Hari 316

Melekat

Kebijaksanaan Mazmur 123:1–4
Perjanjian Baru Ibrani 10:19–39
Perjanjian Lama Yehezkiel 20:45–22:22

pengantar

Maryam dan Marziyeh ditahan di Iran di tahun 2009. Kejahatan mereka: menjadi Kristen. Mereka disekap, diinterogasi dan jatuh sakit selama masa tahanan mereka. Mereka masuk dalam persidangan. Pak Haddad, pengacara penuntut, menanyai dua wanita ini perihal pilihan mereka untuk menjadi Kristen. ‘Kami mengasihi Yesus,’ jawab mereka. Dia mengulang pertanyaannya dan respon mereka, ‘Ya, kami orang Kristen.’

Pak Haddad bertanya apakah mereka menyesal menjadi orang Kristen. Jawab mereka, ‘Kami tidak menyesal.’ Lalu dia dengan empati berkata, ‘Kalian harus menanggalkan iman kalian secara lisan dan tertulis.’ Mereka berdiri tegak dan menjawab, ‘Kami tidak akan menyangkal iman kami.’

Ketika Pak Haddad berkata pada para wanita itu untuk kembali ke penjara untuk memikirkan opsi mereka dan kembali kepadanya ketika mereka siap (untuk mengikuti), Maryam dan Marziyeh menanggapi, ‘Kami telah selesai berpikir.’

Penulis kitab Ibrani menulis kepada orang-orang Kristen yang menjadi sasaran aniaya: ‘kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat’ (Ibrani 10:32), seperti yang dilakukan Maryam dan Marziyeh di hadapan para penuntut mereka.

Tekad untuk bertekun adalah perbedaan antara keberhasilan dan kegagalan. Ini benar mengenai belajar keterampilan atau olahraga baru, atau meraih keberhasilan dalam pekerjaan. Joss Billings menulis, ‘Ambilah gambaran mengenai perangko. Kegunaannya ada dalam kemampuannya untuk melekat pada satu benda sampai ia berada di sana.’ ‘Melekat’ juga adalah kunci hidup Kristen. Jika Anda ingin belajar membaca Alkitab, berdoa, melawan kejahatan atau apa pun itu, belajarlah untuk bertekun. Penulis kitab Ibrani mendorong pembacanya untuk tidak mengundurkan diri tetapi untuk melekat (Ay.34-39).

Kebijaksanaan

Mazmur 123:1–4

Berharap kepada anugerah TUHAN

123Nyanyian ziarah.
  Kepada-Mu aku melayangkan mataku,
  ya Engkau yang bersemayam di sorga.
2 Lihat, seperti mata para hamba laki-laki
  memandang kepada tangan tuannya,
seperti mata hamba perempuan
  memandang kepada tangan nyonyanya,
demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita,
  sampai Ia mengasihani kita.
3 Kasihanilah kami, ya TUHAN, kasihanilah kami,
  sebab kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan;
4 jiwa kami sudah cukup kenyang
  dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman,
  dengan penghinaan orang-orang yang sombong.

Komentar

Memandang Allah untuk mendapatkan pertolongan

‘Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga’ (Ay.1). Seperti si pemazmur, menunggu pertolongan Allah dengan sabar. Tetap melekat walau di hadapan para penentang: ‘kami sudah cukup kenyang dengan penghinaan; jiwa kami sudah cukup kenyang dengan olok-olok orang-orang yang merasa aman, dengan penghinaan orang-orang yang sombong’ (Ay.3b-4).

Responnya atas penentangan ini adalah balik berfokus pada Allah. Tulisnya, ‘Kepada-Mu aku melayangkan mataku, ya Engkau yang bersemayam di sorga... mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita’ (Ay.1-2). Fokus ini dibangun atas pengenalan akan siapa Allah itu, yaitu ‘yang bersemayam di sorga’ (Ay.1), dan juga dalam hubungan dengan Allah.

Allah adalah ‘TUHAN, Allah kita’. Pandanglah Dia untuk menolong Anda: ‘seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita’ (Ay.2-3).

Doa

TUHAN, apa pun yang terjadi, tolong aku untuk bertahan, bertekun dan tetap mengarahkan pandanganku pada-Mu.

Perjanjian Baru

Ibrani 10:19–39

Ketekunan

19 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, 20 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 21 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah. 22 * Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 23 Marilah kita teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita, sebab Ia, yang menjanjikannya, setia. 24 Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. 25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

26 Sebab jika kita sengaja berbuat dosa, sesudah memperoleh pengetahuan tentang kebenaran, maka tidak ada lagi korban untuk menghapus dosa itu. 27 Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. 28 Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. 29 Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? 30 Sebab kita mengenal Dia yang berkata:

“Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.”

Dan lagi:

“Tuhan akan menghakimi umat-Nya.”

31 Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.

32 Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, 33 baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. 34 Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya. 35 Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu, karena besar upah yang menantinya. 36 Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

37 “Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi,   dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya. 38 Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman,   dan apabila ia mengundurkan diri,   maka Aku tidak berkenan kepadanya.” 39 Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-\ orang yang percaya dan yang beroleh hidup.

Komentar

###Bertahan Jutaan orang Kristen di seluruh du¬nia saat ini masih dianiaya karena iman mereka. Surat Ibrani ditulis untuk orang-orang Kristen yang jadi sasaran aniaya (mungkin di tangan kaisar Nero di Roma). Salah satu tujuan utama kitab ini adalah untuk mendorong pembaca untuk bertekun. Si penulis telah menyelesaikan penjelasan doktrinnya. Dia kini mulai menyerukan untuk bertekun. Di sini dia memberi alasan, insentif dan dorongan untuk melekat.

  1. Anda dapat memiliki keyakinan
    Bertekun karena apa yang Kristus lakukan untuk Anda. Anda memiliki kebebasan, keberanian, dan keyakinan yang baru. Anda disambut dalam hadirat Allah melalui pengorbanan Yesus: Anda ‘oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus, karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri’ (Ay.19-20).

  2. Anda tidak sendiri
    Kita bertekun karena kita saling memiliki. Seperti motivasi si penulis pada kita untuk ‘teguh berpegang pada pengakuan tentang pengharapan kita’ (Ay.23), dia memotivasi dalam konteks masyarakat. Seringlah berkumpul bersama: ‘Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya’ (Ay.24-25).

  3. Hal yang sangat penting
    Si penulis memperingatkan akan dosa yang terus-menerus dilakukan secara sengaja (Ay.26). Artinya ini sesuatu seperti berdosa dengan ‘penuh percaya diri’. Dia memperingatkan adanya ‘penghakiman dan api yang dahsyat [pada mereka dan kita]... [yang] menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya... Aku [Allah] lah yang akan menuntut pembalasan... jatuh ke dalam tangan [murka] Allah yang hidup’ (Ay.26-31).

    Ini sering diberlakukan untuk orang-orang di luar gereja tetapi sebenarnya ditulis dalam konteks TUHAN yang menghakimi umat-Nya sendiri. Bukan saat ketika para pembacanya telah terjatuh. Dia memperingatkan mereka dan Anda akan saat ketika Anda ‘bertahan’ (Ay.32).

  4. Upahnya besar
    Dia mendorong mereka untuk ‘Ingatlah akan masa yang lalu. Sesudah kamu menerima terang, kamu banyak menderita oleh karena kamu bertahan dalam perjuangan yang berat, baik waktu kamu dijadikan tontonan oleh cercaan dan penderitaan, maupun waktu kamu mengambil bagian dalam penderitaan mereka yang diperlakukan sedemikian. Memang kamu telah turut mengambil bagian dalam penderitaan orang-orang hukuman dan ketika harta kamu dirampas, kamu menerima hal itu dengan sukacita, sebab kamu tahu, bahwa kamu memiliki harta yang lebih baik dan yang lebih menetap sifatnya’ (Ay.32-34).

  5. Bersabar
    Hidup itu panjang dan hidup itu singkat. Di satu sisi, hidup itu panjang. Seumur hidup akan ada ujian dan kesulitan yang membutuhkan kemampuan untuk tetap melekat:kesabaran, ketahanan dan ketekunan: ‘Sebab kamu memerlukan ketekunan, supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu’ (Ay.36).

    Di sisi lain, hidup itu singkat. Dalam waktu yang singkat, kita yang akan mati atau Yesus yang akan kembali: ‘Sebab sedikit, bahkan sangat sedikit waktu lagi, dan Ia yang akan datang, sudah akan ada, tanpa menangguhkan kedatangan-Nya’ (Ay.37).

Si penulis sangat yakin bahwa para pembacanya akan bertekun: ‘Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup’ (Ay.39).

Doa

TUHAN, bantu aku untuk bertekun dan untuk mendorong sesama kepada kasih dan perbuatan baik saat kami bertemu bersama

Perjanjian Lama

Yehezkiel 20:45–22:22

Api dari tanah selatan

45 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 46 “Hai anak manusia, tujukanlah mukamu ke selatan dan ucapkanlah banyak tegoran terhadap tanah selatan dan bernubuatlah terhadap tanah kehutanan di sebelah selatan; 47 dan katakanlah kepada hutan di sebelah selatan: Dengarlah firman TUHAN: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menyalakan api di dalammu yang akan memakan habis setiap pohon yang hidup padamu dan setiap pohon yang layu kering. Apinya yang sedang bernyala-nyala tidak akan padam dan semua muka dari selatan sampai utara akan terbakar kepanasan olehnya. 48 Dan setiap manusia akan melihat, bahwa Aku, TUHANlah yang memasangnya; api itu tidak akan padam.” 49 Lalu aku berkata: “Aduh, Tuhan ALLAH, mereka berkata tentang aku: Apakah ia tidak hanya mengucapkan kata-kata sindiran?”

Pedang TUHAN melawan Yerusalem

21Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 “Hai anak manusia, tujukanlah mukamu ke Yerusalem dan ucapkanlah banyak tegoran terhadap tempat kudusnya dan bernubuatlah melawan tanah Israel. 3 Katakanlah kepada tanah Israel: Beginilah firman TUHAN: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu dan akan mencabut pedang-Ku dari sarungnya dan melenyapkan dari tengah-tengahmu orang benar dan orang fasik. 4 Oleh karena Aku hendak melenyapkan dari tengah-tengahmu orang benar dan orang fasik, maka pedang-Ku akan terhunus dari sarungnya terhadap semua manusia dari selatan sampai utara. 5 Dan semua manusia akan mengetahui bahwa Aku, TUHAN, mencabut pedang-Ku dari sarungnya, sehingga tidak akan kembali lagi ke situ.

6 Dan engkau anak manusia, mengeranglah! Mengeranglah di hadapan mereka seperti seorang yang tulang pinggangnya patah dan yang berada dalam kesengsaraan yang pahit. 7 Dan kalau mereka bertanya kepadamu: Mengapa engkau mengeluh? jawablah: Karena suatu berita! Kalau berita itu sudah tersiar, setiap hati akan menjadi tawar dan semua tangan menjadi lemah lesu, segala semangat menghilang dan semua orang terkencing ketakutan. Sungguh, pasti datang dan terjadi! demikianlah firman Tuhan ALLAH.” 8 Kemudian datanglah firman TUHAN kepadaku: 9 “Hai anak manusia, bernubuatlah dan katakan: Beginilah firman TUHAN: Pedang! Pedang! Yang sudah diasah dan juga digosok! 10 Diasah untuk menumpahkan darah dan digosok supaya mengkilap seperti petir. Apakah kita akan bersukacita? – Tongkat anakku menghina segala macam kayu. – 11 Pedang itu diberikan supaya digosok, supaya sedia dipergunakan; pedang itu diasah dan digosok, supaya diberikan ke tangan si pembunuh. 12 Berserulah dan merataplah, hai anak manusia! Sebab pedang itu ditujukan melawan umat-Ku, ditujukan melawan semua pemimpin Israel; mereka dan umat-Ku sama-sama dibiarkan dimakan pedang. Oleh sebab itu tepuklah pinggangmu sebagai tanda perkabungan. 13 Sebab percobaan datang dan tidak suatu pun yang dapat tahan, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

14 Dan engkau anak manusia, bernubuatlah dan tepuklah tanganmu, biarlah pedang itu menjadi dua kali lipat, tiga kali lipat. Itu pedang pembunuh, pedang untuk pembunuhan besar-besaran, yang berkeliling menghabiskan mereka. 15 Supaya hati mereka hancur dan yang jatuh berebahan bertambah-tambah di tiap pintu gerbang mereka, Aku memerintahkan penumpahan darah dengan pedang itu. Aduh, pedang itu dibuat menyamai petir dan digosok untuk menumpahkan darah. 16 Pancung yang di kanan dan di kiri, ke mana saja matamu menetak. 17 Dan Aku juga akan bertepuk tangan dan hati-Ku yang panas menjadi tenang kembali. Aku, TUHAN, yang mengatakannya.”

18 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 19 “Hai engkau anak manusia, gambarlah dua jalan yang akan dilalui oleh pedang raja Babel; keduanya mulai dari satu negeri. Buatlah sebuah papan penunjuk jalan pada awal jalan yang menuju ke masing-masing kota. 20 Gambarlah dari jalan mana pedang itu datang melawan Raba, ibukota bani Amon dan melawan Yehuda, yang bentengnya ada di Yerusalem. 21 Sebab raja Babel berdiri pada persimpangan jalan itu, pada awal kedua jalan itu untuk melakukan tenungan; ia mengocok panah, meminta petunjuk dari terafim dan menilik hati binatang. 22 Ke dalam tangan kanannya terjatuh panah tenungan mengenai Yerusalem: supaya diperdengarkannya suara orang yang membunuh dan menyerukan pekik pertempuran, supaya menyusun alat-alat pendobrak pintu gerbang dan menimbun tanah menjadi tembok pengepungan dan mendirikan benteng pengepungan. 23 Tetapi bagi mereka, itu adalah tenungan yang menipu, walaupun mereka mengangkat sumpah yang muluk-muluk; tetapi ia mengingat kesalahan mereka, sehingga mereka ditangkap.

24 Oleh sebab itu, beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena kamu membuat kesalahanmu itu teringat kembali dengan tersingkapnya pelanggaranmu, sehingga kentara dosa-dosamu dalam segala perbuatanmu, oleh karena kamu menjadi teringat kembali, kamu akan ditangkap dengan kekerasan. 25 Dan hai engkau, raja Israel, orang fasik yang durhaka, yang saatmu sudah tiba untuk penghakiman terakhir, 26 beginilah firman Tuhan ALLAH: Jauhkanlah serbanmu dan buangkanlah mahkotamu! Tiada yang tetap seperti keadaannya sekarang. Yang rendah harus ditinggikan, yang tinggi harus direndahkan. 27 Puing, puing, puing akan Kujadikan dia! Ini pun tidak akan tetap. Sampai ia datang yang berhak atasnya, dan kepadanya akan Kuberikan itu.”

Pedang TUHAN melawan bani Amon

28 “Dan engkau anak manusia, bernubuatlah dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH mengenai bani Amon dan cercaan mereka; katakanlah: Pedang, pedang sudah tercabut untuk menumpahkan darah, digosok untuk memusnahkan, dan supaya mengkilap seperti petir – 29 sedang orang melihat penglihatan-penglihatan yang menipu bagimu dan memberi tenungan-tenungan bohong kepadamu – untuk ditetakkan ke leher orang-orang fasik yang durhaka, yang saatnya sudah tiba untuk penghakiman terakhir. 30 Kembalikanlah itu ke sarungnya! Di tempat penciptaanmu dan di negeri asalmu Aku akan menghukum engkau. 31 Aku akan mencurahkan geram-Ku atasmu dan menyemburkan api murka-Ku kepadamu dan menyerahkan engkau ke dalam tangan orang-orang dungu, yang menimbulkan kemusnahan. 32 Engkau menjadi makanan api, darahmu akan tertumpah di tengah-tengah tanah itu, dan engkau tidak akan diingat-ingat lagi, sebab Aku, TUHAN, yang mengatakannya.”

Dosa-dosa Yerusalem

22Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 “Hai engkau, anak manusia, maukah engkau menjatuhkan, ya, menjatuhkan hukuman atas kota yang penuh hutang darah? Beritahukanlah kepadanya segala perbuatannya yang keji, 3 dan katakanlah: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Hai kota, yang mencurahkan darah di tengah-tengahmu, sehingga waktu penghukumanmu datang dan membuat berhala-berhala bagimu yang menajiskan dirimu. 4 Dengan darah yang engkau curahkan engkau bersalah dan dengan berhala-berhalamu yang engkau perbuat engkau menjadi najis; dengan demikian engkau membuat saatmu mendekat dan membuat akhir tahun-tahunmu datang. Oleh karena itu Aku memberi engkau cercaan bagi bangsa-bangsa dan ejekan bagi semua negeri. 5 Yang dekat padamu dan yang jauh dari padamu akan mengejek engkau, yang kenajisannya terkenal dan yang penuh huru-hara.

6 Lihat, masing-masing pemimpin Israel mengandalkan kekuatannya di tengah-tengahmu untuk menumpahkan darah. 7 Padamu ayah dan ibu dihina dan di tengah-tengahmu orang melakukan pemerasan terhadap orang asing, padamu anak yatim dan janda ditindas. 8 Engkau memandang ringan terhadap hal-hal yang kudus bagi-Ku dan hari-hari Sabat-Ku kaunajiskan. 9 Padamu berkeliaran orang-orang pemfitnah dengan maksud mencurahkan darah dan orang makan daging persembahan di atas gunung-gunung; kemesuman dilakukan di tengah-tengahmu. 10 Padamu orang menyingkapkan aurat isteri ayahnya dan memperkosa perempuan pada waktu cemar kainnya yang menajiskannya. 11 Yang satu melakukan kekejian dengan isteri sesamanya dan yang lain menajiskan menantunya perempuan dengan perbuatan mesum, orang lain lagi memperkosa saudaranya perempuan, anak kandung ayahnya. 12 Padamu orang menerima suap untuk mencurahkan darah, engkau memungut bunga uang atau mengambil riba dan merugikan sesamamu dengan pemerasan, tetapi Aku kaulupakan, demikianlah firman Tuhan ALLAH.

13 Sungguh, Aku bertepuk tangan mengenai keuntunganmu yang haram yang kaudapati dan mengenai darah yang dicurahkan di tengah-tengahmu. 14 Apakah hatimu akan tetap teguh dan tanganmu merasa kuat pada masa Aku bertindak terhadap engkau? Aku, TUHAN, yang mengatakannya dan yang akan membuatnya. 15 Aku akan menyerakkan engkau di antara bangsa-bangsa dan menghamburkan engkau ke semua negeri dan Aku akan mengikis kenajisanmu dari padamu. 16 Maka engkau akan dinajiskan di hadapan bangsa-bangsa karena kesalahanmu sendiri, dan engkau akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”

17 Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: 18 “Hai anak manusia, bagi-Ku kaum Israel sudah menjadi sanga; mereka semuanya adalah ibarat tembaga, timah putih, besi dan timah hitam di dalam peleburan; mereka seperti sanga perak. 19 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Oleh karena kamu semuanya menjadi sanga, maka sungguh, Aku akan mengumpulkan kamu di tengah-tengah Yerusalem. 20 Seperti orang mengumpulkan perak, tembaga, besi, timah hitam dan timah putih di dalam peleburan dan mengembus api di bawahnya untuk meleburnya, demikianlah Aku akan mengumpulkan kamu dalam murka-Ku dan amarah-Ku dan menaruh kamu di dalamnya dan melebur kamu. 21 Aku akan mengumpulkan kamu dan menyemburkan api kemurkaan-Ku kepadamu, sehingga kamu dilebur di dalamnya. 22 Seperti perak dilebur dalam peleburan, begitulah kamu dilebur di dalamnya. Dan kamu akan mengetahui, bahwa Aku, TUHAN, yang mencurahkan amarah-Ku atasmu.”

Komentar

Melawan kejahatan

Secara pribadi, melawan tidak pernah gampang, tetapi terkadang perlu. Yehezkiel diperintahkan untuk melawan kejahatan (22:2).

Yehezkiel dipanggil untuk berkhotbah dan bernubuat (20:46). Bukan tugas yang mudah. Pesannya sulit. Berlawanan dengan adat. Namun dia bertekun. Pantang menyerah. Dia tetap melekat. Terus berkhotbah. Firman TUHAN datang padanya terus menerus dan dia dengan setia menyatakannya.

Allah tahu itu tak mudah. Dia mendorong Yehezkiel, ‘tujukanlah mukamu’ (20:46; 21:2):‘tujukanlah mukamu ke Yerusalem dan ucapkanlah banyak tegoran terhadap tempat kudusnya dan bernubuatlah melawan tanah Israel. Katakanlah kepada tanah Israel: Beginilah firman TUHAN: Lihat, Aku akan menjadi lawanmu’ (Ay.2-3). Pastinya sangat berat.

Dosa-dosa yang Allah lawan berkaitan dengan kita, berkaitan dengan umat Israel juga: menghina orang tua, memeras orang asing, kaum miskin dan terpinggirkan (termasuk imigran, janda dan anak yatim piatu), pelecehan seksual, hubungan seks sedarah, pemerkosaan, penyuapan, ketamakan dan pemerasan (22:7-12).

Mereka telah melupakan Allah: ‘Aku kaulupakan, demikianlah firman Tuhan ALLAH’ (Ay.12). Beberapa orang yang tinggal di negara barat hidup dalam masyarakat yang terancam dalam bahaya melupakan Allah. Saat kita lihat sekitar kita di dunia di mana ada banyak kesalahan, mudah untuk berpikir bahwa Allah pasti telah melupakan kita. Kebalikannya, renungan penghakiman seperti ini benar-benar menunjukkan kita betapa Allah peduli dengan kita. Allah sangat peduli akan ketidakadilan dan penderitaan. Itulah kenapa Dia begitu marah kepada mereka yang menimbulkan penderitaan dan ketidak adilan pada orang lain, dan kenapa Dia menolak mengabaikan mereka yang menderita.

Ada dimensi rohani untuk semua ini. Perhatian kita tidak hanya pada melawan ketidakadilan, tetapi juga membuat orang berbalik kepada Allah. Pesan luar biasa dari setengahnya lagi dari Kitab Yehezkiel (dan seluruh Alkitab) adalah penghakiman ini bukan firman yang terakhir. Allah juga akan bertindak dalam anugerah, untuk menebus dan menyelamatkan umat-Nya.

Inilah perhatian Allah bagi orang miskin, tertindas dan terhilang yang menginspirasi Yehezkiel, dan yang menginspirasi orang Kristen selama berabad-abad. Jenderal William Booth, pendiri Salvation Army, meniru cara melekat. Katanya, ‘Ketika wanita menangis seperti sekarang, saya akan berjuang; ketika anak-anak kelaparan seperti sekarang, saya akan berjuang; ketika para pria dipenjara, masuk keluar, keluar masuk, saya akan berjuang; ketika ada gadis miskin tersesat di jalanan, saya akan berjuang; ketika ada satu jiwa gelap tanpa terang Allah, saya akan berjuang, saya akan berjuang sampai akhir.’

Doa

TUHAN, bantu aku untuk mengarahkan wajahku dengan tekad untuk tidak takut akan penentangan, anggapan jijik dan cemoohan. Bantu aku untuk tetap melekat, melawan kejahatan dan menyatakan kabar baik tentang Yesus sampai akhir.

Pippa menambahkan

Ibrani 10:23–25

Saya tak tahan akan penderitaan mengerikan di Suriah, Yaman, dan tempat-tempat lain di mana orang-orang tak bersalah sedang dibantai, di mana rumah sakit dan petugas penolong disasar, dan orang-orang Kristen dianiaya dan dibunuh. Betapa kerasnya untuk bertahan dalam harapan ketika gereja-gereja dan teman-teman diserang dan dibunuh. Berdoa mungkin tampaknya tak banyak membantu, tetapi dikatakan doa itu berkuasa dan efektif, dan kita harus mengambil tiap kesempatan kebebasan yang kita miliki untuk mewartakan kerajaan Allah.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

William Booth, Cyril Barnes (Ed), The Founder Speaks Again, (Salvation Army, 1960)

Maryam Rostampour & Marziyeh Amirizadeh with John Perry (Ed), Captive in Iran, (Tydale, 2014)

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture quotations marked (NLT) are taken from the Holy Bible, New Living Translation, copyright © 1996, 2004, 2007 by Tyndale House Foundation. Used by permission of Tyndale House Publishers, Inc., Carol Stream, Illinois 60188. All rights reserved.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.