Hari 341

Menemukan Keseimbangan Anda

Kebijaksanaan Amsal 29:19–27
Perjanjian Baru 2 Yoh 1:1–13
Perjanjian Lama Hagai 1:1–2:23

pengantar

Tubuh saya sangat tidak lentur. Dulu saya diberitahu oleh seorang pelatih kebugaran profesional, yang tahu cara saya berjalan, bahwa saya adalah salah satu kasus kekakuan terburuk yang pernah dia jumpai. Kini saya melakukan banyak peregangan.

Saya dulu mengira saya bugar (untuk seusia saya), sebagai hasil dari bermain squash (tenis pantul) dan bersepeda. Tapi saya sadar bahwa ternyata tidak. Kebugaran fisik adalah keseimbangan dari kekuatan, kelenturan, dan kebugaran aerobik dan anaerobik. Beberapa orang kuat tetapi tak bisa berlari mengejar bis. Yang lainnya bugar secara aerobik (mereka bisa lari maraton), tetapi tidak terlalu kuat juga.

Bagaimanapun, kebugaran rohani jauh lebih penting dibandingkan kebugaran fisik, termasuk juga menyeimbangkan sejumlah wilayah hidup Anda.

Kebijaksanaan

Amsal 29:19–27

19 Dengan kata-kata saja seorang hamba tidak dapat diajari,
  sebab walaupun ia mengerti, namun ia tidak mengindahkannya.
20 Kaulihat orang yang cepat dengan kata-katanya;
  harapan lebih banyak bagi orang bebal dari pada bagi orang itu.
21 Siapa memanjakan hambanya sejak muda,
  akhirnya menjadikan dia keras kepala.
22 Si pemarah menimbulkan pertengkaran,
  dan orang yang lekas gusar, banyak pelanggarannya.
23 Keangkuhan merendahkan orang,
  tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian.
24 Siapa menerima bagian dari pencuri, membenci dirinya.
  Didengarnya kutuk, tetapi tidak diberitahukannya.
25 Takut kepada orang mendatangkan jerat,
  tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi.
26 Banyak orang mencari muka pada pemerintah,
  tetapi dari TUHAN orang menerima keadilan.
27 Orang bodoh adalah kekejian bagi orang benar,
  orang yang jujur jalannya adalah kekejian bagi orang fasik.

Komentar

Kerendahan hati dan kepercayaan diri

Menurut saya sulit untuk menjaga keseimbangan antara kerendahan hati dan kepercayaan diri. Ada banyak waktu dalam hidup saya ketika saya pernah direndahkan (mungkin oleh kegagalan) dan tidak merasa percaya diri. Di waktu yang lain, kepercayaan diri saya menjulang tinggi tetapi, mungkin, kerendahan hati saya merosot.

Ada banyak yang bisa dipertimbangkan dalam renungan hari ini dalam Amsal tentang jangan bicara sebelum dipikir (Ay.20), mengendalikan amarah dan tidak gusar (Ay.22), dan percaya kepada Allah sumber keadilan (Ay.26).

Secara khusus, saya mengetahui keseimbangan antara kerendahan hati dan kepercayaan diri: ‘Keangkuhan merendahkan orang, tetapi orang yang rendah hati, menerima pujian’ (Ay.23). Ini adalah topik yang tetap dalam Amsal (11:2; 18:12; 21:4; 22:4).

Percayalah pada TUHAN. Jangan hidup dalam ketakutan akan apa yang orang mungkin pikirkan atau perbuat. ‘Takut kepada orang mendatangkan jerat, tetapi siapa percaya kepada TUHAN, dilindungi’ (29:25).

Kunci menjaga keseimbangan ini adalah menghindari terlalu percaya diri dan menerapkan kepercayaan - Allah yang rendah hati, yang memastikan kepercayaan diri Anda datang tidak dari kemampuan atau keberhasilan Anda sendiri, tetapi dari percaya pada TUHAN.

Doa

TUHAN, tolong aku untuk memiliki kepercayaan yang datang dari percaya pada-Mu, agar tidak takut dengan orang dan untuk berjalan dengan rendah hati di hadapan-Mu.

Perjanjian Baru

2 Yoh 1:1–13

Salam

1Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi. Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran, 2 oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya. 3 Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa, dan dari Yesus Kristus, Anak Bapa, akan menyertai kita dalam kebenaran dan kasih.

Tetaplah di dalam ajaran Kristus

4 Aku sangat bersukacita, bahwa aku mendapati, bahwa separuh dari anak-anakmu hidup dalam kebenaran sesuai dengan perintah yang telah kita terima dari Bapa. 5 Dan sekarang aku minta kepadamu, Ibu – bukan seolah-olah aku menuliskan perintah baru bagimu, tetapi menurut perintah yang sudah ada pada kita dari mulanya – supaya kita saling mengasihi. 6 Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya.

7 Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus. 8 Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya. 9 Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak. 10 Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya. 11 Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.

Penutup

12 Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.

13 Salam kepada kamu dari anak-anak saudaramu yang terpilih.

Komentar

Kebenaran dan kasih

Ini keseimbangan lain yang sulit dijaga. Kasih menjadi lembek jika tidak diperkuat oleh kebenaran. Kebenaran menjadi keras jika tidak dilembutkan oleh kasih. Kadang dalam hidup saya, saya bersemangat soal ‘kebenaran’, tetapi jadinya tidak ‘penyayang’. Di saat yang lain, saya mencoba untuk menjadi sangat penyayang tetapi gagal dalam mempraktikkan ‘kebenaran’.

Dalam surat Yohanes yang kedua ini (mungkin yang ditulis kepada sebuah jemaat yang disebut sebagai ‘ibu yang terpilih’ Ay.1), Yohanes memperingatkan mereka akan bahayanya ajaran palsu yang menyangkal fakta bahwa Yesus telah datang ke bumi dalam bentuk manusia dan sepenuhnya ilahi dan manusia. Yohanes mendorong keseimbangan indah ini akan ‘kebenaran dan kasih’ (Ay.2). Benar, dia mencampurkan dua ini, bahkan dalam salamnya.

Yohanes menulis (1:1): Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran’ (Ay.1).

Karena Yohanes mengasihi mereka, Yohanes ingin melihat mereka secara langsung dan ‘berbicara berhadapan muka’ (Ay.12). Tulisan surat, surel, SMS, panggilan telepon, WhatsApp dan bahkan Skype atau FaceTime tak bisa menggantikan sensasi bertemu secara langsung dan berhadapan muka.

Yohanes mendorong mereka untuk ‘saling mengasihi’ (Ay.5) dan ‘hidup di dalam kasih’ (Ay.6). Kasih harus menjadi tujuan hidup kita. Pelajari kasih, bicarakan, dan terapkan.

Ujian kasih adalah kepatuhan pada Yesus: ‘Dan inilah kasih itu, yaitu bahwa kita harus hidup menurut perintah-Nya. Dan inilah perintah itu, yaitu bahwa kamu harus hidup di dalam kasih, sebagaimana telah kamu dengar dari mulanya’ (Ay.6).

Kebenaran dan kasih tidak saling bertentangan. Justru, mereka saling melengkapi. Yohanes senang mendapati jemaat ini ‘hidup dalam kebenaran’ (Ay.4). Kebenaran itu penting. Kebenaran ditemukan dalam diri seseorang. Yesus berkata, ‘Akulah kebenaran’ (Yohanes 14:6). Dengarkan kebenaran. Ajarkan kebenaran. Kasihilah kebenaran.

Ada banyak penipu di luar sana (2 Yohanes 1:7-8). Berpeganglah pada kebenaran dan jangan terperdaya, kalau tidak, Anda akan kalah.

Hanya dengan mengetahui kebenaran, berpegang pada kebenaran dan tetap dalam ajarannya kita akan memiliki ‘Bapa dan Anak’ (Ay.9).

Ayat berikutnya tidak terdengar sangat pengasih, ‘Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya’ (Ay.10).

Tetapi sebenarnya, keinginan Yohanes untuk kebenaran berasal dari kasihnya bagi jemaat. Karena Yohanes mengasihi jemaat itu, Yohanes tidak mau menerima kepalsuan. Guru-guru palsu bisa menyesatkan Anda, tetapi ‘jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu’ (Ay.8).

Doa

TUHAN, bantu aku menjaga keseimbangan antara kebenaran dan kasih dan selalu ‘teguh berpegang kepada kebenaran di dalam kasih’ (Efesus 4:15).

Perjanjian Lama

Hagai 1:1–2:23

Ajakan untuk membangun kembali Bait Suci

1Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, dalam bulan yang keenam, pada hari pertama bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, bunyinya: 2 “Beginilah firman TUHAN semesta alam: Bangsa ini berkata: Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN!” 3 Maka datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 4 “Apakah sudah tiba waktunya bagi kamu untuk mendiami rumah-rumahmu yang dipapani dengan baik, sedang Rumah ini tetap menjadi reruntuhan? 5 Oleh sebab itu, beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! 6 Kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; kamu minum, tetapi tidak sampai puas; kamu berpakaian, tetapi badanmu tidak sampai panas; dan orang yang bekerja untuk upah, ia bekerja untuk upah yang ditaruh dalam pundi-pundi yang berlobang! 7 Beginilah firman TUHAN semesta alam: Perhatikanlah keadaanmu! 8 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN. 9 Kamu mengharapkan banyak, tetapi hasilnya sedikit, dan ketika kamu membawanya ke rumah, Aku menghembuskannya. Oleh karena apa? demikianlah firman TUHAN semesta alam. Oleh karena rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri. 10 Itulah sebabnya langit menahan embunnya dan bumi menahan hasilnya, 11 dan Aku memanggil kekeringan datang ke atas negeri, ke atas gunung-gunung, ke atas gandum, ke atas anggur, ke atas minyak, ke atas segala yang dihasilkan tanah, ke atas manusia dan hewan dan ke atas segala hasil usaha.”

12 Lalu Zerubabel bin Sealtiel dan Yosua bin Yozadak, imam besar, dan selebihnya dari bangsa itu mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan juga perkataan nabi Hagai, sesuai dengan apa yang disuruhkan kepadanya oleh TUHAN, Allah mereka; lalu takutlah bangsa itu kepada TUHAN. 13 Maka berkatalah Hagai, utusan TUHAN itu, menurut pesan TUHAN kepada bangsa itu, demikian: “Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN.” 14 TUHAN menggerakkan semangat Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan semangat Yosua bin Yozadak, imam besar, dan semangat selebihnya dari bangsa itu, maka datanglah mereka, lalu melakukan pekerjaan pembangunan rumah TUHAN semesta alam, Allah mereka,

2 1a pada hari yang kedua puluh empat dalam bulan yang keenam.

Kemegahan Bait Suci yang baru

1b Pada tahun yang kedua zaman raja Darius, 2 dalam bulan yang ketujuh, pada tanggal dua puluh satu bulan itu, datanglah firman TUHAN dengan perantaraan nabi Hagai, bunyinya: 3 “Katakanlah kepada Zerubabel bin Sealtiel, bupati Yehuda, dan kepada Yosua bin Yozadak, imam besar, dan kepada selebihnya dari bangsa itu, demikian: 4 Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya? 5 Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar; kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam, 6 sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! 7 Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; 8 Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. 9 Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam. 10 Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”

Pembangunan Bait Suci terancam oleh ikut sertanya orang-orang najis

11 Pada tanggal dua puluh empat bulan yang kesembilan, pada tahun yang kedua zaman Darius, datanglah firman TUHAN kepada nabi Hagai, bunyinya: 12 “Beginilah firman TUHAN semesta alam itu: Tanyakanlah pengajaran kepada para imam. 13 Andaikata seseorang membawa daging kudus dalam punca bajunya, lalu dengan puncanya itu ia menyentuh roti atau sesuatu masakan atau anggur atau minyak atau sesuatu yang dapat dimakan, menjadi kuduskah yang disentuh itu?” Lalu para imam itu menjawab, katanya: “Tidak!” 14 Berkatalah pula Hagai: “Jika seseorang yang najis oleh mayat menyentuh semuanya ini, menjadi najiskah yang disentuh itu?” Lalu para imam itu menjawab, katanya: “Tentu!” 15 Maka berbicaralah Hagai, katanya: “Begitu juga dengan umat ini dan dengan bangsa ini di hadapan-Ku, demikianlah firman TUHAN, dan dengan segala yang dibuat tangan mereka; dan yang dipersembahkan mereka di sana adalah najis.”

Pembangunan Bait Suci mendatangkan berkat

16 “Maka sekarang, perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya! Sebelum ditaruh orang batu demi batu untuk pembangunan bait TUHAN, 17 bagaimana keadaanmu? Ketika orang pergi melihat suatu timbunan gandum yang seharusnya sebanyak dua puluh gantang, hanya ada sepuluh; dan ketika orang pergi ke tempat pemerasan anggur untuk mencedok lima puluh takar, hanya ada dua puluh. 18 Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum dan segala yang dibuat tanganmu dengan hujan batu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN. 19 Perhatikanlah mulai dari hari ini dan selanjutnya – mulai dari hari yang kedua puluh empat bulan kesembilan. Mulai dari hari diletakkannya dasar bait TUHAN perhatikanlah 20 apakah benih masih tinggal tersimpan dalam lumbung, dan apakah pohon anggur dan pohon ara, pohon delima dan pohon zaitun belum berbuah? Mulai dari hari ini Aku akan memberi berkat!”

Janji kepada Zerubabel

21 Maka datanglah firman TUHAN untuk kedua kalinya kepada Hagai pada tanggal dua puluh empat bulan itu, bunyinya: 22 “Katakanlah kepada Zerubabel, bupati Yehuda, begini: Aku akan menggoncangkan langit dan bumi 23 dan akan menunggangbalikkan takhta raja-raja; Aku akan memunahkan kekuasaan kerajaan bangsa-bangsa dan akan menjungkirbalikkan kereta dan pengendaranya; kuda dan pengendaranya akan mati rebah, masing-masing oleh pedang temannya.

Komentar

Visi dan tindakan

Seorang konsultan manajemen pernah mengatakan pada saya bahwa ‘tak ada eksekutif kepala yang pernah dipecat karena kekurangan visi’. Tetapi banyak yang tak bisa mengubah visi mereka menjadi tindakan.

Penglihatan tidak berjalan jika Anda tidak berbuat. Dalam kitab kecil Hagai, kita dapat melihat keseimbangan ajaib antara visi dan tindakan.

Lima kali, TUHAN Yang Mahakuasa berbicara melalui nabi Hagai: ‘beginilah firman TUHAN semesta alam’ (1:5,7; 2:15 dan dua kali dalam 2:18). Pengihatan dimulai dengan berpikir, menangkap gambaran apa yang akan terjadi.

Pilah-pilah prioritas Anda. Hagai menantang umat Allah mengenai prioritas mereka. Mereka tinggal dalam rumah yang nyaman sementara rumah TUHAN tetap menjadi reruntuhan (1:4). Namun mereka berkata, ‘Sekarang belum tiba waktunya untuk membangun kembali rumah TUHAN’ (Ay.2).

Umat memutuskan untuk membangun kembali bait tersebut. Maksud mereka baik, tetapi tak pernah terwujud karena hal tersebut bukan prioritas mereka.

Nabi Hagai mendorong mereka untuk berpikir teliti mengenai cara mereka (Ay.5). Perhatian utama mereka harus menghormati nama Allah (Ay.8), namun mereka membiarkan rumah Allah tetap menjadi ‘reruntuhan’ (Ay.4,9).

Eugene Peterson menulis bahwa ada ‘saat-saat dalam hidup kita saat memperbaiki bangunan di mana kita menyembah adalah suatu tindakan kepatuhan yang sama pentingnya dengan berdoa dalam tempat penyembahan itu.’

Beberapa orang tersebut sedih karena bait yang baru tidak semegah yang lama: ‘Masih adakah di antara kamu yang telah melihat Rumah ini dalam kemegahannya semula? Dan bagaimanakah kamu lihat keadaannya sekarang? Bukankah keadaannya di matamu seperti tidak ada artinya? Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu... sebab Aku ini menyertai kamu... Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula... dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera’ (2:4-5,10).

Ada ayat-ayat yang Allah pakai untuk berbicara kepada Sandy Millar, dan yang lainnya, tentang HTB Onslow Square bulan Juli 1981, ketika bangunan gereja hendak ditutup dan dijual kepada pengembang properti. Itu adalah tema pelayanan ucapan syukur pada tahun 2010 kami yang merayakan hari jadi gereja yang ke-150 tahun, dan pembukaan ulang resmi setelah 3 tahun pekerjaan restorasi.

Kini itu menjadi pusat pernikahan dan kursus hidup berkeluarga dan ratusan pemuda-pemudi menyembah Yesus di sana setiap hari Minggu. Doa dan harapan kami untuk masa depan adalah ‘Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula’ (Ay.10).

Dalam kitab Hagai, setelah menyaksikan penglihatan ini, mereka mengerjakan perintah Allah.

Ketika Anda melihat sekitar Anda seperti di gereja di negara Anda sendiri, perhatikanlah keadaan Anda. Tidaklah benar tinggal dalam kenyamanan sementara rumah Allah tetap menjadi ‘reruntuhan’. Allah ingin umat di negara Anda untuk datang mengenal Dia dan menjadi bagian dari gereja-Nya. Bayangkan betapa Allah akan lebih dimuliakan dalam gereja-Nya saat ini dibandingkan di masa lalu (2:10).

Pertama, ‘kuatkan hati’ (Ay.5). Jangan lemahkan tekad Anda karena serangan, kecaman atau penjeraan. Kedua, ‘lakukan’ (1:14; 2:4). Memang bekerja keras itu bukanlah hal yang salah. Ada saat-saat ketika Anda perlu bekerja begitu keras. Ketiga, ‘jangan takut’ (Ay.6). Ada hal-hal yang bisa menimbulkan rasa takut.

Anda bisa percaya pada Allah mengenai keuangan. TUHAN menyatakan, ‘Kepunyaan-Kulah perak dan kepunyaan-Kulah emas, demikianlah firman TUHAN semesta alam’ (Ay.9).

Kuncinya adalah perkataan Allah yang adalah, ‘Aku ini menyertai kamu’ (1:13; 2:5). Anda bisa mengatasi semua ketakutan karena Anda tahu bahwa Allah menyertai Anda.

Doa

TUHAN, tolong aku untuk menyeimbangkan kerendahan hati dan kepercayaan diri, kasih, dan kebenaran, visi dan tindakan, untuk percaya bahwa Engkau menyertai kami dan untuk bekerja keras agar melihat nama-Mu dimuliakan.

Pippa menambahkan

Hagai 1:7,9

‘Perhatikanlah keadaanmu... rumah-Ku yang tetap menjadi reruntuhan, sedang kamu masing-masing sibuk dengan urusan rumahnya sendiri.’

Ada banyak yang harus dikerjakan di rumah sendiri, seperti mengganti barang pecah, mengganti bohlam, bersih-bersih, menata dan lain-lain. Saya yakin Allah ingin kita menjadi pengurus yang baik untuk rumah kita. Tetapi ayat tersebut mengingatkan saya untuk perhatian juga dengan rumah Allah. Begitu banyak gereja dalam kondisi yang tidak terurus dengan baik dan tidak layak bagi Raja segala raja.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.