Hari 54

Bagaimana Cara Mendengarkan Tuhan

Kebijaksanaan Mazmur 25:8–15
Perjanjian Baru Markus 7:1–30
Perjanjian Lama Keluaran 33:7–34:35

pengantar

Ketika saya melihat dia turun ke jalan, saya akan menyeberang jalan untuk menghindarinya. Saya pernah bertemu dengannya di minggu pertama saya di universitas. Dia memiliki wajah yang bersinar dan murah senyum. Saya juga pernah bertemu satu atau dua orang lain seperti dia yang memiliki pandangan yang sama di wajah mereka. Hal ini membuat saya sangat curiga!

Beberapa bulan kemudian, saya mengalami perjumpaan dengan Yesus dan mendapati bahwa wajah orang-orang ini bersinar karena mereka menghabiskan waktu bersama Yesus, mendengarkan Tuhan berbicara. Seperti Musa, ketika dia turun dari gunung setelah mendengar Tuhan berbicara kepadanya, wajah mereka 'berseri-seri'. (Keluaran 34:29,35)

Yesus berkata bahwa ‘manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah’ (Matius 4:4). Sama seperti kita, kita tidak hanya membutuhkan makanan jasmani, tetapi juga membutuhkan makanan rohani. Makanan rohani berasal dengan mendengar perkataan Tuhan.

Kebijaksanaan

Mazmur 25:8–15

8 Tuhan itu baik dan benar;
  sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
9 Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum,
  dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.
10 Segala jalan Tuhan adalah kasih setia dan kebenaran
  bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.
11 Oleh karena nama-Mu, ya Tuhan,
  ampunilah kesalahanku, sebab besar kesalahan itu.
12 Siapakah orang yang takut akan Tuhan?
  Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilihnya.
13 Orang itu sendiri akan menetap dalam kebahagiaan
  dan anak cucunya akan mewarisi bumi.
14 Tuhan bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia,
  dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka.
15 Mataku tetap terarah kepada Tuhan,
  sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring.

Komentar

Mendengar tuntunan Tuhan

Ketika kita mencoba memaksakan rencana kita sendiri atau berusaha melakukan apa yang ingin kita lakukan, ada rasa ketidaknyamanan secara rohani. Joyce Meyer menggunakan analogi ketidaknyamanan dengan memberikan penjelasan tentang pemakaian sepasang sepatu yang tidak pas.

Ketika kita menjalani kehidupan beribadah, taat, dan mengikuti jalan Tuhan, Dia berjanji bahwa kita akan ‘berbahagia’ (Ay.13). Hal tersebut tidak berarti hidup kita akan mudah. Tetapi, ketika kita mulai mengikuti rencana Tuhan dalam hidup kita, hal itu seperti menemukan sepasang sepatu yang pas dan nyaman.

Sekali lagi dalam mazmur ini kita diingatkan tentang bagaimana Tuhan membimbing kita. Dia ’menunjukkan jalan’ (Ay.8,12), Dia ‘membimbing’ (Ay.9a), Dia ‘mengajar’ (Ay.9b), Dia ‘bergaul karib’ dengan umat-Nya (Ay.14).

  1. Orang-orang yang Dia pimpin

    Hebatnya, Daud menjelaskan bahwa kebaikan Allah menuntunnya untuk mau mengajar bahkan kepada orang-orang yang berdosa; 'Karena itu Dia mengajarkan orang-orang berdosa dengan cara-Nya' (Ay.8). Meskipun 'kejahatan' milik Daud adalah ‘besar', dia tahu bahwa dia dapat diampuni dan ditebus oleh Allah (Ay.11).

    Syukurlah, Anda tidak perlu menjadi sempurna untuk dapat mendengar tuntunan Tuhan, tetapi Anda bersikap rendah hati: ‘Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati’ (Ay.9). 'Persahabatan Tuhan adalah untuk para penyembah Tuhan; Mereka adalah orang-orang yang bergaul dengan Dia' (Ay.14).

  2. Tujuan tuntunan-Nya

    Anda dapat percaya bahwa Tuhan hanya akan memintamu untuk melakukan 'apa yang benar' (Ay.9a). Tuntunan-Nya dalam ujian atau pencobaan dalam hidup Anda itu tergantung dari apakah Anda ‘penuh kasih dan setia’ (Ay.10a) sebagaimana Tuhan meminta Anda untuk kasih dan setia. Tuhan tidak akan pernah meminta Anda melakukan sesuatu yang tidak mengasihi atau tidak setia. 'Semua jalan Tuhan penuh kasih dan setia' (Ay.10a).

Doa

Tuhan, aku berdoa untuk tuntunan-Mu- bahwa Engkau akan menunjukkan, mengajar, dan bergaul karib denganku hari ini.

Perjanjian Baru

Markus 7:1–30

Perintah Allah dan adat istiadat Yahudi

(Mat. 15:1-20)
7Pada suatu kali serombongan orang Farisi dan beberapa ahli Taurat dari Yerusalem datang menemui Yesus. 2 Mereka melihat, bahwa beberapa orang murid-Nya makan dengan tangan najis, yaitu dengan tangan yang tidak dibasuh. 3 Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; 4 dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga. 5 Karena itu orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat itu bertanya kepada-Nya: “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut adat istiadat nenek moyang kita, tetapi makan dengan tangan najis?” 6 Jawab-Nya kepada mereka: “Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu, hai orang-orang munafik! Sebab ada tertulis:

  Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya,
  padahal hatinya jauh dari pada-Ku.
  7 Percuma mereka beribadah kepada-Ku,
  sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia.

8 Perintah Allah kamu abaikan untuk berpegang pada adat istiadat manusia.”

9 Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri. 10 Karena Musa telah berkata: Hormatilah ayahmu dan ibumu! dan: Siapa yang mengutuki ayahnya atau ibunya harus mati. 11 Tetapi kamu berkata: Kalau seorang berkata kepada bapanya atau ibunya: Apa yang ada padaku, yang dapat digunakan untuk pemeliharaanmu, sudah digunakan untuk korban – yaitu persembahan kepada Allah –, 12 maka kamu tidak membiarkannya lagi berbuat sesuatu pun untuk bapanya atau ibunya. 13 Dengan demikian firman Allah kamu nyatakan tidak berlaku demi adat istiadat yang kamu ikuti itu. Dan banyak hal lain seperti itu yang kamu lakukan.”

14 Lalu Yesus memanggil lagi orang banyak dan berkata kepada mereka: “Kamu semua, dengarlah kepada-Ku dan camkanlah. 15 Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya, tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” [16 Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar!] 17 Sesudah Ia masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang arti perumpamaan itu. 18 Maka jawab-Nya: “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, 19 karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban?” Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. 20 Kata-Nya lagi: “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, 21 sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, 22 perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. 23 Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Perempuan Siro-Fenisia yang percaya

(Mat. 15:21-28)
24 Lalu Yesus berangkat dari situ dan pergi ke daerah Tirus. Ia masuk ke sebuah rumah dan tidak mau bahwa ada orang yang mengetahuinya, tetapi kedatangan-Nya tidak dapat dirahasiakan. 25 Malah seorang ibu, yang anaknya perempuan kerasukan roh jahat, segera mendengar tentang Dia, lalu datang dan tersungkur di depan kaki-Nya. 26 Perempuan itu seorang Yunani bangsa Siro-Fenisia. Ia memohon kepada Yesus untuk mengusir setan itu dari anaknya. 27 Lalu Yesus berkata kepadanya: “Biarlah anak-anak kenyang dahulu, sebab tidak patut mengambil roti yang disediakan bagi anak-anak dan melemparkannya kepada anjing.” 28 Tetapi perempuan itu menjawab: “Benar, Tuhan. Tetapi anjing yang di bawah meja juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak.” 29 Maka kata Yesus kepada perempuan itu: “Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang sebab setan itu sudah keluar dari anakmu.” 30 Perempuan itu pulang ke rumahnya, lalu didapatinya anak itu berbaring di tempat tidur, sedang setan itu sudah keluar.

Komentar

Mendengar perkataan Tuhan

Yesus berkata bahwa firman Allah harus lebih diprioritaskan daripada semua tradisi kita (Ay.8). Tidak ada yang salah dengan tradisi. Tradisi mungkin bias menjadi sangat penting dan berharga. Namun, tradisi tidak boleh lebih diutamakan daripada firman Tuhan. Yesus menyerang orang-orang Farisi karena menggunakan tradisi untuk menghindari dan mematuhi firman Allah: ‘Perintah Allah kamu abaikan, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri’ (Ay.9).

Misalnya, membantu orang tua yang sudah lanjut usia terkadang bisa merepotkan, mungkin kita tergoda untuk mencari alasan mengapa kita tidak perlu melakukannya. Orang-orang Farisi mengatakan diperbolehkan untuk tidak membantu orang tua Anda secara finansial jika Anda telah memberikan uang itu sebagai persembahan kepada Allah (Ay.11). Yesus berkata bahwa dalam melakukan ini mereka tidak menaati perintah yaitu 'Hormatilah ayah dan ibumu' (Ay.10a). ‘Demikian’, katanya, ‘kamu melanggar firman Allah dengan adat istiadatmu yang telah kamu lakukan’ (Ay.13).

Tuhan tidak begitu peduli dengan penampilan luar Anda melainkan hati Anda. Yesus berkata, ’Sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang’ (Ay.21-23). Ini adalah hal-hal yang mencemari kehidupan kita dan merusak hubungan kita dengan Tuhan.

Yesus berkata, ‘dengarlah kepada-Ku’ (Ay.14). Ini adalah kunci kehidupan - Mendengarkan Yesus.

Yesus melanjutkan dengan menyingkapkan apa yang ada di hati wanita Siro-Fenisia. Sebagaimana dikatakan John Calvin, Yesus tidak bermaksud ‘memadamkan iman wanita tersebut' karena sikap-Nya yang dingin 'tetapi lebih kepada membangkitkan dan mengobarkan semangatnya'.

Yesus datang untuk orang-orang Yahudi terlebih dahulu, kemudian bangsa-bangsa lain (Ay.27–29; lihat Yesaya 49:6; Roma 1:16). Kebesaran dari iman wanita Siro-Fenisia ditunjukkan oleh fakta bahwa dia tidak hanya mengenali siapa Dia dan kuasa sorgawi-Nya, tetapi, seperti yang dikatakan Calvin, dia tetap menyampaikan keinginannya sekalipun lawan bicaranya adalah Yesus yang sangat ia hormati'. Dia adalah contoh yang baik bagi kita perihal iman yang tidak sinis dan tekun.

Doa

Tuhan, terima kasih atas kuasa firman Allah untuk menantang sikap hatiku. Bersihkan hatiku hari ini, aku berdoa, agar aku diberikan iman yang penuh gairah, tidak sinis, dan tekun.

Perjanjian Lama

Keluaran 33:7–34:35

7 Sesudah itu Musa mengambil kemah dan membentangkannya di luar perkemahan, jauh dari perkemahan, dan menamainya Kemah Pertemuan. Setiap orang yang mencari Tuhan, keluarlah ia pergi ke Kemah Pertemuan yang di luar perkemahan. 8 Apabila Musa keluar pergi ke kemah itu, bangunlah seluruh bangsa itu dan berdirilah mereka, masing-masing di pintu kemahnya, dan mereka mengikuti Musa dengan matanya, sampai ia masuk ke dalam kemah. 9 Apabila Musa masuk ke dalam kemah itu, turunlah tiang awan dan berhenti di pintu kemah dan berbicaralah Tuhan dengan Musa di sana. 10 Setelah seluruh bangsa itu melihat, bahwa tiang awan berhenti di pintu kemah, maka mereka bangun dan sujud menyembah, masing-masing di pintu kemahnya. 11 Dan Tuhan berbicara kepada Musa dengan berhadapan muka seperti seorang berbicara kepada temannya; kemudian kembalilah ia ke perkemahan. Tetapi abdinya, Yosua bin Nun, seorang yang masih muda, tidaklah meninggalkan kemah itu. 12 Lalu berkatalah Musa kepada Tuhan: “Memang Engkau berfirman kepadaku: Suruhlah bangsa ini berangkat, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku, siapa yang akan Kauutus bersama-sama dengan aku. Namun demikian Engkau berfirman: Aku mengenal namamu dan juga engkau mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. 13 Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Ingatlah, bahwa bangsa ini umat-Mu.” 14 Lalu Ia berfirman: “Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.”

15 Berkatalah Musa kepada-Nya: “Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. 16 Dari manakah gerangan akan diketahui, bahwa aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, yakni aku dengan umat-Mu ini? Bukankah karena Engkau berjalan bersama-sama dengan kami, sehingga kami, aku dengan umat-Mu ini, dibedakan dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?” 17 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Juga hal yang telah kaukatakan ini akan Kulakukan, karena engkau telah mendapat kasih karunia di hadapan-Ku dan Aku mengenal engkau.”

18 Tetapi jawabnya: “Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.” 19 Tetapi firman-Nya: “Aku akan melewatkan segenap kegemilangan-Ku dari depanmu dan menyerukan nama Tuhan di depanmu: Aku akan memberi kasih karunia kepada siapa yang Kuberi kasih karunia dan mengasihani siapa yang Kukasihani.” 20 Lagi firman-Nya: “Engkau tidak tahan memandang wajah-Ku, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup.” 21 Berfirmanlah Tuhan: “Ada suatu tempat dekat-Ku, di mana engkau dapat berdiri di atas gunung batu; 22 apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku berjalan lewat. 23 Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.”

Dua loh batu yang baru

34Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Pahatlah dua loh batu sama dengan yang mula-mula, maka Aku akan menulis pada loh itu segala firman yang ada pada loh yang mula-mula, yang telah kaupecahkan. 2 Bersiaplah menjelang pagi dan naiklah pada waktu pagi ke atas gunung Sinai; berdirilah di sana menghadap Aku di puncak gunung itu. 3 Tetapi janganlah ada seorang pun yang naik bersama-sama dengan engkau dan juga seorang pun tidak boleh kelihatan di seluruh gunung itu, bahkan kambing domba dan lembu sapi pun tidak boleh makan rumput di sekitar gunung itu.”

4 Lalu Musa memahat dua loh batu sama dengan yang mula-mula; bangunlah ia pagi-pagi dan naiklah ia ke atas gunung Sinai, seperti yang diperintahkan Tuhan kepadanya, dan membawa kedua loh batu itu di tangannya. 5 Turunlah Tuhan dalam awan, lalu berdiri di sana dekat Musa serta menyerukan nama Tuhan. 6 Berjalanlah Tuhan lewat dari depannya dan berseru: “Tuhan, Tuhan, Allah penyayang dan pengasih, panjang sabar, berlimpah kasih-Nya dan setia-Nya, 7 yang meneguhkan kasih setia-Nya kepada beribu-ribu orang, yang mengampuni kesalahan, pelanggaran dan dosa; tetapi tidaklah sekali-kali membebaskan orang yang bersalah dari hukuman, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya dan cucunya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat.” 8 Segeralah Musa berlutut ke tanah, lalu sujud menyembah 9 serta berkata: “Jika aku telah mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, ya Tuhan, berjalanlah kiranya Tuhan di tengah-tengah kami; sekalipun bangsa ini suatu bangsa yang tegar tengkuk, tetapi ampunilah kesalahan dan dosa kami; ambillah kami menjadi milik-Mu.”

10 Firman-Nya: “Sungguh, Aku mengadakan suatu perjanjian. Di depan seluruh bangsamu ini akan Kulakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib, seperti yang belum pernah dijadikan di seluruh bumi di antara segala bangsa; seluruh bangsa, yang di tengah-tengahnya engkau diam, akan melihat perbuatan Tuhan, sebab apa yang akan Kulakukan dengan engkau, sungguh-sungguh dahsyat. 11 Tetapi engkau, berpeganglah pada yang Kuperintahkan kepadamu pada hari ini. Lihat, Aku akan menghalau dari depanmu orang Amori, orang Kanaan, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. 12 Berawas-awaslah, janganlah kauadakan perjanjian dengan penduduk negeri yang kaudatangi itu, supaya jangan mereka menjadi jerat bagimu di tengah-tengahmu. 13 Sebaliknya, mezbah-mezbah mereka haruslah kamu rubuhkan, tugu-tugu berhala mereka kamu remukkan, dan tiang-tiang berhala mereka kamu tebang. 14 Sebab janganlah engkau sujud menyembah kepada allah lain, karena Tuhan, yang nama-Nya Cemburuan, adalah Allah yang cemburu. 15 Janganlah engkau sampai mengadakan perjanjian dengan penduduk negeri itu; apabila mereka berzinah dengan mengikuti allah mereka dan mempersembahkan korban kepada allah mereka, maka mereka akan mengundang engkau dan engkau akan ikut makan korban sembelihan mereka. 16 Apabila engkau mengambil anak-anak perempuan mereka menjadi isteri anak-anakmu dan anak-anak perempuan itu akan berzinah dengan mengikuti allah mereka, maka mereka akan membujuk juga anak-anakmu laki-laki untuk berzinah dengan mengikuti allah mereka. 17 Janganlah kaubuat bagimu allah tuangan.

18 Hari raya Roti Tidak Beragi haruslah kaupelihara; tujuh hari lamanya engkau harus makan roti yang tidak beragi, seperti yang Kuperintahkan kepadamu, pada waktu yang ditetapkan dalam bulan Abib, sebab dalam bulan Abib itulah engkau keluar dari Mesir. 19 Segala apa yang lahir terdahulu dari kandungan, Akulah yang empunya, juga segala ternakmu yang jantan, anak yang lahir terdahulu dari lembu atau domba. 20 Tetapi anak yang lahir terdahulu dari keledai haruslah kautebus dengan seekor domba; jika tidak kautebus, haruslah kaupatahkan batang lehernya. Setiap yang sulung dari antara anak-anakmu haruslah kautebus, dan janganlah orang menghadap ke hadirat-Ku dengan tangan hampa.

21 Enam harilah lamanya engkau bekerja, tetapi pada hari yang ketujuh haruslah engkau berhenti, dan dalam musim membajak dan musim menuai haruslah engkau memelihara hari perhentian juga. 22 Hari raya Tujuh Minggu, yakni hari raya buah bungaran dari penuaian gandum, haruslah kaurayakan, juga hari raya pengumpulan hasil pada pergantian tahun. 23 Tiga kali setahun segala orangmu yang laki-laki harus menghadap ke hadirat Tuhanmu Tuhan, Allah Israel, 24 sebab Aku akan menghalau bangsa-bangsa dari depanmu dan meluaskan daerahmu; dan tiada seorang pun yang akan mengingini negerimu, apabila engkau pergi untuk menghadap ke hadirat Tuhan, Allahmu, tiga kali setahun. 25 Janganlah darah korban sembelihan yang kepada-Ku kaupersembahkan beserta sesuatu yang beragi, dan janganlah ada dari korban sembelihan pada hari raya Paskah bermalam sampai pagi. 26 Yang terbaik dari buah bungaran hasil tanahmu haruslah kaubawa ke dalam rumah Tuhan, Allahmu. Janganlah engkau masak anak kambing dalam susu induknya.”

27 Berfirmanlah Tuhan kepada Musa: “Tuliskanlah segala firman ini, sebab berdasarkan firman ini telah Kuadakan perjanjian dengan engkau dan dengan Israel.” 28 Dan Musa ada di sana bersama-sama dengan Tuhan empat puluh hari empat puluh malam lamanya, tidak makan roti dan tidak minum air, dan ia menuliskan pada loh itu segala perkataan perjanjian, yakni Kesepuluh Firman.

29 Ketika Musa turun dari gunung Sinai – kedua loh hukum Allah ada di tangan Musa ketika ia turun dari gunung itu – tidaklah ia tahu, bahwa kulit mukanya bercahaya oleh karena ia telah berbicara dengan Tuhan. 30 Ketika Harun dan segala orang Israel melihat Musa, tampak kulit mukanya bercahaya, maka takutlah mereka mendekati dia. 31 Tetapi Musa memanggil mereka, maka Harun dan segala pemimpin jemaah itu berbalik kepadanya dan Musa berbicara kepada mereka. 32 Sesudah itu mendekatlah segala orang Israel, lalu disampaikannyalah kepada mereka segala perintah yang diucapkan Tuhan kepadanya di atas gunung Sinai. 33 Setelah Musa selesai berbicara dengan mereka, diselubunginyalah mukanya. 34 Tetapi apabila Musa masuk menghadap Tuhan untuk berbicara dengan Dia, ditanggalkannyalah selubung itu sampai ia keluar; dan apabila ia keluar dikatakannyalah kepada orang Israel apa yang diperintahkan kepadanya. 35 Apabila orang Israel melihat muka Musa, bahwa kulit muka Musa bercahaya, maka Musa menyelubungi mukanya kembali sampai ia masuk menghadap untuk berbicara dengan Tuhan.

Komentar

Mendengar rencana Tuhan

Anda bisa menjadi sahabat Tuhan. Yesus menganggap mereka yang mengikutinya sebagai sahabat-sahabat-Nya (Yohanes 15:15). Musa adalah sahabat Allah. Jika memungkinkan bagi Musa, Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa itu mungkin juga bagi Anda sekarang.

Tuhan mengungkapkan rencana-Nya kepada Musa. Musa memiliki hubungan luar biasa dengan Allah. Dia akan pergi ke Kemah Pertemuan untuk bertanya kepada Tuhan. Tiang awan akan turun 'sementara Tuhan berbicara dengan Musa' (Keluaran 33:9). 'Tuhan akan berbicara kepada Musa secara langsung, seperti seorang berbicara kepada temannya' (Ay.11a). Hal ini menggambarkan kedekatan Tuhan dengan Musa dan kedekatan mendengar suara-Nya. Musa berdoa, ’Biarkan aku masuk dalam rencana-Mu’ (Ay.13).

Jelas bahwa mereka tidak berhadap-hadapan secara fisik (Ay.20). Kehadiran Allah begitu mulia dan suci sehingga tidak seorang pun dapat melihat-Nya berhadapan secara langsung. Ini adalah metafora yang menunjukkan kontak dan persekutuan yang sangat dekat. Hal inilah yang kita butuhkan setiap hari; untuk mendengar Tuhan berbicara ‘tatap muka’ dan menumbuhkan persahabatan kita dengan-Nya.

Apa yang Musa inginkan lebih dari yang lainnya adalah 'Kehadiran Tuhan'. Inilah yang sangat kita butuhkan dalam hidup kita – kehadiran-Nya dan kedamaian-Nya. Tuhan berjanji kepadanya, ‘Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketentraman kepadamu’ (Ay.14). Ini adalah apa yang Tuhan janjikan kepada Anda juga.

Berkatalah Musa kepada-Nya: ’Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini’ (Ay.15). Kehadiran Allahlah yang membedakan umat Allah dari orang lain (Ay.16b). Ini adalah hal di atas segalanya yang membedakan Anda dari dunia di sekitarmu.

Ketika Musa menghabiskan waktu dalam Hadirat Tuhan, 'wajahnya berseri-seri karena dia telah berbicara dengan Tuhan' (34:29). Ini adalah latar belakang kata-kata Paulus yang luar biasa dalam 2 Korintus 3. Dia mengatakan bahwa kita dapat menikmati sesuatu yang jauh lebih besar daripada yang dialami Musa.

‘Sebenarnya apa yang dahulu dianggap mulia, jika dibandingkan dengan kemuliaan yang mengatasi segala sesuatu ini, sama sekali tidak mempunyai arti. Sebab, jika yang pudar itu disertai dengan kemuliaan, betapa lebihnya lagi yang tidak pudar itu disertai kemuliaan’ (2 Korintus 3:10-11).

Anda bahkan bisa lebih berani daripada Musa, ‘yang menyelubungi mukanya, supaya mata orang-orang Israel jangan melihat hilangnya cahaya yang sementara itu’ (Ay.13). Paulus menulis, ‘Tetapi apabila hati seorang berbalik kepada Tuhan, maka selubung itu diambil dari padanya. Sebab Tuhan adalah Roh; dan di mana ada Roh Allah, disitu ada kemerdekaan. Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar’ (Ay.16-18).

Ini merupakan hak istimewa yang luar biasa dapat terlibat dalam pelayanan Roh. Pada setiap Alpha di akhir pekan, kami menyaksikan orang-orang mengalami kehadiran Tuhan dan dipenuhi oleh Roh Kudus. Saya sering memperhatikan pancaran wajah orang-orang di akhir pekan . Tetapi bukan berarti hal ini hanyalah pengalaman satu kali yang memudar begitu saja seperti pancaran Musa.

Melalui Roh Kudus, Anda dapat mengalami ‘Kehadiran Tuhan’: 'Hidup kita secara bertahap menjadi lebih cerah dan lebih indah ketika Tuhan memasuki hidup kita dan kita menjadi seperti Dia' (Ay.18).

Doa

Tuhan, terima kasih bahwa Engkau berjanji, ‘Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketentraman kepadamu’ (Keluaran 33:14). Bantu aku untuk mendengar suara-Mu, berbicara kepada-Mu secara langsung sebagai seorang teman, untuk mencerminkan kemuliaan-Mu dan diubah menjadi serupa dengan keagungan yang terus meningkat.

Pippa menambahkan

Keluaran 33:7–34:35

Sungguh pelatihan yang luar biasa bagi Yosua. Dia memiliki hak istimewa untuk belajar dari Musa, abdi Allah yang terbesar dalam Perjanjian Lama. Penting untuk menemukan model peran yang baik yang dapat Anda pelajari.

reader

App

Download The Bible with Nicky and Pippa Gumbel app for iOS or Android devices and read along each day.

reader

Email

Subscribe now to receive The Bible with Nicky and Pippa Gumbel in your inbox each morning. You’ll get one email each day.

reader

Website

Start reading today’s devotion right here on the BiOY website.

Read now

Referensi

John Calvin (translated by John King), Commentaries: Volume 32, Matthew, Mark and Luke, Part II, (Edinburgh, Calvin Translation Society, 1847-1850) p.268.

Unless otherwise stated, Scripture quotations taken from the Holy Bible, New International Version Anglicised, Copyright © 1979, 1984, 2011 Biblica, formerly International Bible Society. Used by permission of Hodder & Stoughton Publishers, an Hachette UK company. All rights reserved. ‘NIV’ is a registered trademark of Biblica. UK trademark number 1448790.

Scripture quotations marked (AMP) taken from the Amplified® Bible, Copyright © 1954, 1958, 1962, 1964, 1965, 1987 by The Lockman Foundation. Used by permission. (www.Lockman.org)

Scripture marked (MSG) taken from The Message. Copyright © 1993, 1994, 1995, 1996, 2000, 2001, 2002. Used by permission of NavPress Publishing Group.