. Jika kepemimpinan adalah perihal pengaruh, kita semua memiliki pengaruh di tempat kerja, di rumah, dan di masyarakat. Tetapi renungan ini secara spesifik adalah mengenai kepemimpinan dalam jemaat.

Jemaat harusnya menjadi seperti rumah. ‘Keluarga Allah’ (Ay.15). Memimpin jemaat seperti memimpin keluarga besar. Paulus bertanya bagaimana orang bisa memimpin jemaat jika mereka tidak bisa memimpin keluarga mereka sendiri (Ay.5).

Pemimpin yang baik harus sanggup menjalankan rumah tangga mereka sendiri (Ay.4,12) (kata bahasa Yunani yang sama yang dipakai sebagai rumah tangga Allah, yaitu jemaat). Mereka harus sanggup memandu dan memelihara keluarga mereka dengan hikmat, kasih, dan kesetiaan.

Menarik bahwa hampir semua sifat yang diperlukan untuk menjadi seorang penilik adalah sama seperti mereka yang dikuatkan dalam kesalehan bagi semua orang Kristen. Menteri Skotlandia, Robert Murray McCheyne, pernah berkata, ‘Kebutuhan terbesar rakyat saya adalah kekudusan pribadi saya sendiri.’

Daftar dari karakteristik penilik jemaat sangat panjang (Ay.2). Pemimpin harus ‘dihormati’. Mereka harus hidup dalam suatu cara sehingga orang tidak bisa menuduh mereka berbuat salah.

Jika mereka menikah, mereka perlu setia kepada pasangan pernikahan mereka. Kesetiaan dan rasa percaya adalah kunci kepemimpinan dan diawali dengan kesetiaan dalam pernikahan.

Mereka harus berpikiran sehat. Menjadi Kristen tidak berarti meninggalkan akal sehat. Justru sebaliknya. Pengambilan keputusan dari hari ke hari melibatkan kepemimpinan yang saleh, dan memiliki semangat dengan memakai akal sehat.

Kata ‘penilik’ terkadang diterjemahkan dengan ‘uskup’. Tak salah untuk menjadi uskup, ‘Orang yang menghendaki jabatan penilik jemaat menginginkan pekerjaan yang indah’ (Ay.1).

Menarik bahwa salah satu perbedaan antara uskup dan diaken adalah bahwa uskup tidak diperbolehkan berasal dari seorang yang baru bertobat (Ay.6). Namun, hal ini tidak berlaku kepada diaken. Terkadang orang mengkritisi penempatan orang yang baru beriman ke posisi kepemimpinan, seperti memimpin kelompok kecil di Alpha. Jawaban saya, adalah kita tidak menyuruh mereka menjadi uskup, melainkan hanya untuk melayani sebagai tuan rumah dalam kelompok kecil di Alpha.

Alasan Paulus kenapa penilik tidak boleh seorang yang baru bertobat, adalah ‘agar jangan ia menjadi sombong dan kena hukuman Iblis’ (Ay.6). Iblis jatuh karena sombong. Ada bahayanya jatuh ke dalam kesombongan rohani bagi semua pemimpin Kristen.

Ujian bagi diaken sangat mirip dengan penilik. Diaken secara harafiah berarti ‘hamba’. Sebenarnya, mereka dikhususkan untuk melayani (Kisah 6:1-7). Yesus telah menyediakan model kepemimpinan seorang hamba (Markus 10:35-45). Albert Einstein pernah berkata, ‘Hidup melayani sesama adalah hidup yang berarti.’ Jika pelayanan ada di bawah Anda, kepemimpinan ada di atas Anda.

Pemimpin-pemimpin hamba ini (dan pasangan pernikahan mereka) haruslah orang-orang dengan karakter yang terbukti kuat. Mereka haruslah ‘orang terhormat, jangan bercabang lidah, jangan penggemar anggur, jangan serakah, dapat dipercayai dalam segala hal, mengurus anak-anaknya dan keluarganya dengan baik’ (1 Timotius 3:8-12).

Yang terpenting, pemimpin haruslah orang-orang saleh. Faktanya, kualitas tunggal di daftar ini yang tidak secara langsung terkait dengan karakter kita adalah ‘cakap mengajar orang’ (Ay.2). Pemimpin jemaat haruslah orang Kristen dengan karakter baik yang mampu mengajar.

Mark Twain berkata, ‘Berbuat benar dan baik itu luar biasa. Mengajar apa yang benar itu lebih luar biasa, dan lebih mudah.’ Tugas kepemimpinan Kristen adalah menyelaraskan hidup dan karakter kita dengan pengajaran kita. Itulah tantangan bagi kita semua dan akan menjadi proses seumur hidup untuk menjadi seperti Yesus yang adalah model kesalehan (Ay.16).

Tentunya, sebelum siapa pun (uskup atau diaken) diangkat menjadi pemimpin, mereka perlu diuji terlebih dahulu baru ditetapkan’ (Ay.10). Iman yang tidak teruji tidak bisa dipercaya. Kita diuji oleh kesulitan, kekecewaan, dan masa-masa sukar. Semoga itu menjadikan kita dewasa, mengembangkan karakter kita, dan mempersiapkan kita untuk kepemimpinan.

Doa

TUHAN, bantu aku oleh Roh-Mu untuk hidup sesuai standar-Mu.

Perjanjian Lama

Yeremia 38:1 – 40:6

Yeremia dimasukkan ke dalam perigi; ia tertolong oleh Ebed-Melekh

38Tetapi Sefaca bin Matan, Gedalya bin Pasyhur, Yukhal bin Selemya dan Pasyhur bin Malkia mendengar perkataan yang tidak henti-henti diucapkan oleh Yeremia kepada segenap orang banyak itu: 2 “Beginilah firman Tuhan: Siapa yang tinggal di kota ini akan mati karena pedang, karena kelaparan dan karena penyakit sampar; tetapi siapa yang keluar dari sini mendapatkan orang Kasdim, ia akan tetap hidup; nyawanya akan menjadi jarahan baginya dan ia tetap hidup. 3 Beginilah firman Tuhan: Kota ini akan pasti diserahkan ke dalam tangan tentara raja Babel yang akan merebutnya.” 4 Maka berkatalah para pemuka itu kepada raja: “Baiklah orang ini dihukum mati! Sebab sebenarnya dengan mengatakan hal-hal seperti itu maka ia melemahkan semangat prajurit-prajurit yang masih tinggal di kota ini dan semangat segenap rakyat. Sungguh, orang ini tidak mengusahakan kesejahteraan untuk bangsa ini, melainkan kemalangan.” 5 Raja Zedekia menjawab: “Baiklah, ia ada dalam kuasamu! Sebab raja tidak dapat berbuat apa-apa menentang kamu!” 6 Maka mereka mengambil Yeremia dan memasukkannya ke dalam perigi milik pangeran Malkia yang ada di pelataran penjagaan itu; mereka menurunkan Yeremia dengan tali. Di perigi itu tidak ada air, hanya lumpur, lalu terperosoklah Yeremia ke dalam lumpur itu.

7 Tetapi ketika didengar Ebed-Melekh, orang Etiopia itu – ia seorang sida-sida yang tinggal di istana raja – bahwa Yeremia telah dimasukkan ke dalam perigi – pada waktu itu raja sedang duduk di pintu gerbang Benyamin – 8 maka keluarlah Ebed-Melekh dari istana raja itu, lalu berkata kepada raja: 9 “Ya tuanku raja, perbuatan orang-orang ini jahat dalam segala apa yang mereka lakukan terhadap nabi Yeremia, yakni memasukkan dia ke dalam perigi; ia akan mati kelaparan di tempat itu! Sebab tidak ada lagi roti di kota.” 10 Lalu raja memberi perintah kepada Ebed-Melekh, orang Etiopia itu, katanya: “Bawalah tiga orang dari sini dan angkatlah nabi Yeremia dari perigi itu sebelum ia mati!” 11 Ebed-Melekh membawa orang-orang itu dan masuk ke istana raja, ke gudang pakaian di tempat perbendaharaan; dari sana ia mengambil pakaian yang buruk-buruk dan pakaian yang robek-robek, lalu menurunkannya dengan tali kepada Yeremia di perigi itu. 12 Berserulah Ebed-Melekh, orang Etiopia itu, kepada Yeremia: “Taruhlah pakaian yang buruk-buruk dan robek-robek itu di bawah ketiakmu sebagai ganjal tali!” Yeremia pun berbuat demikian. 13 Kemudian mereka menarik dan mengangkat Yeremia dengan tali dari perigi itu. Demikianlah Yeremia tinggal di pelataran penjagaan itu.

Pembicaraan terakhir dengan raja Zedekia

14 Raja Zedekia menyuruh orang membawa nabi Yeremia kepadanya di pintu yang ketiga pada rumah Tuhan. Berkatalah raja kepada Yeremia: “Aku mau menanyakan sesuatu kepadamu; janganlah sembunyikan apa-apa kepadaku!” 15 Jawab Yeremia kepada Zedekia: “Apabila aku memberitahukannya kepadamu, tentulah engkau akan membunuh aku, bukan? Dan apabila aku memberi nasihat kepadamu, engkau tidak juga akan mendengarkan aku!” 16 Lalu bersumpahlah raja Zedekia dengan diam-diam kepada Yeremia, katanya: “Demi Tuhan yang hidup yang telah memberi nyawa ini kepada kita, aku tidak akan membunuh engkau dan tidak akan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang-orang yang berusaha mencabut nyawamu itu!” 17 Sesudah itu berkatalah Yeremia kepada Zedekia: “Beginilah firman Tuhan, Allah semesta alam, Allah Israel: Jika engkau keluar menyerahkan diri kepada para perwira raja Babel, maka nyawamu akan terpelihara, dan kota ini tidak akan dihanguskan dengan api; engkau dengan keluargamu akan hidup. 18 Tetapi jika engkau tidak menyerahkan diri kepada para perwira raja Babel, maka kota ini akan diserahkan ke dalam tangan orang-orang Kasdim yang akan menghanguskannya dengan api; dan engkau sendiri tidak akan luput dari tangan mereka.” 19 Kemudian berkatalah raja Zedekia kepada Yeremia: “Aku takut kepada orang-orang Yehuda yang menyeberang kepada orang Kasdim itu; nanti aku diserahkan ke dalam tangan mereka, sehingga mereka mempermainkan aku.” 20 Yeremia menjawab: “Hal itu tidak akan terjadi! Dengarkanlah suara Tuhan dalam hal apa yang kukatakan kepadamu, maka keadaanmu akan baik dan nyawamu akan terpelihara. 21 Tetapi jika engkau enggan menyerahkan diri, maka inilah firman yang dinyatakan Tuhan kepadaku: 22 Sungguh, semua perempuan yang masih tinggal di istana raja Yehuda digiring ke luar ke hadapan para perwira raja Babel sambil berseru:

Engkau diperdayakan, dikalahkan
  oleh sahabat-sahabatmu.
Tetapi baru saja kakimu terperosok ke dalam lumpur,
  mereka sudah berpaling pulang.

23 Semua isterimu dan anak-anakmu akan digiring ke luar ke hadapan orang-orang Kasdim itu. Dan engkau sendiri tidak akan terluput dari tangan mereka, tetapi engkau akan tertangkap oleh raja Babel. Dan kota ini akan dihanguskan dengan api.”

24 Lalu berkatalah Zedekia kepada Yeremia: “Janganlah ada orang yang mengetahui tentang pembicaraan ini, supaya engkau jangan mati. 25 Apabila para pemuka mendengar, bahwa aku telah berbicara dengan engkau, lalu mereka datang meminta kepadamu: Beritahukanlah kepada kami apa yang telah kaukatakan kepada raja dan apa yang telah dikatakan raja kepadamu; janganlah sembunyikan kepada kami, supaya engkau jangan kami bunuh!, 26 maka haruslah kaukatakan kepada mereka: Aku menyampaikan permohonanku ke hadapan raja, supaya aku jangan dikembalikannya ke rumah Yonatan untuk mati di sana.” 27 Memang semua pemuka itu datang bertanya kepada Yeremia, tetapi ia memberi jawab kepada mereka tepat seperti segala yang diperintahkan raja. Maka mereka membiarkan dia, sebab sesuatu pun dari pembicaraan itu tidak ada yang diketahui siapa pun. 28 Demikianlah Yeremia tinggal di pelataran penjagaan itu sampai kepada hari Yerusalem direbut.

Jatuhnya kota Yerusalem

(2Raj. 24:20–25:21; 2Taw. 36:17-21; Yer. 52:3-30)
Ketika Yerusalem direbut – 39dalam tahun yang kesembilan pemerintahan Zedekia, raja Yehuda, dalam bulan yang kesepuluh, telah datang Nebukadnezar, raja Babel, beserta segenap tentaranya untuk mengepung Yerusalem; 2 dalam tahun yang kesebelas pemerintahan Zedekia, dalam bulan yang keempat, pada tanggal sembilan bulan itu, terbelahlah tembok kota itu – 3 maka datanglah para perwira raja Babel itu, lalu mengambil tempat di pintu gerbang tengah, mereka itu ialah Nergal-Sarezer, pembesar dari Sin-Magir, panglima, dan Nebusyazban, kepala istana, dan para perwira lainnya dari raja Babel.

4 Melihat mereka semuanya maka Zedekia, raja Yehuda, dengan semua tentara melarikan diri, meninggalkan kota itu pada waktu malam dengan mengambil jalan taman raja, dengan melalui pintu gerbang antara kedua tembok; kemudian mereka berjalan menuju Araba-Yordan. 5 Tetapi tentara Kasdim itu mengejar mereka dan menyusul Zedekia di dataran Yerikho; mereka menangkap dia dan membawa dia ke Ribla di tanah Hamat, kepada Nebukadnezar, raja Babel, yang menjatuhkan hukuman atas dia. 6 Raja Babel menyuruh menyembelih anak-anak Zedekia di depan matanya di Ribla; juga semua pembesar Yehuda disembelih oleh raja Babel. 7 Kemudian mata Zedekia dibutakannya, lalu ia dibelenggu dengan rantai tembaga untuk dibawa ke Babel. 8 Orang-orang Kasdim membakar istana raja dan perumahan rakyat dengan api, lalu mereka merobohkan tembok-tembok Yerusalem. 9 Kemudian Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, mengangkut ke dalam pembuangan ke Babel sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan para pembelot yang menyeberang ke pihaknya dan sisa-sisa para pekerja tangan. 10 Tetapi sebagian dari rakyat, yakni orang-orang miskin yang tidak mempunyai apa-apa, ditinggalkan di tanah Yehuda oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal. Pada waktu itu juga diberikannyalah kebun-kebun anggur dan ladang-ladang kepada mereka.

Perintah Nebukadnezar untuk melindungi Yeremia

11 Mengenai Yeremia, Nebukadnezar, raja Babel, telah memberi perintah dengan perantaraan Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, bunyinya: 12 “Bawalah dan perhatikanlah dia, janganlah apa-apakan dia, melainkan haruslah kaulakukan kepadanya sesuai dengan permintaannya kepadamu!” 13 Maka Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, beserta Nebusyazban, kepala istana, dan Nergal-Sarezer, panglima, dan semua perwira tinggi raja Babel, mengutus orang – 14 mereka menyuruh mengambil Yeremia dari pelataran penjagaan, lalu menyerahkannya kepada Gedalya bin Ahikam bin Safan untuk membebaskannya, supaya pulang ke rumah. Demikianlah Yeremia tinggal di tengah-tengah rakyat.

Janji kepada Ebed-Melekh bahwa ia akan dilepaskan

15 Selagi Yeremia masih terkurung di pelataran penjagaan, firman Tuhan datang kepadanya, bunyinya: 16 “Pergilah kepada Ebed-Melekh, orang Etiopia itu dan katakanlah kepadanya: Beginilah firman Tuhan semesta alam, Allah Israel: Sesungguhnya, firman-Ku terhadap kota ini akan Kulaksanakan untuk kemalangan dan bukan untuk kebaikannya, dan semuanya itu akan terjadi di depan matamu pada waktu itu juga. 17 Pada waktu itu juga, demikianlah firman Tuhan, Aku akan melepaskan engkau, dan engkau tidak akan diserahkan ke dalam tangan orang-orang yang kautakuti, 18 tetapi dengan pasti Aku akan meluputkan engkau: engkau tidak akan rebah oleh pedang; nyawamu akan menjadi jarahan bagimu, sebab engkau percaya kepada-Ku, demikianlah firman Tuhan.”

Yeremia tinggal pada Gedalya

40Firman yang datang dari pada Tuhan kepada Yeremia, sesudah ia dilepaskan dari Rama oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, yang telah menyuruh untuk mengambilnya terbelenggu pada tangannya di tengah-tengah semua orang buangan dari Yerusalem dan Yehuda yang hendak diangkut ke dalam pembuangan ke Babel. 2 Kepala pasukan pengawal itu telah mengambil Yeremia dan berkata kepadanya: “Tuhan, Allahmu, telah mengancamkan malapetaka ini atas tempat ini, 3 dan Ia telah melaksanakannya. Tuhan telah melakukan apa yang diancamkan-Nya, oleh karena kamu telah berdosa kepada Tuhan dan tidak mendengarkan suara-Nya, sehingga terjadilah hal ini kepada kamu. 4 Maka sekarang, lihatlah aku melepaskan engkau hari ini dari belenggu yang ada pada tanganmu itu. Jika engkau suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, marilah! Aku akan memperhatikan engkau. Tetapi jika engkau tidak suka untuk ikut pergi dengan aku ke Babel, janganlah pergi! Lihat, seluruh negeri ini terbuka untuk engkau: engkau boleh pergi ke mana saja engkau pandang baik dan benar. 5 Engkau boleh kembali kepada Gedalya bin Ahikam bin Safan yang telah diangkat oleh raja Babel atas kota-kota Yehuda, dan tinggallah bersama-sama dia di tengah-tengah rakyat, atau ke mana saja engkau pandang benar, pergilah ke situ!” Lalu kepala pasukan pengawal itu memberikan kepadanya bekal makanan dan suatu hadiah, kemudian melepas dia pergi. 6 Jadi pergilah Yeremia kepada Gedalya bin Ahikam di Mizpa, dan diam bersama-sama dengan dia di tengah-tengah rakyat yang masih tinggal di negeri itu.

Komentar

Pemimpin nubuatan

Kesetiaan kepada Allah dan karakter yang baik tidak menjamin kemakmuran dan hidup yang bebas dari rasa sakit. Nyatanya, bagi Yeremia, kebalikannyalah yang dialaminya.

Yeremia adalah seorang nabi yang kehidupan dan karakternya merupakan teladan yang baik untuk kita. Dia tetap setia kepada Allah. Dia tetap mendengarkan firman Allah dan memberitakannya walaupun dia mengalami masalah hebat atas rasa sakitnya.

Lagi dan lagi, Yeremia diancam, dipukuli, dikurung, dimasukkan ke dalam ruang bawah tanah, ke ruang cadangan air untuk ditinggal mati kelaparan. Namun, dia tetap mendengarkan pesan Allah dan mengabarkannya dengan berani.

Semua orang pada waktu itu kurang responsif. Kemudian mereka salah paham terhadap Yeremia (38:4). Dia dihukum karena dianggap menghancurkan moral dan membahayakan umat yang dia coba untuk selamatkan. Janganlah kaget jika Anda menerima perlakuan yang sama.

Setelah dibebaskan dari ruang cadangan air itu, Yeremia dibawa menghadap Raja Zedekia untuk kali keempat. Zedekia adalah orang yang penakut, bukan orang yang kuat karakternya. Karena kepengecutannyalah, Zedekia tidak menaati hukum (Ay.19). Dia takut dengan orang-orang, seperti Pontius Pilatus yang menghukum Yesus.

Empat kali Allah berbicara kepada Zedekia untuk mencoba menyelamatkannya dari akibat perbuatannya. Tiap kali dia menolak untuk patuh. Di pasal 39, kita membaca akibatnya. Yeremia terbukti benar (40:1-6).

Doa

TUHAN, berkati dan kuatkan pemimpin-pemimpin jemaat kami saat ini. Biarlah gaya hidup dan karakter mereka menginspirasi kami semua untuk membawa pada hidup yang baik dan berbuah.

Pippa menambahkan

1 Timotius 3:11

‘Demikian pula isteri-isteri hendaklah orang terhormat, jangan pemfitnah, hendaklah dapat menahan diri dan dapat dipercayai dalam segala hal.’

Ada tantangan!

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

James Charlton (Ed), The Military Quotation Book (St Martin’s Press, 2002) p.83

John C. Maxwell, Developing the Leaders Around You:How to Help Others Reach Their Full Potential, (Thomas Nelson, 2005) p.62

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture quotations marked (AMP) taken from the Amplified® Bible, Copyright © 1954, 1958, 1962, 1964, 1965, 1987 by The Lockman Foundation. Used by permission. (www.Lockman.org)

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.