Hari 78

Juruselamat

Kebijaksanaan Mazmur 35:1–10
Perjanjian Baru Lukas 2:21–40
Perjanjian Lama Bilangan 7:1–65

pengantar

Dunia mencari juruselamat. Musisi Kanada, Lights, mengungkapkan ini dalam lirik lagunya, ‘Juruselamat’:

Malam begitu melemahkan dengarku, Di saat hening mendengarkan, Dan aku bertelut, Ku tahu ada yang hilang...

Cepat atau lambat, aku kan memerlukan juruselamat, Aku kan memerlukan juruselamat...

‘Lecrae’ (Moore), adalah seorang penyanyi rap, wirausaha, produser rekaman, dan aktor. Dia berbicara dan ditujukan kepada kami ketika dia berkata, ‘Aku Kristen bukan karena aku kuat dan punya semuanya. Aku Kristen karena aku lemah dan butuh juruselamat.’

Kebenaran tentang Kristianitas adalah bahwa dalam Yesus, Anda memiliki juruselamat. Bagaimana seharusnya Anda menanggapi kabar baik ini?

Kebijaksanaan

Mazmur 35:1–10

Doa minta tolong terhadap musuh

35Dari Daud.

  Berbantahlah, Tuhan, melawan orang yang berbantah dengan aku,
   berperanglah melawan orang yang berperang melawan aku!
2 Peganglah perisai dan utar-utar,
  bangunlah menolong aku,
3 cabutlah tombak dan kapak
  menghadapi orang-orang yang mengejar aku;
   katakanlah kepada jiwaku:
  “Akulah keselamatanmu!”
4 Biarlah mendapat malu dan kena noda,
  orang-orang yang ingin mencabut nyawaku;
   biarlah mundur dan tersipu-sipu
  orang-orang yang merancang kecelakaanku!
5 Biarlah mereka seperti sekam dibawa angin,
  didorong Malaikat Tuhan;
6 biarlah jalan mereka gelap dan licin,
  dan Malaikat Tuhan mengejar mereka!

7 Karena tanpa alasan mereka memasang jaring terhadap aku,
  tanpa alasan mereka menggali pelubang untuk nyawaku.
8 Biarlah kebinasaan mendatangi dia dengan tidak disangka-sangka,
  jerat yang dipasangnya, biarlah menangkap dia sendiri,
   biarlah ia jatuh dan musnah!

9 Tetapi aku bersorak-sorak karena Tuhan,
  aku girang karena keselamatan dari pada-Nya;
10 segala tulangku berkata:
  “Ya, Tuhan, siapakah yang seperti Engkau,
   yang melepaskan orang sengsara dari tangan orang yang lebih kuat dari padanya,
  orang sengsara dan miskin dari tangan orang yang merampasi dia?”

Komentar

Berseru pada Allah Juruselamat Anda

Kapan saja, Anda dapat berseru meminta pertolongan pada Allah.

Hidup adalah pertempuran. Daud berdoa bahwa Allah akan melawan mereka yang melawannya (Ay.1a).

Doanya, ‘Berbantahlah, TUHAN, melawan orang yang berbantah dengan aku, berperanglah melawan orang yang berperang melawan aku... katakanlah kepada jiwaku:“Akulah keselamatanmu”’ (Ay.1b-3).

Ketika Anda sedang diserang, Anda terkadang merasa bahwa itu merupakan kesalahan Anda. Tetapi, dua kali Daud mengulang bahwa mereka memasang jaring terhadap dia ‘tanpa alasan’ (Ay.7). Terkadang Anda mungkin menghadapi penentangan tidak disebabkan oleh kesalahan Anda, tetapi karena perbuatan benar Anda. Daud berdoa kepada Tuhan memohon akan pertolongan-Nya: ‘Tetapi aku bersorak-sorak karena TUHAN, aku girang karena keselamatan dari pada-Nya’ (Ay.9).

Musuh Anda mungkin lebih kuat daripada Anda. Daud menghadapi ‘pembantah’, ‘pengganggu’ dan ‘orang yang ingin mencabut nyawanya’ Ay.1,4). Tetapi Allah adalah Juruselamat yang menolong dan melindungi orang sengsara (Ay.10b).

Pertolongan Allah adalah pertolongan dalam Yesus. Saya menyukai lagu yang ditulis oleh Ben Fedling dan Reuben Morgan yang merayakan keselamatan-Nya. Mari jadikan kata-kata ini sebagai doa dan puji-pujian:

Doa

Juruselamat,
Dia sanggup memindahkan gunung,
Allahku berkuasa menyelamatkan,
Dia berkuasa menyelamatkan.
Selamanya,
Perancang keselamatan,
Dia bangkit menaklukkan kematian,
Yesus menaklukkan kematian.

Perjanjian Baru

Lukas 2:21–40

Yesus disunat dan diserahkan kepada Tuhan – Simeon dan Hana

21 Dan ketika genap delapan hari dan Ia harus disunatkan, Ia diberi nama Yesus, yaitu nama yang disebut oleh malaikat sebelum Ia dikandung ibu-Nya.

22 Dan ketika genap waktu pentahiran, menurut hukum Taurat Musa, mereka membawa Dia ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, 23 seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan: “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah”, 24 dan untuk mempersembahkan korban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati.

25 Adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh yang menantikan penghiburan bagi Israel. Roh Kudus ada di atasnya, 26 dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. 27 Ia datang ke Bait Allah oleh Roh Kudus. Ketika Yesus, Anak itu, dibawa masuk oleh orang tua-Nya untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, 28 ia menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya:

29 “Sekarang, Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi
  dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu,
30 sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu,
31 yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa,
32 yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain
  dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.”

33 Dan bapa serta ibu-Nya amat heran akan segala apa yang dikatakan tentang Dia. 34 Lalu Simeon memberkati mereka dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu: “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan 35 – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri –, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”

36 Lagipula di situ ada Hana, seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah kawin ia hidup tujuh tahun lamanya bersama suaminya, 37 dan sekarang ia janda dan berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. 38 Dan pada ketika itu juga datanglah ia ke situ dan mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem.

39 Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah mereka ke kota kediamannya, yaitu kota Nazaret di Galilea. 40 Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.

Komentar

Memandang Yesus sebagai Juruselamat

Yesus adalah Juruselamat dunia. Malaikat telah mengumumkan kelahiran Juruselamat (2:11). Pada bagian ini, kita melihat pada hari ke delapan Dia dinamakan ‘Yesus’ yang berarti ‘Tuhan menyelamatkan’.

Orang tuanya membawa-Nya ke Yerusalem untuk ‘mempersembahkan-Nya pada Tuhan’ dan ‘untuk mempersembahkan korban menurut apa yang disebutkan dalam hukum Tuhan’ (Ay.22-24). Yesus adalah kegenapan dari seluruh persembahan dan korban yang kita baca pada Perjanjian Lama.

  1. Memandang Yesus, menerima damai sejahtera
    Simeon menatang Yesus dan berkata kepada Tuhan, ‘Mataku telah melihat keselamatan dari pada-Mu‘ (Ay.30). Melihat Yesus adalah melihat keselamatan. Ketika melihat Yesus, Simeon merasakan damai sejahtera (Ay.29b).

  2. Memandang Yesus, melihat seperti apa Allah itu
    Yesus adalah terang yang mengungkapkan Allah. Dia adalah ‘terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain’ (Ay.32a). Mustahil mengetahui Allah jika Dia tidak menyatakan diri-Nya sendiri kepada kita. Namun, Allah telah melakukannya dalam Yesus. Yesus menunjukkan kita seperti apa Allah itu. Yesus berkata, ‘Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa’ (Yoh 14:9). Yesus menyatakan Allah pada semua orang.

  3. Memandang Yesus, mendapatkan anugerah dan kebenaran
    Yesus adalah terang yang membawa kemuliaan:‘kemuliaan umat-Mu Israel’ (Lukas 2:3b). Kata ‘kemuliaan’ berbicara tentang kehebatan, keindahan, kebesaran dan kesempurnaan Allah. Allah berjaya. Israel berjaya karena Allah tinggal di tengah mereka, pertama di tabernakel di gurun (seperti yang tertulis dalam bagian Perjanjian Lama hari ini), dan lalu di Bait di Yerusalem.

Bersama Yesus, Israel melihat kemuliaan Allah dalam pemahaman penuh dan sejati. Seperti yang dituliskan oleh Yohanes, ‘kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran’ (Yoh 1:14b). Yesus membawa kemuliaan bagi Israel dan kita, karena Yesus adalah Allah yang datang hidup di tengah kita.

Tragisnya, banyak orang menolak penyataan dan kemuliaan Allah yang kita pahami dalam Yesus. Simeon menubuatkan bahwa, ‘Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan... supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang’ (Lukas 2:34-35).

Bergaul karib dengan Yesus mendatangkan berkat tetapi juga penderitaan. Mungkin Anda memiliki anggota keluarga, teman, atau orang lain yang menentang Yesus atau memang tidak tertarik. Ketika kita menyaksikan orang-orang menolak Yesus, kita sekilas melihat apa yang Maria telah alami: ‘Dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri’ (Ay.35).

Penderitaan Maria terdapat juga di masa depan. Sementara itu, dia bersukacita melihat Yesus tumbuh dan bertambah ‘kuat’. ‘Dia penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya’ (Ay.40). ‘Hikmat’ dan ‘kasih karunia’ adalah karakter Juruselamat yang harus kita tiru dalam hidup kita.

Doa

Tuhan, berikan aku mata seperti Simeon untuk melihat keselamatan-Mu di dunia hari ini. Berikanlah aku kasih karunia dan hikmat atas semua keputusan, tindakan, ucapanku.

Perjanjian Lama

Bilangan 7:1–65

Persembahan pada waktu pentahbisan Kemah Suci

7Pada waktu Musa selesai mendirikan Kemah Suci, diurapinya dan dikuduskannyalah itu dengan segala perabotannya, juga mezbah dengan segala perkakasnya; dan setelah diurapi dan dikuduskannya semuanya itu, 2 maka para pemimpin Israel, para kepala suku mereka, mempersembahkan persembahan. Mereka itu ialah para pemimpin suku yang bertanggung jawab atas pencatatan itu. 3 Sebagai persembahan dibawa mereka ke hadapan Tuhan: enam kereta beratap dengan dua belas ekor lembu; satu kereta untuk dua orang pemimpin dan satu ekor lembu untuk satu orang pemimpin, lalu mereka membawa semuanya itu ke depan Kemah Suci. 4 Kemudian Tuhan berfirman kepada Musa: 5 “Terimalah semuanya itu dari mereka, supaya dipergunakan untuk pekerjaan pada Kemah Pertemuan; berikanlah semuanya itu kepada orang Lewi, sesuai dengan keperluan pekerjaan masing-masing.” 6 Lalu Musa menerima kereta-kereta dan lembu-lembu itu dan memberikannya kepada orang Lewi; 7 dua kereta dengan empat ekor lembu diberikannya kepada bani Gerson, sesuai dengan keperluan pekerjaan mereka, 8 dan empat kereta dengan delapan ekor lembu diberikannya kepada bani Merari, sesuai dengan keperluan pekerjaan mereka di bawah pimpinan Itamar, anak imam Harun itu. 9 Tetapi kepada bani Kehat tidak diberikannya apa-apa, karena pekerjaan mereka ialah mengurus barang-barang kudus, yang harus diangkat di atas bahunya.

10 Lagi para pemimpin mempersembahkan persembahan pentahbisan mezbah, pada hari mezbah itu diurapi; para pemimpin membawa persembahan mereka ke depan mezbah itu. 11 Tuhan berfirman kepada Musa: “Satu pemimpin setiap hari haruslah mempersembahkan persembahannya untuk mentahbiskan mezbah itu.”

12 Yang mempersembahkan persembahannya pada hari pertama ialah Nahason bin Aminadab, dari suku Yehuda. 13 Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian; 14 satu cawan sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan; 15 seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran; 16 seekor kambing jantan, untuk korban penghapus dosa; 17 dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Nahason bin Aminadab.

18 Pada hari kedua Netaneel bin Zuar, pemimpin suku Isakhar, mempersembahkan persembahan. 19 Sebagai persembahannya dipersembahkannya satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian; 20 satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan; 21 seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran; 22 seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa; 23 dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Netaneel bin Zuar.

24 Pada hari ketiga: pemimpin bani Zebulon, Eliab bin Helon. 25 Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian; 26 satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan; 27 seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran; 28 seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa; 29 dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Eliab bin Helon.

30 Pada hari keempat: pemimpin bani Ruben, Elizur bin Syedeur. 31 Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik diolah dengan minyak, untuk korban sajian; 32 satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan; 33 seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran; 34 seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa; 35 dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Elizur bin Syedeur.

36 Pada hari kelima: pemimpin bani Simeon, Selumiel bin Zurisyadai. 37 Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian; 38 satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan; 39 seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran; 40 seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa; 41 dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Selumiel bin Zurisyadai.

42 Pada hari keenam: pemimpin bani Gad, Elyasaf bin Rehuel. 43 Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian; 44 satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan; 45 seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran; 46 seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa; 47 dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Elyasaf bin Rehuel.

48 Pada hari ketujuh: pemimpin bani Efraim, Elisama bin Amihud. 49 Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian; 50 satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan; 51 seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran; 52 seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa; 53 dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Elisama bin Amihud. 54 Pada hari kedelapan: pemimpin bani Manasye, Gamaliel bin Pedazur. 55 Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian; 56 satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan; 57 seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran; 58 seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa; 59 dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Gamaliel bin Pedazur.

60 Pada hari kesembilan: pemimpin bani Benyamin, Abidan bin Gideoni. 61 Persembahannya ialah satu pinggan perak, seratus tiga puluh syikal timbangannya, dan satu bokor penyiraman dari perak, tujuh puluh syikal beratnya, ditimbang menurut syikal kudus, keduanya berisi tepung yang terbaik, diolah dengan minyak, untuk korban sajian; 62 satu cawan, sepuluh syikal emas beratnya, berisi ukupan; 63 seekor lembu jantan muda, seekor domba jantan dan seekor domba berumur setahun, untuk korban bakaran; 64 seekor kambing jantan untuk korban penghapus dosa; 65 dan untuk korban keselamatan dua ekor lembu, lima ekor domba jantan, lima ekor kambing jantan dan lima ekor domba berumur setahun. Itulah persembahan Abidan bin Gideoni.

Komentar

Menyembah Juruselamat dunia

Banyak orang yang baru resmi menjadi orangtua menyadari bahwa Allahlah yang memberikan mereka anak, tetapi terlebih lagi bagi Maria dan Yusuf hari itu di Bait ketika mempersembahkan kembali pada Allah Bayi mujizat yang Dia telah berikan pada mereka.

Kelahiran Yesus Juruselamat merupakan peristiwa paling bersejarah. Simeon menatang Yesus dan berkata, ‘sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa’ (Lukas 2:30-31). Tidak heran bahwa segala nubuat dan persiapan menyambut Yesus begitu rinci dan terjabar.

Dalam bagian dari kitab Bilangan, kita menemukan bagaimana pelayanan Tabernakel ditahbiskan (Bilangan 7:1–10:10). Kita membaca bahwa setiap suku memberikan persembahan sukarela. Setiap suku memberikan persembahan yang sama. Persembahan diberikan kepada Allah (melalui hamba-Nya, Musa). Seluruh umat terlibat dalam pentahbisan tabernakel itu.

Awalnya, pada bagian ini mungkin tampak seperti hanya hal-hal teknis yang tidak penting bagi pembaca zaman sekarang. Namun, pemberian persembahan yang ruah kepada Allah di Tabernakel itu (Bilangan 7) begitu indahnya tercermin melalui dipersembahkannya Yesus di Bait Allah (Lukas 2:22). Kitab Perjanjian Lama ini tidak sekedar perhitungan kuno di zaman dulu.

Acara pemberian persembahan yang ruah ini adalah pelengkapan dan pengabdian akan tabernakel tersebut. Tabernakel adalah tempat lambang hadirat Allah dengan umat-Nya. Umat tersebut memberi sebagai respon atas kasih karunia dan hadirat Allah di tengah mereka. Persembahan mereka adalah ungkapan penyembahan dan ucapan syukur kepada Juruselamat.

Di saat yang sama, persembahan-persembahan ini juga merupakan bagian persiapan pengabdian kepada tabernakel yang terakhir. Mereka membuatnya sesuai untuk hadirat Allah. Persiapan yang rinci, banyaknya persembahan, dan detail yang penulis catat, semuanya mengacu pada ajaibnya berkat itu bagi orang Israel karena hadirat Allah di tengah-tengah mereka.

Seluruh persembahan dan korban dalam Taurat Musa merupakan persiapan dan gambaran awal kelahiran dan kematian Juruselamat. Tabernakel menyatakan sesuatu yang lebih besar. Tak lagi Allah tinggal dalam kemah di tengah kita, Dia memilih untuk tinggal di tengah kita sebagai kesatuan. Yesus dikuduskan menurut hukum Taurat, tetapi Dia akan menggenapi tujuan hukum Taurat tersebut (Ay.22-24a): ‘Dan setelah selesai semua yang harus dilakukan menurut hukum Taurat...’ (Ay.39a)

Beberapa tahun kemudian, Yesus Juruselamat menghapus persembahan dan korban dari Perjanjian Lama melalui korban tubuhnya ‘sekali untuk selamanya’ (lihat Ibrani 10:1-10).

Tak heran ketika Simeon menyadari Bayi itu adalah Juruselamat dunia, dia memuji Allah (Lukas 2:28). Hana juga mengucap syukur kepada Allah (Ay.38). Yesus Sang Juruselamat adalah inti dari segala pujian dan ucapan syukur.

Saya menyukai kata-kata dari lagu yang ditulis oleh Ben Cantelon, yang merupakan respon yang tepat dalam doa dan penyembahan atas segala yang kita baca hari ini tentang Yesus Sang Juruselamat:

Doa

Sebab telah dibuat-Nya jalan, sehingga kita diselamatkan,
Dia Juruselamat dunia.
Kami angkat pujian akan kemashyuran-Nya,
Terpujilah Tuhan, Terpujilah Tuhan,
Yesus, Juruselamat dunia.

Pippa menambahkan

Lukas 2:21–40

Tak ada yang lebih orang tua sukai selain mendengar anak mereka dipuja dan disanjung. Maria dan Yusuf pastinya senang, dan sedikit terheran, oleh nubuat Simeon dan Hana. Tetapi, tak ada yang lebih menyakitkan selain menyaksikan anak Anda menderita, ‘dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri’ (Ay.35). Mereka telah melalui banyak hal, tetapi ketika gambaran besarnya tersingkap, itu akan menjadi hal yang penting.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

Ben Cantelon, ‘Saviour of the World’. From Everything in Colour, 2010 Thankyou Music/Adm. by Capitol CMG Publishing excl. UK & Europe, adm. By Integrity Music, part of the David C Cook family, songs@integritymusic.com.

Lecrae, @lecrae on Twitter, 23 August 2012, https://twitter.com/lecrae/status/238677876927504386 [last accessed February 2016]

Lights, ‘Saviour’, from The Listening, Songwriters Salter, Thomas / Poxleitner, Valerie. Lyrics © Sony/ATV Music Publishing LLC

Reuben Morgan, Ben Fielding, ‘Mighty to Save’, Music and lyrics by Reuben Morgan and Ben Fielding, © Hillsong Music Publishing

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.