Hari 326

Cara Berdoa dengan Kuasa

Kebijaksanaan Mazmur 130:1–8
Perjanjian Baru Yakobus 5:1–20
Perjanjian Lama Yehezkiel 40:1–49

pengantar

Saya pernah menerima panggilan dari seseorang di gereja kami. Dia ingin saya untuk pergi mendoakan istrinya yang tiba-tiba dilarikan ke rumah sakit untuk dioperasi.

Saat itu terjadi, saya memiliki janji untuk menjalani suntik di bahu saya. Saya terkena ‘keram bahu’ hampir selama dua tahun. Namun, dua hari sebelumnya, tiba-tiba membaik. Saya menjelaskan kejadiannya kepada konsultan . Dia menatap saya dan berkata, ‘Mukjizat!’ Saya bilang, ‘Bukannya pundak kaku tiba-tiba membaik?’ Lagi dan lagi, dia mengulang, ‘Tidak, itu mukjizat.’ Dokter ini mencoba untuk meyakinkan pendeta yang tidak begitu beriman bahwa apa yang telah terjadi hanya bisa dijelaskan oleh kuasa supranatural Allah!

Saya berterimakasih padanya karena menguatkan iman saya. Saya lalu pergi untuk berdoa di rumah sakit. Saat saya berjalan melalui koridor, lewatlah seorang perawat yang sedang bernyanyi (dengan sangat keras!), ‘Letakkan tanganmu pada orang sakit dan mereka akan sembuh.’ Saya bilang, ‘Itu yang akan saya lakukan.’ Dia tampak sangat terkejut. Dia rupanya mengira saya tidak kelihatan seperti orang yang percaya hal macam itu.

Saya naik ke atas untuk mendoakan wanita tersebut dan menjelaskan mengapa iman saya kuat. Si wanita lalu berkata bahwa dia telah membaca Yakobus 5 (bacaan kita hari ini), yang mengatakan, ‘Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia... Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu’ (Yakobus 5:14-15). Kini, TUHAN telah memberikan (bahkan saya) cukup tanda-tanda untuk berdoa dalam iman. Roh Kudus datang atas si wanita dengan kuasa yang besar. Dia tidak langsung sembuh (walau dia lebih baikan), tetapi itu memberi saya pemahaman dan lebih besar akan ‘doa iman’.

Watchman Nee menulis, ‘Doa-doa kita membuat jalur di mana kuasa Allah bisa datang. Seperti lokomotif yang besar, kuasa-Nya tak tertahankan,tetapi tidak bisa menjangkau kita tanpa jalur.

Bagaimana kita bisa berdoa dengan kuasa?

Kebijaksanaan

Mazmur 130:1–8

Seruan dari dalam kesusahan

130Nyanyian ziarah.
  Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
2 Tuhan, dengarkanlah suaraku!
  Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian
  kepada suara permohonanku.
3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan,
  Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan,
  supaya Engkau ditakuti orang.
5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti,
  dan aku mengharapkan firman-Nya.
6 Jiwaku mengharapkan Tuhan
  lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi,
  lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel!
  Sebab pada TUHAN ada kasih setia,
  dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
8 Dialah yang akan membebaskan Israel
  dari segala kesalahannya.

Komentar

Berdoa dengan jujur

Pernahkan Anda merasa seperti di dalam jurang keputusasaan (Ay.1)? Pemazmur berkata, ‘Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN! Tuhan, dengarkanlah suaraku! Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian kepada suara permohonanku’ (Ay.1-2).

Doa Anda dan belas kasihan Allah adalah ibarat dua ember dalam sumur. Ketika yang satu naik, yang lain turun.

Ada keputusasaan yang berisi kejujuran dalam doa ini. Jangan pernah hindari sulitnya keadaan Anda, justru akuilah ketergantungan Anda pada Allah dan meminta pertolongan.

Percayalah belas kasihan dan pengampunan Allah:

‘Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, Tuhan, siapakah yang dapat tahan? Tetapi pada-Mu ada pengampunan’ (Ay.3-4a).

Jika Allah tidak mengingat-ingat kesalahan Anda, Anda juga tidak perlu mengingat-ingat kesalahan orang pada Anda. ‘Ia [kasih] tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain’ (1 Korintus 13:5).

Hidup Anda tidak perlu terlalu tertata dengan bagus sebelum mendekat kepada Allah. Dia ingin mendengar seruan hati Anda dan Dia memahami hati yang hancur.

Betapa beratnya keadaan Anda, Anda bisa percaya bahwa pertolongan akan datang dari Allah (Mazmur 130:6). Bawalah permintaan Anda pada Allah. Nantikan dengan sabar (Ay.5) dan percaya dalam kasih-Nya yang tak pernah gagal (Ay.7).

Doa

TUHAN, dari dalam hatiku, aku berseru pada-Mu memohon belas kasihan dan pertolongan. Terimakasih karena bersama-Mu ada pengampunan dan kasih yang tak pernah gagal.

Perjanjian Baru

Yakobus 5:1–20

Peringatan kepada orang kaya

5Jadi sekarang hai kamu orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kamu! 2 Kekayaanmu sudah busuk, dan pakaianmu telah dimakan ngengat! 3 Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kamu dan akan memakan dagingmu seperti api. Kamu telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. 4 Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena upah yang kamu tahan dari buruh yang telah menuai hasil ladangmu, dan telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam keluhan mereka yang menyabit panenmu. 5 Dalam kemewahan kamu telah hidup dan berfoya-foya di bumi, kamu telah memuaskan hatimu sama seperti pada hari penyembelihan. 6 Kamu telah menghukum, bahkan membunuh orang yang benar dan ia tidak dapat melawan kamu.

Bersabar dalam penderitaan

7 Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi. 8 Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat! 9 Saudara-saudara, janganlah kamu bersungut-sungut dan saling mempersalahkan, supaya kamu jangan dihukum. Sesungguhnya Hakim telah berdiri di ambang pintu. 10 Saudara-saudara, turutilah teladan penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan. 11 Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.

Mengenai sumpah, dan doa untuk orang sakit

12 Tetapi yang terutama, saudara-saudara, janganlah kamu bersumpah demi sorga maupun demi bumi atau demi sesuatu yang lain. Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak, supaya kamu jangan kena hukuman.

13 Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa! Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi! 14 Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat, supaya mereka mendoakan dia serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan. 15 Dan doa yang lahir dari iman akan menyelamatkan orang sakit itu dan Tuhan akan membangunkan dia; dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. 16 Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. 17 Elia adalah manusia biasa sama seperti kita, dan ia telah bersungguh-sungguh berdoa, supaya hujan jangan turun, dan hujan pun tidak turun di bumi selama tiga tahun dan enam bulan. 18 Lalu ia berdoa pula dan langit menurunkan hujan dan bumi pun mengeluarkan buahnya.

19 Saudara-saudaraku, jika ada di antara kamu yang menyimpang dari kebenaran dan ada seorang yang membuat dia berbalik, 20 ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Komentar

Berdoa dalam segala keadaaan

Salah satu kendala terhadap kuasa Allah dalam hidup kita adalah mempercayai hal selain Allah. Dalam beberapa cara, iman, dan kemakmuran ibarat minyak dan air. Sulit bercampur dan sering tidak akur.

Tak ada yang salah dengan memiliki uang. Tetapi ada bahaya rohani yang melekat pada kekayaan, yaitu kesombongan, ketamakan, mementingkan diri sendiri dan mengabaikan kebutuhan orang lain (Ay.1-6).

Bahaya terbesar untuk orang kaya (mungkin termasuk orang-orang yang hidup di negara Barat saat ini) adalah kita percaya pada kekayaan, dibandingkan Allah (1 Timotius 6:17). Kenapa bisa ada lebih banyak mukjizat kesembuhan di beberapa bagian dunia yang lebih miskin? Mungkin kekayaan adalah penghalang iman, yang membuat kita menaruh iman kita di tempat yang salah. Anda dipanggil untuk berharap dalam Dia, yang menyediakan semua keperluan Anda dan untuk berdoa dalam segala keadaan.

Pembaca surat ini jelas sedang melalui masa-masa sulit. Yakobus mendorong mereka untuk ‘bersabar dan meneguhkan hati’ (Yakobus 5:8). Dia merujuk pada Ayub sebagai contoh orang yang sabar dalam menghadapi penderitaan, dan bertekun (Ay.11a). Dia mengingatkan mereka bahwa ‘TUHAN maha penyayang dan penuh belas kasihan’ (Ay.11b).

Berdoalah dalam keadaan-keadaan ini:

  1. Jika Anda sedang menderita
    ‘Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa’ (Ay.13a).

    Pernah dikatakan bahwa ‘sebagian besar kita bermasalah dengan doa ketika kita berada dalam masalah yang kecil, tapi tak bermasalah ketika kita berada dalam masalah besar.’

  2. Jika Anda sedang senang
    ‘Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi’ (Ay.13b). \t\t Santo Augustine pernah berkata bahwa ‘jika Anda begitu menyenangkan [orang], [orang] tak bisa puas jika tidak memuji Anda.’

  3. Jika Anda sedang sakit
    ‘Kalau ada seorang di antara kamu yang sakit, baiklah ia memanggil para penatua jemaat’ (Ay.14).

Tentu saja, Allah sering menyembuhkan dengan campur tangan profesi medis. Tetapi berharaplah juga pada Allah untuk menyembuhkan dengan ajaib saat ini.

  1. Jika Anda telah berdosa
    Tak ada kaitan otomatis antara dosa dan sakit. Namun, kita tidak menampik kemungkinannya. Yakobus berkata di sini, ‘dan jika ia telah berbuat dosa, maka dosanya itu akan diampuni. Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh’ (Ay.15b-16).

    Saling mengakui dosa dan mendoakan membantu proses kesembuhan dan pemulihan. Saat keadaan dalam hidup kita tersembunyi dalam gelap, ada kuasa penghancur. Saat kita bawa kepada terang, kita terbebaskan. Tak perlu berkata kepada seluruh dunia. Tapi, Anda perlu menemukan setidaknya satu orang yang bisa dipercaya di mana Anda bisa jujur dan melepaskan beban Anda.

Doa itu berkuasa dan efektif. Yakobus membuat pendapat ini dengan melihat teladan Elia. Elia terkenal mampu mengendalikan cuaca melalui doanya, yang menyebabkan dan mengakhiri kekeringan dan, Yakobus menyatakan bahwa Elia juga manusia sama seperti kita (Ay.17). Dengan kata lain, apa pun yang Elia bisa lakukan, Anda juga bisa.

Doa

TUHAN, terimakasih karena Engkau mendengar doa-doaku. Saat ini aku berdoa.

Perjanjian Lama

Yehezkiel 40:1–49

PENGLIHATAN TENTANG ZAMAN BARU

Pintu-pintu gerbang dan pelataran-pelataran Bait Suci yang baru

40Dalam tahun kedua puluh lima sesudah pembuangan kami, yaitu pada permulaan tahun, pada tanggal sepuluh bulan itu, dalam tahun keempat belas sesudah kota itu ditaklukkan, pada hari itu juga kekuasaan TUHAN meliputi aku dan dibawa-Nya aku 2 dalam penglihatan-penglihatan ilahi ke tanah Israel dan menempatkan aku di atas sebuah gunung yang tinggi sekali. Di atas itu di hadapanku ada yang menyerupai bentuk kota. 3 Ke sanalah aku dibawa-Nya. Dan lihat, ada seorang yang kelihatan seperti tembaga dan di tangannya ada tali lenan beserta tongkat pengukur; dan ia berdiri di pintu gerbang. 4 Orang itu berbicara kepadaku: “Hai anak manusia, lihatlah dengan teliti dan dengarlah dengan sungguh-sungguh dan perhatikanlah baik-baik segala sesuatu yang akan kuperlihatkan kepadamu; sebab untuk itulah engkau dibawa ke mari, supaya aku memperlihatkan semuanya itu kepadamu. Beritahukanlah segala sesuatu yang kaulihat kepada kaum Israel.”

5 Lihat, di luar bangunan itu ada tembok, seluruh keliling bangunan itu. Dan di tangan orang itu ada tongkat pengukur, yang panjangnya enam hasta. – Hasta ini setapak tangan lebih panjang dari hasta biasa –. Ia mengukur tembok itu, tebalnya satu tongkat dan tingginya satu tongkat.

6 Lalu ia sampai di pintu gerbang yang menghadap ke timur dan menaiki tangganya, ia mengukur ambang dari pintu gerbang itu: satu tongkat lebarnya. 7 Kemudian ia mengukur kamar jaga: panjangnya satu tongkat dan lebarnya satu tongkat, dan jarak antara dua kamar jaga adalah lima hasta. Dan ambang pintu gerbang sebelah dalam yang dekat balai gerbang itu adalah satu tongkat. 8 Kemudian ia mengukur balai gerbang itu: delapan hasta 9 dan tiang temboknya dua hasta dan balai itu ada di sebelah dalam. 10 Mengenai kamar-kamar jaga yang di pintu gerbang sebelah timur itu ada tiga kamar pada tiap sisi; ketiga-tiganya sama ukurannya dan kedua tiang tembok pada kedua sisi sama juga ukurannya. 11 Lalu ia mengukur lobang pintu gerbang itu: lebarnya sebelah dalam adalah sepuluh hasta, dan lebarnya sebelah luar tiga belas hasta. 12 Di bagian muka dari kamar-kamar jaga itu ada sekatan, yang berukuran satu hasta dan demikian juga ukuran sekatan di sebelah yang lain. Dan ukuran kamar jaga itu adalah enam hasta pada kedua belah pihak. 13 Lalu ia mengukur pintu gerbang itu dari dinding belakang kamar jaga yang satu sampai dinding belakang kamar jaga yang lain, melalui kedua pintu sekatan itu: lebarnya dua puluh lima hasta. 14 Ia mengukur juga balai gerbang itu: dua puluh hasta dan sekeliling balai gerbang itu adalah pelataran. 15 Dari muka pintu gerbang luar sampai balai gerbang sebelah dalam: lima puluh hasta. 16 Pada sekeliling pintu gerbang itu di bagian dalam ada jendela-jendela dengan bidai, yaitu di kamar-kamar jaga dan pada tiang-tiang tembok dan begitu juga pada balai gerbang. Dan pada tiang-tiang tembok itu terukir gambar pohon-pohon korma.

17 Lalu dibawanya aku ke pelataran luar, sungguh, sekeliling pelataran itu ada bilik-bilik, yang jumlahnya tiga puluh. Dan bilik-bilik itu dibangun di atas sebuah lantai batu. 18 Dan lantai batu itu ada di samping pintu-pintu gerbang mengikuti panjangnya. Itulah lantai batu bawah. 19 Kemudian ia mengukur lebar pelataran itu dari sebelah dalam pintu gerbang bawah sampai sebelah luar pintu gerbang dalam: seratus hasta.

Lalu ia berjalan di depanku menuju ke utara 20 dan sungguh, ada pintu gerbang yang menghadap ke utara, yang termasuk pelataran luar. Ia mengukur panjang dan lebarnya. 21 Kamar jaganya, tiga sebelah-menyebelah, tiang-tiang tembok dan balai gerbangnya adalah seukuran dengan pintu gerbang pertama: lima puluh hasta panjangnya dan lebarnya dua puluh lima hasta. 22 Jendela-jendelanya, balai gerbangnya dan gambar-gambar pohon kormanya seukuran juga dengan pintu gerbang yang menghadap ke timur. Orang dapat naik ke situ melalui tangga yang tujuh tingkat dan balai gerbangnya ada sebelah dalam. 23 Di pelataran dalam ada sebuah pintu gerbang yang berhadapan dengan pintu gerbang utara sama seperti halnya dengan pintu gerbang timur; ia mengukur dari pintu gerbang sampai pintu gerbang: seratus hasta.

24 Kemudian ia membawa aku menuju selatan, sungguh, ada sebuah pintu gerbang yang menghadap ke selatan; ia mengukur kamar-kamar jaganya, tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya, ukurannya sama saja dengan yang lain-lain. 25 Sekeliling pintu gerbang itu dan balai gerbangnya ada jendela-jendela, yang sama dengan yang lain-lain; panjang pintu gerbang itu lima puluh hasta dan lebarnya dua puluh lima hasta. 26 Tangga ke situ adalah tujuh tingkat, dan balai gerbangnya ada sebelah dalam. Pada pintu gerbang itu juga, di tiang-tiang temboknya, terukir gambar pohon-pohon korma, satu batang di sebelah sini dan satu batang di sebelah sana. 27 Di bagian selatan pelataran dalam ada juga pintu gerbang; ia mengukur dari pintu gerbang sampai pintu gerbang di bagian selatan: seratus hasta.

28 Lalu dibawanya aku ke pelataran dalam melalui pintu gerbang selatan dan ia mengukur pintu gerbang itu, ukurannya sama saja dengan yang lain-lain. 29 Kamar-kamar jaganya, tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya, ukurannya sama saja dengan yang lain-lain. Sekeliling pintu gerbang itu dan balai gerbangnya ada jendela-jendela; panjang pintu gerbang itu lima puluh hasta dan lebarnya dua puluh lima hasta. – 30 Sekelilingnya ada balai-balai gerbang, panjangnya dua puluh lima hasta dan lebarnya lima hasta. – 31 Balai gerbangnya adalah sebelah pelataran luar dan pada tiang-tiang temboknya terukir gambar pohon-pohon korma dan tangganya ke atas ada delapan tingkat.

32 Lalu dibawanya aku ke sebelah timur pelataran dalam dan ia mengukur pintu gerbang yang di situ, dan ukurannya sama saja dengan yang lain-lain. 33 Kamar-kamar jaganya, tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya, ukurannya sama saja dengan yang lain-lain. Sekeliling pintu gerbang itu dan balai gerbangnya ada jendela-jendela; panjang pintu gerbang itu lima puluh hasta dan lebarnya dua puluh lima hasta. 34 Balai gerbangnya adalah sebelah pelataran luar dan pada tiang-tiang temboknya terukir gambar pohon-pohon korma, sebelah sini dan sebelah sana, dan tangganya ke atas ada delapan tingkat.

35 Kemudian dibawanya aku ke pintu gerbang utara dan ia mengukurnya, dan ukurannya sama saja dengan yang lain-lain. 36 Kamar-kamar jaganya, tiang-tiang temboknya dan balai gerbangnya, ukurannya sama saja dengan yang lain-lain, dan sekelilingnya ada jendela-jendela; panjang pintu gerbang itu lima puluh hasta dan lebarnya dua puluh lima hasta. 37 Balai gerbangnya adalah sebelah pelataran luar, dan pada tiang-tiang temboknya terukir gambar pohon-pohon korma, sebelah sini dan sebelah sana, dan tangganya ke atas ada delapan tingkat. 38 Ada juga sebuah bilik, yang pintunya di balai gerbang dan di sana orang membasuh korban bakaran. 39 Dalam balai gerbang itu ada dua meja sebelah sini dan dua meja sebelah sana, tempat menyembelih korban bakaran, korban penghapus dosa dan korban penebus salah. 40 Di samping kiri balai gerbang, di sebelah luar, ada dua meja, dan di samping kanan balai gerbang itu juga dua meja. 41 Jadi di pintu gerbang itu ada empat meja sebelah sini dan empat meja sebelah sana; semuanya delapan meja di situ untuk tempat menyembelih korban. 42 Ada juga empat meja lagi untuk korban bakaran, yang diperbuat dari batu pahat. Panjangnya satu setengah hasta, lebarnya satu setengah hasta dan tingginya satu hasta. Di sana diletakkan perkakas-perkakas untuk menyembelih korban bakaran dan korban sembelihan. 43 Sekeliling ruangan itu dipakukan gantungan-gantungan yang panjangnya setapak tangan, dan di atas meja-meja itu diletakkan daging korban.

44 Lalu dibawanya aku ke pelataran dalam, sungguh, di sana ada dua bilik, yaitu satu di samping pintu gerbang utara dan mukanya menghadap ke selatan, satu lagi di samping pintu gerbang selatan dan mukanya menghadap ke utara. 45 Ia berkata kepadaku: “Bilik ini, yang mukanya menghadap ke selatan, adalah bagi imam-imam yang bertugas di Bait Suci, 46 dan bilik yang mukanya menghadap ke utara, adalah bagi imam-imam yang bertugas di mezbah; mereka ini adalah bani Zadok dan hanya golongan inilah dari bani Lewi yang boleh mendekat kepada TUHAN untuk menyelenggarakan kebaktian.” 47 Lalu ia mengukur pelataran dalam: itu suatu empat persegi, yang panjangnya seratus hasta dan lebarnya seratus hasta; mezbah ada di hadapan Bait Suci.

Bait Suci yang baru

48 Lalu dibawanya aku ke balai Bait Suci dan ia mengukur tiang-tiang temboknya: tebalnya lima hasta yang sebelah sini dan lima hasta yang sebelah sana; lebar pintu itu empat belas hasta dan dinding sampingnya masing-masing tiga hasta. 49 Panjang balai Bait Suci itu adalah dua puluh hasta dan lebarnya dua belas hasta. Orang dapat naik ke situ melalui tangga yang sepuluh tingkat dan dekat kedua tiang tembok itu ada dua tiang, satu sebelah sini dan satu sebelah sana.

Komentar

Berdoa dengan ‘mata yang terbuka’ dan ‘telinga yang peka’

Doa bukanlah berbincang-bincang pada diri sendiri. Itu adalah dialog. Allah berbicara pada Anda saat Anda berdoa.

Yehezkiel berkata, ‘... kekuasaan TUHAN meliputi aku...’ (Ay.1). Yehezkiel dipanggil untuk menjadi nabi dan pengajar. Inilah tugas setiap orang yang beriman dalam Yesus. Kita melihat apa yang terlibat:

1.\tMelihat dengan mata Anda
Lihatlah semua yang terjadi di sekitar Anda dengan mata Roh. Seperti yang D.L. Moody katakan, ‘Orang Kristen yang berlutut melihat lebih banyak dibandingkan filsuf yang berjingkat.’

2.\tMendengarkan dengan telinga Anda
Mendengarkan perkataan TUHAN tentang itu semua. Dalam komunikasi dua arah dengan Allah, perkataan-Nya pada Anda lebih penting daripada perkataan Anda pada-Nya.

3.\tMemperhatikan
‘Perhatian adalah bentuk kemurahan hati yang paling langka dan paling murni,’ tulis Simone Weil. Ini berlaku pada semua hubungan termasuk hubungan Anda dengan Allah.

4.\tMengatakan
Tak cukup hanya dengan melihat dan mendengar. Kita harus taat. Mau mengatakan apa yang TUHAN suruh katakan pada Anda.

Yehezkiel menerima penglihatan bait yang baru. Ini adalah bait dalam penglihatan secara simbolis. Dalam penglihatan ini, seperti ada kota yang tergambarkan dalam kitab Wahyu (Wahyu 21:16). Ada simetri dan kesempurnaan tentang hal itu.

Di tengah bait itu ada sebuah ruang di mana para imam ‘mendekat kepada TUHAN untuk menyelenggarakan kebaktian’ (Yehezkiel 40:46). ‘Mendekat kepada TUHAN’ dulu hanya terbatas bagi sejumlah kecil suku di dalam Perjanjian Lama.

Kini, melalui darah Yesus, Anda bisa mendekat kepada TUHAN untuk melayani di hadapan-Nya (Efesus 2:13). Ini hak istimewa yang luar biasa. Tetaplah mata Anda terbuka dan telinga Anda peka mendengar perkataan Allah pada Anda. Milikilah keberanian untuk berbicara dan iman untuk berdoa. Anda adalah anak kesayangan Allah. Doa Anda berkuasa.

Doa

TUHAN, terimakasih atas kuasa doa yang luar biasa. Berbicaralah padaku saat ini ketika aku mendekat pada-Mu.

Pippa menambahkan

Yakobus 5:17

‘Elia adalah manusia biasa sama seperti kita.’

Saya tidak merasa seperti Elia. Dia berdoa agar hujan tidak turun selama 3,5 tahun. Dan terjadilah begitu. Saya pernah berdoa agar tidak turun hujan selama pernikahan putri saya. Memang hujan tidak turun. Justru saljulah yang turun!

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Watchman Nee, Draper’s Book of Quotations for the Christian World, (Tyndale House, 1992) Quotation 8886, p.488.

Simone Weil; Joë Bousquet, Correspondance, (Lausanne :Editions l'Age d'Homme, c,1982) p.18.

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.