Hari 39

Bagaimana Hidup di Lingkungan yang Tidak Bersahabat

Kebijaksanaan Mazmur 19:1–6
Perjanjian Baru Matius 26:1–30
Perjanjian Lama Keluaran 1:1–3:22

pengantar

Ratusan ribu orang Kristen ada di antara orang-orang yang melarikan diri dari Irak dan Suriah pada masa ekstremisme dan konflik Islam. Orang-orang Kristen menghadapi ancaman penyiksaan sistematis dan eksekusi massal. Daesh menyatakan kekristenan adalah musuh nomor satu.

Jutaan orang Kristen tinggal di negara-negara di mana mereka dianiaya karena iman mereka. Banyak pemerintah mencoba mengendalikan pertumbuhan gereja. Bahkan di negara-negara Kristen tradisional, terkadang ada permusuhan terhadap kekristenan yang dinamis. Permusuhan yang dilakukan terhadap umat Allah bukanlah sesuatu yang baru. Mereka sering terancam oleh kesuksesan, pertumbuhan, dan jumlah besar.

Mungkin Anda menghadapi permusuhan di tempat kerja Anda atau bahkan di keluarga Anda karena iman Anda. Bacaan hari ini tidak hanya menyoroti kenyataan hidup di lingkungan yang tidak bersahabat, tetapi juga menunjukkan bagaimana Anda dapat bertahan hidup dan berkembang di tengah-tengah permusuhan seperti itu..

Kebijaksanaan

Mazmur 19:1–6

Kemuliaan Tuhan dalam pekerjaan tangan-Nya dan dalam Taurat-Nya

19Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.

2 Langit menceritakan kemuliaan Allah
  dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya;
3 hari meneruskan berita itu kepada hari,
  dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
4 Tidak ada berita dan tidak ada kata,
  suara mereka tidak terdengar;
5 tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia,
  dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi.
  Ia memasang kemah di langit untuk matahari,
6 yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya,
  girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.

Komentar

Pelajari Pewahyuan Allah

Tuhan telah menyatakan diri-Nya kepada seluruh dunia melalui penciptaan. Daud mengatakan bahwa ketika Anda melihat alam semesta, jelaslah bahwa Tuhan itu ada: 'Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya, hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam' (Ay.1–2).

Francis Collins, direktur Human genome Project, memimpin tim lebih dari 2.000 ilmuwan yang berkolaborasi untuk menentukan tiga miliar huruf dalam gen manusia - buku instruksi DNA kita sendiri. Dia berkata, 'Saya tidak bisa melihat bagaimana alam dapat menciptakan dirinya sendiri. Hanya kekuatan supranatural yang berada di luar ruang dan waktu yang bisa melakukan itu.'

Pewahyuan Allah dalam penciptaan adalah bagi semua orang. Tidak ada seorang pun yang dikecualikan. ‘Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar; tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari' (Ay.3-4).

Ketika kita melihat dunia, kita melihat jejak Tuhan - ‘kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya' (Roma 1:20). Namun, meskipun Tuhan telah mengungkapkan diri-Nya ke seluruh dunia, sebagian besar manusia tetap memusuhi-Nya.

Coba luangkan waktu Anda untuk mempelajari ciptaan Tuhan dan berterima kasih kepada-Nya, Allah yang luar biasa, dan nikmatilah semua hal indah yang Allah telah diciptakan.

Doa

Tuhan, terima kasih Engkau berbicara setiap hari dan setiap malam melalui ciptaan-Mu, dan bahwa tidak adaberita atau kata di mana suara-Mu tidak terdengar.

Perjanjian Baru

Matius 26:1–30

Pemberitahuan keempat tentang penderitaan Yesus – Rencana untuk membunuh Yesus

(Mrk. 14:1-2; Luk. 22:1-2; Yoh. 11:45-53)
26Setelah Yesus selesai dengan segala pengajaran-Nya itu, berkatalah Ia kepada murid-murid-Nya: 2 “Kamu tahu, bahwa dua hari lagi akan dirayakan Paskah, maka Anak Manusia akan diserahkan untuk disalibkan.”

3 Pada waktu itu berkumpullah imam-imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi di istana Imam Besar yang bernama Kayafas, 4 dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia. 5 Tetapi mereka berkata: “Jangan pada waktu perayaan, supaya jangan timbul keributan di antara rakyat.”

Yesus diurapi

(Mrk. 14:3-9; Yoh. 12:1-8)
6 Ketika Yesus berada di Betania, di rumah Simon si kusta, 7 datanglah seorang perempuan kepada-Nya membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan. 8 Melihat itu murid-murid gusar dan berkata: “Untuk apa pemborosan ini? 9 Sebab minyak itu dapat dijual dengan mahal dan uangnya dapat diberikan kepada orang-orang miskin.” 10 Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata: “Mengapa kamu menyusahkan perempuan ini? Sebab ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku. 11 Karena orang-orang miskin selalu ada padamu, tetapi Aku tidak akan selalu bersama-sama kamu. 12 Sebab dengan mencurahkan minyak itu ke tubuh-Ku, ia membuat suatu persiapan untuk penguburan-Ku. 13 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di mana saja Injil ini diberitakan di seluruh dunia, apa yang dilakukannya ini akan disebut juga untuk mengingat dia.”

Yudas mengkhianati Yesus

(Mrk. 14:10-11; Luk. 22:3-6)
14 Kemudian pergilah seorang dari kedua belas murid itu, yang bernama Yudas Iskariot, kepada imam-imam kepala. 15 Ia berkata: “Apa yang hendak kamu berikan kepadaku, supaya aku menyerahkan Dia kepada kamu?” Mereka membayar tiga puluh uang perak kepadanya. 16 Dan mulai saat itu ia mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus.

Yesus makan Paskah dengan murid-murid-Nya

(Mrk. 14:12-21; Luk. 22:7-14, 21-23; Yoh. 13:21-30)
17 Pada hari pertama dari hari raya Roti Tidak Beragi datanglah murid-murid Yesus kepada-Nya dan berkata: “Di mana Engkau kehendaki kami mempersiapkan perjamuan Paskah bagi-Mu?” 18 Jawab Yesus: “Pergilah ke kota kepada si Anu dan katakan kepadanya: Pesan Guru: waktu-Ku hampir tiba; di dalam rumahmulah Aku mau merayakan Paskah bersama-sama dengan murid-murid-Ku.” 19 Lalu murid-murid-Nya melakukan seperti yang ditugaskan Yesus kepada mereka dan mempersiapkan Paskah. 20 Setelah hari malam, Yesus duduk makan bersama-sama dengan kedua belas murid itu. 21 Dan ketika mereka sedang makan, Ia berkata: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.” 22 Dan dengan hati yang sangat sedih berkatalah mereka seorang demi seorang kepada-Nya: “Bukan aku, ya Tuhan?” 23 Ia menjawab: “Dia yang bersama-sama dengan Aku mencelupkan tangannya ke dalam pinggan ini, dialah yang akan menyerahkan Aku. 24 Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan.” 25 Yudas, yang hendak menyerahkan Dia itu menjawab, katanya: “Bukan aku, ya Rabi?” Kata Yesus kepadanya: “Engkau telah mengatakannya.”

Penetapan Perjamuan Malam

(Mrk. 14:22-25; Luk. 22:15-20; 1Kor. 11:23-25)
26 Dan ketika mereka sedang makan, Yesus mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya lalu memberikannya kepada murid-murid-Nya dan berkata: “Ambillah, makanlah, inilah tubuh-Ku.” 27 Sesudah itu Ia mengambil cawan, mengucap syukur lalu memberikannya kepada mereka dan berkata: “Minumlah, kamu semua, dari cawan ini. 28 Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa. 29 Akan tetapi Aku berkata kepadamu: mulai dari sekarang Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur ini sampai pada hari Aku meminumnya, yaitu yang baru, bersama-sama dengan kamu dalam Kerajaan Bapa-Ku.”

Petrus akan menyangkal Yesus

(Mrk. 14:26-31; Luk. 22:31-34; Yoh. 13:36-38)
30 Sesudah menyanyikan nyanyian pujian, pergilah Yesus dan murid-murid-Nya ke Bukit Zaitun.

Komentar

Memahami Solusi Allah

Pernahkah Anda difitnah atau dikhianati oleh seorang teman? Apakah ada orang-orang yang bersekongkol untuk melawan Anda? Atau pernahkah Anda mengalami beberapa bentuk permusuhan pribadi lainnya? Yesus mengalami semua hal ini.

Tuhan telah menyatakan diri--Nya melalui penciptaan. Namun, pewahyuan agung-Nya ada di dalam pribadi Putra-Nya, Yesus Kristus.

Tuhan sendiri telah menjadi bagian dari dunia yang tidak bersahabat ini, agar dapat melakukan sesuatu untuk dunia. Dalam renungan ini, kita melihat sekilas solusi penyelamatan Allah, yang diraih-Nya melalui kedatangan Yesus Anak-Nya. Namun, dunia bahkan memusuhi Yesus.

  1. Penempatan

    Kita tidak perlu terkejut dengan permusuhan yang dilakukan dunia terhadap Yesus dan orang Kristen saat ini. Yesus mengetahui bahwa Dia akan ’diserahkan untuk disalibkan’ (Ay.2). Imam kepala dan tua-tua 'dan mereka merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan untuk membunuh Dia.' (Ay.4)

    Yesus berkata kepada kedua belas murid-Nya, 'Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku.' (Ay.21).

  2. Penuduhan

    Ketika seorang wanita datang kepada Yesus 'membawa sebuah buli-buli pualam berisi minyak wangi yang mahal. Minyak itu dicurahkannya ke atas kepala Yesus, yang sedang duduk makan.' (Ay.7), bahkan para murid-Nya menganggap apa yang dilakukan wanita itu untuk Yesus adalah 'pemborosan' (Ay.at 8).

    Ada sesuatu yang sangat mengharukan tentang peristiwa ini. Yesus dikorbankan untuk kita. Harganya melebihi apa pun dari yang bisa kita bayangkan, dan kematian-Nya pada saat itu akan segera terjadi. Sebotol parfum mahal lah yang mungkin setimpal atau layak untuk kematian-Nya, namun para murid meributkan soal pemborosan tersebut.

    Kebanyakan orang memahami karya-karya Anda dari tindakan sosial (misalnya, dalam menanggapi kemiskinan), tetapi mereka merasa lebih sulit untuk memahami ibadah Anda kepada Yesus dan semua hal yang terkait dengannya. Mereka menganggap hal-hal ini sebagai 'pemborosan' dan berpikir bahwa pasti Anda dapat menggunakan waktu dan uang Anda dengan jauh lebih baik (Ay.9), tetapi Yesus melihat dari sudut pandang yang berbeda: 'ia telah melakukan suatu perbuatan yang baik pada-Ku' (Ay..10). Dia menunjukkan kecintaannya yang luar biasa pada Yesus.

  3. Pengkhianatan

    Apa yang akan dilakukan orang untuk uang? Yudas menunggu kesempatan untuk menyerahkan Yesus untuk 'tiga puluh koin perak' (Ay.15). Betapa menyakitkan hal ini bagi Yesus! Yudas adalah salah satu 'teman' terdekatnya, salah satu yang berada dalam lingkaran dua belas murid yang dipilih-Nya. Dia mengetahui - ‘seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku' (Ay.21).

    Namun, Yesus dalam kasih-Nya yang luar biasa, mati untuk mereka semua, kita semua. Saat makan bersama, Ia mulai menjelaskan makna kematian-Nya. Dia menjelaskan melalui pemecahan roti dan anggur yang diminum yang darahnya harus ‘ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa’ (Ay.28). Jawaban Yesus kepada dunia yang memusuhi-Nya adalah Dia sendiri menyerahkan diri-Nya untuk disalibkan agar pengampunan dan penebusan dapat dimungkinkan.

Setiap kali Anda menerima perjamuan, Anda diingatkan kepada dua hal, yaitu dunia yang memusuhi Yesus dan cinta-Nya untuk dunia yang sama, dunia yang memusuhi-Nya.

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mati untukku dan menunjukkan tentang bagaimana mengasihi dunia yang tidak bersahabat ini.

Perjanjian Lama

Keluaran 1:1–3:22

Orang Israel ditindas di Mesir

1Inilah nama para anak Israel yang datang ke Mesir bersama-sama dengan Yakub; mereka datang dengan keluarganya masing-masing: 2 Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda; 3 Isakhar, Zebulon dan Benyamin; 4 Dan serta Naftali, Gad dan Asyer. 5 Seluruh keturunan yang diperoleh Yakub berjumlah tujuh puluh jiwa. Tetapi Yusuf telah ada di Mesir. 6 Kemudian matilah Yusuf, serta semua saudara-saudaranya dan semua orang yang seangkatan dengan dia. 7 Orang-orang Israel beranak cucu dan tak terbilang jumlahnya; mereka bertambah banyak dan dengan dahsyat berlipat ganda, sehingga negeri itu dipenuhi mereka.

8 Kemudian bangkitlah seorang raja baru memerintah tanah Mesir, yang tidak mengenal Yusuf. 9 Berkatalah raja itu kepada rakyatnya: “Bangsa Israel itu sangat banyak dan lebih besar jumlahnya dari pada kita. 10 Marilah kita bertindak dengan bijaksana terhadap mereka, supaya mereka jangan bertambah banyak lagi dan – jika terjadi peperangan – jangan bersekutu nanti dengan musuh kita dan memerangi kita, lalu pergi dari negeri ini.” 11 Sebab itu pengawas-pengawas rodi ditempatkan atas mereka untuk menindas mereka dengan kerja paksa: mereka harus mendirikan bagi Firaun kota-kota perbekalan, yakni Pitom dan Raamses. 12 Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu. 13 Lalu dengan kejam orang Mesir memaksa orang Israel bekerja, 14 dan memahitkan hidup mereka dengan pekerjaan yang berat, yaitu mengerjakan tanah liat dan batu bata, dan berbagai-bagai pekerjaan di padang, ya segala pekerjaan yang dengan kejam dipaksakan orang Mesir kepada mereka itu.

15 Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya: 16 “Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup.” 17 Tetapi bidan-bidan itu takut akan Allah dan tidak melakukan seperti yang dikatakan raja Mesir kepada mereka, dan membiarkan bayi-bayi itu hidup. 18 Lalu raja Mesir memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka: “Mengapakah kamu berbuat demikian membiarkan hidup bayi-bayi itu?” 19 Jawab bidan-bidan itu kepada Firaun: “Sebab perempuan Ibrani tidak sama dengan perempuan Mesir; melainkan mereka kuat: sebelum bidan datang, mereka telah bersalin.” 20 Maka Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu; bertambah banyaklah bangsa itu dan sangat berlipat ganda. 21 Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, maka Ia membuat mereka berumah tangga. 22 Lalu Firaun memberi perintah kepada seluruh rakyatnya: “Lemparkanlah segala anak laki-laki yang lahir bagi orang Ibrani ke dalam sungai Nil; tetapi segala anak perempuan biarkanlah hidup.”

Musa lahir dan diselamatkan

2Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; 2 lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. 3 Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan tér, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; 4 kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia. 5 Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. 6 Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: “Tentulah ini bayi orang Ibrani.”

7 Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: “Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?” 8 Sahut puteri Firaun kepadanya: “Baiklah.” Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. 9 Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu.” Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. 10 Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: “Karena aku telah menariknya dari air.”

Musa membela bangsanya

Ia lari ke tanah Midian

11 Pada waktu itu, ketika Musa telah dewasa, ia keluar mendapatkan saudara-saudaranya untuk melihat kerja paksa mereka; lalu dilihatnyalah seorang Mesir memukul seorang Ibrani, seorang dari saudara-saudaranya itu. 12 Ia menoleh ke sana sini dan ketika dilihatnya tidak ada orang, dibunuhnya orang Mesir itu, dan disembunyikannya mayatnya dalam pasir.

13 Ketika keesokan harinya ia keluar lagi, didapatinya dua orang Ibrani tengah berkelahi. Ia bertanya kepada yang bersalah itu: “Mengapa engkau pukul temanmu?” 14 Tetapi jawabnya: “Siapakah yang mengangkat engkau menjadi pemimpin dan hakim atas kami? Apakah engkau bermaksud membunuh aku, sama seperti engkau telah membunuh orang Mesir itu?” Musa menjadi takut, sebab pikirnya: “Tentulah perkara itu telah ketahuan.” 15 Ketika Firaun mendengar tentang perkara itu, dicarinya ikhtiar untuk membunuh Musa. Tetapi Musa melarikan diri dari hadapan Firaun dan tiba di tanah Midian, lalu ia duduk-duduk di tepi sebuah sumur. 16 Adapun imam di Midian itu mempunyai tujuh anak perempuan. Mereka datang menimba air dan mengisi palungan-palungan untuk memberi minum kambing domba ayahnya. 17 Maka datanglah gembala-gembala yang mengusir mereka, lalu Musa bangkit menolong mereka dan memberi minum kambing domba mereka. 18 Ketika mereka sampai kepada Rehuel, ayah mereka, berkatalah ia: “Mengapa selekas itu kamu pulang hari ini?” 19 Jawab mereka: “Seorang Mesir menolong kami terhadap gembala-gembala, bahkan ia menimba air banyak-banyak untuk kami dan memberi minum kambing domba.” 20 Ia berkata kepada anak-anaknya: “Di manakah ia? Mengapakah kamu tinggalkan orang itu? Panggillah dia makan.” 21 Musa bersedia tinggal di rumah itu, lalu diberikan Rehuellah Zipora, anaknya, kepada Musa. 22 Perempuan itu melahirkan seorang anak laki-laki, maka Musa menamainya Gersom, sebab katanya: “Aku telah menjadi seorang pendatang di negeri asing.”

Musa diutus Tuhan

23 Lama sesudah itu matilah raja Mesir. Tetapi orang Israel masih mengeluh karena perbudakan, dan mereka berseru-seru, sehingga teriak mereka minta tolong karena perbudakan itu sampai kepada Allah. 24 Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub. 25 Maka Allah melihat orang Israel itu, dan Allah memperhatikan mereka.

3Adapun Musa, ia biasa menggembalakan kambing domba Yitro, mertuanya, imam di Midian. Sekali, ketika ia menggiring kambing domba itu ke seberang padang gurun, sampailah ia ke gunung Allah, yakni gunung Horeb. 2 Lalu Malaikat Tuhan menampakkan diri kepadanya di dalam nyala api yang keluar dari semak duri. Lalu ia melihat, dan tampaklah: semak duri itu menyala, tetapi tidak dimakan api. 3 Musa berkata: “Baiklah aku menyimpang ke sana untuk memeriksa penglihatan yang hebat itu. Mengapakah tidak terbakar semak duri itu?” 4 Ketika dilihat Tuhan, bahwa Musa menyimpang untuk memeriksanya, berserulah Allah dari tengah-tengah semak duri itu kepadanya: “Musa, Musa!” dan ia menjawab: “Ya, Allah.” 5 Lalu Ia berfirman: “Janganlah datang dekat-dekat: tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat, di mana engkau berdiri itu, adalah tanah yang kudus.” 6 Lagi Ia berfirman: “Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub.” Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah. 7 Dan Tuhan berfirman: “Aku telah memperhatikan dengan sungguh kesengsaraan umat-Ku di tanah Mesir, dan Aku telah mendengar seruan mereka yang disebabkan oleh pengerah-pengerah mereka, ya, Aku mengetahui penderitaan mereka. 8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, ke tempat orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. 9 Sekarang seruan orang Israel telah sampai kepada-Ku; juga telah Kulihat, betapa kerasnya orang Mesir menindas mereka. 10 Jadi sekarang, pergilah, Aku mengutus engkau kepada Firaun untuk membawa umat-Ku, orang Israel, keluar dari Mesir.” 11 Tetapi Musa berkata kepada Allah: “Siapakah aku ini, maka aku yang akan menghadap Firaun dan membawa orang Israel keluar dari Mesir?” 12 Lalu firman-Nya: “Bukankah Aku akan menyertai engkau? Inilah tanda bagimu, bahwa Aku yang mengutus engkau: apabila engkau telah membawa bangsa itu keluar dari Mesir, maka kamu akan beribadah kepada Allah di gunung ini.”

13 Lalu Musa berkata kepada Allah: “Tetapi apabila aku mendapatkan orang Israel dan berkata kepada mereka: Allah nenek moyangmu telah mengutus aku kepadamu, dan mereka bertanya kepadaku: bagaimana tentang nama-Nya? – apakah yang harus kujawab kepada mereka?” 14 Firman Allah kepada Musa: “AKU ADALAH AKU.” Lagi firman-Nya: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu.”

15 Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: “Beginilah kaukatakan kepada orang Israel: Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya dan itulah sebutan-Ku turun-temurun. 16 Pergilah, kumpulkanlah para tua-tua Israel dan katakanlah kepada mereka: Tuhan, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Ishak dan Yakub, telah menampakkan diri kepadaku, serta berfirman: Aku sudah mengindahkan kamu, juga apa yang dilakukan kepadamu di Mesir. 17 Jadi Aku telah berfirman: Aku akan menuntun kamu keluar dari kesengsaraan di Mesir menuju ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus, ke suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 18 Dan bilamana mereka mendengarkan perkataanmu, maka engkau harus beserta para tua-tua Israel pergi kepada raja Mesir, dan kamu harus berkata kepadanya: Tuhan, Allah orang Ibrani, telah menemui kami; oleh sebab itu, izinkanlah kiranya kami pergi ke padang gurun tiga hari perjalanan jauhnya untuk mempersembahkan korban kepada Tuhan, Allah kami. 19 Tetapi Aku tahu, bahwa raja Mesir tidak akan membiarkan kamu pergi, kecuali dipaksa oleh tangan yang kuat. 20 Tetapi Aku akan mengacungkan tangan-Ku dan memukul Mesir dengan segala perbuatan yang ajaib, yang akan Kulakukan di tengah-tengahnya; sesudah itu ia akan membiarkan kamu pergi. 21 Dan Aku akan membuat orang Mesir bermurah hati terhadap bangsa ini, sehingga, apabila kamu pergi, kamu tidak pergi dengan tangan hampa, 22 tetapi tiap-tiap perempuan harus meminta dari tetangganya dan dari perempuan yang tinggal di rumahnya, barang-barang perak dan emas dan kain-kain, yang akan kamu kenakan kepada anak-anakmu lelaki dan perempuan; demikianlah kamu akan merampasi orang Mesir itu.”

Komentar

Mengerti Siapa Allah

Musa bertanya kepada Tuhan, 'Siapakah aku ini, sehingga aku harus pergi?' Tuhan menjawab dengan mengatakan kepadanya siapa Dia. Pada akhirnya, jawaban atas semua pertanyaan dan masalah kita tidak dapat ditemukan pada siapa kita, tetapi ditemukan di dalam Tuhan.

Jika Anda bertanya kepada seorang Yahudi siapakah orang termasyhur pada abad pertama yang pernah hidup, mereka tanpa ragu pasti akan menjawab: ‘Musa’. Dia adalah tokoh terbesar dalam sejarah mereka. Dia menyelamatkan mereka dari perbudakan menuju kepada kehidupan yang bebas dari perbudakan. Dia memberi mereka hukum. Kitab Keluaran memperkenalkan kita kepada konstitusi dari sebuah negara baru, negara yang telah merdeka, dan memperkenalkan kita kepada orang yang bertanggung jawab atasnya.

'Raja baru' berkuasa yang 'yang tidak mengenal Yusuf' (1:8). 'Raja baru' tidak tahu fakta bahwa Yusuf telah menyelamatkan Mesir. Orang-orang Mesir dengan cepat melupakan kebaikan yang telah dilakukan umat Allah di masa lalu. Pemerintah Mesir mulai menindas mereka 'dengan kejam' dengan cara kerja paksa (Ay.11-14). Mereka berteriak minta tolong dan 'Allah mendengar mereka berkeluh kesah' (2:24).

Orang-orang telah mencoba, dalam sepanjang sejarah, untuk menyingkirkan umat Allah - tetapi rencana itu tidak pernah berhasil. 'Tetapi makin ditindas, makin bertambah banyak dan berkembang mereka, sehingga orang merasa takut kepada orang Israel itu' (1:12). Bahkan saat ini, ketika gereja dianiaya dan ditindas, pertumbuhannya justru semakin berlipat ganda dan menyebar.

Musa adalah cucu angkat Firaun - seorang pangeran yang berkuasa. Uang, gender, dan kekuasaan harusnya menjadi milik Musa dalam kelimpahannya. Tetapi, dia memilih untuk menolak kesemuanya itu. Dia mematuhi panggilan Allah dan memilih untuk menyamakan dirinya dengan umat Allah - sekelompok orang yang memiliki didikan seperti Musa akan dianggap sebagai penghinaan, bangsa budak - Israel.

Melalui perspektif Perjanjian Baru, kita melihat bahwa Musa 'karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa. Ia menganggap penghinaan karena Kristus sebagai kekayaan yang lebih besar dari pada semua harta Mesir, sebab pandangannya ia arahkan kepada upah.' (Ibrani 11:25-26).

Ini tentu bukan pilihan yang mudah dibuat. Namun, pada akhirnya dia mematuhi panggilan Tuhan dan memilih untuk menghadapi dunia yang tidak bersahabat.

Inti dari ketaatannya adalah pengenalannya siapakah Allah itu. Allah menyatakan diri-Nya dalam berbagai cara kepada Musa, dan berjanji, 'Bukankah Aku akan menyertai engkau?' (Keluaran 3:12). Pewahyuan nama-Nya sangat penting sebagaimana nama dipahami sebagai pernyataan karakter atau sifat seseorang:Allah menyatakan diri-Nya sebagai, 'AKU ADALAH AKU' (Ay.14). Satu-satunya cara di mana Tuhan dapat sepenuhnya dijelaskan adalah dengan mengacu pada diri-Nya sendiri.

Nama ini menyatakan keagungan unik dan sifat kekal dari Tuhan kita. Nama ini (dalam bentuk kontrak) kemudian menjadi nama di mana Allah dikenal di seluruh sisa Perjanjian Lama. Dalam bahasa Ibrani, nama Tuhan adalah Yahweh, biasanya diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris sebagai 'TUHAN'. Ketaatan Musa berikutnya kepada Allah berakar pada pemahamannya tentang siapa Allah.

Sebenarnya, Tuhan mengatakan kepada Musa untuk tidak khawatir tentang permusuhan yang akan dia hadapi. Yang penting adalah 'AKU ADALAH AKU' bersamanya. Dia adalah bukti nyata untuk semua ketakutan, kecemasan, dan tantangan Anda.

Yesus berkata, 'sesungguhnya sebelum Abraham jadi, Aku telah ada' (Yohanes 8:58). 'AKU ADALAH AKU' yang besar, kekal, dan cukup, telah mendekat kepada kita di dalam Yesus dan Dia telah berjanji untuk menyertai Anda (Matius 28:20). Ketika Anda tahu ‘AKU ADALAH AKU' menyertai Anda, Anda dapat rileks dan merasa tenang.

Doa

Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau menyertaiku di dunia yang tidak bersahabat ini dan bahwa Engkau cukup untuk semua ketakutan, kegelisahan, dan tantangan hidupku.

Pippa menambahkan

Musa berutang nyawanya kepada lima wanita pemberani:

Sifra dan Pua menentang Firaun dan menyelamatkan nyawa ratusan bayi laki-laki.

Saudara perempuan Musa (Miriam) bertindak cerdik dalam mengambil ibu Musa sendiri untuk merawat Musa.

Ibu Musa mewariskan iman yang besar kepada ketiga anaknya (Musa, Harun, dan Miriam).

Yang paling mengejutkan, putri Firaun memiliki belas kasih kepada Musa dan menyelamatkannya, dan membesarkannya sebagai anaknya sendiri.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Francis Collins, The Language of God, (Simon & Schuster UK, 2007), p.67.

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.