Hari 156

Suara Sorgawi

Kebijaksanaan Mazmur 69:30–37
Perjanjian Baru Kisah Para Rasul 1:23–2:21
Perjanjian Lama 2 Samuel 5:6–6:23

pengantar

Pernahkah Anda menemukan bahwa Alkitab adalah buku yang berisik? Wejangan hikmat (Amsal 8); memperdengarkan nyanyian pujian (Mazmur 66:8); instrumen bersahutan dalam pujian (Mazmur 150); Tuhan berteriak dengan keras (Yesaya 42); suara-Nya seperti suara banyak air terjun yang menderu (Yehezkiel 43); Yesus berdoa dengan teriakan dan air mata (Ibrani 5) dan bahkan seruan akan penciptaan (Roma 8).

Pada hari Pentakosta mereka mendengar 'suara seperti tiupan angin keras' yang 'datang dari langit' (Kis. 2:2). Dalam bagian-bagian hari ini, kita akan dipandu untuk mengetahui bunyi atau suara lain yang datang dari dan ke surga.

Kebijaksanaan

Mazmur 69:30–37

30 Tetapi aku ini tertindas dan kesakitan,
  keselamatan dari pada-Mu, ya Allah, kiranya melindungi aku!

31 Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian,
  mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur;
32 pada pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan,
  dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah.
33 Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah;
  kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!
34 Sebab Tuhan mendengarkan orang-orang miskin,
  dan tidak memandang hina orang-orang-Nya dalam tahanan.
35 Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia,
  lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
36 Sebab Allah akan menyelamatkan Sion
  dan membangun kota-kota Yehuda,
  supaya orang-orang diam di sana dan memilikinya;
37 anak cucu hamba-hamba-Nya akan mewarisinya,
  dan orang-orang yang mencintai nama-Nya akan diam di situ.

Komentar

Suara Sorgawi

Alkitab itu realistis. Ada kalanya kita 'tertindas dan kesakitan' (Ay.30). Daud tidak mencoba mengabaikan masalah yang dihadapinya. Namun, ia masih memilih untuk menyembah Tuhan terlepas dari keadaannya. Bahkan dalam keterpurukan, Anda masih bisa yakin siapa Tuhan dan tetap menyembah-Nya.

Mazmur ini diakhiri dengan bunyi penyembahan: ‘Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur… Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia’ (Ay.31,35). Ibadah tidak hanya berlangsung di bumi, namun juga di surga. Ketika Anda menyembah, Anda bergabung dalam suara surgawi. Di sini, kita melihat tiga aspek pujian:

1. Pujian melibatkan kehendak
Daud berkata, 'ku akan memuji-muji nama Allah' (Ay.31). Anda memang tidak harus selalu seperti menyembah Tuhan, tetapi setiap keputusan yang Anda buat; itu adalah tindakan dan sebuah kehendak.

2. Pujian menyenangkan Tuhan
‘menurut pemandangan Allah itu lebih baik dari pada sapi jantan, dari pada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah.' (Ay.32).

3. Pujian mampu mempengaruhi orang lain ’Lihatlah, hai orang-orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu yang mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!!’ (Ay.33). Saya memperhatikan bagaimana mereka yang mencari Tuhan di Alpha sering digerakkan oleh pujian, hasilnya, 'hati mereka hidup'.

Doa

Tuhan, apapun keadaanku, bantu aku untuk memuji nama-Mu dalam nyanyian dan memuliakan Engkau dengan ucapan syukur.

Perjanjian Baru

Kisah Para Rasul 1:23–2:21

23 Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. 24 Mereka semua berdoa dan berkata: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, 25 untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” 26 Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Pentakosta

2Ketika tiba hari Pentakosta, semua orang percaya berkumpul di satu tempat. 2 Tiba-tiba turunlah dari langit suatu bunyi seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk; 3 dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing. 4 Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya. 5 Waktu itu di Yerusalem diam orang-orang Yahudi yang saleh dari segala bangsa di bawah kolong langit. 6 Ketika turun bunyi itu, berkerumunlah orang banyak. Mereka bingung karena mereka masing-masing mendengar rasul-rasul itu berkata-kata dalam bahasa mereka sendiri. 7 Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: “Bukankah mereka semua yang berkata-kata itu orang Galilea? 8 Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal kita: 9 kita orang Partia, Media, Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus dan Asia, 10 Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan Kirene, pendatang-pendatang dari Roma, 11 baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah.” 12 Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: “Apakah artinya ini?” 13 Tetapi orang lain menyindir: “Mereka sedang mabuk oleh anggur manis.”

Khotbah Petrus

14 Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: “Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. 15 Orang-orang ini tidak mabuk seperti yang kamu sangka, karena hari baru pukul sembilan, 16 tetapi itulah yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi Yoël:

17 Akan terjadi pada hari-hari terakhir –
  demikianlah firman Allah –
bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia;
  maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat,
dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan,
  dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi.
18 Juga ke atas hamba-hamba-Ku laki-laki dan perempuan
  akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari itu
dan mereka akan bernubuat.
19 Dan Aku akan mengadakan mujizat-mujizat di atas, di langit
  dan tanda-tanda di bawah, di bumi:
darah dan api dan gumpalan-gumpalan asap.
20 Matahari akan berubah menjadi gelap gulita
  dan bulan menjadi darah
sebelum datangnya hari Tuhan,
  hari yang besar dan mulia itu.

21 Dan barangsiapa yang berseru kepada nama Tuhan akan diselamatkan.

Komentar

Suara Roh Kudus

Ini untuk Anda dan juga saya. Pengalaman hari Pentakosta bukan hanya peristiwa bersejarah; situasi tersebut bisa menjadi kenyataan saat ini bagi Anda (2:29). Sebagaimana Yoel menubuatkan: 'Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia' - pria dan wanita, tua dan muda, kaya dan miskin (Ay.17–21). Pasti termasuk Anda dan saya!

  1. Carilah pengalaman
    Pengalaman Roh Kudus pada hari Pentakosta melibatkan tiga hal:

    Pertama, hal ini melibatkan kekuatan dari Tuhan. Mereka mendengar badai. Ini bukan badai yang sebenarnya. Itu adalah ‘tiupan angin keras' (Ay.2). Kedengarannya seolah-olah mirip hujan deras. Namun itu adalah kekuatan Tuhan yang tak terlihat. Itu adalah tanda lahiriah dan nyata dari realitas batin dan spiritual.

    Kata Ibrani 'Ruach' secara harfiah berarti 'napas' atau 'angin'. Ruach digunakan dalam Perjanjian Lama untuk Roh Kudus - Roh Allah. Hari Pentakosta adalah penggenapan ketika Yesus menghembuskan nafas bagi para murid dan berkata, 'Terimalah Roh Kudus' (Yohanes 20:22).

    Hebatnya, pengalaman Roh Kudus adalah pengalaman kasih Allah bagi Anda (Roma 5:5). Ini adalah cara Anda merasakan kasih Allah bagi Anda, sehingga Anda dapat berkata dengan rasul Paulus, 'Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku' (Galatia 2:20). Seperti kata Rick Warren, ‘merasa dicintai oleh Tuhan ... adalah titik awal untuk setiap pelayanan, setiap kebangunan rohani, setiap pembaruan, setiap kebangkitan besar.’

    Roh Kudus adalah pribadi yang menyediakan kekuatan untuk semua kebangunan rohani, dan Dia melakukannya secara luar biasa dengan memungkinkan umat Allah untuk merasakan, mengalami, dan memahami di dalam hati mereka tentang kasih Allah. Ini adalah jenis pemahaman yang bergerak dari kepala ke hati Anda.

    Kedua, api dari Tuhan. Mereka melihat api. Sekali lagi, ini bukan api yang sebenarnya: 'dan tampaklah kepada mereka lidah-lidah seperti nyala api yang bertebaran dan hinggap pada mereka masing-masing' (Kis. 2:3). Ini sekali lagi adalah tanda yang nyata dari realitas batin dan spiritual.. Api cinta Tuhan melambangkan kekuatan, kemurnian, dan kehendak Tuhan.

    Di mana pun ada pengalaman Roh Kudus, Ia membawa api baru dan semangat untuk hidup Anda.

    Ketiga, melibatkan bahasa-bahasa dari Allah: 'Maka penuhlah mereka dengan Roh Kudus, lalu mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain, seperti yang diberikan oleh Roh itu kepada mereka untuk mengatakannya.' (Ay.4). Ini adalah bahasa surgawi yang tidak mereka pelajari. Rasul Paulus berbicara tentang 'lidah surgawi' dan juga 'lidah manusia' (1 Korintus 13:1). Bahasa-bahasa dari seluruh dunia yang terkenal terwakili (Ay.5-11). Ini adalah kebalikan dari kekacauan dan perpecahan Babel (Kejadian 11:1–9).

    Pengalaman kasih Allah melalui Roh Kudus membawa persatuan bagi gereja. Ketika kita mengenali bahwa Roh Kudus yang sama sedang bekerja di kalangan Katolik, Ortodoks, Protestan, dan Pentakosta dari gereja atau denominasi apa pun, ada pemulihan terhadap perpecahan dan menimbulkan pengalaman persatuan yang nyata.

    Pada hari Pentakosta, ada tiga reaksi (yang semuanya kita lihat hari ini adalah pelayanan Roh Kudus). Reaksi pertama adalah takjub. Beberapa orang ‘tercengang-cengang dan heran’ (Kis. 2:7). Reaksi kedua adalah kebingungan. ‘Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"’ (Ay.12). Reaksi ketiga adalah sindiran. ‘Tetapi orang lain menyindir: "Mereka sedang mabuk oleh anggur manis."’ (Ay.13).

  2. Pahami kronologisnya
    Petrus menjelaskan apa yang terjadi (Ay.14).

    Pertama, dia mengkonfirmasi perihal munculnya penjelasan palsu (Ay.15). Ada yang menawarkan penjelasan alami untuk sesuatu yang supranatural. Yang mungkin tampak seolah-olah mereka mabuk karena mereka sangat bersemangat dan telah kehilangan hambatan mereka. Namun, ini bukan mabuk anggur tetapi mabuk dari Roh - satu-satunya jenis mabuk yang membuat Anda tidak mabuk!

    Kemudian, dia memberi penjelasan yang benar (Ay.16). Petrus memulai perkataanya dengan menunjukkan bahwa ini alkitabiah (kita akan melihat sisa penjelasannya besok). Beberapa orang menggambar pembagian palsu antara firman dan Roh. Tetapi Roh Kudus adalah penulis firman Allah. Perjanjian Lama - yaitu firman Allah - menunjuk pada pencurahan Roh Kudus ini (Ay.16–20). Petrus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali pada Alkitab. Roh Kudus membawa rasa lapar akan firman Allah.

Doa

Tuhan, aku berdoa untuk pencurahan Roh Kudus. Semoga api Tuhan turun ke atasku dan gereja kembali, dengan kekuatan, semangat, dan kemurnian.

Perjanjian Lama

2 Samuel 5:6–6:23

Daud merebut Yerusalem dan menetap di sana

(1Taw. 11:4-9)
6 Lalu raja dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Mereka itu berkata kepada Daud: “Engkau tidak sanggup masuk ke mari; orang-orang buta dan orang-orang timpang akan mengenyahkan engkau!” Maksud mereka: Daud tidak sanggup masuk ke mari. 7 Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. 8 Daud telah berkata pada waktu itu: “Siapa yang hendak memukul kalah orang Yebus, haruslah ia masuk melalui saluran air itu; hati Daud benci kepada orang-orang timpang dan orang-orang buta.” Sebab itu orang berkata: “Orang-orang buta dan orang-orang timpang tidak boleh masuk bait.”

9 Dan Daud menetap di kubu pertahanan itu dan menamainya: Kota Daud. Ia memperkuatnya sekelilingnya, mulai dari Milo ke bagian dalam. 10 Lalu makin lama makin besarlah kuasa Daud, sebab Tuhan, Allah semesta alam, menyertainya.

Istana dan rumah tangga Daud

(1Taw. 3:5-9, 14:1-7)
11 Hiram, raja negeri Tirus, mengirim utusan kepada Daud dan kayu aras, tukang-tukang kayu dan tukang-tukang batu; mereka mendirikan istana bagi Daud. 12 Lalu tahulah Daud, bahwa Tuhan telah menegakkan dia sebagai raja atas Israel dan telah mengangkat martabat pemerintahannya oleh karena Israel, umat-Nya.

13 Daud mengambil lagi beberapa gundik dan isteri dari Yerusalem, setelah ia datang dari Hebron dan bagi Daud masih lahir lagi anak-anak lelaki dan perempuan. 14 Inilah nama anak-anak yang lahir bagi dia di Yerusalem: Syamua, Sobab, Natan, Salomo, 15 Yibhar, Elisua, Nefeg, Yafia, 16 Elisama, Elyada dan Elifelet.

Daud memukul kalah orang Filistin

(1 Taw. 14:8-16)
17 Ketika didengar orang Filistin, bahwa Daud telah diurapi menjadi raja atas Israel, maka majulah semua orang Filistin untuk menangkap Daud. Tetapi Daud mendengar hal itu, lalu ia pergi ke kubu pertahanan. 18 Ketika orang Filistin itu datang dan memencar di lembah Refaim, 19 bertanyalah Daud kepada Tuhan: “Apakah aku harus maju melawan orang Filistin itu? Akan Kauserahkankah mereka ke dalam tanganku?” Tuhan menjawab Daud: “Majulah, sebab Aku pasti akan menyerahkan orang Filistin itu ke dalam tanganmu.” 20 Lalu datanglah Daud di Baal-Perasim dan memukul mereka kalah di sana. Berkatalah ia: “Tuhan telah menerobos musuhku di depanku seperti air menerobos.” Sebab itu orang menamakan tempat itu Baal-Perasim. 21 Orang Filistin itu meninggalkan berhalanya di sana, lalu Daud dan orang-orangnya mengangkatnya.

22 Ketika orang Filistin maju sekali lagi dan memencar di lembah Refaim, 23 maka bertanyalah Daud kepada Tuhan, dan Ia menjawab: “Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau. 24 Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu Tuhan telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin.” 25 Dan Daud berbuat demikian, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, maka ia memukul kalah orang Filistin, mulai dari Geba sampai dekat Gezer.

Tabut dipindahkan ke Yerusalem

(1 Taw. 13:5-14, 15:25–16:3)
6Daud mengumpulkan pula semua orang pilihan di antara orang Israel, tiga puluh ribu orang banyaknya. 2 Kemudian bersiaplah Daud, lalu berjalan dari Baale-Yehuda dengan seluruh rakyat yang menyertainya, untuk mengangkut dari sana tabut Allah, yang disebut dengan nama Tuhan semesta alam yang bertakhta di atas kerubim. 3 Mereka menaikkan tabut Allah itu ke dalam kereta yang baru setelah mengangkatnya dari rumah Abinadab yang di atas bukit. Lalu Uza dan Ahyo, anak-anak Abinadab, mengantarkan kereta itu. 4 Uza berjalan di samping tabut Allah itu, sedang Ahyo berjalan di depan tabut itu. 5 Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.

6 Ketika mereka sampai ke tempat pengirikan Nakhon, maka Uza mengulurkan tangannya kepada tabut Allah itu, lalu memegangnya, karena lembu-lembu itu tergelincir. 7 Maka bangkitlah murka Tuhan terhadap Uza, lalu Allah membunuh dia di sana karena keteledorannya itu; ia mati di sana dekat tabut Allah itu. 8 Daud menjadi marah, karena Tuhan telah menyambar Uza demikian hebatnya; maka tempat itu disebut orang Peres-Uza sampai sekarang. 9 Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada Tuhan, lalu katanya: “Bagaimana tabut Tuhan itu dapat sampai kepadaku?” 10 Sebab itu Daud tidak mau memindahkan tabut Tuhan itu ke tempatnya, ke kota Daud, tetapi Daud menyimpang dan membawanya ke rumah Obed-Edom, orang Gat itu.

11 Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu, dan Tuhan memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya. 12 Diberitahukanlah kepada raja Daud, demikian: “Tuhan memberkati seisi rumah Obed-Edom dan segala yang ada padanya oleh karena tabut Allah itu.” Lalu Daud pergi mengangkut tabut Allah itu dari rumah Obed-Edom ke kota Daud dengan sukacita. 13 Apabila pengangkat-pengangkat tabut Tuhan itu melangkah maju enam langkah, maka ia mengorbankan seekor lembu dan seekor anak lembu gemukan. 14 Dan Daud menari-nari di hadapan Tuhan dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan.

15 Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut Tuhan itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. 16 Ketika tabut Tuhan itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan Tuhan. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya. 17 Tabut Tuhan itu dibawa masuk, lalu diletakkan di tempatnya, di dalam kemah yang dibentangkan Daud untuk itu, kemudian Daud mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan di hadapan Tuhan. 18 Setelah Daud selesai mempersembahkan korban bakaran dan korban keselamatan, diberkatinyalah bangsa itu demi nama Tuhan semesta alam. 19 Lalu dibagikannya kepada seluruh bangsa itu, kepada seluruh khalayak ramai Israel, baik laki-laki maupun perempuan, kepada masing-masing seketul roti bundar, sekerat daging, dan sepotong kue kismis. Sesudah itu pergilah seluruh bangsa itu, masing-masing ke rumahnya.

20 Ketika Daud pulang untuk memberi salam kepada seisi rumahnya, maka keluarlah Mikhal binti Saul mendapatkan Daud, katanya: “Betapa raja orang Israel, yang menelanjangi dirinya pada hari ini di depan mata budak-budak perempuan para hambanya, merasa dirinya terhormat pada hari ini, seperti orang hina dengan tidak malu-malu menelanjangi dirinya!” 21 Tetapi berkatalah Daud kepada Mikhal: “Di hadapan Tuhan, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat Tuhan, yakni atas Israel, – di hadapan Tuhan aku menari-nari, 22 bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati.” 23 Mikhal binti Saul tidak mendapat anak sampai hari matinya.

Komentar

Suara Pujian

Sebelum kita melihat suara-suara pujian, perlu dicatat bahwa ada penyebutan suara lain pada bacaan ini. Ketika Daud bertanya kepada Tuhan apakah dia harus pergi menyerang, Tuhan pertama menjawab, ‘Majulah’ (5:19). Kemudian, untuk kedua kalinya dia bertanya kepada Tuhan, Tuhan menjawab, 'Janganlah maju, tetapi buatlah gerakan lingkaran sampai ke belakang mereka, sehingga engkau dapat menyerang mereka dari jurusan pohon-pohon kertau. Dan bila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon kertau itu, maka haruslah engkau bertindak cepat, sebab pada waktu itu TUHAN telah keluar berperang di depanmu untuk memukul kalah tentara orang Filistin.' (Ay.23–24).

Bagi kita, maksud dari hal di atas tidaklah begitu jelas. Namun, itu merupakan ekspresi yang menggugah. Mungkin berarti bahwa begitu kita mendengar Tuhan sedang bergerak, kita juga harus bertindak cepat.

Tuhan memberikan kemenangan kepada Daud, dan ini menghasilkan perayaan yang luar biasa. ‘Daud dan seluruh kaum Israel menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga, diiringi nyanyian, kecapi, gambus, rebana, kelentung dan ceracap.' (6:5). Pasti sangat meriah!

Daud menari dan menyembah Tuhan dengan cara yang sangat demonstratif: ‘Ia berbaju efod dari kain lenan’ (Ay.14). Istri Daud, Mikhal, merasa malu dan 'memandang rendah' (Ay.16) Daud yang meloncat-loncat dan menari-nari untuk Tuhan.

Daud menjawab bahwa ia akan terus beribadah dengan lebih bersemangat dan berani daripada sebelumnya 'Di hadapan TUHAN, yang telah memilih aku dengan menyisihkan ayahmu dan segenap keluarganya untuk menunjuk aku menjadi raja atas umat TUHAN, yakni atas Israel, -- di hadapan TUHAN aku menari-nari, bahkan aku akan menghinakan diriku lebih dari pada itu; engkau akan memandang aku rendah, tetapi bersama-sama budak-budak perempuan yang kaukatakan itu, bersama-sama merekalah aku mau dihormati.' (Ay.21-22). Di sini, kita melihat contoh alkitab tentang pujian yang meriah dan penuh sukacita. Ada peringatan dalam bagian ini untuk tidak melihat ke bawah atau meremehkan cara orang lain mengungkapkan pujian mereka kepada Tuhan (Ay.23). Tentu saja, kita harus menghindari tingkah ‘pamer’ yang berlebihan. Namun kegembiraan Daud datang dari hati dan merupakan tindakan pujian yang tulus.

Kita harus peka terhadap orang-orang di sekitar kita - terutama, misalnya, di minggu-minggu awal Alpha ketika ada banyak orang di sekitar yang tidak terbiasa dengan ibadah yang berlebihan. Namun, pada umumnya Anda tetap harus merasa bebas mengekspresikan pujian Anda kepada Tuhan sesemangat yang Anda inginkan, dan tidak khawatir akan apa yang dipikirkan orang lain tentang Anda.

Doa

Tuhan, semoga gereja-gereja dipenuhi dengan bunyi penyembahan dan pujian. Semoga setiap akhir pekan, Alpha dipenuhi dengan suara Pentakosta pencurahan Roh Kudus, suara surgawi ibadah dan pujian untuk kemuliaan nama-Mu.

Pippa menambahkan

2 Samuel 6:14–16

‘Dan Daud menari-nari di hadapan TUHAN dengan sekuat tenaga; ia berbaju efod dari kain lenan. Daud dan seluruh orang Israel mengangkut tabut TUHAN itu dengan diiringi sorak dan bunyi sangkakala. Ketika tabut TUHAN itu masuk ke kota Daud, maka Mikhal, anak perempuan Saul, menjenguk dari jendela, lalu melihat raja Daud meloncat-loncat serta menari-nari di hadapan TUHAN. Sebab itu ia memandang rendah Daud dalam hatinya.’

Saya memiliki simpati dengan Mikhal; Saya juga tidak terlalu suka dengan tarian liturgi di masa lalu. Mungkin saya perlu menyingkirkan beberapa hambatan dalam diri saya. Saya tidak yakin tentang baju yang segemilang baju efod, tapi entahlah nanti di hari Minggu!

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

The One Year® is a registered trademark of Tyndale House Publishers used by permission.

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture quotations marked (AMP) taken from the Amplified® Bible, Copyright © 1954, 1958, 1962, 1964, 1965, 1987 by The Lockman Foundation. Used by permission. (www.Lockman.org)

“The One Year® is a registered trademark of Tyndale House Publishers used by permission”