Hari 93

Segalanya Milik-Mu

Kebijaksanaan Amsal 8:22–31
Perjanjian Baru Lukas 9:10–27
Perjanjian Lama Bilangan 33:1–34:29

pengantar

“Chelsea Flower Show” mungkin menjadi pertunjukan bunga paling terkenal di dunia. Pertunjukan ini menarik pengunjung dari berbagai benua.

Ada empat kelas penghargaan yang disajikan, Emas, Perak keemasan, Perak, dan Perunggu. Selain sebagai penghargaan untuk taman dan bunga, penghargaan Knightian juga digunakan untuk pameran sayuran.

Saya pernah mendengar seorang pria diwawancarai tentang fakta bahwa dia pensiun setelah memenangkan medali emas untuk sayurannya selama sepuluh tahun berturut-turut. Ditanyakan tentang rahasia kesuksesannya, dia berkata, 'Saya bertujuan untuk kesempurnaan. Tetapi saya puas dengan keunggulan.'

‘Usahakanlah dirimu supaya sempurna’ (2 Korintus 13:11), tulis rasul Paulus. Ini sangat berbeda dari 'perfeksionisme'. Perfeksionisme adalah ciri kepribadian yang dicirikan oleh perjuangan untuk menjadi sempurna. Hal ini mengarah pada pengaturan standar kinerja yang terlalu tinggi. Perfeksionis itu terlalu kritis terhadap diri mereka sendiri dan terus-menerus memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang mereka. Ini menyebabkan rasa takut gagal dan membuat kesalahan. Kemudian, hal tersebut berujung pada depresi, kecemasan, dan peluang yang hilang.

Orang-orang Tuhan selalu dipanggil untuk bermimpi yang tinggi (sambil menghindari bahaya perfeksionisme). Tuhan memberikan kepada orang-orangNya di Perjanjian Lama sebuah visi yang luar biasa dari warisan potensi mereka. Semua potensi yang kita miliki adalah di dalam Kristus Yesus.

Kebijaksanaan

Amsal 8:22–31

22 Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya,
  sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk,
  pada mula pertama, sebelum bumi ada.
24 Sebelum air samudera raya ada, aku telah lahir,
  sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air.
25 Sebelum gunung-gunung tertanam
  dan lebih dahulu dari pada bukit-bukit aku telah lahir;
26 sebelum Ia membuat bumi dengan padang-padangnya
  atau debu dataran yang pertama.
27 Ketika Ia mempersiapkan langit, aku di sana,
  ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya,
28 ketika Ia menetapkan awan-awan di atas,
  dan mata air samudera raya meluap dengan deras,
29 ketika Ia menentukan batas kepada laut,
  supaya air jangan melanggar titah-Nya,
  dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan,
  setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya,
  dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;
31 aku bermain-main di atas muka bumi-Nya
  dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.

Komentar

Bertujuan Untuk Mendapatkan Sukacita Utuh

Yesus menginginkan kita untuk mendapatkan sukacita yang penuh. Dia menginginkan kita untuk mengalami sebuah keutuhan sukacita. Dia berkata, ‘Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.’ (Yohanes 15:11)

Deskripsi Kebijaksanaan yang dipersonifikasikan dalam renungan hari ini selaras dengan Perjanjian Baru yang berbicara tentang Yesus. Yesus ‘pada mulanya bersama-sama dengan Allah' (Yohanes 1:2) (bandingkan Amsal 8:23,30).

Kebijaksanaan nampak penuh dengan sukacita: ‘aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; aku bermain-main di atas muka bumi-Nya dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.’ (Amsal 8:30b-31)

Sukacita itu terus mengalir – ‘setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya’ (Ay.30). Hal tersebut konstan – ‘setiap hari’ (Ay.30). Darimana sukacita itu berasal?

Pertama, sukacita itu berasal dari kehadiran Tuhan (‘di hadapan-Nya’, Ay.30). Kedua, sukacita berasal dari hubungan dengan orang lain (‘anak-anak manusia’, Ay.31, TB). Yang ketiga, sukacita berasal dari ciptaan Tuhan yang lain (‘dunia atau hal lainnya dan ciptaan-Nya’, Ay.31, MSG). Tuhan telah memberikan kita semua hal-hal baik yang berlimpah-limpah untuk kita nikmati (1 Timotius 6:17). Semua itu disediakan sepenuhnya untuk kita dalam Yesus Kristus.

Sukacita yang Yesus alami dalam hubungan-Nya dengan Bapa yang memberi-Nya kekuatan untuk hidup dalam dunia ini. Biarlah ‘kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus... yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia’ (Ibrani 12:2-3). Yesus mengajarkan kita untuk memiliki tujuan yang tinggi dalam hidup kita, jangan hanya ‘yang penting hidup’ tetapi juga menghadapi setiap kesulitan dan selalu mencari sukacita dalam hadirat-Nya.

Doa

Tuhan, terimakasih karena Engkau memberikan sukacita-Mu di dalamku dan sukacitaku menjadi penuh. Semoga saya tidak pernah mengeluh saat dalam kekurangan.

Perjanjian Baru

Lukas 9:10–27

Yesus memberi makan lima ribu orang

(Mat. 14:13-21; Mrk. 6:30-44; Yoh. 6:1-14)
10 Sekembalinya rasul-rasul itu menceriterakan kepada Yesus apa yang telah mereka kerjakan. Lalu Yesus membawa mereka dan menyingkir ke sebuah kota yang bernama Betsaida, sehingga hanya mereka saja bersama Dia. 11 Akan tetapi orang banyak mengetahuinya, lalu mengikuti Dia. Ia menerima mereka dan berkata-kata kepada mereka tentang Kerajaan Allah dan Ia menyembuhkan orang-orang yang memerlukan penyembuhan.

12 Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.” 13 Tetapi Ia berkata kepada mereka: “Kamu harus memberi mereka makan!” Mereka menjawab: “Yang ada pada kami tidak lebih dari pada lima roti dan dua ikan, kecuali kalau kami pergi membeli makanan untuk semua orang banyak ini.” 14 Sebab di situ ada kira-kira lima ribu orang laki-laki. Lalu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: “Suruhlah mereka duduk berkelompok-kelompok, kira-kira lima puluh orang sekelompok.” 15 Murid-murid melakukannya dan menyuruh semua orang banyak itu duduk. 16 Dan setelah Ia mengambil lima roti dan dua ikan itu, Ia menengadah ke langit, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya supaya dibagi-bagikannya kepada orang banyak. 17 Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian dikumpulkan potongan-potongan roti yang sisa sebanyak dua belas bakul.

Pengakuan Petrus

(Mat. 16:13-20; Mrk. 8:27-30)
18 Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?” 19 Jawab mereka: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” 20 Yesus bertanya kepada mereka: “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus: “Mesias dari Allah.” 21 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

Pemberitahuan pertama tentang penderitaan Yesus dan syarat-syarat mengikut Dia

(Mat. 16:21-28; Mrk. 8:31–9:1)
22 Dan Yesus berkata: “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” 23 Kata-Nya kepada mereka semua: “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. 24 Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. 25 Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri? 26 Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus. 27 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat Kerajaan Allah.”

Komentar

Berharap Kasih Yang Penuh

Yesus adalah gambaran atau panutan yang sempurna untuk menggambarkan kasih. Walaupun duniawi sering menolaknya. Majalah TIME berkata: ‘Yesus, simbol kesucian, tanpa pamrih dan cinta yang paling gigih dalam sejarah kemanusiaan barat.’

Yesus mengasihi Anda. Dia peduli tentang kebutuhan jasmani kita. Daripada menyuruh kerumunan orang banyak untuk pergi saat mereka lapar, Ia lebih memilih untuk memberi mereka makan, Dia meminta murid-murid-Nya untuk memberi mereka makan – dengan sebuah mujizat.

Kita kembali pada kisah tentang memberi makan lima ribu orang. Satu-satunya mukjizat (terlepas dari kebangkitan) yang dicatat dalam keempat Injil. Kita diingatkan tentang betapa banyak yang dapat Yesus lakukan dengan sangat sedikit yang kita tawarkan kepada-Nya, dan fakta bahwa Yesus melibatkan kita dalam mukjizat-mukjizat-Nya. Ini adalah hak istimewa yang sangat besar dan itu semua milik kita di dalam dan melalui Yesus.

Murid-murid mulai mengerti siapa Yesus sebenarnya ketika Dia bertanya: ‘"Menurut kamu, siapakah Aku ini?" Jawab Petrus: "Mesias dari Allah."' (Ay.20). Yesus mulai menjelaskan kepada mereka tentang kematian-Nya (tindakan kasih terbesar dalam sejarah) dan kebangkitan. Dia menantang murid-murid-Nya untuk bermimpi tinggi. Dia memanggil kita untuk mengarah pada tiga hal, yang keseluruhannya terdiri dari cinta untuk orang lain dan cinta untuk Yesus.

  1. Tanpa dosa
    Dosa adalah kebalikan dari kasih. Di tengah-tengah kata 'SIN' terdapat huruf 'I' (saya). Yesus berkata, ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya’ (Ay.23). Tuhan mungkin meminta kita untuk membuat pengorbanan yang lain dalam hidup kita, tetapi satu-satunya hal yang diinginkan-Nya adalah kita bertobat dari dosa kita.

    Tantangan kasih setiap hari adalah meminta kita untuk melakukan tindakan sederhana dari penyangkalan diri.

  2. Pengosongan diri
    Yesus berkata, ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. (Ay.23-24)

    Secara efektif, Yesus mengundang kita untuk 'datang... dan mati'. Salib hari ini adalah simbol harapan. Namun, itu adalah simbol rasa sakit, malu, aib dan akhirnya kematian.

    Yesus berkata bahwa jika kita menjalani kehidupan dengan ambisi yang egois - bahkan jika kita adalah orang paling sukses sepanjang masa dan ‘memperoleh seluruh dunia' (Ay.25) - itu akan membuat kita tidak baik sama sekali. Cara untuk menemukan kehidupan yang penuh adalah dengan meninggalkan cara hidup kita yang lama dan kembali untuk mencintai Yesus dan orang lain. Pikul salib Anda setiap hari dan ikutilah Dia. (Ay.23).

    Bersedia untuk menyerahkan hidup kita adalah tindakan cinta yang abadi. Ini adalah contoh yang Yesus tetapkan terlebih dahulu. Dia memanggil Anda dan saya untuk mengikuti teladan-Nya: ‘Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari 4 dan mengikut Aku.’ (Ay.23).

  3. Tidak ada kerahasiaan
    Yesus berkata, ‘Sebab barangsiapa malu karena Aku dan karena perkataan-Ku, Anak Manusia juga akan malu karena orang itu, apabila Ia datang kelak dalam kemuliaan-Nya dan dalam kemuliaan Bapa dan malaikat-malaikat kudus.’ (Ay.26)

    Jika Anda mengasihi Yesus, jangan malu karena-Nya. Terkadang bahkan menyebutkan nama-Nya adalah sebuah tantangan. Jangan malu dengan pengajaran-Nya (‘perkataan-Nya’). Jika kita ingin Yesus bangga terhadap kita, kita juga harus bangga pada-Nya. Jika kita mengasihi orang-orang, kita pasti ingin semua orang mengetahui tentang Yesus.

Perkataan untuk diri kita sendiri, kita tahu berapa sering kita jatuh dalam hal ini. Namun, kenyataan bahwa kejatuhan hidup kita sangat jauh dari kesempurnaan seharusnya tidak menghentikan kita untuk mencapai tujuan yang tinggi.

Doa

Tuhan, bantu aku untuk memiliki mimpi yang tinggi. Bantu aku hari ini untuk menyangkal diri, memikul salibku, dan mengikut Engkau. Semoga aku tidak malu untuk mengakui-Mu atau perkataan-Mu namun lebih memilih untuk tegas mendeklarasikan kabar sukacita tentang kematian dan kebangkitan-Mu untuk kami.

Perjanjian Lama

Bilangan 33:1–34:29

Tempat-tempat persinggahan orang Israel di padang gurun

33Inilah tempat-tempat persinggahan orang Israel, setelah mereka keluar dari tanah Mesir, pasukan demi pasukan, di bawah pimpinan Musa dan Harun; 2 Musa menuliskan perjalanan mereka dari tempat persinggahan ke tempat persinggahan sesuai dengan titah Tuhan; dan inilah tempat-tempat persinggahan mereka dalam perjalanan mereka: 3 Mereka berangkat dari Rameses pada bulan yang pertama, pada hari yang kelima belas bulan yang pertama itu; pada hari sesudah Paskah berjalanlah orang Israel keluar, oleh tangan yang dinaikkan, di depan mata semua orang Mesir, 4 sementara orang Mesir sedang menguburkan orang-orang yang telah dibunuh Tuhan di antara mereka, yakni semua anak sulung; sebab Tuhan telah menjatuhkan hukuman-hukuman kepada para allah mereka. 5 Berangkatlah orang Israel dari Rameses, lalu berkemah di Sukot. 6 Mereka berangkat dari Sukot, lalu berkemah di Etam yang di tepi padang gurun. 7 Mereka berangkat dari Etam, lalu balik kembali ke Pi-Hahirot yang di depan Baal-Zefon, kemudian berkemah di tentangan Migdol. 8 Mereka berangkat dari Pi-Hahirot dan lewat dari tengah-tengah laut ke padang gurun, lalu mereka berjalan tiga hari perjalanan jauhnya di padang gurun Etam, kemudian mereka berkemah di Mara. 9 Mereka berangkat dari Mara, lalu sampai ke Elim; di Elim ada dua belas mata air dan tujuh puluh pohon korma; di sanalah mereka berkemah. 10 Mereka berangkat dari Elim, lalu berkemah di tepi Laut Teberau. 11 Mereka berangkat dari Laut Teberau, lalu berkemah di padang gurun Sin. 12 Mereka berangkat dari padang gurun Sin, lalu berkemah di Dofka. 13 Mereka berangkat dari Dofka, lalu berkemah di Alus. 14 Mereka berangkat dari Alus, lalu berkemah di Rafidim, dan di sana tidak ada air minum untuk bangsa itu. 15 Mereka berangkat dari Rafidim, lalu berkemah di padang gurun Sinai. 16 Mereka berangkat dari padang gurun Sinai, lalu berkemah di Kibrot-Taawa. 17 Mereka berangkat dari Kibrot-Taawa, lalu berkemah di Hazerot. 18 Mereka berangkat dari Hazerot, lalu berkemah di Ritma. 19 Mereka berangkat dari Ritma, lalu berkemah di Rimon-Peros. 20 Mereka berangkat dari Rimon-Peros, lalu berkemah di Libna. 21 Mereka berangkat dari Libna, lalu berkemah di Risa. 22 Mereka berangkat dari Risa, lalu berkemah di Kehelata. 23 Mereka berangkat dari Kehelata, lalu berkemah di Har-Syafer. 24 Mereka berangkat dari Har-Syafer, lalu berkemah di Harada. 25 Mereka berangkat dari Harada, lalu berkemah di Makhelot. 26 Mereka berangkat dari Makhelot, lalu berkemah di Tahat. 27 Mereka berangkat dari Tahat, lalu berkemah di Tarah. 28 Mereka berangkat dari Tarah, lalu berkemah di Mitka. 29 Mereka berangkat dari Mitka, lalu berkemah di Hasmona. 30 Mereka berangkat dari Hasmona, lalu berkemah di Moserot. 31 Mereka berangkat dari Moserot, lalu berkemah di Bene-Yaakan. 32 Mereka berangkat dari Bene-Yaakan, lalu berkemah di Hor-Gidgad. 33 Mereka berangkat dari Hor-Gidgad, lalu berkemah di Yotbata. 34 Mereka berangkat dari Yotbata, lalu berkemah di Abrona. 35 Mereka berangkat dari Abrona, lalu berkemah di Ezion-Geber. 36 Mereka berangkat dari Ezion-Geber, lalu berkemah di padang gurun Zin, yaitu Kadesh. 37 Mereka berangkat dari Kadesh, lalu berkemah di gunung Hor, di perbatasan tanah Edom.

38 Ketika itu imam Harun naik ke gunung Hor sesuai dengan titah Tuhan, dan di situ ia mati pada tahun keempat puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada bulan yang kelima, pada tanggal satu bulan itu; 39 Harun berumur seratus dua puluh tiga tahun, ketika ia mati di gunung Hor.

40 Pada waktu itu raja negeri Arad, orang Kanaan itu, yang tinggal di Tanah Negeb di tanah Kanaan, mendengar kabar tentang kedatangan orang Israel.

41 Berangkatlah mereka dari gunung Hor, lalu berkemah di Zalmona. 42 Mereka berangkat dari Zalmona, lalu berkemah di Funon. 43 Mereka berangkat dari Funon, lalu berkemah di Obot. 44 Mereka berangkat dari Obot, lalu berkemah dekat reruntuhan di Abarim di daerah Moab. 45 Mereka berangkat dari reruntuhan itu, lalu berkemah di Dibon-Gad. 46 Mereka berangkat dari Dibon-Gad, lalu berkemah di Almon-Diblataim. 47 Mereka berangkat dari Almon-Diblataim, lalu berkemah di pegunungan Abarim di depan Nebo. 48 Mereka berangkat dari pegunungan Abarim, lalu berkemah di dataran Moab di tepi sungai Yordan dekat Yerikho. 49 Mereka berkemah di tepi sungai Yordan, dari Bet-Yesimot sampai ke Abel-Sitim di dataran Moab.

Apa yang harus dilakukan sesudah tanah Kanaan direbut

50 Tuhan berfirman kepada Musa di dataran Moab di tepi sungai Yordan dekat Yerikho: 51 “Berbicaralah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu menyeberangi sungai Yordan ke tanah Kanaan, 52 maka haruslah kamu menghalau semua penduduk negeri itu dari depanmu dan membinasakan segala batu berukir kepunyaan mereka; juga haruslah kamu membinasakan segala patung tuangan mereka dan memusnahkan segala bukit pengorbanan mereka. 53 Haruslah kamu menduduki negeri itu dan diam di sana, sebab kepadamulah Kuberikan negeri itu untuk diduduki. 54 Maka haruslah kamu membagi negeri itu sebagai milik pusaka dengan membuang undi menurut kaummu: kepada yang besar jumlahnya haruslah kamu memberikan milik pusaka yang besar, dan kepada yang kecil jumlahnya haruslah kamu memberikan milik pusaka yang kecil; yang ditunjuk oleh undi bagi masing-masing, itulah bagian undiannya; menurut suku nenek moyangmu haruslah kamu membagi milik pusaka itu. 55 Tetapi jika kamu tidak menghalau penduduk negeri itu dari depanmu, maka orang-orang yang kamu tinggalkan hidup dari mereka akan menjadi seperti selumbar di matamu dan seperti duri yang menusuk lambungmu, dan mereka akan menyesatkan kamu di negeri yang kamu diami itu. 56 Maka akan Kulakukan kepadamu seperti yang Kurancang melakukan kepada mereka.”  

Batas-batas tanah Kanaan

34Tuhan berfirman kepada Musa: 2 “Perintahkanlah kepada orang Israel dan katakanlah kepada mereka: Apabila kamu masuk ke negeri Kanaan, maka inilah negeri yang akan jatuh kepadamu sebagai milik pusaka, yakni tanah Kanaan menurut batas-batasnya. 3 Adapun sisi selatanmu ialah dari padang gurun Zin menyusur Edom, maka batas selatanmu mulai dari ujung Laut Asin di sebelah timur. 4 Lalu batasmu membelok di selatan pendakian Akrabim, terus ke Zin dan berakhir di sebelah selatan Kadesh-Barnea. Sesudah itu ia mencapai Hazar-Adar, dan terus ke Azmon. 5 Kemudian batas itu membelok dari Azmon ke sungai Mesir dan berakhir ke laut. 6 Batas baratmu ialah laut besar dan pantainya; itulah batas baratmu. 7 Inilah batas utaramu: mulai dari laut besar haruslah kamu buat tanda batas ke gunung Hor, 8 dari gunung Hor harus kamu buat tanda batas ke jalan yang menuju ke Hamat, lalu batas itu mencapai Zedad. 9 Kemudian batas itu mencapai Zifron dan berakhir di Hazar-Enan; itulah batas utaramu. 10 Sebagai batasmu di sebelah timur haruslah kamu membuat tanda batas dari Hazar-Enan ke Sefam. 11 Dari Sefam batas itu turun ke Ribla, di sebelah timur Ain; kemudian batas itu turun lagi dan mencapai tebing danau Kineret di sebelah timur. 12 Lalu batas itu turun ke sungai Yordan dan berakhir di Laut Asin. Itulah negerimu menurut batas-batasnya sekeliling.” Mengenai pembagian tanah Kanaan

13 Musa memerintahkan kepada orang Israel: “Itulah negeri yang akan kamu bagi sebagai milik pusaka dengan membuang undi, yang diperintahkan Tuhan untuk diberikan kepada suku yang sembilan setengah itu. 14 Sebab suku bani Ruben menurut puak-puak mereka dan suku bani Gad menurut puak-puak mereka telah menerima milik pusakanya; juga suku Manasye yang setengah itu telah menerimanya. 15 Dua setengah suku itu telah menerima milik pusaka mereka di seberang sungai Yordan di dekat Yerikho, ke sebelah timur.”

16 Tuhan berfirman kepada Musa: 17 “Inilah nama orang-orang yang harus membagikan tanah itu kepadamu sebagai milik pusaka: imam Eleazar dan Yosua bin Nun. 18 Lagi haruslah kamu mengambil seorang pemimpin dari setiap suku untuk membagikan tanah itu sebagai milik pusaka. 19 Inilah nama orang-orang itu: dari suku Yehuda: Kaleb bin Yefune; 20 dari suku bani Simeon: Samuel bin Amihud; 21 dari suku Benyamin: Elidad bin Kislon; 22 dari suku bani Dan seorang pemimpin: Buki bin Yogli; 23 dari anak-anak Yusuf, yakni dari suku bani Manasye seorang pemimpin Haniel bin Efod; 24 dan dari suku bani Efraim seorang pemimpin: Kemuel bin Siftan; 25 dari suku bani Zebulon seorang pemimpin: Elisafan bin Parnah; 26 dari suku bani Isakhar seorang pemimpin: Paltiel bin Azan; 27 dari suku bani Asyer seorang pemimpin: Ahihud bin Selomi; 28 dari suku bani Naftali seorang pemimpin: Pedael bin Amihud. 29 Itulah orang-orang yang diperintahkan Tuhan untuk membagikan milik pusaka kepada orang Israel di tanah Kanaan.”

Komentar

Berharap Kepenuhan Roh Kudus

Kita memiliki warisan yang luar biasa. Itu semua milik kita di dalam Yesus. Bagian ini menggambarkan warisan yang ditugaskan Tuhan kepada umat-Nya (34:29). Meskipun mereka (bangsa Israel) berangkat 'oleh tangan yang dinaikkan' (33:3), mereka telah berkelana di padang pasir selama empat puluh tahun (Ay.38). Mereka tidak pernah sepenuhnya menikmati warisan mereka.

Paulus, yang berkhotbah di kitab Kisah Para Rasul, menjelaskan bahwa Allah memberikan tanah itu kepada umat-Nya sebagai warisan mereka (Kis. 13:17-20). Dia melanjutkan, ‘Dan kami sekarang memberitakan kabar kesukaan kepada kamu, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada nenek moyang kita, telah digenapi Allah kepada kita, keturunan mereka, dengan membangkitkan Yesus’, (Ay.32–33). Semuanya itu sekarang adalah warisan kita.

Janji Allah untuk memberi umat-Nya tanah Kanaan selalu lebih dari sekadar real estate. Itu adalah janji yang luar biasa, karena umat Allah menikmati hubungan dengan Allah, di bawah keamanan perlindungan Allah, di tempat yang dijanjikan Allah. Hal ini menunjukkan konsep Perjanjian Baru tentang 'kerajaan Tuhan', lingkup kehadiran dan aturan Tuhan. Inilah yang digenapi di dalam Yesus, dan hal itu milik kita sekarang.

Dalam Kristus, warisan kita adalah ‘bagian kekal yang dijanjikan' (Ibrani 9:15). Itu adalah warisan yang tidak akan pernah binasa, rusak atau pudar - disimpan di surga bagi kita '(1 Petrus 1: 4).

Tidak hanya kita memiliki warisan ini untuk diharapkan di masa depan, tetapi kita dapat mengalami sesuatu oleh karena warisan ini: ‘Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita...’(Efesus 1:13–14).

Kata Yunani untuk deposit (arabone) adalah kata yang berarti ‘uang muka’. Dengan kata lain, yang kita alami di sini dan sekarang adalah sebuah pendahuluan dari warisan itu melalui Roh Kudus. Sewaktu kita hidup di dalam Roh, hidup kita akan diubah untuk menghasilkan buah ‘kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri.’ (Galatia 5:22). Jangan merasa puas dengan hanya menjadi yang terbaik kedua; milikilah tujuan untuk dapat dipenuhi oleh Roh Kudus. Terimalah warisan Anda.

Doa

Tuhan, tolonglah kami berada di dalam Roh untuk menjadi acuh terhadap dosa sehingga kami tidak mengizinkan apa pun untuk menjadi ‘seperti selumbar di mata[mu] dan seperti duri yang menusuk lambung[mu]' (Bilangan 33:55). Bantu aku untuk berharap tinggi, untuk menerima warisanku dan dipenuhi dengan Roh Kudus.

Pippa menambahkan

Lukas 9:12-13

Murid-murid Yesus mengatakan kepada-Nya, 'Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan.' Yesus mengatakan kepada mereka, 'Kamu harus memberi mereka makan!'

Anda mungkin merasa setelah tantangan besar seperti pandemi global bahwa Anda tidak punya banyak lagi untuk diberikan kepada siapa pun dalam segi spiritual maupun emosional. Saya suka bagaimana Yesus menggunakan para murid meskipun mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

TIME, Monday June 21, 1971, ‘The Alternative Jesus: Psychedelic Christ’ © Time inc.

Wikipedia, Perfectionism [last accessed March 2016]

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture quotations marked (AMP) taken from the Amplified® Bible, Copyright © 1954, 1958, 1962, 1964, 1965, 1987 by The Lockman Foundation. Used by permission. (www.Lockman.org)

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.