Hari 42

Kemerdekaan

Kebijaksanaan Mazmur 20:1–9
Perjanjian Baru Matius 26:69–27:10
Perjanjian Lama Keluaran 9:1–10:29

pengantar

Film Twelve Years a Slave milik Steve McQueen dibuat berdasarkan pada riwayat hidup Solomon Northup, yang lahir bebas di negara bagian New York, tetapi pada tahun 1841 nasib malang menimpanya, ia diculik di Washington DC, dijual sebagai budak dan terkekang dalam perbudakan selama dua belas tahun di Louisiana. Dia menjelaskan secara panjang lebar tentang kengerian perbudakan di perkebunan kapas dan gula.

Akhirnya, pada tahun 1853, dia diselamatkan dari perbudakan dan bersatu kembali dengan keluarganya. Dia menulis, ‘Mereka memelukku, dan dengan air mata yang mengalir di pipi mereka, dan menetes pada leherku. Tetapi, saya tidak mengeluarkan sepatah kata pun tentang kejadian yang saya alami karena lebih baik cerita itu disimpan saja daripada diceritakan... Saya telah dipulihkan dan mendapatkan kembali kebahagiaan dan kemerdekaan saya.’

Perbudakan itu mengerikan. Kemerdekaan itu indah. Putri kami baru saja melahirkan seorang gadis kecil dan menamainya ‘Freedom’.

Musa adalah pemerdeka umat Allah dalam Perjanjian Lama. Dia melambangkan Yesus – Pemerdeka tertinggi. Sementara Musa menetapkan umat Allah merdeka dari perbudakan, Yesus terlebih lagi memerdekakanmu dari perbudakan menuju dosa.

'Kemerdekaan' mungkin adalah kata modern terbaik untuk mendefinisikan kata ‘keselamatan’ yang tertulis di dalam Alkitab. Seluruh Alkitab dapat disimpulkan sebagai 'sejarah keselamatan'. Ini adalah kisah dari keinginan dan rencana Allah untuk membebaskan umat-Nya. Kamu telah dimerdekakan.

Kebijaksanaan

Mazmur 20:1–9

Doa mohon kemenangan bagi raja

20Untuk pemimpin biduan. Mazmur Daud.

2 Kiranya Tuhan menjawab engkau pada waktu kesesakan!
  Kiranya nama Allah Yakub membentengi engkau!
3 Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu dari tempat kudus
  dan disokong-Nya engkau dari Sion.
4 Kiranya diingat-Nya segala korban persembahanmu,
  dan disukai-Nya korban bakaranmu.                    Sela
5 Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kaukehendaki
  dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan.
6 Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu
  dan mengangkat panji-panji demi nama Allah kita;
  kiranya Tuhan memenuhi segala permintaanmu.

7 Sekarang aku tahu, bahwa Tuhan memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya
  dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus
  dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
8 Orang ini memegahkan kereta dan orang itu memegahkan kuda,
  tetapi kita bermegah dalam nama Tuhan, Allah kita.
9 Mereka rebah dan jatuh,
  tetapi kita bangun berdiri dan tetap tegak.

10 Ya Tuhan, berikanlah kemenangan kepada raja!
  Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

Komentar

Nikmati kemerdekaan yang datang dari iman

Apakah kamu berada dalam masa kesesakan, kesusahan, atau kesulitan? Daud dalam waktu seperti itu, kemungkinan besar terhubung ke pertempuran yang akan datang. Dia meminta bantuan Tuhan. Baris pertama dari mazmur adalah permintaan Tuhan untuk 'menjawabmu ketika kamu dalam kesulitan' (Ay.1a) dan baris terakhir dari mazmur adalah permintaan yang ditujukan kepadaTuhan untuk 'menjawab kami ketika kami memanggil' (Ay.9b). Tuhan menjawab doa.

Ketika kamu mengalami 'hari kesusahan', panggillah Tuhan dalam doa, mintalah kepada-Nya untuk membawa keselamatan dan kemerdekaan di tengah-tengah pergumulan (Ay.6-8). Ini bukan masalah optimisme yang membabi buta, tetapi lebih kepada iman yang realistis.

Daud mengakui 'kekuatan keselamatan' Tuhan – kuasa-Nya untuk membawa kemerdekaan (Ay.6c). Dia berkata, 'Sekarang saya tahu bahwa Tuhan menyelamatkan yang diurapi' (Ay.6a). Dia berbicara tentang enam hal yang dapat kamu tanyakan pada dirimu sendiri, keluargamu, teman-temanmu, dan komunitasmu:

  1. Perlindungan
    ‘Semoga Tuhan... melindungimu’ (Ay.1). ‘Menyingkirkanmu dari jangkauan bahaya’ (Ay.1b)

  2. Bantuan
    ‘Kiranya dikirimkan-Nya bantuan kepadamu dari tempat kudus’ (Ay.2a)

  3. Penyokong
    ‘Semoga Dia.... memberimu penyokong dari Sion’ (Ay.2b)

  4. Penerimaan
    ‘Kiranya Dia ingat... dan menerima’ (Ay.3)

5.\tKesuksesan
‘Kiranya diberikan-Nya kepadamu apa yang kau kehendaki dan dijadikan-Nya berhasil apa yang kaurancangkan’ (Ay.4)

  1. Kemenangan
    ‘Kami mau bersorak-sorai tentang kemenanganmu dan mengangkat panji-panji... kiranya Tuhan memenuhi segala permintaanmu’ (Ay.5)

Kesuksesan, kemenangan, dan kemerdekaan tidak datang dari kemegahan 'kereta' dan 'kuda' (Ay.7a). Sebaliknya, semua itu datang melalui iman - 'percaya dalam nama Tuhan Allah kita' (Ay.7b).

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau memerdekakanku. Aku menaruh kepercayaanku dalam nama-Mu. Hari ini aku membawakan kepada-Mu rencanaku dan meletakkan di hadapan-Mu keinginan hatiku...

Perjanjian Baru

Matius 26:69–27:10

Petrus menyangkal Yesus

(Mrk. 14:66-72; Luk. 22:56-62; Yoh. 18:15-18, 25-27)
69 Sementara itu Petrus duduk di luar di halaman. Maka datanglah seorang hamba perempuan kepadanya, katanya: “Engkau juga selalu bersama-sama dengan Yesus, orang Galilea itu.” 70 Tetapi ia menyangkalnya di depan semua orang, katanya: “Aku tidak tahu, apa yang engkau maksud.” 71 Ketika ia pergi ke pintu gerbang, seorang hamba lain melihat dia dan berkata kepada orang-orang yang ada di situ: “Orang ini bersama-sama dengan Yesus, orang Nazaret itu.” 72 Dan ia menyangkalnya pula dengan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” 73 Tidak lama kemudian orang-orang yang ada di situ datang kepada Petrus dan berkata: “Pasti engkau juga salah seorang dari mereka, itu nyata dari bahasamu.” 74 Maka mulailah Petrus mengutuk dan bersumpah: “Aku tidak kenal orang itu.” Dan pada saat itu berkokoklah ayam. 75 Maka teringatlah Petrus akan apa yang dikatakan Yesus kepadanya: “Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali.” Lalu ia pergi ke luar dan menangis dengan sedihnya.

Yesus diserahkan kepada Pilatus

Kematian Yudas

27 Ketika hari mulai siang, semua imam kepala dan tua-tua bangsa Yahudi berkumpul dan mengambil keputusan untuk membunuh Yesus. 2 Mereka membelenggu Dia, lalu membawa-Nya dan menyerahkan-Nya kepada Pilatus, wali negeri itu. 3 Pada waktu Yudas, yang menyerahkan Dia, melihat, bahwa Yesus telah dijatuhi hukuman mati, menyesallah ia. Lalu ia mengembalikan uang yang tiga puluh perak itu kepada imam-imam kepala dan tua-tua, 4 dan berkata: “Aku telah berdosa karena menyerahkan darah orang yang tak bersalah.” Tetapi jawab mereka: “Apa urusan kami dengan itu? Itu urusanmu sendiri!” 5 Maka ia pun melemparkan uang perak itu ke dalam Bait Suci, lalu pergi dari situ dan menggantung diri. 6 Imam-imam kepala mengambil uang perak itu dan berkata: “Tidak diperbolehkan memasukkan uang ini ke dalam peti persembahan, sebab ini uang darah.” 7 Sesudah berunding mereka membeli dengan uang itu tanah yang disebut Tanah Tukang Periuk untuk dijadikan tempat pekuburan orang asing. 8 Itulah sebabnya tanah itu sampai pada hari ini disebut Tanah Darah. 9 Dengan demikian genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia: “Mereka menerima tiga puluh uang perak, yaitu harga yang ditetapkan untuk seorang menurut penilaian yang berlaku di antara orang Israel, 10 dan mereka memberikan uang itu untuk tanah tukang periuk, seperti yang dipesankan Tuhan kepadaku.”

Komentar

Kagumi bagaimana kemerdekaanmu tercapai

Yesus adalah pemerdeka tertinggi. Sejarah keselamatan mencapai klimaksnya dalam kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Kita melihat di sini sekilas berapa banyak harga yang harus dibayar oleh Yesus: Dia disangkal oleh salah satu teman terdekat-Nya (26: 69-75); Ia dikhianati oleh salah seorang murid-Nya (27:1–10); Ia diserahkan kepada penguasa Romawi (Ay.2) dan dikutuk (Ay.3a). Namun, Matius melihat bahwa semua ini adalah untuk memenuhi rencana Allah (Ay.9).

Yesus ditawan agar kamu dapat merdeka. Dia dibelenggu (Ay.2) untuk memerdekakanmu dari hal-hal yang mengikatmu. Yesus datang untuk memerdekakanmu dari dosa, rasa bersalah, rasa malu, kecanduan, dan ketakutanmu.

Pernahkah kamu benar-benar mengacaukan kehidupan Kristianimu? Pernahkah kamu merasakan kegagalan dan bahwa kamu telah sangat mengecewakan Tuhan? Pernahkah kamu ‘menangis dengan sedih’ (26:75) pada akhirnya? Kalau saya pasti pernah.

Dua teman terdekat Yesus mengecewakan-Nya. Sedihnya, kita semua akan mengecewakan Yesus pada beberapa hal tertentu di dalam kehidupan kita. Dua contoh ini membantu kita belajar bagaimana kita harus menanggapi kegagalan dan kekecewaan tersebut.

Ada banyak kesamaan antara Yudas dan Petrus. Keduanya adalah murid Yesus. Keduanya diberitahu bahwa mereka akan mengecewakan-Nya (Ay.24–25,34). Keduanya memenuhi nubuatan Perjanjian Lama melalui tindakan mereka (26:31; 27:9). Tetapi, keduanya sangat menyesalkan perbuatan mereka (27:5; 26:75).

Namun demikian, ada juga perbedaan penting antara keduanya. Petrus menanggapi kegagalannya dengan cara yang benar. Sedangkan Yudas tidak. Seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus, ‘Sebab dukacita menurut kehendak Allah menghasilkan pertobatan yang membawa keselamatan dan yang tidak akan disesalkan, tetapi dukacita yang dari dunia ini menghasilkan kematian’ (2 Korintus 7:10).

Yudas adalah contoh dari 'dukacita duniawi'. Dia mendatangi para pemimpin agama dan mengakui dosanya, tetapi mereka hanya membebani dia dengan rasa bersalah lebih lagi (Matius 27:4). Dia ditangkap dengan rasa penyesalan, tetapi sayangnya dia tidak dapat menyerahkan dirinya kembali kepada Tuhan memohon belas kasihan Tuhan dan menerima pengampunan-Nya.

Di sisi lain, Petrus adalah contoh dari 'dukacita ilahi'.

Petrus pasti begitu takut untuk menolak dan menyangkal Yesus tiga kali. Mungkin, dapat dimengerti, dia takut disalibkan dengan Yesus atau mungkin dia memiliki keraguan sebelumnya tentang apakah Yesus benar-benar adalah seperti yang Dia nyatakan. Tetapi ayam yang berkokok seperti yang dikatakan Yesus sebelum Petrus menyangkal-Nya, menghapus seluruh keraguannya pada akhirnya, dan itu membuatnya merasa putus asa: 'Dia pergi ke luar dan menangis dengan sedih' (26:75).

Tidak ada perasaan yang lebih mengerikan daripada hal-hal yang kita lakukan yang telah mengecewakan Yesus. Syukurlah, ini bukan akhir dari segalanya bagi Petrus (lihat Yohanes 21). 'Duka Tuhan' membawa 'pertobatan', dan hubungannya dengan Yesus dipulihkan. Ia dibebaskan dari kesalahan dan rasa malu, dan kemudian menjadi pemimpin gereja Yesus yang besar, kudus, kuat, dan diurapi.

Kamu tidak perlu dibebani oleh rasa bersalah atau malu tentang dosa dan kesalahan di masa lalu. Orang-orang yang Yesus merdekakan adalah benar-benar merdeka (Yohanes 8:36). Meskipun kamu telah begitu kacau dan berdosa, tidak pernah ada kata terlambat. Menanggapi seperti yang dilakukan Petrus dan kamu dapat memiliki masa depan yang hebat di depanmu dalam melayani Yesus.

Doa

Tuhan, terima kasih bahwa Engkau terikat untuk memerdekakanku dari dosa-dosaku. Ketika aku jatuh, bantulah aku selalu untuk kembali kepada Engkau dalam 'dukacita ilahi... yang menuntunku pada keselamatan dan tidak meninggalkan penyesalan'.

Perjanjian Lama

Keluaran 9:1–10:29

Tulah kelima: penyakit sampar pada ternak

9Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Pergilah menghadap Firaun dan berbicaralah kepadanya: Beginilah firman Tuhan, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku. 2 Sebab jika engkau menolak membiarkan mereka pergi dan masih menahan mereka, 3 maka ternakmu, yang ada di padang, kuda, keledai, unta, lembu sapi dan kambing domba, akan kena tulah Tuhan, yakni kena penyakit sampar yang dahsyat. 4 Dan Tuhan akan membuat perbedaan antara ternak orang Israel dan ternak orang Mesir, sehingga tidak ada yang akan mati seekor pun dari segala ternak orang Israel.” 5 Selanjutnya Tuhan menentukan waktunya, firman-Nya: “Besoklah Tuhan akan melakukan hal itu di negeri ini.” 6 Dan Tuhan melakukan hal itu keesokan harinya; segala ternak orang Mesir itu mati, tetapi dari ternak orang Israel tidak ada seekor pun yang mati. 7 Lalu Firaun menyuruh orang ke sana dan sesungguhnyalah dari ternak orang Israel tidak ada seekor pun yang mati. Tetapi Firaun tetap berkeras hati dan tidak mau membiarkan bangsa itu pergi.

Tulah keenam: barah

8 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa dan Harun: “Ambillah jelaga dari dapur peleburan serangkup penuh, dan Musa harus menghamburkannya ke udara di depan mata Firaun. 9 Maka jelaga itu akan menjadi debu meliputi seluruh tanah Mesir, dan akan menjadikan barah yang memecah sebagai gelembung, pada manusia dan binatang di seluruh tanah Mesir.” 10 Lalu mereka mengambil jelaga dari dapur peleburan, dan berdiri di depan Firaun, kemudian Musa menghamburkannya ke udara, maka terjadilah barah, yang memecah sebagai gelembung pada manusia dan binatang, 11 sehingga ahli-ahli itu tidak dapat tetap berdiri di depan Musa, karena barah-barah itu; sebab ahli-ahli itu pun juga kena barah sama seperti semua orang Mesir. 12 Tetapi Tuhan mengeraskan hati Firaun, sehingga ia tidak mendengarkan mereka – seperti yang telah difirmankan Tuhan kepada Musa.  

Tulah ketujuh: hujan es

13 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Bangunlah pagi-pagi dan berdirilah menantikan Firaun dan katakan kepadanya: Beginilah firman Tuhan, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku. 14 Sebab sekali ini Aku akan melepaskan segala tulah-Ku terhadap engkau sendiri, terhadap pegawai-pegawaimu dan terhadap rakyatmu, dengan maksud supaya engkau mengetahui, bahwa tidak ada yang seperti Aku di seluruh bumi. 15 Bukankah sudah lama Aku dapat mengacungkan tangan-Ku untuk membunuh engkau dan rakyatmu dengan penyakit sampar, sehingga engkau terhapus dari atas bumi; 16 akan tetapi inilah sebabnya Aku membiarkan engkau hidup, yakni supaya memperlihatkan kepadamu kekuatan-Ku, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi. 17 Engkau masih selalu mengalangi umat-Ku, sehingga engkau tidak membiarkan mereka pergi. 18 Sesungguhnya besok kira-kira waktu ini Aku akan menurunkan hujan es yang sangat dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di Mesir sejak Mesir dijadikan sampai sekarang ini. 19 Oleh sebab itu, ternakmu dan segala yang kaupunyai di padang, suruhlah dibawa ke tempat yang aman; semua orang dan segala hewan, yang ada di padang dan tidak pulang berkumpul ke rumah, akan ditimpa oleh hujan es itu, sehingga mati.” 20 Maka siapa di antara para pegawai Firaun yang takut kepada firman Tuhan, menyuruh hamba-hambanya serta ternaknya lari ke rumah, 21 tetapi siapa yang tidak mengindahkan firman Tuhan, meninggalkan hamba-hambanya serta ternaknya di padang.

22 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya hujan es turun di seluruh tanah Mesir, menimpa manusia dan binatang dan menimpa tumbuh-tumbuhan di padang di tanah Mesir.” 23 Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke langit, maka Tuhan mengadakan guruh dan hujan es, dan api pun menyambar ke bumi, dan Tuhan menurunkan hujan es meliputi tanah Mesir. 24 Dan turunlah hujan es, beserta api yang berkilat-kilat di tengah-tengah hujan es itu, terlalu dahsyat, seperti yang belum pernah terjadi di seluruh negeri orang Mesir, sejak mereka menjadi suatu bangsa. 25 Hujan es itu menimpa binasa segala sesuatu yang ada di padang, di seluruh tanah Mesir, dari manusia sampai binatang; juga segala tumbuh-tumbuhan di padang ditimpa binasa oleh hujan itu dan segala pohon di padang ditumbangkannya. 26 Hanya di tanah Gosyen, tempat kediaman orang Israel, tidak ada turun hujan es. 27 Lalu Firaun menyuruh memanggil Musa dan Harun serta berkata kepada mereka: “Aku telah berdosa sekali ini, Tuhan itu yang benar, tetapi aku dan rakyatkulah yang bersalah. 28 Berdoalah kepada Tuhan; guruh yang sangat dahsyat dan hujan es itu sudah cukup. Maka aku akan membiarkan kamu pergi, tidak usah kamu tinggal lebih lama lagi.”

29 Dan berkatalah Musa kepadanya: “Sekeluar aku dari kota ini, aku akan mengembangkan tanganku kepada Tuhan; guruh akan berhenti dan hujan es tidak akan turun lagi, supaya engkau mengetahui, bahwa bumi adalah milik Tuhan. 30 Tetapi tentang engkau dan para pegawaimu, aku tahu, bahwa kamu belum takut kepada Tuhan Allah.” 31 – Tanaman rami dan jelai telah tertimpa binasa, sebab jelai itu sedang berbulir dan rami itu sedang berbunga. 32 Tetapi gandum dan sekoi tidak tertimpa binasa, sebab belum lagi musimnya. – 33 Lalu keluarlah Musa dari kota itu meninggalkan Firaun, dikembangkannyalah tangannya kepada Tuhan, maka berhentilah guruh dan hujan es dan hujan tidak tercurah lagi ke bumi.

34 Tetapi ketika Firaun melihat, bahwa hujan, hujan es dan guruh telah berhenti, maka teruslah ia berbuat dosa; ia tetap berkeras hati, baik ia maupun para pegawainya. 35 Berkeraslah hati Firaun, sehingga ia tidak membiarkan orang Israel pergi – seperti yang telah difirmankan Tuhan dengan perantaraan Musa.

Tulah kedelapan: belalang

10Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Pergilah menghadap Firaun, sebab Aku telah membuat hatinya dan hati para pegawainya berkeras, supaya Aku mengadakan tanda-tanda mujizat yang Kubuat ini di antara mereka, 2 dan supaya engkau dapat menceriterakan kepada anak cucumu, bagaimana Aku mempermain-mainkan orang Mesir dan tanda-tanda mujizat mana yang telah Kulakukan di antara mereka, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah Tuhan.”

3 Lalu Musa dan Harun pergi menghadap Firaun dan berkata kepadanya: “Beginilah firman Tuhan, Allah orang Ibrani: Berapa lama lagi engkau menolak untuk merendahkan dirimu di hadapan-Ku? Biarkanlah umat-Ku pergi supaya mereka beribadah kepada-Ku. 4 Sebab jika engkau menolak membiarkan umat-Ku pergi, maka besok Aku akan mendatangkan belalang-belalang ke dalam daerahmu; 5 belalang itu akan menutupi permukaan bumi, sehingga orang tidak dapat melihat tanah; belalang itu akan memakan habis sisa yang terluput, yang masih tinggal bagimu dari hujan es itu, bahkan akan memakan habis segala pohonmu yang tumbuh di padang. 6 Belalang itu akan memenuhi rumahmu, rumah semua pegawaimu, rumah semua orang Mesir seperti yang belum pernah dilihat oleh bapamu dan nenek moyangmu, sejak mereka lahir ke bumi sampai hari ini.” Lalu berpalinglah ia dan keluar meninggalkan Firaun.

7 Sesudah itu berkatalah para pegawai Firaun kepadanya: “Berapa lama lagi orang ini akan menjadi jerat kepada kita? Biarkanlah orang-orang itu pergi supaya mereka beribadah kepada Tuhan, Allah mereka. Belumkah tuanku insaf, bahwa Mesir pasti akan binasa?” 8 Lalu Musa dan Harun dibawalah kembali kepada Firaun dan berkatalah Firaun kepada mereka: “Pergilah, beribadahlah kepada Tuhan, Allahmu. Siapa-siapa sebenarnya yang akan pergi itu?” 9 Jawab Musa: “Kami hendak pergi dengan orang-orang yang muda dan yang tua; dengan anak-anak lelaki kami dan perempuan, dengan kambing domba kami dan lembu sapi kami, sebab kami harus mengadakan perayaan untuk Tuhan.” 10 Tetapi Firaun berkata kepada mereka: “Tuhan boleh menyertai kamu, jika aku membiarkan kamu pergi dengan anak-anakmu! Lihat, jahatlah maksudmu! 11 Bukan demikian, kamu boleh pergi, tetapi hanya laki-laki, dan beribadahlah kepada Tuhan, sebab itulah yang kamu kehendaki.” Lalu mereka diusir dari depan Firaun.

12 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke atas tanah Mesir mendatangkan belalang dan belalang akan datang meliputi tanah Mesir dan memakan habis segala tumbuh-tumbuhan di tanah, semuanya yang ditinggalkan oleh hujan es itu.” 13 Lalu Musa mengulurkan tongkatnya ke atas tanah Mesir, dan Tuhan mendatangkan angin timur melintasi negeri itu, sehari-harian dan semalam-malaman, dan setelah hari pagi, angin timur membawa belalang. 14 Datanglah belalang meliputi seluruh tanah Mesir dan hinggap di seluruh daerah Mesir, sangat banyak; sebelum itu tidak pernah ada belalang yang demikian banyaknya dan sesudah itu pun tidak akan terjadi lagi yang demikian.

15 Belalang menutupi seluruh permukaan bumi, sehingga negeri itu menjadi gelap olehnya; belalang memakan habis segala tumbuh-tumbuhan di tanah dan segala buah-buahan pada pohon-pohon yang ditinggalkan oleh hujan es itu, sehingga tidak ada tinggal lagi yang hijau pada pohon atau tumbuh-tumbuhan di padang di seluruh tanah Mesir. 16 Maka segeralah Firaun memanggil Musa dan Harun serta berkata: “Aku telah berbuat dosa terhadap Tuhan, Allahmu, dan terhadap kamu. 17 Oleh sebab itu, ampunilah kiranya dosaku untuk sekali ini saja dan berdoalah kepada Tuhan, Allahmu itu, supaya bahaya maut ini dijauhkan-Nya dari padaku.” 18 Lalu keluarlah Musa meninggalkan Firaun dan berdoa kepada Tuhan. 19 Maka Tuhan membuat angin bertiup dari jurusan sebaliknya, yakni angin barat yang sangat kencang, yang membawa belalang itu dan melemparkannya ke dalam Laut Teberau: tidak ada satu belalang pun yang tinggal di seluruh daerah Mesir. 20 Tetapi Tuhan mengeraskan hati Firaun, sehingga tidak mau membiarkan orang Israel pergi.

Tulah kesembilan: gelap gulita

21 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Ulurkanlah tanganmu ke langit, supaya datang gelap meliputi tanah Mesir, sehingga orang dapat meraba gelap itu.” 22 Lalu Musa mengulurkan tangannya ke langit dan datanglah gelap gulita di seluruh tanah Mesir selama tiga hari. 23 Tidak ada orang yang dapat melihat temannya, juga tidak ada orang yang dapat bangun dari tempatnya selama tiga hari; tetapi pada semua orang Israel ada terang di tempat kediamannya.

24 Lalu Firaun memanggil Musa serta berkata: “Pergilah, beribadahlah kepada Tuhan, hanya kambing dombamu dan lembu sapimu harus ditinggalkan, juga anak-anakmu boleh turut beserta kamu.” 25 Tetapi Musa berkata: “Bahkan korban sembelihan dan korban bakaran harus engkau berikan kepada kami, supaya kami menyediakannya untuk Tuhan, Allah kami. 26 Dan juga ternak kami harus turut beserta kami dan satu kaki pun tidak akan tinggal, sebab dari ternak itulah kami harus ambil untuk beribadah kepada Tuhan, Allah kami; dan kami tidak tahu, dengan apa kami harus beribadah kepada Tuhan, sebelum kami sampai di sana.” 27 Tetapi Tuhan mengeraskan hati Firaun, sehingga dia tidak mau membiarkan mereka pergi. 28 Lalu Firaun berkata kepadanya: “Pergilah dari padaku; awaslah engkau, jangan lihat mukaku lagi, sebab pada waktu engkau melihat mukaku, engkau akan mati.” 29 Kemudian Musa berkata: “Tepat seperti ucapanmu itu! Aku takkan melihat mukamu lagi!”

Komentar

Gunakan kemerdekaanmu untuk menyembah Tuhan

Dalam melayani Tuhan, kita menemukan kemerdekaan yang sempurna. Kamu diciptakan untuk menyembah dan melayani Tuhan. Inilah tujuanmu.

Paus Benediktus XVI (ketika dia masih sebagai Kardinal Ratzinger) menulis, 'Satu-satunya tujuan dari kitab Keluaran adalah untuk penyembahan... Tanah diberikan kepada orang-orang untuk menjadi tempat menyembah Allah yang benar... kebebasan untuk memberikan ibadah yang benar kepada Tuhan muncul dalam perjumpaan dengan Firaun, dan menjadi satu-satunya tujuan Keluaran, itulah esensi yang sesungguhnya.’

Sekali lagi, dalam sejarah orang-orang Israel, kita melihat rencana keselamatan Allahdinubuatkan di. Kami melihat rencana-Nya untuk membebaskan umat-Nya dari perbudakan melalui Musa. Berkali-kali Tuhan mengucapkan kata-kata ini kepada Musa: ‘Pergilah menghadap Firaun dan berbicaralah kepadanya: Beginilah firman Tuhan, Allah orang Ibrani: Biarkanlah umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku’ (9:1).

Dia memberi banyak kesempatan kepada Firaun. Lagi-lagi Musa mengucapkan kata-kata Allah kepadanya: 'Biarkan umat-Ku pergi, supaya mereka beribadah kepada-Ku' (9:13; 10: 3, 7). ‘Lepaskan orang-orang-Ku agar mereka dapat beribadah kepada-Ku’ (MSG).

Dunia mungkin memahami 'perbuatan baikmu' tetapi tidak melihat esensi dari ibadahmu. Firaun menuduh mereka malas dan melihat ibadah sebagai alternatif untuk pekerjaan (5:17-18). Tetapi, ibadah adalah tujuan dan pekerjaan utamamu - pada kenyataannya, kata Ibrani untuk 'beribadah' dalam bagian ini ('avad'), dapat diterjemahkan sebagai ibadah dan pekerjaan.

Tuhan mengasihimu. Dia menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya orang berbalik dan bertobat (2 Petrus 3:9). Satu-satunya hal yang membuat kita binasa adalah jika, seperti Firaun, kita mengeraskan hati dan mengabaikan semua tanda peringatan yang Tuhan berikan. Adapun Firaun itu sombong dan kesombongan adalah akar dari dosa Firaun. Semakin dia menolak, semakin sulit dia untuk mengubah pikirannya tanpa dia harus merasa malu sedikitpun.

Bersiaplah untuk mengakui kesalahanmu daripada kamu pada akhirnya harus berjalan ke arah yang salah. Tidak peduli seberapa lama kamu berjalan di jalan yang salah karenabagaimanapun kamu selalu bisa menemukan jalan untuk kembali.

Keinginan Tuhan adalah agar umat-Nya dimerdekakan untuk dapat menyembah-Nya seumur hidup. Dia ingin memerdekakanmu dari rasa bersalah, malu, dosa, kecanduan, dan ketakutan. Dia ingin membuatmu merdeka untuk mencintai, melayani, dan menyembah Dia.

Doa

Tuhan, terima kasih karena Engkau mengatakan, ‘Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka’ (Yohanes 8:36). Dan biarlah kiranya aku menggunakan kemerdekaanku untuk beribadah dan melayani-Mu.

Pippa menambahkan

Keluaran 9:20

‘Maka siapa diantara para pegawai Firaun yang takut kepada firman Tuhan, menyuruh hamba-hambanya serta ternaknya lari ke rumah.’

Orang dapat memiliki hati yang sangat keras: tidak peduli berapa banyak tanda yang ditunjukkan kepada mereka, beberapa orang tidak akan percaya. Tetapi bahkan di tempat-tempat yang paling mustahil sekalipun, tetap ada orang-orang yang mau menanggapi Tuhan.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Solomon Northup, Twelve Years a Slave, (London: Sampson Low, Son & Company, 1853)

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.